Mafia In The School

Mafia In The School
Sikap Cuek Kinara.



Kinara melihat intens pada Vincent, yang terus menatapnya. Melipat tangannya didada melihat Vincent yang berdiri di depannya dengan memasukkan kedua tangannya di kedua saku celananya..


"Barang apa yang ingin kau kembalikan?" tanya Kinara menengadahkan tangannya, "Apa kau pernah meminjam barang dariku?" tanya Kinara lagi mencoba mengingat apakah Vincent meminjam sesuatu darinya.


Vincent mengeluarkan topi dari balik jaketnya.


"Ini milikmu 'kan?" tanyanya memperlihatkan topi yang ada di tangannya.


Kinara melihat topi itu, itu memang milik, ia ingin mengambilnya. Namun, Vincent langsung menjauhkan topi itu dari jangkauan Kinara.


"Penampilanmu tadi sungguh sangat bagus, lemparanmu juga tepat mengenai wajahku, Ini untuk pertama kalinya ada yang berani melempar sesuatu kepada aku," ucapnya masih memainkan topi itu di tangannya.


Kinara memperhatikan topi yang ada di tangan Vincent, topi itu adalah topi yang dipakainya saat penampilannya di atas panggung tadi, dia sengaja membuat atraksi melempar topi kepada penonton, ia tak menyangka jika topi itu malah mengenai Vincent.


"Iya, Itu milikku. Maaf aku tak sengaja melakukannya, aku tak ada niat untuk melemparnya padamu. Apakah kau keberatan dengan hal itu?" Kembali melipat tangannya di dada. "Apa hanya Itu alasanmu mencariku hingga ke belakang panggung tadi?" tanyanya lagi.


Vincent tak menjawab dan langsung membalas melempar topi itu dan tepat mengenai wajah Kinara, dengan cepat Kinara menangkapnya sebelum jatuh ke tanah.


"Aku tak menyangka kamu bisa menari dengan sangat bagus, aku pikir kau hanya bisa menari di tengah-tengah kerumunan penjahat," ucap dengan senyuman tipisnya.


Kinara melihat senyum Vincent, Kinara yakin, pasti ia membicarakan Kejadian beberapa hari lalu saat di kasino, Kinara sempat melihat saat itu Vincent hanya memperhatikannya dari atas dan tak membantunya.


"Apa kau punya duplikat? Aku seperti melihat dirimu yang lain, kau memiliki begitu banyak kepribadian. Apa masih ada lagi kepribadianmu yang belum kau tunjukkan?" tanya Vincent.


"Bagaimana dengan dirimu? Kau juga tak kalah dariku. Kau juga sepertinya memiliki banyak kepribadian, aku sendiri tak mengerti sebenarnya seperti apa kau itu. Aku belum tahu banyak tentangmu, tapi sepertinya kita sering bertemu di berbagai kesempatan.


Kau tahu, kau itu sangat misterius," ucap Kinara menelisik melihat penampilan Vincent yang memakai seragam sekolah, Kinara akui penampilan Vincent sangat keren, sangat berbeda dari murid laki-laki pada umumnya. Namun, itu tak membuatnya tertarik seperti apa yang diperlihatkan beberapa murid lainnya.


"Kau tak perlu tahu siapa aku, kau cukup tau jika aku ini adalah Vincent, itu sudah cukup."


"Vincent? Aku tak tau seberapa penting nama itu sehingga kau sangat membanggakannya, tapi itu bukan sesuatu yang penting untukku. Oh ya satu lagi, jangan terlalu ikut campur dengan masalahku! Kita tak sedekat Itu hingga kau bisa mencampur semua urusanku.


Masalah Tiara, aku bisa menanganinya sendiri, Tiara bukan apa-apa bagiku. Aku hanya tak ingin terus berdebat dan membuang waktuku dengan melayaninya, jadi jangan sok pahlawan dan membelaku! Aku tak membutuhkan semua itu. Itu hanya akan menambah masalahku."


Mendengar perkataan Kinara membuat raut wajah Vincent berubah menjadi tatapan dingin, ia tak senang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Kinara.


Vincent sudah berada di kota ini selama seminggu dan dia banyak mengalami perubahan pada tubuhnya dan itu belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Sudahlah, aku mau pulang, acara ini sudah tak menarik lagi," ucap Kinara memakai topi yang tadi diberikan oleh Vincent kemudian pergi dari sana.


Vincent hanya menatap punggung Kinara yang semakin menjauh darinya, ia tak rela Kinara pergi darinya. Namun, Ia juga tak menghentikannya.


(Plot terkunci)


[Bip skor transformas 50 + 60 + 80 + 100 + 200]


Kinara menghentikan langkahnya begitu yang mendengar notif dari sistem, ia terheran, apa maksud dari plot terkunci,


Tak lama kemudian Kinara kembali mendengar jika sistem sudah kembali bekerja.


"Ada apa sebenarnya?" tanya pada sistem.


"Ada kemacetan beberapa menit yang lalu, dan semua Sudah kembali normal," jawab sistem.


"Apa? kemacetan? Aku berpikir sistem itu sangat canggih, ternyata aku salah sistem tak canggih yang aku bayangkan," ucap Kinara melanjutkan langkahnya meninggalkan Vincent.


[Bip, skor transformas -50]


"Ya ampun, kamu ini sensitif sekali sih? Masa aku ngomong gitu aja kamu sudah mengurangi skorku," gerutu Kinara saat mendengar pengurangan poin yang dilakukan oleh sistem.


Begitu Kinara kembali masuk ke gedung pertunjukan, bergabung dengan peserta lainnya, barulah ia bertemu dengan Claudia.


"Kinara, kamu ini kemana saja sih. Aku mencarimu dari tadi. Kemana Vincent membawamu? Dimana dia sekarang? tanya Claudia melihat ke arah Kinara datang, tak ada tanda-tanda Vincent ada di sana.


"Sudahlah, nggak penting membahas dia, acaranya sudah selesai. Aku mau pulang dulu ya," ucap Kinara sudah malas berada ditengah-tengah acara tersebut.


Lombanya sudah selesai hanya tinggal beberapa acara lagi dan mereka hanya bersenang-senang dengan beberapa hiburan lainnya yang disediakan oleh panitia.


🌹🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹