
"Mengapa kau baru menyadari keberadaanku, Alec?" Tanya Alice sambil menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Xander.
"Karena ingatan tentang kebersamaan Raja Alec dengan Ratu Roseline baru muncul saat kau menciumku." Jawab Xander dengan lembut.
Alice mengangkat wajahnya dan mata keduanya saling bertemu. Xander mendekatkan wajahnya.
"Apa kau ingin merasakan bibirku lagi?" Goda Xander sambil tersenyum nakal yang seketika membuat wajah Alice merona.
"Dasar mesum." Alice mencubit perut datar Xander.
Xander tertawa puas.
"Alecku tidak semesum ini." Cicitnya.
"Yang berada di hadapanmu saat ini seorang Xander Smith, bukan Raja Alec. Yah meskipun semua ingatan Raja Alec telah masuk ke dalam otakku." Sahut Xander.
"Oh, jadi seorang Xander itu memang pria mesum." Ujar Alice kesal.
"Ya. Aku memang mesum." Jawab Xander jujur.
"Berapa banyak wanita yang sudah kau mesumi?" Tanya Alice.
Xander menghitung menggunakan jari-jari tangannya dan itu membuat hati Alice dongkol. Lalu Xander mengangkat satu jari telunjuknya.
"Satu."
"Aku hanya mesum padamu seorang, Alice. Karena kaulah satu-satunya wanita yang telah berhasil mencairkan hatiku yang beku." Ucap Xander yang sontak membuat pipi Alice bersemu merah.
"Bohong." Cicitnya.
Xander mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Alice pelan.
"Dengan atau tanpa adanya ingatan Raja Alec, kau tetap menjadi wanita pertama dan terakhir yang aku cintai."
Alice tersipu malu. Alice mengamati bekas luka yang ada di wajah Xander dan menyentuhnya.
"Kau kan pria yang kaya raya. Seharusnya tidak sulit bagimu untuk menghilangkan bekas luka ini."
Xander menghentikan tangan Alice yang menyentuh wajahnya.
"Apa kau merasa jijik?" Tanyanya.
Alice menyerngitkan dahinya. "Apakah aku terlihat seperti itu?"
Xander tersenyum lembut dan mengecup tangan Alice.
"Aku memang sengaja membiarkan bekas luka ini tetap ada di wajahku, agar aku tidak akan pernah melupakan semua kejahatan mereka yang telah menghancurkan keluargaku." Xander mengeraskan rahangnya dengan tangan kanan yang mengepal.
Alice menyentuh tangan Xander dan seketika wajah Xander berubah lembut.
"Mengapa kau pergi di hari terakhir kencan kita? Kau bahkan tidak memberitahuku secara langsung. Kau malah menyuruh anak buah psyco mu yang menyebalkan itu."
"Sebenarnya aku terpaksa meninggalkanmu. Aku pergi karena aku membutuhkan waktu agar bisa menjadi pria yang layak dan pantas berdiri di sampingmu." Jawab Xander.
"Lalu, apakah kau sudah merasa layak sekarang?"
Xander menggeleng.
"Apakah alasan itu juga yang membuatmu melakukan operasi pada kedua kakimu?"
"Ya. Aku ingin menjadi pria yang bisa melindungimu dari kejahatan siapapun."
"Lantas, apa yang membuatmu merasa belum layak?"
Xander menghela napas panjang.
"Karena aku belum bisa menyelesaikan masalah pribadiku. Aku belum selesai dengan rencana balas dendamku. Dan..." Xander menarik napas.
"Aku adalah pria yang tidak sempurna untukmu karena fisikku yang cacat. Mungkin tubuh ini sudah bisa berdiri dengan baik, tapi tubuh ini masih memiliki banyak kekurangan."
Xander membuka bajunya dan berbalik membelakangi Alice. Alice membelakakkan matanya saat melihat beberapa bekas luka di punggung Xander. Tak terasa Alice menitikkan air matanya. Xander mengetahuinya namun tidak berani menatap ke arah Alice.
"Maaf jika kau harus melihat bekas luka yang menjijikkan ini. Aku hanya ingin kau tahu, jika seorang Xander tidaklah sesempurna Raja Alec Cardania." Ujar Xander sambil menahan pedih di hatinya.
"Dulu, Xander kecil pasti sangat kesakitan." Lirih Alice sambil terisak.
Bulir cairan bening jatuh dari pelupuk mata Xander saat mengingat kembali rasa sakit yang luar biasa yang harus dia rasakan dulu. Bukan hanya rasa sakit pada tubuhnya tetapi juga jiwanya karena kematian kedua orang tuanya.
Tubuh Xander tersentak saat bibir lembut Alice mengecup salah satu bekas luka itu.
"A-apa yang kau lakukan Alice?" Tanya Xander dengan napas tercekat.
Tangan Xander sudah menelusup masuk ke dalam baju Alice dan memainkan benda kenyal nan lembut yang telah membuatnya tergoda sejak semalam. Alice mende sah dalam cium annya. Bibir Xander mengecup rahang Alice dengan lembut dan berlabuh di leher, sehingga desa han Alice semakin keras. Tubuh bagian bawah keduanya bergerak seolah tidak sabar untuk bersatu.
Xander menjatuhkan kepalanya di bahu Alice. Dia juga mengeluarkan tangannya dari balik baju Alice. Alice mengerjapkan matanya. Ada rasa kecewa dalam hatinya, karena gairahnya yang bergejolak tidak terpuaskan. Xander mengangkat tubuhnya dan menekuk salah satu sikunya untuk menopang.
"Percayalah Alice sayang. Aku sangat ingin bercin ta denganmu dan memilikimu seutuhnya. Tapi aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah Raja Alec lakukan. Aku ingin kau menjadi pendampingku, Ratuku. Ratu yang menguasai jiwa dan ragaku. Aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku. Aku ingin menyentuhmu dengan baik dalam suatu pernikahan." Ucap Xander lembut.
Alice menangis haru bercampur bahagia.
"Beri aku sedikit waktu. Secepatnya aku akan membawamu ke altar dan mengucapkan janji suci kita. Itupun jika kau bersedia."
"Dasar bodoh. Baik kau maupun Raja Alec telah memberikan pertanyaan yang bodoh itu kepadaku. Jika aku mau mungkin saat ini aku telah menikah dengan orang lain. Kau pikir untuk apa aku menunggumu selama ini?" Ucap Alice kesal.
Xander tersenyum dan mengecup bibir Alice. Alice memeluk tubuh Xander dengan erat. Alice tidak peduli dengan fisik Xander yang tak sesempura Raja Alec. Alice akan tetap mencintainya, bukan hanya sebagai Raja Alec tetapi juga sebagai seorang Xander Smith.
Xander segera bangkit dan membantu Alice untuk duduk.
"Apa kau tidak keberatan jika aku memanggilmu Alec saat kita sedang berdua?" Tanya Alice.
"Tentu saja. Sebenarnya nama kami hampir sama, hanya berbeda satu huruf. Alex." Jawab Xander.
Alice menyerngitkan dahinya.
"Namaku adalah Alexander Smith. Alex merupakan nama panggilan yang diberikan oleh mendiang ibuku. Karena ibuku sangat menyukai nama itu. Namun sejak peristiwa kelam itu terjadi, aku mengubah namaku menjadi Xander Smith. Nama yang telah memberiku kekuatan untuk menjalani kepahitan hidup ini dan membalas dendam."
"Siapa mereka, Alex? Siapa orang yang telah menyakitimu?" Tanya Alice.
Xander menarik napas panjang. "Keluarga Dawson."
"Dawson. Maksudmu keluarga Dawson pemilik dari Dawson Groups, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti yang merambah hampir seluruh wilayah yang ada di Eropa?"
Xander mengangguk. "Mulanya nama perusahaan itu adalah Smith's Property. Perusahaan yang dibangun oleh ayahku yang nol dan berkembang dengan pesat karena kegigihannya. Michael Dawson adalah sahabat ayahku dan memegang kedudukan sebagai direktur serta menjadi orang kepercayaan ayahku."
"Dan siapa sangka pria yang sudah ayahku anggap seperti saudaranya sendiri ternyata tak lebih dari seekor serigala berbulu domba. Dia mengkhianati ayahku dan merencanakan kecelakaan itu. Setelah berhasil membunuh kedua orang tuaku, Dawson dan keluarganya mengambil alih perusahaan dan mengganti namanya menjadi Dawson Groups seperti saat ini."
Alice menggenggam tangan Xander.
"Karena dendam ini juga aku menjauh darimu. Aku tidak ingin musuhku menyakitimu, karena kau merupakan kelemahanku saat ini." Ujar Xander.
"Jangan jadikan aku sebagai kelemahanmu, tapi kekuatanmu. Mulai sekarang, musuhmu juga akan menjadi musuhku. Bersama kita akan membuat mereka membayar kejahatan yang telah mereka lakukan sampai hancur berkeping-keping." Ucap Alice sambil menyeringai.
Xander mengangguk dan tersenyum.
"Sebaiknya kau mandi sekarang. Aku akan meminta maid untuk menyiapkan sarapan untuk kita berdua. Setelah itu, aku akan mengantarkanmu pulang."
Alice memukul dahinya pelan. "Aku lupa memberitahu Bella dan Jacob. Mereka pasti sedang kebingungan saat ini."
"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengirimkan pesan kepada mereka menggunakan ponselmu. Aku minta maaf karena telah lancang menggunakannya tanpa izin darimu." Sahut Xander.
Alice tersenyum senang. "Kau benar-benar seorang pelindung sesuai dengan namamu, Alex. Aku jadi tidak sabar ingin menjadi Ratu di Kerajaan Smith."
"Bersabarlah. Tidak lama lagi kau akan menjadi Ratuku, Alice sayang." Xander mengecup kening Alice dengan lembut.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
3. Terpaksa Menikah : Suami Buleku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰