Mafia In The School

Mafia In The School
Jebakan



Saat mereka akan pergi dari Kasino itu tiba-tiba ada yang menghina Kinara, mengatakannya jika Kinara adalah gadis bar-bar, ada juga yang mengatakan jika Kinara adalah gadis yang tidak baik dan brutal bahkan ada yang berani menawar nya membuat Vincent sangat marah dibuatnya dan langsung menyuruh bawahannya untuk menghabisi mereka semua.


Vincent juga tak tinggal diam, ia langsung mendatangi orang yang berani menawar Kinara, "Kau ingin tau berapa harganya?! harganya seratus kali lipat dari harga nyawamu," ucap Vincent langsung menghajar orang tersebut.


Perkelahian pun terjadi dan orang-orang yang membuat masalah tadi juga bukan orang sembarangan, mereka juga memiliki beberapa pengawal yang siap melindungi mereka.


Kekacauan pun tak terhindarkan, mereka saling adu kekuatan.


Beberapa Tim keamanan Kasino pun mulai berdatangan dan ingin membubarkan kerumunan dan kegaduhan yang terjadi di Kasino tersebut. Namun, bukannya mengamankan malah mereka menambah kerusuhan, yang tidak terlibat perkelahian pun ikut dalam perkelahian tersebut.


Kinara tanpa sengaja melihat seorang pria berambut pendek dan gerak-geriknya sangat mencurigakan dan orang itu terus melihat padanya. Saat Kinara memperjelas penglihatannya pada orang tersebut pria berambut pendek itu langsung pergi dari sana.


Kinara yang penasaran mengikuti orang tersebut.


"Kemana orang itu, aku yakin dia berlari ke arah sini," gumam Kinara terus berjalan mencoba mencari tahu keberadaan pria mencurigakan tadi.


Orang tadi sudah tak terlihat lagi, Kinara yang penasaran terus mencari dan membuka beberapa ruangan yang dilewatinya, "Kemana orang tadi aku yakin dia berlari ke arah sini, tapi dimana dia cepat sekali hilangnya," gumam Kinara terus saja mencarinya ia benar-benar penasaran siapa orang tadi mengapa ia memperhatikannya.


"Sudahlah, mungkin dia hanya orang iseng," ucap Kinara ingin kembali ketempat semula. Namun, tiba-tiba orang yang dicari tadi kembali menempakkan dirinya kemudian kembali berlari.


"Hai kau tunggu," teriak Kinara kemudian kembali mengejarnya. Ia tak ingin kehilangan jejak orang tadi, kecurigaan semakin besar saat orang ini semakin menghindarinya.


Pria berambut pendek yang diikuti Kinara tadi masuk ke sebuah ruangan, Kinara pun ikut masuk ke ruangan yang sama mengejar orang itu, tiba-tiba pintu tertutup dan orang tadi berdiri tegak di hadapannya, Kinara baru menyadari jika semua itu adalah jebakan yang sengaja dibuat untuknya. Pria berambut pendek tersebut sengaja memancingnya agar mengikutinya keruangannya itu.


"Siapa kau? Apa semua ini adalah rencanamu?" tanya Kinara pada pria berambut pendek yang sudah berdiri di depannya.


Tiba-tiba sekelompok orang mengelilingi Kinara. Tak ada bedanya dengan orang-orang yang tadi dihadapinya, mereka berpakaian serba hitam dan bertubuh besar.


Kinara yakin mereka adalah orang yang sama.


"Berikan gelang itu padaku maka aku akan membebaskanmu," ucap pria berambut pendek tersebut.


"Oh jadi kamu salah satu peminat gelang ini! Ternyata gelang ini memang istimewa, aku jadi semakin menginginkannya. Bagaimana jika aku tak mau memberikannya, Galang ini sekarang sudah menjadi milikku dan akan tetap berada padaku," jawab Kinara.


Pria berambut pendek tersebut mengeluarkan sebuah pistol dari saku jasnya dan mengarahkannya pada Kinara.


"Berikan gelang itu jika kau masih sayang dengan nyawamu, berikan sekarang jika tidak peluru ini akan bersarang di kepalamu," ancam pria berambut pendek tersebut.


"Kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu? Jangan harap kau bisa merebut gelang ini dari tanganku, begitu gelang ini menjadi milikku tak akan ada yang bisa merebutnya dariku termasuk kalian," ucap Kinara menentang orang tersebut, ia sama sekali tak takut dengan ancaman pria berambut pendek yang mengarahkan senjata padanya.


"Cepat serahkan gelang itu padaku, aku tak main-main, Nona. Aku benar-benar akan menembakmu jika kau macam-macam dan tak menurut!"


"Tembak saja, aku tak takut dengan senjata seperti itu, senjata itu bukan apa-apa bagiku," ucap Kinara yang justru memasukkan kembali gelang tersebut ke dalam tas kecilnya, tak ada niatnya untuk menyerahkan gelang tersebut.


"Kau pikir aku hanya bermain-main rupanya," ucap pria berambut pendek tersebut menarik pelatuk pistolnya,


Dorrrr


Suara tembakan terdengar nyaring di ruangan itu, pria itu benar menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pistolnya pada kaki Kinara. Kinara dengan cepat menghindar ke belakang kemudian dengan cepat ia menghampiri salah satu bawahan pria berambut pendek tersebut yang juga memegang senjata, dan dalam sekejap senjata itu sudah berpindah ke tangan Kinara dan mengarahkannya ke kepala bawahan pria berambut pendek pemilik pistol yang sudah berganti ke tangannya.


Tak ada yang berani menembak, karena Kinara sendiri memegang senjata dan mengarahkannya ke kepada teman mereka.


"Jangan coba-coba menembak, akan kuhancurkan kepada teman kalian," ucap Kinara menendang kaki bagian belakang bawahan pria berambut pendek tersebut sehingga bawahan tersebut berlutut dan Kinara menempelkan senjata itu ke kepalanya.


Bawahan tersebut dengan pasrah mengangkat tangannya dan melihat teman-temannya seolah berkata kalian Jangan bertindak bodoh itu bisa mencelakakan ku.


"Apa yang kalian lakukan cepat tembak wanita itu dan ambil gelangnya," perintah pria berambut pendek tadi tak menghiraukan ancaman Kinara pada bawahannya.


Semua saling pandang mereka masih ragu untuk menembak mereka masih memikirkan nasib teman mereka.


"Apa yang kalian lakukan cepat tembak dia," perintahnya sekali lagi dan memulai menembak ke arah Kinara.


Mereka semua mulai menembak kearah Kinara. Kinara dengan cepat menghindar dan menjadikan bawahan tadi sebagai pelindungnya, aksi saling tembak pun terjadi dan Kinara dengan cepat tiba-tiba berada di belakang pria berambut pendek tersebut dan kini ini mengarahkan senjata itu pas di kepalanya semua kembali terdiam dan mengarahkan pistolnya ke arah bos mereka dan Kinara.


"Suruh mereka menjatuhkan senjatanya, jika kau masih sayang dengan nyawamu," ucap Kinara semakin menekan pistolnya ke kepala pria rambut pendek tersebut.


"Jatuhkan senjata kalian," ucapnya meminta bawahannya menjatuhkan senjata mereka semua.


Semua menurut dan langsung meletakkan senjata mereka ke lantai dan mengangkat tangannya ke udara.


Kinara meminta mereka untuk menendang senjata mereka ke arahnya, tapi tak ada yang melakukannya, mereka semua mengabaikan perintah Kinara.


Dorr


Kinara menembak ke udara dan kembali mengarahkan pada pria yang kini berlutut di hadapannya.


"Apa yang kalian lakukan, cepat turuti apa yang ia minta," bentaknya membuat semua serentak melakukan apa yang diminta Kinara.


"Berkumpul di sana." Kinara kembali memerintahkan mereka untuk berkumpul di satu titik, ia harus lebih waspada.


Berada di tubuh Kinara membuat ia tak sekuat sebelumnya.


Semua menuruti perintah Kinara kali ini.


"Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini dan untuk apa kau menginginkan gelang ini?" tanya Kinara memuntahkan satu pelurunya ke udara kemudian kembali mengarahkannya pada pria berambut pendek tersebut.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏


Salam dariku Author M Anha ❤️🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖