
Raja Alec berlari meninggalkan ruang rapat begitu saja setelah mendapatkan laporan bahwa Ratu Roseline mengalami kontraksi dan akan melahirkan kedua bayi kembar mereka. Duke Sullivan dan Ibu Suri Helene juga telah tiba di istana Ratu. Mereka terus memanjatkan doa agar proses persalinan Ratu Roseline berjalan dengan lancar.
"Hormat, Baginda Raja." Tabib Fey memberikan hormat saat Raja Alec tiba di istana Ratu Roseline.
"Bagaimana keadaan Ratu, Tabib?" Tanya Raja Alec.
"Yang Mulia Ratu sudah mulai mengalami kontraksi sejak tadi, Baginda." Jawab Tabib Fey.
Raja Alec langsung masuk ke kamar dan menghampiri Ratu Roseline. Terlihat Ratu Roseline sedang terbaring di atas ranjangnya dengan wajah pucat menahan rasa sakit akibat kontraksi yang semakin sering muncul. Marie selalu setia berada di sampingnya.
"Ratu."
"Baginda." Lirih Ratu Roseline sambil tersenyum.
Raja Alec menggenggam tangan Ratu Roseline saat Tabib Fey memeriksa jalan keluar si kembar. Ratu Roseline meringis menahan sakit.
"Yang Mulia harus bersabar, karena jalan keluar bayinya masih belum terbuka dengan sempurna." Terang Tabib Fey.
Ratu Roseline merasakan perutnya semakin tegang. Dia mencengkeram kuat tangan Raja Alec.
"Apa kalian tidak bisa melakukan tindakan operasi saja?" Tanya Ratu Roseline dengan wajah menahan sakit.
"Tindakan operasi?" Tabib Fey tak mengerti.
"Kalian bisa melakukan proses pembedahan pada perutku, kemudian mengeluarkan kedua bayiku. Setelah itu kalian bisa menjahitnya agar perutku tertutup kembali. Aargghh!" Ratu Roseline berusaha menjelaskan.
"Apa yang kau katakan Ratu? Bagaimana mungkin kau meminta tabib untuk membedah perutmu? Itu sangat berbahaya, kau bisa kehilangan nyawamu. Aku tidak setuju." Protes Raja Alec.
"Apa yang Baginda Raja katakan benar, Yang Mulia." Sahut Tabib Fey.
"Hamba mohon buang jauh-jauh ide yang membahayakan seperti itu dari pikiran Yang Mulia." Mohon Marie sambil menangis.
"Di duniaku hal seperti itu sudah biasa. Baik ibu maupun bayinya tetap selamat setelah dilakukannya pembedahan." Ucap Ratu Roseline.
"Tapi di dunia ini, hal seperti itu tidak mungkin dilakukan Ratu. Ilmu pengetahuan kami masih belum seluas itu dan kami juga tidak memiliki alat yang canggih seperti di dunia Yang Mulia Ratu." Jelas Tabib Fey.
Ratu Roseline membenarkan penjelasan Tabib Fey. Di dunia yang dia tempati saat ini masih belum ada dokter spesialis bedah dan juga peralatan canggih yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi.
"Itu artinya aku harus melepaskan hormon oksitosin." Gumam Ratu Roseline.
"Apa maksudmu, Ratu?" Tanya Raja Alec.
Ratu Roseline berusaha mengatur napasnya yang terengah karena serangan kontraksi yang kembali dia alami.
"Marie dan Tabib Fey, tolong tinggalkan kami berdua." Ucap Ratu Roseline.
"Tapi Yang Mulia?" Protes Marie tak mengerti.
"Sebaiknya kita segera keluar Marie." Tabib Fey yang sudah mengerti, langsung menarik tangan Marie dan menbawanya keluar dari kamar.
"Tabib Fey."
Tabib Fey membisikkan sesuatu di telinga Marie. Seketika Marie melebarkan matanya, lalu kedua pipinya merona.
"Apa itu tidak berbahaya, Tabib?" Tanyanya pelan.
"Itu adalah satu-satunya cara agar Ratu bisa segera melahirkan para calon penerus kerajaan ini." Jawab Tabib Fey.
"Sekarang lakukan tugasmu, Alec." Ucap Ratu Roseline sambil melepas bajunya.
Raja Alec membulatkan kedua matanya dengan sempurna. "Apa yang kau lakukan, Alice?"
"Kau harus membantuku untuk mempercepat proses persalinan ini." Jawab Ratu Roseline.
"L-lalu apa yang harus aku lakukan?"
Ratu Roseline mendekatkan bibirnya ke telinga Raja Alec dan berbisik. "Buat aku ter ang sang."
Glek.
Raja Alec semakin terbelalak.
"Apa kau yakin sayang?" Tanya Raja Alec meyakinkan dengan wajah bersemu merah.
Ratu Roseline mengangguk. "Ini adalah satu-satunya cara supaya si kembar bisa segera lahir. Tapi kau jangan sampai lepas kendali."
Tak perlu menunggu lama, Raja Alec langsung menyambar bibir lembut Ratu Roseline dan tangannya sudah bermain dengan lihainya di bagian yang empuk. Raja Alec menye sap choco chip favoritnya itu secara bergantian untuk membangkitkan ga irah Ratu Roseline. Sekuat tenaga Raja Alec menekan gai rahnya sendiri yang telah bangkit. Pikirannya dia fokuskan untuk kelahiran kedua bayinya.
"Bagaimana keadaan Ratu, Marie?" Tanya Ibu Suri kepada Marie.
"Baginda Raja sedang membantu Ratu agar mendapatkan pembukaan yang sempurna, Yang Mulia." Jawab Marie sambil tersenyum malu.
Marie pun bingung bagaimana cara menjelaskannya kepada Ibu Suri Helene dan Duke Sullivan.
"Ekhm! Maksud Marie, Baginda Raja sedang berusaha untuk membuat jalan keluar bayi terbuka dengan sempurna, Yang Mulia." Ucap Tabib Fey.
"Bagaimana caranya?" Tuntut Duke Sullivan.
"Dengan ke intiman, Tuan." Jawab Tabib Fey sambil memaksakan senyumnya.
Ibu Suri Helene dan Duke Sullivan sangat paham dengan apa yang disampaikan oleh Tabib Fey. Keduanya pun tak berani bertanya lebih jauh.
Usaha keras Raja Alec pun membuahkan hasil. Setelah membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya Ratu Roseline bisa melakukan persalinan dengan lancar dan melahirkan sepasang bayi yang tampan dan cantik. Raja Alec sangat bahagia. Dia tiada henti menitikkan air mata sejak terdengar suara tangis dari bayi pertamanya yang tampan, kemudian yang disusul dengan tangisan bayi keduanya yang berparas cantik.
"Selamat Baginda Raja dan Ratu. Pangeran dan Putri telah lahir dengan sehat dan normal. Mereka kembar laki-laki dan perempuan." Ujar Tabib Fey.
Air mata bahagia Raja Alec mengalir semakin deras.
"Terima kasih Alice. Kau telah memberikan dua malaikat yang tampan dan cantik untukku." Ucap Raja Alec sambil mencium kening Ratu Roseline.
Ratu Roseline mengulum senyum. Badannya terasa berat dan pandangannya pun menggelap.
"Alice, bangun sayang. Bukalah matamu." Raja Alec sangat panik saat Ratu Roseline menutup kedua matanya dengan wajahnya yang pucat.
"Alice aku mohon bangunlah. Jangan tinggalkan aku dan kedua bayi kita. Mereka membutuhkanmu, sayang." Ucap Raja Alec sambil memeluk tubuh Ratu Roseline.
"Tenangkan diri, Baginda. Saat ini Ratu sedang tidak sadarkan diri karena telah mengeluarkan banyak darah. Berikan kami waktu untuk mengembalikan kesadaran Ratu, Baginda." Ucap Tabib Fey.
Ratu Roseline mengerjapkan matanya dengan perlahan dan melihat Raja Alec yang duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya.
"Baginda." Lirih Ratu Roseline (Alice).
Raja Alec tersentak.
"Syukurlah, akhirnya kau bangun sayang." Ucap Raja Alec dengan wajah bahagia.
"Di mana Cello dan Celine?" Tanya Ratu Roseline.
Raja Alec menyerngitkan dahinya mendengar kedua nama yang asing itu.
"Kedua bayi kita." Tegas Ratu Roseline.
"Mereka sedang bersama Marie, Ibu Suri dan Duke Sullivan. Ibuku dan Ayahmu terus berada di istana ini. Mereka sangat bahagia dengan kelahiran kedua bayi kita." Jawab Raja Alec.
"Cello? Celine? Apakah itu nama yang kau berikan untuk kedua bayi kita, Alice?"
"Apa kau tidak suka?"
Raja Alec tersenyum. "Itu adalah nama yang indah, sayang. Aku bahkan belum sempat memberikan nama untuk mereka karena terlalu mencemaskanmu yang terus menutup mata. Aku takut jika kau pergi meninggalkanku, Alice."
Ratu Roseline tersenyum. "Mana mungkin aku bisa pergi jauh darimu dan kedua bayi kita. Cintaku untuk kalian terlalu besar."
Raja Alec tersenyum bahagia. Marie dan seorang pelayan membawa masuk si kembar, kemudian meletakkan keduanya di pelukan Ratu Roseline.
"Selamat datang para malaikat Mommy, Marcello Cardania dan Micheline Cardania."
Raja Alec memeluk Ratu Roseline yang kedua bayinya yang berada di pelukan Ratu Roseline. Mereka sedang diliputi kebahagiaan yang tiada tara.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰