I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 38. Barbeque



Raja Alec dan Ratu Roseline tiba di istana ratu. Duke Ramon dan Arabella sudah menunggu di taman istana. Raja Alec dan Marquess terkejut melihat wanita yang berdiri di samping Duke Ramon yang menggunakan gaun warna safir dan dandanan mirip sekali dengan Ratu Roseline.


"Hormat, Baginda."


Duke Ramon dan Arabella memberikan hormat.


"Duke Ramon, Nona Arabella." Raja Alec bisa mengenali Arabella dari jarak dekat. Meskipun terlihat mirip, tapi Raja Alec bisa membedakan mana Ratu Roseline yang asli dan mana yang bukan.


"Akhirnya kalian datang juga. Apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Duke Ramon.


"Menurut kakak bagaimana?" Jawab Ratu Roseline sambil menyeringai.


Duke mengangkat kedua tangannya dan memberikan tepuk tangan sambil tersenyum.


"Kak Seline memang luar biasa." Ucap Arabella sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.


"Jadi, kalian sudah merencanakan semuanya?" Tanya Raja Alec.


Ratu Roseline mengangguk. "Kami hanya sedikit memodifikasi rencana jahat mereka."


"Mereka? Siapa yang kalian maksud? Dan bagaimana kalian bisa mengetahui rencana jahat itu?" Raja Alec semakin penasaran.


"Untuk mengetahui rencana jahat itu tidaklah sulit, Baginda. Para pengawal bayangan milik kakakku selalu bisa diandalkan. Dan siapa mereka, aku yakin Baginda sudah bisa menebak." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Apa Baron Joseph dan Baroness Yolanda?"


"Tebakan yang tepat."


Raja Alec mengepalkan kedua tangannya sampai urat-urat tangannya menonjol dengan rahang wajahnya yang mengeras. Ratu Roseline memyentuh tangan kiri Raja Alec.


"Tahan emosi Baginda. Yang paling penting Baginda sudah selamat dari perangkap mereka. Baginda hanya membuang-buang tenaga karena marah dan kesal. Selain itu juga bisa membuat Baginda cepat tua jika wajah Baginda terus mengeras seperti itu."


Raut wajah Raja Alec seketika berubah menjadi lembut dan tersenyum. Raja Alec menarik tangan Ratu Roseline dan menciumnya. Tak lama kemudian, Ratu Roseline segera menarik tangannya dan terlihat salah tingkah.


"Sebaiknya kita mulai pesta barbequenya karena aku sudah sangat lapar." Ucap Ratu Roseline sambil melangkahkan kakinya menuju tempat pesta barbeque yang sudah disiapkan oleh Duke Ramon dan Arabella.


Raja Alec tersenyum dan mengikuti langkah Ratu Roseline bersama Duke Ramon. Marquess Filan berjalan di samping Arabella.


"Jadi kau menyamar menjadi Ratu Roseline untuk mengelabuhi kami semua. Tapi bagaimana bisa? Aku sangat yakin, jika Ratu Roselinelah yang berada di pesta Ibu Suri." Tanya Marquess Filan.


Arabella menyunggingkan bibirnya.


"Itu benar. Kami bertukar tempat saat akan menuju istana ratu."


Marquess Filan menyerngitkan dahinya tak mengerti. Arabella membuang napasnya kasar.


"Bukankah dari tempat pesta menuju istana ini melewati beberapa lorong? Kami bertukar posisi di salah satu lorong." Ucap Arabella.


Marquess Filan paham dan menganggukkan kepalanya. Arabella hendak melangkahkan kakinya, namun Marquess Filan menahannya.


"Ada apalagi Tuan Marquess?" Tanya Arabella kesal.


"Terima kasih." Jawab Marquess Filan.


"Hah?"


"Terima kasih karena kau telah menolong Baginda Raja." Ucap Marquess Filan sambil menahan gengsinya.


"Berterima kasihlah kepada Ratu, karena semua ini adalah ide dari Ratu sendiri." Sahut Arabella.


"Tapi kau juga ikut berperan dalam rencana ini. Aku ucapkan terima kasih."


"Baiklah, terima kasih kembali, Tuan. Apa masih ada lagi?" Tanya Arabella.


"Aku juga ingin meminta maaf karena sebelumnya aku telah bersikap kasar padamu."


Arabella menyipitkan matanya. "Tuan baik-baik saja?"


Marquess Filan mendengus kesal. "Jangan meledekku. Aku sudah menurunkan harga diriku untuk mengucapkan kalimat itu."


Arabella tak bisa menahan tawanya, membuat Marquess Filan semakin kesal.


"Ekhm! Aku juga minta maaf Tuan Marquess karena aku pernah jatuh dan menimpamu, juga telah mengambil..." Ucap Arabella sambil menunjuk bibirnya.


"Baiklah. Sebaiknya kita segera bergabung dengan mereka."


Arabella berjalan mendahului Marquess Filan untuk menutupi wajahnya yang mulai memerah. Tak lama kemudian, Marquess Filan mengikutinya dari belakang. Semuanya terlihat sangat menikmati pesta barbeque ini dan saling membantu. Raja Alec menyiapkan potongan daging sapi bersama Duke Ramon, sedangkan Marquess Filan dan Felix bertugas untuk memanggang daging. Ratu Roseline, Marie dan Arabella menyiapkan bumbu dan hidangan yang lain.


Setelah daging sapi panggang matang, mereka segera melahapnya sampai tak bersisa. Terlihat sekali jika mereka sedang kelaparan, karena tidak sempat menyantap hidangan yang ada perjamuan pesta Ibu Suri. Mereka menikmati pesta kecil mereka sambil mengobrol dan bertukar cerita hal-hal lucu yang pernah mereka alami.


"Ini sudah malam, sebaiknya kakak kembali ke paviliun tamu. Ayah pasti sedang mencemaskanmu saat ini. Ucap Duke Ramon kepada Ratu Roseline.


"Baiklah, Kak. Sampaikan salamku kepada Ayah dan katakan jika aku baik-baik saja supaya Ayah tidak terlalu cemas." Jawab Ratu Roseline.


Duke Ramon segera pamit dan pergi meninggalkan istana ratu.


"Lalu bagaimana dengan Baginda Raja? Baginda tidak mungkin kembali ke istana raja." Tanya Marquess Filan.


"Aku akan menginap di tempatmu, Filan." Jawab Raja Alec.


"Tidak. Baginda harus menginap di istana ini." Sahut Ratu Roseline.


Raja Alec menatap Ratu Roseline yang ada di sampingnya dan tersenyum bahagia.


"Jangan berpikir macam-macam, Baginda." Lirih Ratu Roseline dengan tatapan tajamnya.


Raja Alec dan Ratu Roseline berada di kamar Ratu. Sebelumnya, Marie sudah menyiapkan baju tidur untuk Raja Alec. Raja Alec keluar dari ruang ganti dan melihat Ratu Roseline berdiri di dekat jendela. Raja Alec segera menghampirinya.


"Jika Ratu merasa tidak nyaman, Ratu tidur di atas ranjang dan aku akan tidur di kursi." Ucap Raja Alec.


"Tidak. Kita berdua tidur di ranjang. Hanya tidur, tidak lebih." Jawab Ratu Roseline sambil berbaik dan menatap Raja Alec.


"Baiklah." Jawab Raja Alec.


Raja dan Rstu pun tidur dengan saling membelakangi dan jantung keduanya berdebar kencang. Pada pagi harinya, Ratu Roseline terkejut saat menyadari posisinya yang memeluk erat tubuh Raja Alec. Ratu Roseline segera bangun dengan perlahan, khawatir akan membangunkan Raja Alec dan pastinya itu akan sangat memalukan. Namun dengan cepat, Raja Alec menariknya dan Ratu Roseline kembali masuk ke dalam pelukan Raja Alec.


"Ini masih terlalu pagi, Ratu." Ucap Raja Alec sambil mengeratkan pelukannya.


"Apa yang Baginda lakukan? Lepaskan hamba. Hamba sudah tidak sabar melihat wajah kesal para penjahat itu karena rencana mereka telah gagal." Ucap Ratu Roseline kesal.


Raja Alec menghela napas panjang.


"Aku mohon, biarkan seperti ini sebentar saja." Mohon Raja Alec dengan wajah memelas.


"Hanya sebentar." Jawab Ratu Roseline.


Raja Alec dan Ratu Roseline sudah tiba di depan istana raja dan melihat banyak orang berkerumun di sana.


"Apa Baginda sudah siap?" Tanya Ratu Roseline.


"Tentu saja. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan hukuman kepada mereka." Jawab Raja Alec dingin.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰