
Xander duduk di kursi tepat berada di depan meja kebesaran Tuan Abraham.
"Kau tadi mengatakan jika kau belum menyelesaikan urusanmu." Ucap Tuan Abraham yang memecah keheningan.
"Benar, Tuan. Michael Dawson ternyata lebih licik dari yang kukira. Dia menyuruh salah satu orang kepercayaannya menyamar sebagai dirinya untuk mengelabuhiku dan anak buahku." Jawab Xander dengan rahang mengeras.
"Lalu, apa rencanamu sekarang?"
"Aku akan menunggunya bergerak, Tuan. Aku yakin tak lama lagi dia akan melakukan serangan secara halus setelah mengetahui tentang kesembuhan kakiku."
"Apa Alice sudah mengetahui rencanamu?"
Xander menggelengkan kepalanya. "Belum, Tuan. Tapi aku akan memberitahunya."
Tuan Abraham menghela napas panjang.
"Sebaiknya kau segera memberitahunya sebelum terjadi kesalahpahaman dan menyakiti hatinya."
Xander mengangguk.
"Lalu, bagaimana dengan Jason O'bero? Apa yang akan kau lakukan untuk memberikan pelajaran kepada b*ji nga*n itu?"
"Untuk sementara waktu, kita biarkan pria itu hidup tenang terlebih dahulu. Karena aku menemukan beberapa fakta tentang Keluarga O'bero." Jawab Xander.
Xander menatap lekat Tuan Abraham yang terlihat sedang menahan amarah.
"Apakah dugaanku benar jika kecelakaan yang menimpa putra dan menantu Anda adalah sebuah kesengajaan?" tanya Xander.
Tuan Abraham menutup matanya dan membuang napasnya kasar.
"Dan pelakunya adalah Harry O'bero, ayah dari Jason O'bero." Tambah Xander.
Tuan Abraham masih terdiam dan mengeraskan rahangnya.
"Mengapa Anda menyembunyikan kenyataan ini dari Alice? Alice berhak mengetahuinya." Cerca Xander.
"Aku sengaja merahasiakannya untuk melindungi Alice. Aku tidak ingin Alice menjalani hidupnya dengan hati yang dipenuhi niat balas dendam. Meskipun aku sudah mendidiknya dengan keras agar dia menjadi wanita yang kuat, akan tetapi Keluarga O'bero tidak bisa diremehkan begitu saja." Terang Tuan Abraham.
"Aku yakin bukan hal sulit bagi Anda untuk menghancurkan keluarga O'bero. Tapi mengapa Anda tidak melakukannya sejak dulu?" Tanya Xander penasaran.
"Karena mereka telah menyembunyikan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Setelah aku mendapatkannya nanti, akan ku hancurkan mereka sampai menjadi debu." Jawab Tuan Abraham.
Xander menyerngitkan dahinya. "Benda yang sangat berharga apa yang Tuan Abraham maksud?"
"Ekhm! Anda pasti sudah mengetahui jika selama ini Keluarga Dawson dan Keluarga O'bero menjalin persahabatan. Mereka bekerja sama dan saling membantu untuk menghancurkan musuh keduanya, termasuk merencanakan pembunuhan terhadap kedua orang tuaku dan juga orang tua Alice." Ujar Xander.
"Ya aku tahu."
"Aku yakin sekali jika tujuan Jason mendekati Alice bukan hanya karena dia terpesona dengan kecantikan Alice, tetapi dia juga ingin merebut dan menguasai Quinn Cooperation." Ucap Xander.
Tuan Abraham memgangguk sambil memgeraskan rahangnya.
"Oleh karena itu, aku ingin meminta restu kepada Anda. Aku ingin menikahi Alice." Xander berterus terang.
Tuan Abraham mendelik.
"Apa kau serius?"
Xander mengangguk.
"Aku sangat mencintai cucu Anda, Tuan Abraham."
Tuan Abraham menghela napasnya panjang. Dari sekian banyak pria yang berusaha mendekati Alice selama ini, menurutnya hanya Xanderlah yang paling layak untuk berdampingan dengan Alice.
"Apa Alice bersedia menikah denganmu?" tanyanya sinis.
Xander mengangguk sambil tersenyum. Tuan Abraham terkekeh.
"Rasanya mustahil sekali jika hati cucuku bisa luluh semudah itu pada seorang pria sepertimu."
"Aku anggap itu sebagai pujian, Tuan. Mungkin karena aku adalah pria tertampan yang pernah Alice lihat selama ini." Ucap Xander dengan penuh percaya diri.
"Cih. Jangan sombong dulu, aku belum memberikan persetujuanku." Tuan Abraham sedikit kesal dengan kepercayaan diri Xander yang tinggi.
"Tapi aku yakin sekali jika Anda tidak akan bisa menolakku, karena cucu Anda sudah jatuh hati kepadaku." Sahut Xander sambil tersenyum mengejek.
"Kau benar-benar menyebalkan."
Xander tertawa pelan. Namun tak lama kemudian tawanya berhenti setelah mendapatkan pesan dari Allen. Wajahnya seketika berubah dingin.
"Apa terjadi sesuatu yang buruk?" Tanya Tuan Abraham penasaran.
"O'bero sudah mulai melancarkan aksi mereka. O'bero berhasil mendekati para klien penting Quinn Cooperation. Mereka akan membuat para klien itu berpaling dari Quinn Coopertion dan menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka. Hal itu sangat berbahaya bagi keberlangsungan Quinn Coopertion dan juga Alice. Jason pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk memaksa Alice menikah dengannya demi Quinn Cooperation." Jawab Xander.
"Br*ng s*k! Mereka benar-benar b@ j* ng*n bi@ d@b!" Teriak Tuan Abraham dengan penuh kemarahan.
Xander membulatkan matanya dengan mulut ternganga.
"Mengapa kau diam saja?!" Bentak Tuan Abraham.
"Secepatnya Tuan. Besok pun aku siap membawa Alice ke altar. Dan aku berjanji akan membalas perbuatan orang-orang yang telah menyakiti Anda dan juga cucu Anda, berlipat-lipat ganda. Aku pastikan mereka akan menyesal karena telah terlahir ke dunia ini." Ucap Xander tegas sambil menyeringai.
Di dalam kamarnya, Alice terus mondar-mandir dengan perasaan tidak tenang. Dia khawatir jika kakeknya akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Xander. Alice pun memutuskan keluar dari kamarnya. Saat menuruni tangga, Alice melihat Tuan Abraham dan Xander yang baru saja keluar dari ruangan pribadi Tuan Abraham.
"Kakek! Xander!" Seru Alice.
"Mengapa kau masih di sini? Bukankah tadi kakek sudah menyuruhmu pergi ke kamar dan beristirahat?" Tanya Tuan Abraham.
"Alice tidak bisa tidur, Kek. Lagi pula Alice juga sedang tidak merasa lelah." Cicit Alice.
"Dasar keras kepala." Gerutu Tuan Abraham.
"Kakekmu ini memang terkenal sebagai ketua mafia yang kejam dan berdarah dingin. Tapi aku tidak akan pernah tega membuat cucu kesayanganku bersedih hanya karena calon pengantinnya berwajah penyok karena kujadikan samsak." Ucap Tuan Abraham.
"C-calon pengantin?" Tanya Alice sambil mendelik.
Tuan Abraham membuang napasnya kasar.
"Kau benar-benar baj *ngan yang beruntung, Xander. Kau telah membuat cucuku benar-benar jatuh cinta padamu." Umpat Tuan Abraham dengan wajah kesalnya.
Xander langsung tertawa, sedangkan wajah Alice semakin merona.
"Aku sudah meminta restu kepada Tuan Abraham untuk menikahimu, Alice."
Alice pun dibuat terbelalak kembali.
"Dan Tuan Abraham sudah memberikan restunya. Secepatnya aku akan membawamu ke altar dan menjadikanmu Ratu di Kerajaan Smith." Xander mengatakannya dengan mengukir senyum bahagia.
Alice langsung memeluk kakeknya.
"Terima kasih, Kakek." Ucapnya sambil menitikkan air mata bahagia bercampur haru.
"Apapun akan kakek lakukan demi kebahagiaanmu, Alice." Ujar Tuan Abraham sambil menghapus air mata Alice.
Alice menatap ke arah Xander dengan senyum bahagianya. Xander pun segera pamit. Dia mengatakan akan pergi ke markas Eagle Fire. Ada urusan penting yang harus dia selesaikan. Tak selang berapa lama setelah kepergian Xander, datanglah seorang pria paruh baya yang sudah tak asing bagi Alice. Dia adalah Tuan Emilio, tangan kanan Tuan Abraham. Tuan Abraham mengajak Tuan Emilio masuk ke dalam ruang pribadinya.
"Apa kau membawa informasi penting, Emilio? Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Tuan Abraham tak sabar.
"Kami sudah menyelinap dan menyelidi berbagai tempat milik keluarga O'bero, bahkan sampai ke vila mereka yang berada di pulau Hawaii. Namun, kami tetap belum berhasil menemukannya, Tuan." Tuan Emilio melaporkan.
Brak...
Lagi-lagi Tuan Abraham menggebrak mejanya dan tangan yang mengepal kuat.
"Di mana baj* nga@n itu menyembunyikan cucuku?"
Deg...
Alice yang tidak sedang lewat di depan ruangan tak sengaja mendengar teriakan Tuan Abraham. Alice pun menghentikan langkahnya dan menerobos masuk dan membuat Tuan Abraham juga Tuan Emilio terkejut.
"Apa maksud dari ucapan Kakek? Siapa cucu yang Kakek maksud itu? Bukankah aku satu-satunya cucu yang Kakek miliki?" Cerca Alice.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
3. Terpaksa Menikah : Suami Buleku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰