
Marie terkejut begitu menyadari dirinya telah tertidur sambil duduk di lantai samping ranjang Ratu Roseline. Semalaman, Marie terus menunggu dan berharap Ratu Roseline akan kembali. Marie segera bangun dan melihat ke atas ranjang, ternyata masih rapi seperti sebelumnya. Marie kecewa karena Ratu Roseline tidak berada di sana.
"Nona pergi ke mana? Aku sangat berharap Nona akan kembali?" Lirihnya dengan wajah sedih.
Marie keluar dari kamar Ratu Roseline. Marie menyapukan pandangannya ke segala penjuru ruangan mencari keberadaan Arabella dan Felix. Marie memanggil nama keduanya, namun tidak ada sahutan sama sekali. Kediaman Duke Sullivan benar-benar sepi.
"Nona Arabella dan Felix ke mana ya? Aku panggil-panggil tidak ada yang menjawab? Apa mereka juga pergi tanpa memberitahuku?" Gumam Marie semakin sedih.
Marie terus berjalan menelurusi lorong dan memeriksa setiap ruangan yang dia lewati. Tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang dan menarik tubuh Marie masuk ke dalam salah satu ruangan. Marie berusaha untuk berteriak dan melepaskàn diri, namun tenaganya tak cukup kuat.
"Lapor Baginda. Nona Arabella, Marie dan Felix menghilang secara tiba-tiba dari kediaman Duke Sullivan. Para prajurit sedang berpencar untuk mencari keberadaan mereka." Marquess Andry datang untuk melapor.
Raja Alec yang sedang menulis menghentikan gerakan tangannya sejenak dan membuang napasnya kasar. Sedangkan Marquess Filan terlihat panik. Kedua Marquess itu menatap serius ke arah Raja Alec.
"Biarkan saja. Mulai sekarang kalian fokus saja dengan semua persiapan untuk kunjungan ke Kerajaan Liam." Ucap Raja Alec.
Marquess Filan dan Marquess Andry melebarkan mata mereka mendengar perkataan Raja Alec.
"Bagaimana dengan semua gaun pengantin dan perhiasan yang aku inginkan?"
"Tuan dan Nyonya Bernard sedang membuatkan gaun sesuai keinginan Baginda. Dua hari lagi, Tuan Charles akan mengantarkan perhiasaan." Jawab Marquess Filan.
"Bagus. Pastikan mereka tidak akan mengecewakanku karena aku telah memberikan harga yang mahal." Ujar Raja Alec.
"Dan satu lagi, aku ingin istana Ratu segera direnovasi. Ganti semua perabotan yang ada di sana dengan yang baru."
"Baik, Baginda."
Raja Alec melanjutkan pekerjaannya tanpa berkata sepatah katapun lagi. Setelah pekerjaannya selesai, Raja Alec meninggalkan ruang kerjanya begitu saja.
"Ara, kau pergi ke mana? Huuffttt... Mengapa semua jadi seperti ini?" Keluh Marquess Filan sambil memijit pelipisnya.
Saat malam tiba, suasana di istana Ratu terasa begitu sepi. Keceriaan tidak lagi terpancar di wajah para penjaga dan pelayan. Mereka masih sangat sedih sekaligus tidak percaya jika Ratu Roseline pergi, dan posisinya akan digantikan oleh wanita lain.
Di balik kegelapan malam, terlihat Raja Alec sedang menemui seseorang bertudung hitam dan memakai penutup wajah di dalam labirin Sesat. Pria itu memberikan sesuatu kepada Raja Alce dan terlihat obrolan yang serius diantara keduanya. Pria bertudung hitam itu menganggukkan kepala setiap Raja Alec mengatakan sesuatu. Tak lama kemudian, pria bertudung hitam memberi hormat dan melesat pergi dari hadapan Raja Alec.
Raja Alec menatap sebuah benda yang ada di genggaman tangannya cukup lama sambil tersenyum simpul. Raja Alec menghela napas panjang, lalu memasukkan benda itu dalam sakunya dan pergi keluar dari labirin.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰