Mafia In The School

Mafia In The School
Misi Berhasil.



Suara gemuruh semakin terdengar saat Kinara terus melajukan motornya menyalip satu persatu kendaraan hingga ia berada di posisi terdepan.


"Hya ... Bagus sudah kuduga dia pasti bisa diandalkan," seru ayah Natasha saat melihat Kinara sudah berada di posisi terdepan, bahkan ia sudah semakin jauh meninggalkan pembalap lainnya.


Kinara sekarang sedang berada di atas angin, kemungkinannya untuk menjadi juara terbuka lebar begitupun dengan kesempatannya untuk bergabung dengan gang Naga Hitam.


Walaupun sudah berada di posisi terdepan Kinara sedikitpun tak mengurangi kecepatannya, ia semakin mempercepatnya, di harus segera menyelesaikan pertandingan tersebut.


Semua orang sangat takjub melihat penampilan Kinara.


Namun,  tiba-tiba dari posisi belakang ada motor lainnya berwarna biru yang melakukan skill yang sama, ia melewati pembalap dengan sangat mudah dan bahkan dengan cepat sudah berada di posisi kedua setelah posisi Kinara.


Membuat semua beralih fokus ke motor biru tersebut. Bertanya-tanya siapa dia.


Dengan mudah ia sudah mendekati Kinara. 


Semua tercengang saat motor biru tersebut menabrak bagian belaka motor Kinara sebelum melewatinya.


Kinara goyah, Satu cm lagi Kinara dan motornya bisa saja jatuh ke tebing. Beruntung Kinara dengan cepat kembali menguasai laju motornya.


Kejadian itu tak membuatnya takut, justru  itu semakin menambah adrenalinnya dan semakin memacu kecepatan motornya mengejar si pemilik motor biru yang hampir saja membunuh.


Kinara mengeratkan rahangnya dan mencengkram pada gas motornya. Ia bisa melihat jika skill orang yang ada di depannya itu cukup bagus.


"Aku harus waspada, dia bukan pembalap biasa. Aku tak boleh remehkannya." Kinara terus memacu kendaraannya menyusul motor biru yang berada beberapa meter depannya.


"Siapa dia?" tanya ayah Natasha. Ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


"Itu ketua dari geng Rajawali," Jawab orang kepercayaan.


"Benarkah?" tanya ayah Natasha. Ini untuk pertama kalinya ketua geng Rajawali ikut langsung sebagai peserta. Membuat ayah Natasha meresa aneh.


Kinara berhasil mensejajaran motornya dengan si pemilik motor biru, sistem meminta kinara mempercepat lajunya setelah tikungan di depannya, jalan di depannya merupakan jalan yang mulus hingga beberapa meter ke depan.


"Apa…? klKau mengerti dengan balap ini, lalu kenapa kau tadi tidak membantuku saat aku tak tau cara menyalahkan motor ini?" gerutu Kinara saat mendengar suara sistem mengarahkannya.


Walaupun terus menggerutu, ia pun mengikuti apa yang diminta sistem, dia menambah kelajuan motornya sesuai arahan dari sistem.


Kinara menoleh ke arah motor biru tersebut ia kembali di terkejut saat  samar-samar ia melihat jika pembalap tersebut mirip dengan Vincent.


'Apakah dia Vincent?' batinnya bertanya-tanya.


Ya, penunggu si biru adalah Vincent. Tadinya Vincent tak berniat untuk mengikuti acara lomba tersebut, ia hanya meminta beberapa anggota timnya yang mewakili tim mereka. Namun, saat mendapat informasi jika Kinara mengikuti lomba tersebut mewakili game Naga Hitam membuat Vincent terkejut dan memutuskan untuk ikut bergabung dalam balapan tersebut.


'Jadi sekarang kamu berada di pihak Naga Hitam ya,' batin Vincent yang juga semakin menambah kelajuannya saat menyadari jika Kinara sebentar lagi akan melewatinya, keduanya saling mendahului satu sama lain. Terkadang Kinara yang berada di posisi depan terkadang Vincent lah yang memimpin pertandingan tersebut.


Pertandingan tersebut berubah menjadi pertandingan antara Kinara dan Vincent, layar besar  terus menampilkan aksi mereka, tak ada lagi yang menghiraukan para pembalap lainnya yang sudah tertinggal sangat jauh dari mereka berdua.


Layar LED menyorot wajah kedua pembalap, dan menampilkan wajah mereka. Disana terpampang jelas foto Kinara sebagai  pembalap motor merah, dan simbol geng Rajawali si penunggang motor biru.


"Kinara, siapa sebenarnya dirimu? Kau sungguh sangat berbeda dari yang lainnya, begitu banyak rahasia yang kau sembunyikan."


Para penonton juga semakin dibuat takjub kepada pemilik motor merah, mereka tak menyangka jika pemilik motor tersebut adalah gadis yang sangat cantik. Semua semakin mengagumimu pembalap motor merah tersebut yang tak lain adalah Kinara.


Sorotan layar LED ya tak pernah lepas dari aksi mereka berdua. Ini adalah putaran terakhir dan 500 meter lagi garis finish dan mereka masih dengan posisi saling mendahului. Mereka belum ada yang tahu pasti siapa yang akan menjadi pemenang diantara keduanya, mereka masih saling berebut posisi terdepan


Vincent tersenyum samar saat melihat mata Kinara yang memancarkan kepastian akan memenanhkan dalam pertandingan tersebut.


Vincent semakin memacu kendaraannya tak membiarkan Kinara mengalahkannya.


Sistem terus menyuruh Kinara untuk mempercepat lajunya di detik-detik terakhir, "Ini sudah yang paling tercepat, motor ini tak bisa lebih cepat lagi dari ini," kesal Kinara saat Vincent sudah semakin jelas menjadi juara dalam perlombaan tersebut.


Tiba-tiba 100 m menuju finish Vincent merasa sakit kepala membuat ya tak konsentrasi dan sedikit memelankan motornya membuat itu dimanfaatkan oleh Kinara dan ia keluar menjadi pemenang dalam lomba tersebut.


Dinara keluar menjadi pemenang dan memecahkan rekor tercepat membuat semua pembalap terkejut dengan pencapaian yang diraih Kinara


Claudia yang begitu excited dengan kemenangan Kinara tak sengaja  memeluk orang yang disampingnya mengguncang-guncang nya 


"Itu Kinara dia adalah temanku, sahabat teman sebangkuku dia sekarang menjadi pemenang," lihatlah dia ucapnya terus membanggakan Kinara.


Orang yang dipeluk hanya menerima apa yang dilakukan Claudia.


Setelah lama melakukan aksinya Claudia baru sadar jika tadi dia melakukan sesuatu pada seseorang.


Dengan cepat ia menoleh melihat Siapa orang yang tadi dipeluknya. Claudia bernafas lega saat melihat itu adalah Natasha.


"Natasha? Kamu kok nggak menegur aku sih saat tadi aku memeluk dan memukulmu.


"Nggak apa-apa kok aku tahu kau melakukan itu karena senang kan sinar menjadi pemenang.


"Iya Eh, kamu kok bisa ada di sini?"


Natasha tak menjawab hanya menunjuk ayahnya yang ada di barisan penonton VIP Claudia mengerti dan hanya mengangguk dan kembali fokus pada Kinara yang masih berputar-putar di sirkuit dengan motornya menuju kembali ke Paddocknya.


"Kinara sudah masuk di paddocknya, ayo kita kesana," seru Claudia mengajak  Natasha, awalnya ia tak ingin ikut. Namun, saat melihat ayahnya juga mengarah ke sana, ia pun memutuskan untuk ikut dengan Claudia.


Para pembalap lain menatap sinis pada Kinara, mereka merasa dipecundangi, bagaimana mungkin mereka semua yang profesional dikalahkan oleh seorang pembalap wanita terlebih lagi itu adalah pembalap wanita remaja, itu sungguh sangat mempermalukan mereka di depan umum di depan para fans mereka.


Mereka terus menatap Kinara dan salah satu dari mereka mengatakan kemenangan Kinara itu sebuah kecurangan.


Kinara yang tak terima langsung mendatangi mereka tanpa rasa takut sedikitpun.


"Kecurangan? Kecurangan dari mana?" jelas-jelas kalian saja yang membawa motornya tak becus, kalian tak punya kemampuan balap, tapi berani mengikuti balap di sirkuit. Jangan menuduhku yang tidak-tidak,  dalam pertandingan ini jika kalian kalah itu karena memang kalian yang tak becus membawa motor kalian sendiri," sindir Kinara pada mereka.


Merasa dipermalukan, salah satu pembalap maju dan memaki Kinara dengan cukup keras sehingga memicu pembalap lainnya ikut berkomentar tak terima jika Kinara keluar menjadi pemenang.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca🌹🌹