
Ratu Roseline merasakan tubuhnya kembali segar dan sakit perutnya perlahan mereda setelah meminum teh chamomile hangat. Ratu Roseline lalu duduk santai di kursi, karena tubuhnya masih sedikit lemah. Marie masuk dengan membawakan semangkuk sup daging di atas nampan.
"Yang Mulia, silakan di makan dulu supnya. Jangan sampai perut Yang Mulia kosong." Ucap Marie lembut.
Marie duduk di samping Ratu Roseline dan hendak menyuapkan sup ke dalam mulut Ratu Roseline.
"Aku bukan anak kecil, Marie. Aku bisa makan sendiri." Protes Ratu Roseline dengan wajah bingungnya.
Marie tersenyum lembut.
"Bukankah biasanya Yang Mulia selalu minta hamba suapi jika sedang sakit seperti ini?" Tanya Marie.
Ratu Roseline tersenyum. "Aku minta maaf karena dulu terlalu manja kepadamu dan selalu membuatmu kerepotan, Marie."
"Yang Mulia tidak perlu minta maaf. Hamba senang melakukannya. Mari, buka mulutnya Yang Mulia."
Ratu Roseline pun menurut. Marie menyuapkan lagi sup itu ke mulut Ratu Roseline. Ratu Roseline menerimanya dengan senang hati. Hatinya bahagia sekali karena Marie sangat menyayangi dan memperhatikan dirinya.
"Yang Mulia harus makan yang banyak, supaya lekas sehat kembali. Karena bukan hanya hamba dan para penghuni istana ratu yang mencemaskan kesehatan Yang Mulia, tetapi juga Baginda Raja." Ucap Marie.
Uhuk... (Ratu Roseline tersedak)
Marie langsung mengambilkan minum dan Ratu Roseline segera meneguk airnya.
"Hamba minta maaf Yang Mulia. Apa Yang Mulia baik-baik saja?" Tanya Marie sambil menahan tawa.
"Bibirmu seolah mengkhawatirkanku, tapi sikapmu menertawakanku." Cicit Ratu Roseline sambil menekuk wajahnya.
Marie pun tak bisa menahan tawanya. "Hamba minta maaf, tapi wajah Yang Mulia benar-benar menggemaskan."
Marie kembali menyuapkan sup mulut Ratu Roseline.
"Tapi yang hamba katakan benar, Yang Mulia. Baginda Raja sangat mencemaskan keadaan Yang Mulia. Sebenarnya Baginda Raja sendiri yang menyiapkan teh chamomile saat Yang Mulia sedang membersihkan diri tadi. Baginda Raja jugalah yang memerintahkan koki istana untuk membuatkan sup daging ini supaya tubuh Yang Mulia bertenaga kembali." Terang Marie.
Ratu Roseline mengunyah makanannya secara perlahan.
"Apa kau sekarang berubah haluan dan memihak Baginda Raja?" Tanya Ratu Roseline kesal.
Marie tersenyum.
"Tentu saja tidak, Yang Mulia. Tapi hamba perhatikan sikap Baginda Raja sudah berubah. Sikap Baginda Raja sudah tidak sedingin dulu, bahkan sekarang sangat memperhatikan Yang Mulia Ratu." Jawab Marie.
"Apa Yang Mulia tidak ingin membuka hati kembali untuk Baginda Raja?"
Ratu Roseline terdiam, dan teringat kembali tentang penderitaan Ratu Roseline akibat sikap Raja Alec. Amarah dan kebencian kembali mengisi hati Ratu Roseline, terutama saat membayangkan Raja Alec memberinya hukuman mati. Ratu Roseline menutup matanya, dan menghebuskan napas panjang.
"Manusia memang bisa berubah, tapi juga bisa berubah-ubah Marie. Biarlah waktu yang akan menjawab, apakah Raja Alec layak atau tidak." Ucap Ratu Roseline.
Setelah menghabiskan supnya Ratu Roseline duduk selonjoran di atas kursi panjang sambil membaca novel yang dia beli dari toko buku, saat Ratu Roseline keluar dari istana. Mata Ratu Roseline terasa semakin berat. Tak butuh waktu lama kedua mata indahnya pun tertutup dan terdengar hembusan napas halus.
"Hormat hamba, Baginda Raja." Ucap Marie.
"Bagaimana keadaan Ratu?" Tanya Raja Alec.
"Ratu sudah lebih baik setelah meminum teh dan menghabiskan supnya." Jawab Marie.
Raja Alec tersenyum tipis.
"Apa Baginda Raja ingin menemui Ratu?" Tanya Marie.
Raja Alec hanya diam. Dia ragu untuk masuk ke dalam kamar, takut jika Ratu Roseline merasa tidak senang. Tapi di sisi lain dia sangat ingin melihat keadaan wanita yang dicintainya itu. Raja Alec melangkahkan kakinya dan Marie membukakan pintu secara perlahan. Raja Alec mengedarkan pandangan matanya dan melihat Ratu Roseline yang tertidur di atas kursi.
Raja Alec mendekatinya dengan perlahan dan memindahkan buku yang tadi dibaca oleh Ratu Roseline ke atas meja. Raja Alec berjongkok di dekat kursi dan mengamati wajah cantik Ratu Roseline yang sedang tidur. Raja Alec mengusap wajah Ratu Roseline lembut, lalu menghela napas panjang.
"Bagaimana bisa kau tidur di kursi dalam keadaan sakit, Ratu? Tubuhmu bisa semakin sakit nanti." Gumam Raja Alec sambil tersenyum.
Raja Alec segera memindahkan tubuh Ratu Roseline dengan pelan ke atas ranjang dan menyelimutnya. Ratu Roseline menggeliatkan tubuhnya sebentar, membuat jantung Raja Alec berdebar. Raja Alec takut jika Ratu Roseline terbangun dan semakin kesal melihat keberadaannya di sana. Raja Alec duduk sambil terus memandangi wajah damai Ratu Roseline.
Raja Alec naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya, lalu menarik Ratu Roseline ke dalam pelukannya. Raja Alec menghirup aroma tubuh Ratu Roseline yang membuatnya sangat nyaman. Tanpa sadar Ratu Roseline mengalungkan tangannya ke pinggang kokoh Raja Alec dan semakin membenamkan wajahnya di dada Raja Alec. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Raja Alec membuat tubuhnya menjadi rileks dan tidurnya semakin lelap. Raja Alec terkekeh pelan. Dia tidak bisa membayangkan jika Ratu Roseline melihat posisi mereka saat ini.
"Aku benar-benar bodoh karena dulu telah mengabaikan dirimu, Seline. Aku menyesal telah menyia-nyiakanmu dan membuatmu menderita. Aku memang tidak bisa mengubah jalan hidup kita di masa lalu. Tapi aku akan memperbaiki kesalahanku di masa sekarang dan masa yang akan datang." Ucap Raja Alec sambil mengusap kepala Ratu Roseline pelan.
"Aku pastikan hanya dirimulah satu-satunya wanita yang akan memenuhi ruang di hatiku. Aku benar-benar sudah terperosok dengan sangat dalam, aku jatuh cinta padamu Seline. Takkan kubiarkan kau pergi meninggalkanku. Aku akan berjuang untuk membuka kembali pintu hatimu dan membuatmu jatuh cinta lagi padaku."
Ratu Roseline menggeliatkan tubuhnya saat merasakan hangatnya sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela. Ratu Roseline tersenyum, sudah lama dia tidak merasakan tidur dengan lelap dan nyaman. Ratu Roseline mengerjapkan matanya secara perlahan dan terkejut saat menyadari dirinya sudah berada di atas ranjang.
"Mengapa aku berada di atas ranjang? Seingatku aku sedang membaca novel sambil tiduran di atas kursi." Gumam Ratu Roseline.
"Yang Mulia sudah bangun?"
Ratu Roseline menoleh dan melihat Marie yang sudah berganti baju dan terlihat segar, berdiri di samping ranjang.
"Pukul berapa sekarang?" Tanya Ratu Roseline.
"Ini sudah pukul 10 pagi, Yang Mulia." Jawab Marie.
Ratu Roseline membelalakkan matanya. "Itu artinya ini sudah hampir siang."
"Benar, Yang Mulia. Sepertinya Yang Mulia sangat menikmati tidur Anda." Ujar Marie.
Ratu Roseline menganggukkan kepalanya.
"Mengapa aku bisa berada di ranjang? Seingatku aku berada di atas kursi." Tanya Ratu Roseline.
Marie tersenyum.
"Semalam Baginda Raja datang berkunjung, karena Baginda Raja sangat mencemaskan keadaan Anda. Baginda Raja lah yang telah memindahkan Yang Mulia Ratu ke ranjang."
Ratu Roseline membulatkan matanya.
"Baginda Raja?"
"Benar Yang Mulia. Tadi pagi-pagi sekali, Baginda Raja juga telah datang untuk memastikan keadaan Anda. Baginda Raja pergi setelah menghabiskan sarapannya di sini sambil menunggui Yang Mulia yang masih tidur." Terang Marie.
Wajah Ratu Roseline langsung merah merona. Ratu Roseline menajamkan indra penciumannya dan menyadari ada aroma khas tubuh Raja Alec di sisi ranjang yang berada di sampingnya. Ratu Roseline maraba tubuhnya dari atas sampai bawah.
"Ternyata dia bukan pria yang mesum. Bajuku masih tertutup rapat dan segelku masih aman." Gumam Ratu Roseline sambil tersenyum malu.
Ratu Roseline segera bangun dan membersihkan diri, kemudian menyantap makanan karena perutnya sangat lapar.
Raja Alec bersama Marquess Filan meninggalkan aula pertemuan dan berjalan menuju istana ratu. Pikiran Raja Alec terus dipenuhi oleh Ratu Roseline. Begitu rapat selesai, Raja Alec segera bergegas untuk menemui Ratu Roseline. Marquess Filan segera berlari saat melihat ada pria berbaju hitam yang memanjat dinding pagar istana ratu.
"Hei, siapa kau?" Hardik Marquess Filan.
"Aarhh!!"
Pria itu terkejut lalu tergelincir dan jatuh. Tubuhnya jatuh tepat di atas tubuh Marquess Filan. Raja Alec segera berlari mendekat dan terbelalak saat melihat posisi keduanya dengan bibir saling bertautan.
"Apa yang kalian lakukan?" Hardik Raja Alec.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰