Johale'S Destiny

Johale'S Destiny
Tak Mungkin Beralih



Catatan: Sambil dengerin lagu melow-melow, ya. Kalau bisa, sambil dengerin Sorry by Halsey.


***


Dalam hati, Halsey berterima kasih sebesar-besarnya pada Allah karena yang terjadi malam itu tidaklah sungguh-sungguh. Nyatanya ... ia masih bisa menyaksikan Johan-nya tersenyum ceria seperti biasa, dan juga sekarang ini.


"Ayo, Sayang. Aku akan menyuapimu."


Halsey mengangguk senang sembari mulai duduk menghadap Johan. Mendongak sedikit memandangi wajah Pria di hadapannya itu, sembari mulutnya yang senantiasa ia buka tanpa protes.


"Apa kau tidur nyenyak semalam?" Johan bertanya dengan lembut.


"Hm. Lagu yang kau nyanyikan semalam, aku sangat menyukainya."


"Benarkah?"


Halsey mengangguk bersemangat. "Iya, benar."


"Kalau begitu aku senang."


Sudut bibir Halsey terangkat sedikit. "Sepulang sekolah nanti ... kita jadi jalan-jalan, kan?"


Angin langsung berhembus kencang, entah mengapa. Menyadari itu, Johan lekas meletakkan kotak bekal di tangannya tadi kemudian berpindah menahan anak-anak rambut Halsey yang beterbangan. "Besok, kau harus bawa jepit rambut pemberianku itu, ya? Pakai saat kau akan makan rotimu ini," jelasnya.


"Baiklah. Aku akan bawa, tapi kau yang jepitkan," balas Halsey tanpa beban.


"Hale ...?"


Halsey semakin mendongak, kemudian balas menatap Johan yang kini tampak memandangnya dengan sorot serius.


"Mulai sekarang ... kau harus belajar terbiasa untuk melakukan semuanya sendiri lagi, mengerti?"


Alis Halsey berkerut. "Hm? Memangnya kenapa?"


"Karena ...." Johan menarik napas sembari merapikan rambut Halsey. "Akan ada waktu kau harus terima bahwa kau sudah sendirian, Hale. Hal yang sebelumnya selalu kau percayakan pada seseorang, ada kalanya akan kau lakukan sendiri jika seseorang itu sedang pergi atau mungkin tidak lagi bisa kembali."


Cup!


"Aku tahu kau Gadis mandiri yang kuat, Sayang. Jangan sering menangis lagi, ya? Jaga kesehatanmu, dan jangan lupa minum yang banyak agar kau tidak merasa lemah saat kedatangan tamu bulananmu itu."


"...."


"Jika kau sering terbangun tengah malam lagi, segera laksanakan salat juga. Aku akan selalu datang dan membangunkanmu. Jadi ... jangan lupa mengirimkan doa. Aku mencintaimu."


Entah memang Johan benar-benar datang atau dirinya saja yang terlalu rindu, tapi ... tadi itu terasa sangat nyata. Halsey seolah baru sadar saat ia mengedarkan pandangannya ke sekitar, dan mendapati bahwa hanya ada dirinya seorang. Tidak ada Johan, bahkan kotak bekal yang ia bawa tadi itu masih tergeletak tak tersentuh.


"Johan ...?! Aku rindu ... hiks."


Sudah dua minggu berlalu, dan Halsey masih saja berpikir bahwa kepergian Johan hanya mimpi belaka. Ia tidak bisa percaya, tapi ... begitulah kenyataannya.


Johan benar-benar pergi. Berpulang pada Sang Pencipta, menyusul mommy-nya tercinta. Ia menyaksikan jelas pria itu dikafani, disalati, bahkan hingga diantar ke peristirahatan terakhirnya. Wajah ceria yang selalu mewarnai hari-harinya itu ... pada akhirnya ia dapati memejam damai dengan kulit putihnya yang semakin pucat. Raga yang selalu bisa melindungi dan mendekapnya itu ... pada akhirnya juga ia dapati terbujur kaku tak bergerak. Sebab ... semuanya bukan mimpi. Johan benar-benar pergi, dan menatap pria itu tinggal sebatas bayangan lagi.


Taman yang biasanya tenang dan damai itu ... kini hanya ada sendu, berbalut pilu, berbalut rindu. Tak ada lagi Johan-nya yang gemar berucap mesum. Berceloteh panjang lebar, mengatakan ini mengatakan itu. Mengajak menikah selepas lulus SMA, ataupun membuat anak hingga selusin banyaknya. Tak ada lagi, tak ada. Hidupnya tak lagi pelangi, hanya ada kabut penyesalan yang menyumpal relung hati.


Johan-nya benar-benar pergi. Pria sejatinya yang mesum, pacar sejatinya hingga akhir nanti.


"Aku mencintaimu, Johan ... hiks."


❀❀❀


❝Terkadang, dua pasang hati memang hanya ditakdirkan saling jatuh cinta, bukan untuk benar-benar bersama hingga akhir cerita.❞ ─ Author, Zephaniah Dinar


👇


Catatan: Dengerin lagu Kamu dan Kenangan by Shanna Shannon, ya. Hayatin tiap penggalan liriknya. 🙏


Btw, btw ....


Next part isinya bakal ngejawab salah satu rasa penasaran kalian. Babayyyyy!