I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 93. Kalung Itu Milikku



"Baiklah hadirin sekalian. Perkenalkan sang primadona pada malam hari ini, kalung bertahtakan batu permata rubi. Saya pastikan kalung ini hanya ada satu di dunia."


"Bagaimana? Sangat menarik bukan? Lihatlah kilauan cahaya dipantulkan oleh batu rubi ini. Sangat sangat indah dan memukau." Ucap sang pejabat lelang penuh semangat.


"Untuk kalung yang indah ini kami buka dengan harga £ 2.000.000."


"£ 4.000.000." Seru seorang pria yang menggunakan nama "King Cobra."


"King Cobra memberikan harga £ 4.000.000. Ada yang berani dengan harga yang lebih tinggi lagi?" Sahut pejabat lelang.


"£ 10.000.000." Teriak pria paruh baya yang duduk tak jauh dari meja Alice dengan wajah sombongnya.


"King Dragon menawar £ 10.000.000."


"Lumayan juga tekadnya demi "sebuah apem" basi." Ejek Alice dalam hati.


"£ 50.000.000." Seru Sean yang membuat semua orang terbelalak.


Sean memberikan senyumannya saat Alice menatap ke arahnya.


"Bukankah itu Tuan Parker?" Celetuk Bella.


"Apa Sean juga mengenali kalung itu?" Batin Alice.


"Red Devil memberikan penawaran sebesar £50.000.000." Teriak pejabat lelang dengan senyum bahagiannya.


"£100.000.000." Seru Alice.


"Wow £100.000.000 dari "Black Rose". Semakin menarik. Adakah yang berani mengalahkan tawaran "Black Rose"?" Teriak pejabat lelang semakin bersemangat.


"Sayang?" Mohon wanita dari King Dragon dengan manjanya.


"Diam kau. Aku tidak mau membuang uangku yang berharga hanya untuk kalung seperti itu." Jawab sang pria kesal.


"Tapi sayang, aku ingin kalung itu." Rajuknya.


"Apa kau tidak dengar ucapanku barusan? Kalau kau masih bersikap seperti itu, aku akan mencari bunga baru yang jauh lebih harum darimu." Bentak pria itu yang seketika membuat wanitanya terdiam.


"£200.000.000." Seru Sean.


"£300.000.000." Sahut Alice.


Keduanya saling melempar tatapan sengit.


"£400.000.000." Sean tak mau kalah.


"£500.000.000." Tantang Alice.


Napas peserta yang lain seakan tercekat melihat persaingan sengit antara Red Devil dan Black Rose.


"£700.000.000." Seru peserta lain dari yang duduk di salah satu meja yang ada deretan belakang.


Alice dan Sean menoleh bersamaan. Pria berpakaian serba hitam, memakai topi serta kacamata hitam.


"Sial! Siapa pria itu? Beraninya dia ingin mengambil kalung itu dariku?" Ucap Sean geram.


"Aku tidak boleh kalah." Tambahnya.


"Sebaiknya Anda menyerah saja, Bos?" Sahut Bill dengan hati-hati.


"Apa kau sudah gila? Mau ditaruh mana mukaku?" Ucap Sean penuh emosi.


Bill menunjukkan ponselnya kepada Sean. Sean membelalakkan matanya.


"Bos Besar telah memblokir rekening Anda." Bisik Bill.


Brakk...


Sean menggebrak mejanya karena kesal. Semua mata tertuju padanya, tak terkecuali dengan Alice.


"Maaf semuanya. Barusan ada kecoa di meja kami." Ucap Bill sambil memaksakan senyumnya.


"Ada kecoa di tempat mewah seperti ini? Mana mungkin?Benarkah?" Seru peserta lain sambil melihat ke sekeliling tubuh mereka.


"Kalian tidak perlu cemas. Kecoanya sudah pergi ke alam baka sekarang." Bill menunjukkan bangkai kecoa yang telah mati, lalu berjalan menuju keluar ruangan untuk membuangnya.


"Mengapa ada seekor kecoa masuk ke dalam ruangan VVIP ini?" Marah pejabat lelang kepada anak buahnya.


"Ekhm. Para hadiri sekalian, kami mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian pekerja kebersihan kami. Tapi kami pastikan hanya ada satu kecoa saja yang berhasil masuk. Kami pastikan tidak ada hewan menjijikkan lain yang berada di ruangan ini." Ujar pejabat lelang.


"Baiklah kita lanjutkan puncak acara kita." Tambahnya untuk mengalihkan perhatian.


Pandangan Alice masih tertuju ke arah Sean yang wajahnya memerah karena menahan marah.


"£700.000.000 penawaran dari "Dark Phoenix". Bagaimana Red Devil dan Black Rose?"


"£800.000.000." Sahut Alice.


"£1.000.000.000." Sahut Dark Phoenix lagi membuat Alice semakin geram.


Alice menarik napas panjangnya lalu menghembuskannya dengan perlahan.


"£5.000.000.000." Teriak Alice membuat semua mata terbelalak.


Pria bernama King Dragon itu sampai memegang dada kirinya seakan terkena serangan jantung.


"Apa Alice sudah tidak waras? £5.000.000.000 bukanlah uang yang sedikit." Gumam Sean.


"A-apa Nona yakin akan membeli kalung itu dengan harga £5.000.000.000?" Tanya Bella tak percaya.


"Aku bahkan bisa mengeluarkan lebih banyak lagi, asalkan kalung itu jatuh ke tanganku." Jawab Alice dengan santainya.


"Bagaimana mungkin aku akan memberikan kalung pemberian suamiku, Raja Alec, kepada orang lain. Kalung itu milikku." Batinnya.


Pejabat lelang menarik napas panjangnya. "£5.000.000.000. A-apakah ada yang berani menawar lebih tinggi lagi?"


Tidak ada seorang pun yang berani menyahut.


"£5.000.000.000 dua."


"£5.000.000.000 tiga."


Tetap tidak ada yang berani menawar lebih tinggi lagi.


"Selamat Nona Black Rose. Kalung bertahtakan permata rubi yang langka ini jatuh ke tangan Anda dengan harga £5.000.000.000." Teriak pejabat lelang.


Terdengar gemuruh suara tepuk tangan yang meriah dari seluruh penjuru ruangan. Alice maju ke atas podium untuk mengambil kalungnya, sedangkan untuk proses pembayaran menjadi urusan kedua asistennya. Alice melihat Sean yang pergi meninggalkan ruangan bersama asistennya.


Di sebuah ruangan yang minim akan cahaya, terdengar suara teriakan dan rintihan dari seorang pria yang sedang mendapatkan pukulan di setiap bagian tubuhnya. Bahkan terdengar juga suara retakan tulang yang memekakkan telinga.


"A-ampun. Mohon ampuni nyawa saya, Tuan." Mohon pria sambil memegangi tangannya yang patah. Air matanya juga telah membasahi wajahnya.


"Ampun katamu?" Sahut pria yang menjadi atasannya dan telah membuatnya babak belur.


"Ampun Tuan Scott." Mohonnya lagi dengan wajah memelas.


"Seenaknya saja kau meminta ampun setelah membuat kalung berharga milik Tuan Xander jatuh ke tangan orang lain." Ucap pria yang bernama Scott itu sambil menginjak tangan yang baru saja dia patahkan.


"Aaargghhh!"


"Maaf Tuan Scott. Tuan Xander ingin berbicara dengan Anda." Lapor salah seorang anak buah Scott.


Scott segera mengambil ponsel itu tanpa pelepaskan pijakan dari tangan korbannya.


"Kau tahu apa yang kau lakukan, Scott?" Terdengar suara berat yang sedang menahan amarah.


"Saya tidak akan pernah mengecewakan Anda, Tuan Xander." Jawab Scott sambil menyunggingkan bibirnya.


"Aku tidak suka menunggu terlalu lama."


Panggilan telpon itupun terputus. Scott menarik kakinya dan sedikit berjongkok.


"Kali ini nyawamu masih selamat, Bodoh. Sekali lagi kau mencari masalah dengan Tuan Xander, akan kuliti seluruh tubuhmu beserta j@langmu." Ucapnya dengan senyum psychopatnya.


Alice dan kedua asistennya sedang dalam perjalanan menuju mansion. Alice terus mengumbar senyumnya seraya memandangi kalung rubi yang berada di tangannya.


"Sepertinya Nona sangat menyukai kalung itu. Apa karena warna permatanya rubi yang merupakan warna kesukaan Nona?" Bella terlihat penasaran.


"Kalung ini sangat berharga bagiku." Jawab Alice.


Tiba-tiba Jacob menginjak rem mobil secara mendadak membuat tubuh Bella dan Alice terpental ke depan. Beruntung mereka menggunakan sabuk pengaman.


"Maaf Nona. Ada yang menghadang mobil kita. Lebih tepatnya mobil kita dihimpit dari segala sisi." Ucap Jacob sambil melihat ke sekeliling mobil mereka.


Ada empat mobil dan mengelilingi mobil yang Alice tumpangi dari sisi depan, belakang dan kedua sampingnya.


"Siapa mereka? Mengapa mereka menghadang mobil kita?" Tanya Bella sedikit takut saat melihat beberapa orang berpakaian serba hitam serta menggunakan kaca mata hitam.


Alice segera memasukkan kalungnya ke dalam tas. Jacob membuka kaca jendelanya.


"Siapa kalian? Mengapa kalian menghadang mobil kami?" Teriak Jacob.


Jrrrttt...


Sebuah pistol listrik berisi peluru pengejut telah menyetrum tubuh Jacob sampai membuatnya pingsan.


"Jacob!" Teriak Alice dan Bella.


Seorang pria membuka pintu bagian sopir dan mengeluarkan tubuh Jacob. Scott, si pria psycho yang menjadi tersangka atas pingsannya Jacob memasukkan kepalanya ke dalam mobil.


"Selamat malam Nona-nona cantik." Sapanya dengan senyum mengembang.


"Siapa kau?" Tanya Alice dengan wajah dinginnya.


"Sebaiknya Nona Quinn dan asisten seksi Nona ini ikut dengan kami." Ucap dengan senyum manis tapi mengerikan ke arah Bella.


"Jika aku tidak mau, kalian mau apa?" Ucap Alice tanpa rasa takut sedikitpun.


Scott terkekeh. Dia mengangkat pistol listriknya dan mengarahkannya ke wajah Bella.


"Aku akan membuat gadis seksi ini pingsan. Lalu, dengan senang hati aku akan menikmati setiap jengkal tubuhnya di hadapan Nona sampai aku puas mengeluarkan cairan kentalku ke dalam dua mulutnya." Ucap Scott dengan senyum mesumnya.


Bella sangat ketakutan. Alice mengeraskan rahangnya.


"Aku akan ikut kalian. Tapi lepaskan kedua asistenku." Ucap Alice.


"Kalian semua akan ikut bersama kami, tanpa terkecuali." Sahut Scott yang masih setia dengan senyum di bibirnya.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰