
Raja Aramos tertawa keras melihat aura kekalahan di wajah musuhnya. "Seharusnya kalian menerima tawaranku dan segera berlutut di kakiku. Maka aku akan membiarkan kalian untuk hidup."
"Lebih baik aku mati daripada harus tunduk di hadapan manusia rendahan sepertimu." Ucap Raja Alec.
Raja Aramos meludah. "Ternyata kau masih bisa menyombongkan diri padahal kematianmu sudah di depan mata. Aku ingin menikmati kematianmu secara perlahan Alec Cardania, dan setelah itu akan ku nikmati tubuh Ratumu yang terkenal dengan kecantikannya itu."
Darah Raja Alec semakin mendidih, dia tidak sabar ingin mengoyak tubuh Raja Aramos dan memotong lidahnya.
"Tunggu apalagi. Serang mereka!" Teriak Raja Aramos.
Pasukan Raja Aramos mulai bergerak, namun secara tiba-tiba ada ribuan anak panah menuju ke arah mereka dari belakang pasukan Raja Alec. Itu bukan anak panah biasa, namun saat mendekat terlihat bola api yang mendatangi mereka.
BLAM... BLAM...
Suara ledakan yang dahsyat menghancurkan barisan pasukan Raja Aramos. Raja Aramos sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bola api itu berisi bubuk mesiu yang ketika jatuh akan langsung meledak. Kiriman bola api itu tiada henti sehingga membuat pasukan Raja Aramos tercerai berai.
Tidak sedikit dari mereka yang berbalik arah dan berusaha untuk melarikan diri. Namun, di hadapan mereka telah berjejer pasukan Duke Ramon dan pasukan dari Kerajaan Brigita, dibawah pimpinan Raja Sevilen. Pasukan Raja Aramos sudah terjebak. Raja Aramos sangat marah. Dia menarik pelana kudanya sambil mengangkat pedangnya menuju ke arah Raja Alec.
"Mati kau!" Raja Aramos menghunuskan pedangnya tepat di dada kanan Raja Alec.
Raja Alec berhasil menghindar dengan cepat, dan terjadilah pertarungan yang membabi buta diantara keduanya. Salah satu orang kepercayaan Raja Aramos, seorang pria berbadan tinggi besar datang untuk membantu. Namun serangannya segera dihalau oleh Ratu Roseline (Alice).
"Licik sekali. Beraninya main keroyokan. Benar-benar pengecut." Ejek Ratu Roseline.
Wajah pria itu memerah karena marah. Dia langsung mengayunkan pedangnya dan berusaha melukai Ratu Roseline. Ratu Roseline menahan serangan, dan balik menyerang dengan lincahnya.
Zrashhh...
Pedang Ratu Roseline berhasil melukai pria besar itu dan membuatnya langsung tumbang di atas tanah.
"Kurang ***r!" Teriak Raja Aramos sambil menyerang Ratu Roseline.
Prang... Prang... (Terdengar suara pedang yang saling beradu)
Raja Aramos benar-benar murka. Hal itu membuat kekuatannya bertambah berlipat ganda saat melawan Raja Alec dan Ratu Roseline secara bersamaan.
"Arghh!" Raja Aramos berhasil menggores dan melukai lengan kiri Ratu Roseline.
"Apa kau tidak apa-apa? Lenganmu mengeluarkan darah." Raja Alec terlihat panik.
"Aku tidak apa-apa, Baginda. Ini tidak terlalu parah. Aku masih bisa bertahan." Jawab Ratu Roseline.
"Menyingkirlah, Ratu. Dia sangat berbahaya. Biarkan aku saja yang melawannya." Ucap Raja Alec.
"Justru karena dia berbahaya, kita harus bekerja sama untuk mencari titik kelemahannya." Sahut Ratu Roseline.
"Oh, jadi ini Ratumu yang terkenal itu, Raja Alec. Meskipun dia sudah menyamar menjadi laki-laki, kecantikannya tetap tak bisa ditutupi. Aku semakin tidak sabar untuk mencicipinya." Ucap Raja Aramos sambil memainkan lidahnya dengan wajah mesumnya.
"Br***s*k! Aku tidak sudi disentuh pria menjijikkan sepertimu." Umpat Ratu Roseline.
Raja Aramos mengeraskan rahangnya. Dia mengangkat kedua pedangnya dan hendak menyerang kembali Raja Alec dan Ratu Roseline.
Syutt... Jleb... (Sebuah anak panah melesat cepat dan tepat mengenai liontin kalung Raja Aramos)
Raja Aramos berteriak kesakitan dengan tubuh yang perlahan melemah. Raja Aramos terduduk di atas tanah dan menancapkan kedua pedang yang dia gunakan sebagai pegangan. Raja Alec dan Ratu Roseline dibuat terkejut sekaligus bingung.
"Ilmu sihir." Seru Ratu Roseline.
"Benar, Yang Mulia. Selama ini Raja Aramos menggunakan ilmu kebal yang tersimpan dalam liontin kalungnya. Ilmu yang dia dapatkan dari seorang ahli sihir." Victor muncul dari arah belakang.
"Victor." Cicit Raja Aramos.
"Ya, ini aku, saudaraku." Jawab Victor.
Cuuhh. (Raja Aramos meludah ke tanah)
"Aku tidak sudi memiliki saudara sepertimu yang terlahir dari seorang wanita j***ng."
"Cukup Aramos, jangan pernah menghina ibuku lagi. Ibuku memang hanyalah selir biasa, tapi ibuku masih jauh lebih terhormat daripada seorang Ratu yang tertangkap basah berselingkuh dengan pengawalnya sendiri." Ucap Victor tak terima.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau ingin membunuhku? Pengecut sepertimu tidak akan sanggup melakukannya." Raja Aramos tertawa meremehkan Victor.
Victor mengepalkan tangannya. Raja Alec yang sudah geram mengangkat pedangnya dan berjalan mendekat.
"Tunggu, Baginda. Masih ada hal penting yang ingin hamba tanyakan padanya." Pinta Victor.
Raja Alec berhenti dan menurunkan pedangnya.
"Katakan Aramos, di mana ibuku berada? Kau menempatkannya di penjara bagian mana?" Tanya Victor.
"Ya, aku mohon katakan di mana ibuku berada?" Tegas Victor.
"Ibumu sudah berada di neraka." Jawab Raja Aramos.
Brakk... (Victor memukul tanah dengan keras)
"Jangan coba-coba mempermainkanku lagi Aramos. Katakan yang sebenarnya di mana ibuku berada saat ini." Bentak Victor.
Raja Aramos tertawa seperti orang gila.
"Apa kau tuli? Sudah kukatakan ibumu berada di neraka sekarang. Aku membakarnya hidup-hidup tak lama setelah kau membawa pergi wanita yang aku inginkan, Elsa." Ucap Raja Aramos sambil tersenyum puas.
"Kau benar-benar bia dab!" Victor benar-benar marah.
Raja Aramos tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Victor.
Zraasshhh...
Victor menebas leher Raja Aramos tanpa keraguan sedikitpun. Kepala Raja Aramos menggelinding di atas tanah. Prajurit Kerajaan Gorzan sangat ketakutan dan mereka langsung menyerah. Pasukan Kerajaan Cardania dan Kerajaan Sun berhasil memenangkan peperangan ini, dan juga berkat bantuan dari pasukan Kerajaan Brigita tentunya.
"Raja Alec." Raja Abraham berlari mendekati Raja Alec yang baru saja mengantarkan Ratu Roseline menuju balai pengobatan.
"Bagaimana dengan Raja Henry? Apa kau berhasil mengalahkannya?" Tanya Raja Alec.
"Kami berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Liam, tapi Raja Henry berhasil melarikan diri dengan bantuan orang kepercayaannya." Jawab Raja Abraham penuh sesal.
"Yang terpenting kita sudah berhasil memenangkan peperangan ini. Kita bisa membuat perhitungan dengan Raja Henry di lain waktu." Ucap Raja Alec.
Raja Abraham mengangguk setuju.
"Marquess Andry, di mana Jenderal Azel? Aku tidak melihatnya sejak tadi?" Tanya Raja Alec.
"Jenderal Azel telah kembali ke Kerajaan Cardania, membawa Lady Xena yang sedang terluka parah." Jawab Marquess Andry.
Raja Abraham membelalakkan matanya. "Apa kau bilang, Marquess Andry? Lady Xena terluka? Bagaimana mungkin?"
"Lady Xena menyelinap ke dalam rombongan prajurit dari Kerajaan Sun. Lady Xena menjadikan dirinya sebagai tameng untuk melindungi Jenderal Azel dari serangan anak panah Jenderal Hugo. Jenderal Azel juga membawa salah satu dokter yang berjaga di sini untuk merawat Lady Xena selama dalam perjalanan menuju istana." Terang Marquess Andry.
"Lalu, bagaimana keadaan adik sepupuku saat ini?"
"Lady Xena dalam kondisi kritis, dan oleh karena itulah Jenderal Azel segera membawanya ke istana supaya Lady Xena bisa segera ditangani oleh tabib istana."
Raja Abraham terlihat sangat kalut dan mulai menangis. Raja Alec dan Marquess Andry berusaha untuk menguatkannya. Raja Abraham sangat mengkhawatirkan Lady Xena.
Raja Alec menemui Raja Sevilen dan Duke Ramon untuk mengucapkan terima kasih.
"Tidak perlu berterima kasih, Raja Alec. Aku senang bisa membantu. Bukankah kita berteman?" Ucap Raja Sevilen.
"Kau benar sekali, Raja Sevilen. Tapi tetap saja aku berhutang budi dan nyawa kepadamu, juga kepada Duke Ramon." Ujar Raja Alec.
"Sudah menjadi kewajiban hamba sebagai rakyat Cardania untuk membantu menumpas para musuh. Baginda seharusnya berterima kasih kepada Ratu, karena Ratulah yang telah merancang semua strategi luar biasa ini." Ucap Duke Ramon.
Raja Alec mengangguk sambil tersenyum.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰