I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec



Ratu Roseline duduk termenung sambil menatap ke arah luar jendela kamarnya.


"Yang Mulia, hamba mohon makanlah meskipun sedikit. Demam Yang Mulia kan baru saja turun." Bujuk Marie sambil membawa semangkuk bubur hangat di tangannya.


"Letakkan saja di meja, Marie. Aku nanti akan memakannya." Jawab Ratu Roseline.


"Apa kau tetap tidak mau makan, jika ayahmu ini yang memohon?"


Ratu Roseline terkejut dan menatap ke arah pintu. Duke Sullivan sedang berdiri di sana.


"Ayah." Seru Ratu Roseline sambil tersenyum dan langsung berdiri.


Duke Sullivan berjalan menghampirinya.


"Ya putriku sayang, ayahmu telah datang. Ayah dengar putri ayah ini sedang sakit dan tidak mau makan. Hati ayah sangat sedih mendengarnya." Ucap Duke Sullivan.


"Aku minta maaf karena telah membuat ayah sedih." Ujar Ratu Roseline.


Duke Sullivan langsung memeluk putrinya sambil menahan tangis.


"Duduklah. Ayah akan menyuapimu. Kasihan Marie sudah bersusah payah membuatkan bubur ini untukmu."


Duke Sullivan mengambil bubur dari tangan Marie dan menyuapkannya ke mulut Ratu Roseline. Marie meninggalkan ayah dan anak itu berdua. Ratu Roseline memakan buburnya sampai habis, lalu meminum obatnya.


"Ini baru putri ayah."


"Terima kasih banyak, Ayah." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum bahagia.


"Bagaimana hubunganmu dengan Baginda Raja?" Tanya Duke Sullivan membuat senyuman di wajah Ratu Roseline menghilang.


Ratu Roseline terdiam sebentar. "Sepertinya Baginda Raja masih belum bisa menerima semua ini, Ayah."


Ratu Roseline bersyukur karena baju yang dikenakannya saat ini menutupi semua luka lebam yang ditinggalkan oleh Raja Alec semalam. Ratu Roseline tidak ingin membuat Duke Sullivan semakin sedih.


Duke Sullivan menghela napas panjang. "Ayah dengar hari ini Baginda Raja mengundang semua putri dari bangsawan yang bergelar tinggi untuk makan siang bersama Baginda Raja. Selain itu Baginda Raja juga mengundang Nona Julia Arnof, putri dari bangsawan Arnof sekaligus anak dari sahabat baik Ibu Suri Helene yang telah tiba di istana sejak kemarin."


"Baginda Raja juga mengundangku untuk datang, tapi aku menolaknya dengan alasan sakit. Sepertinya Baginda Raja akan memilih calon Ratu yang baru, bahkan mungkin beserta para selirnya." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum hambar.


Terlihat dengan jelas rasa sakit dan derita di mata Ratu Roseline.


"Ayah akan berusaha mengeluarkanmu dari sini, Alice. Ayah tidak akan membiarkan Baginda Raja menyakitimu lagi. Tidak sepantasnya Baginda Raja melimpahkan semua ini padamu, karena kau tidaklah bersalah. Semua sudah menjadi suratan takdir."


"Mengapa kau memanggilnya dengan nama Alice, Duke Sullivan?"


Ratu Roseline dan Duke Sullivan tersentak mendengarkan suara Ibu Suri Helene yang telah berdiri di ambang pintu. Keduanya segera berdiri dan memberikan hormat.


"Ibu Suri."


Ibu Suri Helene segera menuju istana Ratu setelah mendengar bahwa menantu kesayangannya jatuh sakit.


"Kau belum menjawab pertanyaanku, Duke. Mengapa kau memanggil Seline dengan nama Alice?" Cerca Ibu Suri Helene.


Ratu Roseline dan Duke Sullivan saling berpandangan.


"Silahkan duduk, Yang Mulia. Hamba akan menjelaskan semuanya." Ucap Ratu Roseline.


Ratu Roseline menceritakan jati dirinya kepada Ibu Suri Helene, bahwa tubuhnya memang milik Ratu Roseline tapi jiwanya yang sebenarnya adalah Alice yang berasal dari dunia lain. Pada mulanya Ibu Suri Helene tak percaya. Namun setelah Duke Sullivan sendiri yang meyakinkannya, Ibu Suri Helene baru percaya. Setelah mendapatkan pengakuan dari Ratu Roseline (Alice), Ibu Suri Helene pergi meninggalkan istana Ratu dengan langkah sedikit lemas.


"Hormat, Baginda Raja."


Marquess Andry menghadap Raja Alec yang sedang sibuk di ruang kerjanya.


"Katakan Marquess Andry, berita apa yang kau miliki." Ucap Raja Alec sambil terus menulis.


"Yang Mulia Ratu menolak untuk makan siang bersama Baginda, karena Ratu sedang sakit. Semalam Ratu mengalami demam dan jatuh pingsan." Lapor Marquess Andry.


"Saat ini Duke Sullivan berada di istana Ratu. Tuan Duke segera datang, setelah mendengar berita tentang sakitnya Yang Mulia Ratu." Tambah Marquess Andry.


Marquess Filan menatap ke arah Raja Alec untuk mengetahui reaksi junjungannya itu.


"Jika Ratu tidak bisa datang, tidak jadi masalah. Pastikan saja semua putri dari para bangsawan ikut makan siang denganku." Jawab Raja Alec.


Marquess Filan dan Marquess Andry melebarkan mata mereka, kemudian saling berpandangan. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun yang tampak dari raut wajah Raja Alec.


"Baik, Baginda. Hamba pastikan mereka akan datang untuk makan siang bersama Baginda."


Marquess Andry segera undur diri dan meninggalkan ruangan Raja Alec.


"Apa kau sudah melakukan semua yang aku perintahkan, Filan?" Tanya Raja Alec.


"Sudah Baginda. Semua akan berjalan sesuai dengan keinginan Baginda." Jawab Marquess Filan.


Para putri bangsawan sudah memenuhi ruang makan istana, tak terkecuali Nona Julia Arnof. Mereka berdandan secantik mungkin untuk menarik perhatian Raja Alec. Berita tentang kerenggangan hubungan Raja Alec dan Ratu Roseline sudah menyebar luas. Mereka yakin, jika saat ini Baginda Raja mengundang mereka makan siang bersama untuk memilih calon istri baru Raja.


Raja Alec memasuki ruang makan dengan gagah dan aura karismatiknya. Semua wanita segera berdiri dan memberi hormat. Raja Alec menempati tempat duduknya dan diikuti para putri bangsawan duduk kembali di tempatnya. Julia dengan lancangnya duduk di kursi yang biasa ditempati oleh Ratu Roseline sambil tersenyum angkuh membuat para putri bangsawan yang lain merasa kesal.


Para pelayan segera menghidangkan makanan di atas meja.


"Ijinkan hamba yang melayani Baginda." Ucap Julia sambil menebar senyumnya.


Raja Alec tidak menjawab, hanya mengangguk saja. Dengan hati bahagia, Julia segera mengisi piring Raja Alec dengan makanan sambil tersenyum sinis ke arah para wanita yang ada di sana. Para putri bangsawan semakin geram, tidak sedikit dari mereka yang meremas gaunnya sendiri dan mengumpat dalam hati untuk melampiaskan kekesalan mereka.


"Silakan saja kalian mengumpatiku sepuasnya. Tapi jangan harap kalian bisa berada di posisi yang lebih tinggi dariku. Posisi tertinggi di samping Baginda Raja akan menjadi milikku. Siapapun akan aku singkirkan, termasuk Ratu tak berguna itu." Batin Julia sambil menyunggingkan bibirnya.


Raja Alec tak bersuara sedikit pun pada perjamuan makan siang itu, bahkan Raja Alec memakan makanannya dengan enggan. Selera makannya semakin menguap saat melihat para wanita berusaha bersikap seanggun mungkin saat memakan makanan mereka. Setelah selesai makan, Raja Alec segera berdiri. Namun, sebelum pergi Raja Alec mengatakan sesuatu.


"Aku ingin mengundang Nona Julia dan Tuan Arnof untuk makan malam di istana Raja." Ucap Raja Alec datar.


"Benarkah Baginda? Hamba sungguh merasa terhormat bisa mendapatkan undangan dari Baginda. Hamba dan ayah hamba mengucapkan terima kasih tiada terkira, Baginda." Ucap Julia dengan wajah berbinar.


Raja Alec mengangguk, lalu melangkah pergi meninggalkan ruang makan. Para putri bangsawan saling berbisik. Mereka sangat iri kepada Julia.


"Sudah sangat jelas bukan, jika Baginda Raja hanya tertarik padaku. Buktinya Baginda Raja mengundangku dan ayahku secara khusus untuk makan malam bersamanya. Sebaiknya buang jauh-jauh harapan kalian untuk bersanding dengan Baginda, karena kalian tidak sepadan denganku." Ucap Julia dengan angkuhnya.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰