
Seluruh rakyat Cardania berbondong-bondong menuju istana. Mereka sangat antusias bertemu dengan Raja dan Ratu mereka. Raja Alec datang bersama Ibu Suri Helene dan bukannya bersama Ratu, membuat semua orang terheran. Sebagai juru bicara Raja, Marquess Filan menjelaskan jika kesehatan Ratu Roseline sedang kurang baik, sehingga Ratu tidak bisa hadir.
Mendengar berita kurang baik itu, seluruh rakyat Cardania memanjatkan doa untuk kesembuhan dan keselamatan Ratu Roseline beserta bayi dalam kandungannya. Meskipun diliputi rasa sedih karena sakitnya Ratu, pesta tetap berjalan dengan meriah. Para bangsawan mengajak Raja Alec untuk bersulang, namun ditolaknya dengan halus. Raja Alec sedang tidak ingin meminum minuman beral kohol.
"Pelayan." Panggil Raja Alec.
Seorang pelayan mendatangi Raja Alec dengan kedua tangannya sedang membawa nampan yang berisi berbagai minuman.
"Apa kau membawa air putih?" Tanya Raja Alec.
"Ya, Baginda." Pelayan itu meletakkan segelas air putih di meja Raja Alec.
"Aku tahu saat ini kau sedang memikirkan keadaan Alice, putraku. Tapi kau jangan menampilkan wajah dinginmu itu di hadapan rakyat kita." Bisik Ibu Suri Helene yang duduk di sebelahnya.
"Jika aku tidak bersikap dingin, maka para wanita itu akan mendatangiku dan mengajakku berdansa, Ibu." Sahut Raja Alec.
Ibu Suri Helene menatap ke arah para putri bangsawan yang sedang berkumpul. Terlihat sekali mereka masih berusaha menarik perhatian Raja Alec. Dengan tidak hadirnya Ratu Roseline, membuat mereka merasa seperti mendapatkan peluang.
"Sepertinya mereka tidak mendengarkan apa yang telah kau sampaikan sebelumnya dengan baik, Putraku." Ucap Ibu Suri Helene dengan wajah kesalnya melihat kegenitan para wanita muda itu.
"Itulah manusia, Ibu. Obsesi dan ambisi selalu menyelimuti diri mereka." Raja Alec menyesap minumannya.
Deg...
Raja Alec membelalakkan matanya. "Kurang aj ar! Siapa yang sudah berani memasukkan obat lucknut ini ke dalam minumanku."
Raja Alec berpamitan kepada Ibunya untuk meninggalkan pesta lebih cepat karena dia sangat mencemaskan Ratu Roseline. Kemudian, dia segera melesat pergi. Raja Alec kembali ke istananya, dan bukan ke istana Ratu. Dia tidak ingin bertemu dengan Ratu Roseline karena takut akan menyakitinya. Raja Alec berjalan dengan terhuyung.
"Apa Baginda baik-baik saja?" Tanya seorang penjaga di istananya.
"Aku baik-baik saja. Tolong antarkan aku ke kamar." Jawab Raja Alec.
Penjaga itu segera memapah Raja Alec dan mengantarkannya ke kamar.
"Matikan semua lampu. Aku kegerahan." Perintah Raja Alec.
Penjaga itu langsung mematikan semua penerangan yang ada di kamar Raja Alec, kemudian keluar dan menutup pintu dengan rapat. Raja Alec menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Dia mendengar suara gerakan kaki.
"Siapa itu?" Teriak Raja Alec.
Karena kamar dalam keadaan cukup gelap, Raja Alec tidak bisa melihat dengan jelas.
"Aku tanya sekali lagi. Siapa kau?"
"Hamba adalah orang yang akan melayani Baginda malam ini." Terdengar suara seorang wanita.
Wanita itu naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh Raja Alec. Raja Alec yang sudah terbakar gai rahnya tidak bisa menolak. Dia menci um wanita itu dengan kasar. Tak butuh waktu lama, keduanya sudah melucuti baju mereka. Terdengar suara des ahan dan er angan yang saling bersahutan saat keduanya menyatu.
"Aaahhh...." Lenguhan keluar dari bibir wanita itu saat Raja Alec menyemburkan lahar panas di dalam intinya.
Karena pengaruh obat itu cukup kuat, keduanya mengulangi kegiatan tusuk menusuk berkali-kali hingga tubuh Raja Alec tumbang di atas tubuh wanita itu. Wanita itu menarik tubuhnya dan bergeser.
"Akhirnya aku bisa memilikimu, Baginda Raja. Kau juga telah memberikan benihmu kepadaku." Ucap wanita itu senang.
"Aku tinggal menyingkirkan Ratu Roseline dan bayi dalam perutnya untuk selamanya. Setelah itu, akulah yang akan menjadi Ratu di Kerajaan ini dan kau hanya akan menjadi milikku seorang, Raja Alec. Ha ha ha..."
"Apa kau sudah puas, *** ***?" Seru seseorang yang langsung menghentikan tawa wanita itu yang berada di atas ranjang Raja Alec.
"Siapa kau?" Teriak wanita itu panik.
Penerangan di kamar itu langsung menyala yang seketika membuat wanita itu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Raja Alec yang sedang tidur di sampingnya dengan posisi tengkurap.
"Kau!" Pekiknya dengan mata terbelalak seakan bola matanya mau melompat keluar.
"Ya, ini aku Ratu dari Kerajaan Cardania, Sarah." Jawab Ratu Roseline yang duduk di atas sebuah kursi sambil menyeringai.
Wanita yang tidur di ranjang Raja Alec adalah Sarah, mantan Countess yang sejak dulu tergila-gila dengan Raja Alec. Dia dan keluarganya telah diusir dari Kerajaan Cardania dan dikirim ke tempat pengasingan. Namun, Sarah berhasil meloloskan diri saat dalam perjalanan menuju tempat pengasingan.
"Kau lihat sendiri kan sekarang, Ratu Roseline yang terhormat. Raja Alec sudah jatuh ke dalam pelukanku." Ucap Sarah dengan senyum sombongnya.
"Benarkah?" Tanya Ratu Roseline dengan ekspresi wajah mengejek.
"Apa matamu sudah rusak atau kau hanya berpura-pura seolah tidak melihat apa yang telah kami lakukan tadi?" Jawab Sarah.
Ratu Roseline menghela napas.
"Baginda Raja." Panggil Ratu Roseline, namun tidak ada tanggapan dari Raja Alec.
Sarah tertawa terbahak-bahak.
"Baginda Raja tidak akan mendengar panggilanmu itu, Ratu. Saat ini Baginda sedang terlelap karena kelelahan setelah meraih puncak kenikmatan berulang kali bersamaku." Ucap Sarah dengan tatapan meremehkan.
"Oh ya?" Sahut Ratu Roseline.
"Suamiku sayang, Alec Cardania." Panggil Ratu Roseline lagi dengan suara manjanya membuat Sarah tertawa semakin keras.
"Ya, Ratuku sayang."
Tawa Sarah langsung menguap saat mendengar sahutan itu. Sarah semakin terkejut saat melihat Raja Alec muncul dari arah belakang Ratu Roseline.
"Apa adegan menjijikkannya sudah selesai, Ratuku sayang?" Tanya Raja Alec sambil memeluk bahu Ratu Roseline.
"Baginda Raja?! Bagimana mungkin? Bukankah Baginda tengah tidur di sampingku?" Sarah terlihat seperti orang bodoh.
"Aku? Tidur denganmu? Cih!" Ucap Raja Alec dengan menampilkan ekspresi jijiknya ke arah Sarah.
Sarah langsung menatap pria yang tidur di sampingnya. Jika benar Raja Alec tengah berdiri di samping Ratu Roseline, lalu siapa pria yang telah tidur dengannya. Sarah memutar tubuh pria itu dan melihat wajahnya dengan jelas. Dilihat dari postur tubuhnya, pria itu memang mirip Raja Alec. Namun wajahnya sangat berbeda jauh dengan ketampanan Raja Alec.
"Apa yang kau lakukan?" Marah pria itu.
"Dasar bede bah! Pria bia dab! Beraninya kau menyentuhku?" Bentak Sarah dengan wajah memerah karena marah.
Pria itu hendak berdiri namun segera dia urungkan saat melihat Raja dan Ratu tengah berada di hadapannya. Dia langsung menarik bajunya yang teronggok di lantai untuk menutupi tubuh tela njangnya.
"Mohon ampun Baginda Raja dan Ratu." Ucap pria itu dengan wajah tertunduk.
"Terima kasih pengawal. Kau telah melakukan tugasmu dengan baik. Segera pakai pakaianmu itu. Marquess Filan tengah menunggumu di luar bersama bayaran dan hadiahmu." Ujar Raja Alec.
"Baik, Baginda. Terima kasih atas kebaikan Baginda." Ucap pria itu.
Ternyata Raja Alec dan Ratu Roseline sudah mengetahui rencana jahat Sarah. Salah satu pengawal yang postur tubuhnya mirip dengan Raja Alec disuruh untuk menggantikan posisi Raja Alec dan meminum minuman yang telah dicampur dengan obat.
Setelah berpakaian, pengawal itu segera keluar untuk menemui Marquess Filan.
"Jadi kalian sudah tahu?" Tanya Sarah dengan wajah dinginnya.
"Tentu saja. Bukan hal sulit untuk mengetahui rencana busukmu ini, Sarah." Jawab Ratu Roseline.
"Bagaimana mungkin?" Teriak Sarah tak terima.
"Aku sudah mengetahui keberadaanmu sejak pertama kali kau masuk ke dalam istana dengan menyamar sebagai pelayan baru. Seperti apapun kau merubah penampilanmu itu, aku tetap bisa mengenalimu." Ucap Ratu Roseline.
"Aku sengaja tetap diam karena aku ingin tahu rencana busuk apalagi yang sedang kau rencanakan. Dan sesuai tebakanku, kau masih terobsesi dengan Baginda Raja. Betapa bodohnya dirimu, Sarah. Kau mengulangi kebodohan yang sama seperti yang dulu pernah kau lakukan." Ejek Ratu Roseline.
"Lancang! Beraninya kau merendahkanku!" Teriak Sarah.
"Jika bukan kata bodoh, lantas aku harus menamaimu dengan kata apa? Ah aku tahu, kau tidak bodoh, tapi dungu. Kau mencoba kembali untuk menjebak Baginda Raja dengan trik murahanmu itu." Balas Ratu Roseline.
"Kau jangan terlalu senang, Roseline. Kau telah meminum racun yang aku berikan untukmu. Dan racun itu akan membunuh bayi yang ada dalam kandunganmu dan juga dirimu." Ucap Sarah dengan sambil menunjuk ke arah Ratu Roseline.
Ratu Roseline terkekeh. "Aku tahu, Sarah. Tapi kau juga harus tahu jika aku jauh lebih cerdik dan licik darimu. Aku sudah meminum obat penawar sebelum meminum racun itu. Meskipun aku masih merasakan sakit di perutku, tapi racunmu tidak akan bereaksi apa-apa terhadap kedua bayi hebatku."
Sarah mencengkeram kain yang menutupi tubuhnya dengan kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Sarah mengeraskan rahangnya.
"Aku tidak akan pernah menerima semua ini. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."
Sarah langsung berdiri dan mengambil sebilah pisau yang berada di saku bajunya yang tergeletak di lantai. Dia hendak menyerang Ratu Roseline, namun pedang Felix berhasil menghentikannya. Felix mengarahkan pedangnya tepat di leher Sarah dan membuat sayatan kecil di sana. Sarah terjatuh sambil merintih kesakitan. Dia memegangi lehernya yang mengeluarkan darah.
"Pengawal! Bawa wanita rendahan ke tempat eksekusi. Penggal kepalanya, lalu bakar tubuhnya dan buang abunya ke laut lepas yang jauh dari kerajaanku. Aku tidak ingin jejaknya tertinggal di kerajaanku, sedikitpun!" Perintah Raja Alec.
Para pengawal segera menyeret tubuh Sarah yang masih dalam keadaan telan jang ke tempat eksekusi, dan di sana algojo telah bersiap dengan senjatanya. Sarah terus berteriak dan meraung, namun tak ada seorang pun yang mempedulikannya. Eksekusi segera dilakukan sesuai perintah Raja Alec.
Masih di dalam kamar, Raja Alec menurunkan tubuhnya dan berlutut seraya menggenggam tangan Ratu Roseline.
"Mulai saat ini, tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu dan kedua anak kita Alice. Aku pastikan siapapun yang berani menyakiti kalian, akan aku musnahkan dari dunia ini." Ucap Raja Alec.
"Aku tahu itu, Alec." Ujar Ratu Roseline.
"Dan satu hal lagi. Jangan pernah memintaku untuk bersandiwara lagi. Meskipun racun itu telah diberi penawar, hatiku tetap sakit saat melihatmu kesakitan. Berjanjilah Alice, kau tidak akan melakukannya lagi." Pinta Raja Alec.
"Baiklah. Ini terakhir kalinya. Aku janji padamu, Alec." Jawab Ratu Roseline.
Raja Alec tersenyum senang. Raja Alec langsung berdiri dan mengangkat tubuh Ratu Roseline. Ratu Roseline mengalungkan tangannya di leher Raja Alec. Raja Alec membawa Ratu Roseline kembali ke istana Ratu.
"Istirahatlah, sayang. Kau pasti telah mengeluarkan banyak tenaga untuk datang ke istanaku dan menghadapi wanita ular itu." Ucap Raja Alec lembut.
"Aku tidak bisa tidur jika kau tidak memelukku." Jawab Ratu Roseline dengan manjanya.
Raja Alec langsung naik ke atas ranjang dan menarik Ratu Roseline ke dalam pelukannya.
"Sekarang tidurlah, Ratuku. Aku akan terus memelukmu sampai kau bangun besok pagi."
Ratu Roseline membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya dengan senyum bahagia.
"Tapi si kembar merindukan ayahnya." Lirihnya.
Raja Alec menyerngitkan dahinya membuat Ratu Roseline tersenyum nakal. Ratu Roseline langsung naik ke atas tubuh Raja Alec dan tak butuh waktu lama untuk keduanya memulai olahraga panas yang penuh kenikmatan itu.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰