
"Hormat, Baginda Raja Abraham." Ucap Nyonya Imelda dan Camila sambil mengumbar senyum mereka.
Raja Abraham menganggukkan kepalanya dengan wajah datarnya. Camila segera duduk di samping kanan Raja Abraham, sedangkan Ratu Cetta berada di samping kirinya. Nyonya Imelda dan Lady Xena segera duduk di kursi mereka. Tak lama kemudian Raja Alec dan Ratu Roseline memasuki ruangan. Semua orang segera berdiri dan memberi hormat.
Raja Alec dan Ratu Roseline sangat terkejut melihat penampilan ketiga tamu mereka.
"Apakah akan ada pesta Ratu?" Bisik Raja Alec.
Ratu Roseline menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Baginda. Hanya makan malam biasa."
Ratu Roseline berusaha menahan tawanya melihat wajah ketiga wanita yang ada di hadapan mereka itu yang penuh dengan bedak tebal. Raja Alec dan Ratu Roseline segera menempati kursi mereka.
"Aku ucapkan selamat datang kepada kalian bertiga, kerabat dari Raja Abraham dan Ratu Cetta." Ucap Raja Alec.
"Terima kasih, Baginda Raja." Jawab ketiganya dengan kompak.
Camila terpana melihat ketampanan Raja Alec. Begitu juga dengan Lady Xena yang terus memandangi Raja Alec tanpa berkedip. Namun, saat keduanya menatap ke arah Ratu Roseline, hati mereka menjadi kesal karena ternyata Ratu Roseline sangat cantik dan anggun tidak seperti rumor yang beredar.
"Perkenalkan Raja Alec dan Ratu Roseline, mereka adalah Nyonya Imelda dan Camila, ibu dan adik dari Ratuku. Lalu di sebelahnya lagi, Lady Xena, sepupuku." Ucap Raja Abraham memperkenalkan ketiga wanita berwajah tebal itu.
Raja Alec hanya mengangguk.
"Semoga kalian senang tinggal di istana kami." Ucap Ratu Roseline ramah.
"Tentu saja, Ratu. Istana ini sangatlah indah." Jawab Nyonya Imelda.
Ratu Roseline menyunggingkan bibirnya.
"Hamba, sebagai ibu dari Ratu Cetta mengucapkan terima kasih banyak karena Yang Mulia Ratu telah berbaik hati mengobati putri hamba." Tambahnya Nyonya Imelda.
"Ratu Cetta sudah aku anggap seperti saudariku, jadi Nyonya tidak perlu berterima kasih seperti itu. Dan aku berjanji, Ratu Cetta akan segera sembuh seperti sedia kala. Benarkan, Baginda." Jawab Ratu Roseline sambil menatap manja kepada Raja Alec.
Raja Alec langsung menarik tangan Ratu Roseline dan menciumnya. "Tentu saja, Ratuku."
Ratu Roseline melirik Lady Xena yang terlihat sangat kesal dan meremas gaunnya.
"Mm...Baginda pasti masih ingat kan dengan hamba?" Tanya Lady Xena dengan senyuman penuh percaya diri.
Raja Alec menyengitkan dahinya. "Apa kita pernah bertemu?"
"A-apa maksud Baginda? Bukankah kita pernah bertemu beberapa bulan yang lalu di Kerajaan Sun. Apa Baginda tidak mengingatnya?" Sahut Lady Xena kecewa dan menahan malu.
"Pada saat aku berada di Kerajaan Sun, Ibu Suri Theresia memang memperkenalkanku dengan beberapa saudara sepupu Raja Abraham. Jadi, aku tidak bisa mengingat kalian satu persatu." Jawab Raja Alec.
Senyuman di wajah Lady Xena langsung luntur.
"Itu benar sekali, Ibuku saat itu memperkenalkan Raja Alec kepada sebelas sepupu perempuanku, karena beliau tidak mengetahui jika Raja Alec sudah menikah dan memiliki seorang istri. Jadi, tidak mungkin Raja Alec akan mengenali mereka satu per satu." Ucap Raja Abraham sambil terkekeh.
Para pelayan datang dan menyajikan hidangan makan malam mereka. Camila memaksa untuk mengambilkan makanan untuk Raja Abraham.
"Camila, biarkan aku yang melayani Baginda Raja." Ucap Ratu Cetta.
"Sudahlah, Kak. Lagipula aku kan sedang belajar." Jawab Camila dengan santainya.
"Belajar apa?" Tanya Ratu Cetta.
"Belajar bagaimana cara melayani suami dengan baik." Ketus Camila.
Ratu Cetta langsung terdiam. Raja Abraham segera menukar piringnya yang berisi makanan dengan piring Ratu Cetta yang masih kosong membuat Ratu Cetta dan Camila terkejut.
"Baginda?" Seru Ratu Cetta.
"Kau kan masih dalam tahap pengobatan Ratu, jadi kau harus makan yang banyak dan bergizi. Tapi sebelumnya, ambilkan makanan untukku. Aku ingin Ratu yang melayaniku." Ucap Raja Abraham dengan lembut.
Ratu Cetta tersenyum senang dan segera mengambil piring dari tangan Raja Abraham dan mengisinya dengan makanan. Camila terlihat sangat kesal dan marah. Lady Xena melihat Raja Alec mengambil makanannya sendiri tanpa dilayani Ratu Roseline.
"Mengapa Baginda Raja mengambil makanan sendiri? Ijinkan hamba yang melayani, Baginda." Ucap Lady Xena sambil dari berdiri.
"Tidak perlu." Tolak Raja Alec.
Lady Xena tersentak dan duduk kembali di kursinya.
"Ini untukmu, Ratuku." Raja Alec meletakkan piring yang berisi makanan di depan Ratu Roseline dan mengambil piring yang masih kosong.
"Terima kasih, Baginda." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.
"Wah, Baginda Raja Alec sangat romantis. Ratu Roseline pasti menjadi wanita yang paling beruntung." Puji Nyonya Imelda.
"Nyonya benar, Baginda Raja memang sangat romantis." Sahut Ratu Roseline.
"Benar-benar pasangan yang serasi. Hamba jarang bisa melihat pasangan yang menikah karena perjodohan bisa seromantis ini. Sungguh keberuntungan bagi Ratu Roseline bisa menjadi pendamping Raja Alec. Ratu yang cantik berdampingan dengan Raja yang tampan." Ucap Nyonya Imelda dengan ekor matanya melirik Lady Xena.
"Nyonya Imelda salah. Akulah pria yang paling beruntung bisa mendapatkan Ratu Roseline, wanita cantik, hebat dan luar biasa." Sahut Raja Alec sambil tersenyum ke arah Ratu Roseline.
"Tapi sangat disayangkan, sampai sekarang Ratu Roseline masih belum bisa memberikan calon pewaris tahta Kerajaan Cardania." Sindir Lady Xena.
Raja Abraham langsung memberikan tatapan tajam ke arah Lady Xena, namun Lady Xena mengabaikannya. Sedangkan Ratu Roseline menyendok makanannya sambil menyeringai.
"Lady Xena tidak boleh bicara seperti itu. Mungkin Tuhan yang masih belum memberikan anugerahnya. Lagipula Baginda Raja dan Ratu masih muda." Ucap Nyonya Imelda menyahuti sindiran Lady Xena.
Ratu Cetta terdiam, lidahnya terasa kelu untuk menjawab.
Tak!!! (Raja Alec meletakkan sendoknya dengan kasar)
"Raja Abraham, Ratu Cetta, maaf. Aku dan Ratuku meninggalkan ruang makan ini lebih cepat karena selera makanku sudah hilang. Dan tolong disiplinkan sikap dan mulut anggota keluarga kalian."
"Ayo, Ratuku." Ucap Raja Alec sambil mengulurkan tangan kanannya yang langsung disambut oleh Ratu Roseline.
"Baru saja aku berhasil menendang sigung dan rubah keluar dari istanaku. Dan mengapa Tuhan menempatkan tiga ular untuk tinggal di istanaku." Gerutu Raja Alec saat keduanya sudah berada di luar ruang makan istana.
"Kita mau ke mana, Baginda?" Tanya Ratu Roseline.
"Kita kembali ke istana Ratu. Aku merindukan masakanmu, Ratu." Jawab Raja Alec.
"Tapi aku sedang malas memasak." Sahut Ratu Roseline.
"Kalau begitu, jangan memasak. Ratu istirahat saja, biarkan para pelayan yang memasak." Ucap Raja Alec dengan lembut.
Raja Abraham dan Ratu Cetta merasa tidak enak hati kepada Raja Alec dan Ratu Roseline.
"Pelayan Livia!" Panggil Raja Abraham.
"Hamba, Baginda." Jawab Livia.
"Antarkan Ratu Cetta ke kamar dan bawakan makanannya sekalian." Perintah Raja Abraham.
"Baik, Baginda. Mari Yang Mulia Ratu."
Ratu Cetta langsung berdiri. "Hamba kembali ke kamar dulu, Baginda."
Ratu Cetta segera kembali ke kamarnya bersama Livia.
"Baginda." Panggil Camila sambil tersenyum.
"Nyonya Imelda. Tolong didik dan ajarkan tata krama yang lebih baik lagi kepada putrimu ini!" Teriak Raja Abraham membuat Nyonya Imelda ketakutan.
"B-baik, Baginda. Hamba minta maaf atas nama putri hamba. Kami permisi dulu." Ucap Nyonya Imelda.
Awalnya Camila menolak, namun Nyonya Imelda langsung menarik tangannya. Keduanya segera kembali ke kamar mereka. Sedangkan, Lady Xena meneguk salivanya kasar. Wajah Raja Abraham memerah sebagai pertanda jika saat ini dia sedang sangat marah.
"Apa yang telah kau lakukan tadi, Xena?" Tanya Raja Abraham sambil menahan marah.
"M-memangnya apa yang telah aku lakukan, Kak?"
"Bisa-bisanya kau merendahkan Ratu Roseline di depan Raja Alec!" Bentak Raja Abraham.
"Merendahkan kakak bilang? Apa yang aku katakan itu sebuah kebenaran jika Ratu Roseline memang tidak bisa memberikan keturuna untuk Raja Alec. Dan seharusnya Raja Alec itu menikah lagi dengan wanita yang sehat dan bisa memberikannya keturunan." Bela Lady Xena.
Plak!!! (Raja Abraham menampar pipi kiri Lady Xena dengan keras)
"Kakak!" Teriak Lady Xena.
"Beraninya kau bilang seperti itu! Jika saja kau bukan saudariku, aku pasti sudah memotong lidahmu itu. Apa kau tahu? Karena sikap dan perkataanmu itu kau bisa memicu peperangan dua kerajaan. Raja Alec sangat mencintai Ratu Roseline, dan Raja Alec tidak akan tinggal diam jika ada yang berani merendahkan apalagi sampai menyakiti Ratunya." Ucap Raja Abraham.
Lady Xena menangis sambil memegangi pipinya yang terasa perih.
"Aku tahu maksud dari ucapanmu itu. Buang jauh-jauh perasaanmu untuk Raja Alec. Hati Raja Alec sudah dipenuhi Ratu Roseline. Tidak ada ruang dan celah sedikitpun baik untukmu atau wanita manapun. Jangan coba-coba kau merusak hubungan Raja Alec dan Ratu Roseline. Camkan itu!"
"Besok pagi, aku akan mengirimmu kembali ke Kerajaan Sun. Dan aku harap saat aku kembali nanti, kau sudah memperbaiki perangai burukmu itu!" Pungkas Raja Abraham, lalu pergi meninggalkan Lady Xena sendirian.
"Kakak jahat!" Teriak Lady Xena.
Lady Xena langsung berlari meninggalkan ruang makan istana sambil menangis.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰