
Kinara dan Claudia janjian akan pergi ke pusat perbelanjaan, Kinara sedikit berlari menuju tempat mereka janjinya, ia sudah terlambat beberapa menit dari jam yang mereka sepakati.
Claudia yang melihat Kinara, melambaikan tangannya agar Kinara melihat.
Kinara yang melihat Claudia langsung menghampirinya, mereka janjian di sebuah kafe yang ada di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
"Maaf ya, aku terlambat. Kamu udah lama ya nunggunya?" tanya Kinara dan duduk di depan Claudia.
"Nggak kok, baru aja. Ini untuk kamu," ucap Claudia memberikan kepada Kinara milk tea yang sudah dipesannya lebih dulu sambil menunggu.
Kinara menatap lekat milk tea tersebut, ia kembali mengingat dengan jelas aturan-aturan saat ia masih berada di organisasi, sangat banyak aturan ketat yang mengikat dirinya. Ia tak boleh makan dan minum sembarangan termasuk dalam aturan mereka, semua tak boleh minum milk tea yang kini ada di depannya.
Claudia yang melihat Kinara terus memandang milk teanya tersebut dengan memperhatikan raut wajah sedih dan seolah milk tea itu sangat berharga berpikir jika Kinara terharu karena ia telah memberinya milk tea itu.
"Sudah jangan di pandangan terus, kamu ga haus ya habis berlari? Ayo minum! Nggak apa-apa kok, itu harganya ga seberapa. Lagian kamu nggak usah segitunya menatap Milk tea itu," ucap Claudia merasa Kinara mulai bersikap aneh.
"Iya makasih ya," Kinara mengangkat milk teanya mengucapkan terima kasih pada Claudia.
"Iya, Santai aja," jawabnya.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka, pertempuran mereka di pusat perbelanjaan sudah menanti mereka.
"Ayo kita mulai! Hari ini kita shopping." Claudia menarik Kinara masuk ke pusat perbelanjaan, mereka langsung masuk ke toko pakaian. Claudia langsung memilih beberapa barang, pegawai toko menghampiri dan membantu membawakan barang pilihan Claudia. Membawanya ke ruang ganti.
Setelah dirasa cukup Claudia menyusul bajunya.
Kinara juga memilih beberapa baju dan mencobanya.
"Bagaimana cantik nggak?" tanya pada Kinara.
"Iya cantik, sangat cocok denganmu," ucap Kinara. Kinara mengagumi Claudia saat ini, yang memiliki selera yang sangat bagus, belum lagi bentuk tubuhnya yang sangat bagus membuat pakaian yang dipakainya terlihat sangat pas dan Cantik lebih cantik saat dipakai Claudia daripada model.
Mereka membeli beberapa potong baju, Kinara hanya menurut saat saat Claudia memilikan untuknya, toh yang bayar juga Claudia.
Kinara Sebenarnya ingin membayar, tapi Claudia memaksa.
Setelah dari sana, Claudia kembali menarik Kinara masuk kedalam butik eksklusif.
"Aku rasa ini sudah cukup deh?" nggak usah beli lagi. Aku udah capek," keluh Kinara yang merasa berbelanja adalah hal yang paling menyebalkan dalam hidupnya dulu dan sekarang.
"Sudah?" Berbalik menatap Kinara. "Tidak, kita baru mulai," ucap Claudia masih melihat yang cocok dengan Kinara.
Kinara yang sejak tadi mengikuti Claudia ke sana kemari memilih-milih benar-benar bosan.
"Ini yang terakhir," ucap Claudia berjalan cepat menuju ke rok pendek yang terlihat sangat cantik.
"Ini untukmu, ayo coba! kamu pakai dulu, pasti ini sangat cocok untukmu," ucap Claudia memberikannya kepada Kinara.
"Untuk ku?" tanya Kinara menunjuk dirinya, ia mengernyitkan keningnya melihat rok pendek yang diberikan oleh Claudia, itu sama sekali bukan dirinya.
"Nggak," tolaknya. "Cari yang lain yang aja, aku nggak mau pakai itu, terlalu pendek," tolaknya memberikan kembali rok pendek pada Claudia.
"Nggak kok, ini nggak pendek, pendek rok aku malah," Membandingkan rok tersebut dengan yang dipakainya.
"Tapi aku beneran ga suka."
"Coba dulu! pasti cocok di badan kamu, kamunya aja yang belum pernah nyoba pakai rok 'kan?.
"Aku memang ga pernah dan gak akan pernah memakai rok kayak gitu."
"Nggak, kita ke tempat lain," ucap Kinara ingin pergi dari sana. Namun, Claudia dengan cepat langsung menghadangnya dan memintanya untuk mencobanya..
"Ini cantik lho, Kinara," kekeh Claudia tak mau mengalah, ia mengangkat rok itu dan menempelkannya di depan Kinara.
"Aku nggak mau, rok itu terlalu terbuka." Mengambil rok dan menyimpannya di sembarang tempat dan menarik Claudia keluar dari butik itu.
Saat diluar, Kinara dan Claudia terus saja berdebat masalah rok itu.
"Kamu itu kenapa sih, pakai rok aja ga mau," sebel Claudia, ia ingin mereka berjalan bersama menggunakan rok yang sama.
"Aku dah nyaman pake celana, lagian apa bedanya sih kita jalan pake celana dan pake rok? Sama aja deh kayaknya, lagian ga akan ada yang menegur kita kenapa ga samaan pake rok.
"Udah ah, capek ngomong sama kamu, diminta coba rok aja ga mau, kamu coba dong pakai rok pendek sesekali jangan pakai celana seperti itu," menunjuk celana Kinara. " Kamu tuh kayak cowok tahu pake celana gitu," kesal Claudia melipat tangan di dada dan berjalan lebih dulu.
"Saat mereka terus berdebat tentang rok pendek tersebut mereka tak sengaja bertemu dengan Natasha yang terlihat sangat cantik memakai rok yang pendek berwarna pink.
"Hai Natasha sapa?" Claudia saat Natasha sudah berjalan mendekati mereka.
"Hai Claudia, Kinara. Kalian lagi ngapain disini?" tanya Natasha.
Kinara tak menjawab hanya mengangkat kantong belanjaannya dan menunjuk Claudia dengan lirikan matanya.
" Ihh! Seru banget sih kalian shopping bareng nggak ngajak-ngajak." Natasha memasang raut wajah kecewa.
"Coba Kinara kamu lihat Natasha cantik 'kan? rok yang tadi itu hampir mirip dengan rok yang dipakai Natasha," ucap Claudia masih membahas tentang rok.
Natasha yang ditunjuk melihat roknya dan melihat mereka berdua merasa bingung dengan pembahasan mereka.
"Memangnya ada apa dengan rokku? Ada ada Salah?" tanyanya dengan wajah bingung.
"Nggak, nggak papa rok kamu cantik," jawab Kinara asal.
"Iya, rok kamu cantik, cantik banget!" seru Claudia yang masih merasa kesal Kinara menolak untuk pemberiannya.
"Sekarang kita kemana lagi?" tanya Kinara mengabaikan wajah kesal Claudia.
"Kita ngobrol-ngobrol di sana aja yuk," tunjuk Natasha pada sebuah cafe.
Claudia yang memang sudah sangat kehausan tanpa kata langsung berjalan menuju cafe yang ditunjuk Natasha dengan menghentak-hentakkan kakinya sambil terus bergumam.
Natasha melihat Kinara, Kinara hanya mengedikkan bahunya. Sambil mengangkat beberapa kantong belanda. Kinara ikut berjalan mengikuti Claudia disusul oleh Natasha.
Begitu sampai di kafe tersebut Kinara merasa aneh ia melihat seseorang yang sejak tadi sepertinya mengikutinya setelah diperhatikan lebih dekat ternyata orang itu berkepala plontos Kinara mencoba mengingat sepertinya ia pernah melihat orang tersebut tapi entah dimana.
Kinara mencari tempat yang aman untuk mengawasi mereka berdua ia penasaran Siapa orang yang sejak tadi mengikuti mereka.
"Apa mereka mengikuti Natasha?" batinnya ingin membuktikan Apakah dugaannya benar jika orang tadi itu terus menguntit Natasha.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku author M Anha 🥰🥰
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖