
Rombongan Raja Alec dan Ratu Roseline tiba di istana. Raja Alec segera turun dari kuda dan menekuk salah satu kakinya untuk membantu Ratu Roseline turun. Kedua tangannya diletakkan di atas lutut sebagai pijakan kaki Ratu Roseline.
"Apa yang Baginda lakukan?" Tanya Ratu Roseline.
"Tentu saja membantumu turun dari kuda, Ratuku." Jawab Raja Alec sambil tersenyum.
Ratu Roseline memutar bola matanya.
"Bagaimana mungkin hamba berpijak pada tangan Baginda? Semua orang akan melihat hamba melakukan hal yang tidak sopan kepada Baginda. Mereka akan mengatakan jika Ratu bersikap kurang aj@r kepada Baginda Raja. Hamba bisa turun sendiri, Baginda." Ucap Ratu Roseline dengan wajah kesal.
"Aku tidak mengijinkanmu turun sendiri. Ratu tidak perlu khawatir. Siapapun yang berani menyebarkan rumor buruk tentang Ratu Roseline, maka aku sendiri yang akan memotong lidahnya." Ucap Raja Alec dengan keras.
Para pelayan dan penjaga istana langsung menundukkan kepala mereka, seolah-olah mereka tidak melihat apa yang sedang dilakukan oleh kedua junjungan mereka itu. Dengan terpaksa Ratu Roseline memenuhi permintaan Raja Alec. Ratu Roseline turun dengan perlahan.
"Terima kasih, Baginda." Ucap Ratu Roseline.
"Dengan senang hati, Ratu." Jawab Raja Alec sambil tersenyum bahagia.
Keduanya segera memasuki istana ibu suri dengan berjalan sambil beriringan.
"Hormat kami, Ibu." Ucap Raja Alec dan Ratu Roseline.
"Alec, Seline. Syukurlah kalian sudah kembali."
Ibu Suri Helene langsung memeluk Ratu Roseline. "Hati Ibu tidak tenang saat kalian pergi meninggalkan istana ini. Bagaimana keadaan Duke Sullivan? Ibu harap Tuan Duke baik-baik saja."
"Ternyata Duke Sullivan yang menjadi incaran penjahat itu, Ibu. Beruntung kami tiba tepat waktu, sehingga hal buruk tidak sampai terjadi padanya." Jelas Raja Alec.
"Syukurlah, Ibu senang mendengarnya." Ucap Ibu Suri Helene dengan senyum bahagia.
"Apakah istana baik-baik saja selama aku tidak ada, Ibu?" Tanya Raja Alec.
"Semua baik-baik saja, Nak. Marquess Andry dan Jenderal Azel menjaga Ibu dan istana ini dengan baik." Jawab Ibu Suri Helene.
"Syukurlah." Gumama Raja Alec.
Ibu Suri Helene menghena napas panjang.
"Tapi kita juga kedatangan tamu, putraku. Baron Joseph, putra dari Baroness Yolanda datang ke istana. Dan saat ini menginap di Paviliun Tamu bersama ibunya." Ucap Ibu Suri Helene.
Raja Alec mendengus kesal.
"Baron Joseph? Untuk apa dia datang ke istana? Jujur saja Ibu, aku tidak nyaman dengan kebaradaan mereka di istana. Jika bukan karena mendiang Raja Arthur yang mengangkat Baroness Yolanda sebangai anak angkatnya, aku pasti sudah mengusir mereka dari sini. Mereka selalu saja membuat masalah dan istana kehilangan kedamaian." Seru Raja Alec dengan wajah kesalnya.
"Ternyata orang itu datang lebih cepat dari cerita yang ada di novel. Sepertinya banyak alur cerita yang mulai berubah. Aku harus lebih berhati-hati lagi. Dan aku juga harus membuat perhitungan dengan baj****n itu karena telah berani memberikan racun kepada ayahku." Batin Ratu Roseline.
"Kalian pasti lelah. Sebaiknya kalian istirahat dan mempersiapkan diri kalian untuk menyambut kedatangan para raja dari kerajaan tetangga Cardania dua hari lagi." Ujar Ibu Suri Helene.
Raja Alec membelalakkan matanya. "Dua hari lagi adalah ulang tahun Ibu. Kerajaan kita akan mengadakan pesta ulang tahun untuk Ibu dan juga pesta hasil panen."
"Ibu dengar hasil panen para petani sangatlah bagus dan gandum yang dihasilkan berkualitas tinggi." Ujar Ibu Helene senang.
"Syukurlah Ibu telah mengingatkanku. Aku hampir lupa. Ibu benar banyak yang harus kami persiapkan. Kalau begitu kami pamit dulu Ibu."
"Ayo Ratu." Seru Raja Alec sambil menarik tangannya membuat Ratu Roseline tersentak.
"Seline pamit dulu, Ibu." Ucap Ratu Roseline.
Ibu Suri Helene mengangguk sambil tersenyum melihat tingkah putranya.
"Apa yang Baginda lakukan? Mengapa Baginda menarik tangan hamba?" Tanya Ratu Roseline kesal.
Raja Alec menghentikan langkahnya. "Aku minta maaf jika aku menyakitimu, Ratu."
"Aku hampir lupa kalau akan diadakan pesta di istana. Ada hal yang sangat penting yang harus aku siapkan, yaitu gaun untukmu. Sebaiknya aku mengundang Nyonya Kellin ke istana besok pagi untuk membuatkan gaun untukmu. Nyonya Kellin adalah perancang terbaik di kerajaan ini."
"Tidak perlu, Baginda. Hamba sudah mempunyai perancang gaun sendiri." Tolak Ratu Roseline.
"Apa Ratu yakin tidak ingin menggunakan gaun rancangan Nyonya Kellin?" Tanya Raja Alec.
Ratu Roseline mengangguk. Raja Alec terlihat kecewa.
"Tapi aku ingin kita mengenakan pakaian dengan warna yang senada nantinya." Lirih Raja Alec.
"Apa Baginda yakin? Bukankah Baginda malu jika harus mengenakan pakaian yang warnanya senada dengan gaun hamba?" Sindir Ratu Roseline.
"Itu adalah pemikiran konyolku di masa lalu. Dan sekarang aku sudah mengubah pola pikirku. Bahkan jika orang lain menganggapku gila pun aku tak masalah. Aku hanya ingin menunjukkan rasa cintaku padamu, Ratu" Ucap Raja Alec sambil tersenyum tipis.
Ratu Roseline memalingkan wajahnya Dia tidak ingin pandangannya terus melihat wajah Raja Alec karena jantungnya yang mulai berdebar-debar. Keduanya pun terdiam sambil berjalan menuju istana ratu.
"Apa Baginda besok sibuk?" Tanya Ratu Roseline.
Saat ini keduanya telah berada di dalam kamar Ratu Roseline karena Raja Alec ingin makan bersama Ratu Roseline.
"Tidak. Aku tidak sibuk." Jawab Raja Alec cepat.
Ratu Roseline tersenyum geli.
"Hamba ingin mengajak Baginda pergi ke tempat perancang gaun hamba. Baginda bisa mencoba baju Baginda yang sudah hamba siapkan untuk pesta nanti. Apakah ukuran dan warnanya sesuai dengan keinginan Baginda." Ucap Ratu Roseline.
Mata Raja Alec langsung berbinar.
"Apa Ratu serius? Jadi Ratu sudah menyiapkan baju untukku?" Tanya Raja Alec tak percaya.
Ratu Roseline mengangguk. Raja Alec sangat senang dan langsung memeluk serta mencium kening Ratu Roseline, sehingga membuat wajah Ratu Roseline merona.
"B-baginda."
"Aku terlalu senang Ratu. Terima kasih karena sudah memberikan perhatianmu padaku." Ucap Raja Alec sambil menghapus titik air mata di ujung matanya karena haru.
Ratu Roseline tertegun melihat pria yang terkenal keras, kejam dan dingin berubah menjadi pria yang melankonis. Tapi perubahan sikap Raja Alec itu telah membuat hati Ratu Roseline, lebih tepatnya Alice, menghangat.
"Sebaiknya Ratu istirahat sekarang. Aku akan kembali ke istanaku. Sampai jumpa besok pagi Ratu." Ucap Raja Alec sambil tersenyum.
Raja Alec melangkah keluar dari kamar Ratu Roseline. Ratu Roseline berdiri di dekat jendela kamarnya dan terus menatap pria tampan dan bertubuh gagah itu berjalan menjauh dan menghilang dari pandangannya.
"Ada apa denganku? Mengapa jantungku sering berdebar-debar karena Raja Alec? Dan aku mulai merasa nyaman saat berada di dekatnya?" Gumam Ratu Roseline.
"Tidak! Aku tidak boleh luluh semudah itu. Aku tidak boleh terbawa perasaan. Yang dicintai oleh Raja Alec adalah Ratu Roseline, pemilik tubuh ini bukan diriku yang sebenarnya. Tinggal menunggu saatnya tiba. Dia pasti akan membenciku nanti saat mengetahui jika aku bukanlah Ratu Roseline yang sebenarnya. Bukan hanya Raja Alec, tapi ayah dan kakak juga akan membenciku."
"Ketika saat itu tiba, aku akan pergi jauh dari istana ini karena di sini bukanlah tempatku. Aku tidak ingin mati konyol di sini hanya karena mereka telah berubah membenciku suatu saat nanti. Bukan keinginanku masuk ke dalam tubuh Ratu Roseline, tapi mulai sekarang aku yang mengambil alih tubuh ini. Dan aku memiliki hak penuh atas tubuh ini." Ucap Alice sambil tersenyum hambar.
Keesokan paginya Ratu Roseline dibuat terpaku saat melihat penampilan Raja Alec yang menggunakan baju sederhana. Ratu Roseline yakin tidak akan ada orang yang mengenali Raja Alec sebagai seorang raja dari Kerajaan Cardania. Namun, justru penampilan Raja Alec saat ini membuat Ratu Roseline terpesona. Dengan penampilan sederhana , Raja Alec terlihat lebih tampan dan manly.
"Ratu?"
"Ratu?!" Panggil Raja Alec.
Ratu Roseline tersentak dari lamunannya.
"Ya Baginda." Jawab Ratu Roseline.
"Apa Ratu sudah siap?"
Ratu Roseline mengangguk.
"Baiklah, kita berangkat sekarang." Ucap Ratu Roseline.
Mereka segera naik ke atas kuda milik Raja Alec. Raja Alec berkeras ingin menunggangi kuda miliknya yang ukurannya lebih besar sehingga lebih kuat menopang berat badan mereka berdua. Raja Alec dan Ratu Roseline pergi keluar istana dengan didampingi oleh Felix, Marie dan Dean.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰