Mafia In The School

Mafia In The School
Pendaftar Rahasia



Tiara semakin kesal mendengar begitu banyak pujian yang didapat Kinara. Semua pujian hanya ditunjukkan pada Kinara dari teman-temannya, padahal dia juga memenangkan sebuah perlombaan pada malam gala seni tersebut.


Jika dulu namanya yang akan di agungkan di kelas dan di sekolah. Namun, sekarang semua itu berpindah pada Kinara.


Semua untuk Kinara dan Kinara hanya Kinara. Bukan hanya teman-temanya yang mengeluhkan nama Kirana, nama Kinara juga jadi kesayangannya para guru, kepala sekolah bahkan ketua komite juga meresa bangga pada Kinara. Para guru yang dulunya juga mengistimewakan Tiara kini semua berpaling kepada Kinara dan mengabaikannya.


"Kinara kalau kau tak mendaftarkan diri lalu Siapa yang mendaftarkan mu?" tanya salah seorang teman.


"Aku juga tidak tahu, siapa yang mendaftarkanku. Aku hanya naik saat pembawa acara memanggil namaku katanya ada tambahan acara secara dadakan," jelas Kinara.


"Kenapa kamu menanyakannya, siapa orang yang mendaftar malam itu? Pembawa acara pasti tahu siapa yang menambahkan kamu dalam daftar. Apa kamu nggak penasaran siapa sih orang yang mendaftar kamu?"


"Iya, Aku yakin dia pasti berniat buruk padamu, Kinara," ucap yang lainnya.


"Iya, Kau benar. Aku tak bisa membayangkan bagaimana ekspresinya ternyata niat buruknya malah menjadi niat baik dan membuat Kinara semakin terkenal," ucap salah seorang lagi yang membuat mereka tertawa kegirangan membayangkan ekspresi orang yang mendaftar Kinara.


Beberapa murid melirik kearah Tiara. Namun, Tiara pura-pura mengabaikan lirikan mereka. Ia pura-pura tak mengerti apa yang sedang terjadi, pembahasan apa yang mereka bahas.


"Kau benar, sebaiknya aku tanyakan pada pembawa acara tersebut, dia pasti tahu siapa yang mendaftarkanku," ucap Kinara dengan ekspresi yakinnya.


Mendengar itu Tiara langsung berjalan ke arah Kinara.


"Untuk apa juga kau mengurusi masalah itu, bukannya kamu sekarang sudah menang," ucapnya.


"Aku hanya ingin berterima kasih kepadanya, Apa itu salah?"


"Aku juga penasaran Siapa orang yang mendaftarkan Kinara," seru mereka semua saling bersahut-sahutan dan mereka kompak akan mencoba mencari tahu melalui pembawa acara malam gala seni tersebut.


"Tiara kamu yakin kamu tak tahu siapa yang mendaftarkanku malam itu?" tanya Kinara menatap Tiara dengan senyum dibuat semanis mungkin.


Tiara tak menjawab, ia hanya membuang muka dari Kinara. Mengalihkan fokusnya ke tempat lainnya.


"Apa jangan-jangan kamu ya, Tiara? yang mendaftarkan Kinara?" sahut tim yang selama ini membela Kinara.


"Wah ... jangan-jangan kamu benar-benar ingin mempermalukan Kinara ya, tapi kenyataannya malah membuatnya menjadi pusat perhatian" ucap seseorang, membuat Tiara semakin kesal dan rasa malu.


"Kalian jika tak punya bukti jangan menuduh sembarangan," kesalnya.


"Banyak teman-teman kelas Kinara yang ikut membantu Kinara menyerang Tiara membuat Tiara semakin kesal.


Tiara Sangat kesal dan menatap Kinara yang merasa semua ini tak adil baginya, sedari kecil semua orang selalu menyayangi Kinara. Sewaktu, kecil Kinara l juga sangat pintar. Semua selalu membanding-bandingkan Kinara dengan dirinya, membuat ia marah pada saudara tirinya itu. Membuat dia mulai menggiring orang-orang untuk membulinya dan itu berhasil, membuat Kinara tak percaya diri dengan kemampuannya sendiri.


Kinara, ia memilih untuk menyendiri dan tak mengasah kemampuannya, tak menunjukkannya kepada orang-orang siapa jati dirinya sebenarnya, Kinara membiarkan orang-orang menindasnya.


Tiara mulai memutar otaknya memikirkan cara bagaimana agar bisa mengembalikan semua seperti beberapa bulan yang lalu, dimana dirinya lah yang menjadi primadona di sekolah, ia ingin kembali ke posisinya yang dahulu.


Tiara memasang wajah sedihnya, "Kinara, Kenapa kamu mengatakan semua itu jika semua itu adalah jebakan? Aku melihat sendiri Kamu mendaftarkan dirimu. Apa semua ini kau lakukan karena kau marah padaku dan kau ingin mempermalukanku seperti ini?" ucapnya mencoba menarik perhatian teman-temannya. Aku mohon hentikan ini, Kinara. Akui saja jika kau yang mendaftarkan dirimu sendiri dan memang ingin ikut dalam perlombaan itu," tambahnya.


Walau Tiara berakting sebagus dan membuat semua percaya. Namun, Kinara bisa melihat kebusukan di balik air matanya itu.


"Sekarang kamu boleh mengambil semua uang sakuku, tapi jangan memfitnah aku seperti itu."


Claudia yang juga yang bisa melihat wajah ke pura-pura dari Tiara sungguh tak tahan mendengar semua ocehannya. Ia ingin menegur Tiara. Namun, ditahan oleh Kinara.


"Ambil saja kembali semua uang sakumu, aku sama sekali tak membutuhkan uang saku itu. Aku mau kau cukup kembalikan semua uang saku yang selama ini kau ambil, kalau kau tak bisa mengembalikannya cukup berhenti mengambil uang sakuku tiap bulannya," ucap Kinara sengaja melakukan itu semua untuk mempermalukan Tiara karena selama ini uang saku milik Kinara memang tak diberikan penuh oleh ibu tirinya dan dialihkan kepada Tiara.


Tiara tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, ia tak menyangka jika Kinara akan mengatakan itu semua di depan teman-temannya.


[Bip, Score transformasi bertambah +400].


Tidak sampai di situ Kinara juga mengatakan kepada teman-temannya jika Tiara sengaja melukai kaki Claudia agar tak bisa menjadi di pesaingnya saat malam gala pentas malam itu.


Semua yang mendengar penjelasan Kinara mulai menyindir Tiara.


"Tiara. Apa benar kalau kamu yang melukai Claudia agar tak menjadi pesaingmu, tapi caramu itu sangat murahan. Jika kamu memang percaya dengan kemampuanmu Kenapa kau malah menggagalkan penampilan orang lain," seru salah satu teman.


"Pantas saja selama ini kamu memakai pakaian bermerek ternyata kau mengambil uang saku orang lain," ucap yang lainnya menertawakan Tiara.


Walau merasa sangat malu dan marah Tiara terus berusaha mencoba untuk menahan dan terus mempertahankan ekspresi sedih nya.


"Aku sama sekali tidak pernah mengambil uang jajanmu, kalaupun memang ibu memberikan kepadaku apa Itu salahku? selama ini aku selalu ingin memberikan sebagian milikku padamu, tapi Ibu selalu mengatakan jika akan membelikan sendiri barang untukmu.


"Sudahlah Tiara, jangan memperpanjang masalah.Aku tak ingin membuang waktuku, denganmu sebaiknya kita sudahi saja perdebatan ini," ucap kinara yang meresa meladeni Tiara hanya akan membuang waktunya.


"Kalian semua ini sudah jam istirahat pergilah istirahat. Jangan hanya memperhatikan kami."


Mendengar ucapan Kinara semua benar-benar menurut apa yang kinara katanya. Semua bubar dan menuju ke kantin.


Tiara semakin kesal, dan terheran saat semua benar mengikuti perintah Kinara. Mereka yang tadinya berkerumun membubarkan diri.


"Kinara benar-benar menguasai mereka." gumam Tiara.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹


Follow Ig: anha5569😉