
Pagi-pagi sekali ruang pertemuan istana sudah dipenuhi oleh para bangsawan dan pejabat istana. Senyuman tiada henti tersungging di bibir Viscount August. Viscount August yakin sekali pagi ini dia akan mendapatkan kabar yang sangat baik.
Para anggota pertemuan mulai gelisah karena sudah lebih dari satu jam mereka menunggu, namun Ratu Roseline belum juga datang untuk memasuki ruangan dan singgasana Raja masih tetap kosong. Duke Sullivan tetap tenang meskipun hatinya sangat mencemaskan keadaan putrinya.
Baroness Yolanda yang penasaran dengan kondisi Ratu Roseline, memerintahkan salah satu pelayannya untuk menyelinap masuk ke dalam istana ratu dan mencari tahu apa yang telah terjadi di sana. Namun, pelayan itu kembali dengan tangan kosong. Istana Ratu tetap terlihat tenang dan Ratu Roseline masih dalam keadaan baik-baik saja. Baroness Yolanda sangat kesal dan melampiaskan kekesalannya kepada pelayannya dengan memukulinya tanpa ampun.
"Sepertinya Yang Mulia Ratu tidak bisa hadir hari ini. Sudah lebih dari satu jam kita menunggu, Ratu masih belum datang juga." Celetuk Viscount August.
"Apakah terjadi sesuatu kepada Ratu?" Sahut bangsawan yang lain.
Para bangsawan dan pejabat istana mulai bergunjing dan menimbulkan kegaduhan di ruang pertemuan.
"Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Ibu Suri memasuki ruangan."
Ruang pertemuan seketika menjadi senyap saat mendengar teriakan penjaga. Viscount August membelalakkan matanya tak percaya saat melihat Ratu Roseline dan Ibu Suri Helene memasuki ruangan secara beriringan. Mereka semua langsung membungkuk untuk memberikan hormat.
"Sial. Ternyata pembunuh bayaran itu gagal. Aku berharap dia meminum racun dan tidak membuka mulutnya." Viscount August mengeraskan rahangnya sambil mengepalkan tangannya kuat.
"Aku minta maaf telah datang terlambat pada pertemuan hari ini, karena aku harus menjemput Yang Mulia Ibu Suri terlebih dahulu dan pergi ke istana Raja untuk mengunjungi Yang Mulia Raja." Ucap Ratu Roseline.
"Kami mengerti Yang Mulia, dan kami juga senang Yang Mulia Ratu bisa hadir pada pertemuan hari ini." Ujar Viscount August sambil memaksakan senyumnya.
"Memangnya apa yang telah terjadi sampai Viscount berpikir Ratu tidak akan menghadiri pertemuan ini?" Tanya Ibu Suri Helene.
Viscount August langsung gelagapan, namun dia berusaha untuk tetap tenang.
"M-maksud Yang Mulia?" Viscount August sedikit terbata-bata.
Ratu Roseline menyunggingkan bibirnya melihat ekspresi Viscount August.
"Ibu Suri hanya sekedar bertanya Viscount August, kau tidak perlu gugup seperti itu." Sindir Ratu Roseline.
"Hari ini para tahanan yang terbukti melakukan kesalahan dan kecurangan akan dibawa ke pengadilan kerajaan untuk diadili." Ucap Ratu Roseline.
"Ampun Yang Mulia, bukankah pengadilan kerajaan baru bisa dilaksanakan atas ijin dan kehendak Yang Mulia Raja?" Tanya salah seorang bangsawan.
"Bukankah Ratu adalah pengganti Yang Mulia Raja selama Raja sakit. Semua hak dan kewajiban Raja akan dilimpahkan ke tangan Ratu, sebagai penguasa Kerajaan Cardania saat ini dan pemegang stempel Raja." Ucap Ibu Suri Helene.
"Tapi tetap saja Yang Mulia Ibu Suri, Ratu tidak bisa mengambil keputusan seenaknya. Ratu harus mendapatkan rekomendasi atau mandat langsung dari Yang Mulia Raja." Sahut bangsawan yang lain dan mendapat dukungan dari para pejabat istana.
Ibu Suri Helene terlihat geram karena mereka berusaha untuk menolak perintah Ratu Roseline.
"Bagaimana pendapatmu, Duke Sullivan? Duke Sullivan adalah salah satu bangsawan yang kedudukan di atas kedudukan kami." Tanya Viscount August sambil tersenyum sinis.
"Mohon ampun Yang Mulia Ibu Suri, apa yang disampaikan oleh para bangsawan dan pejabat istana memanglah benar. Meskipun saat ini Ratu yang mengambil alih posisi Raja, namun itu bersifat sementara. Ratu harus mendapatkan mandat dari Yang Mulia Raja terlebih dahulu jika ingin membuka pengadilan istana." Ujar Duke Sullivan.
Ratu Roseline tersenyum tipis. Dia tahu jika para bangsawan sengaja menggunakan ayahnya untuk menolak pembukaan pengadilan istana. Marquess Filan memasuki ruangan dengan membawa sebuah gulungan kertas.
"Hormat hamba Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Ibu Suri. Hamba datang kemari untuk menyampaikan pesan dari Yang Mulia Raja." Ujar Marquess Filan.
Semuanya dibuat terkejut dan membelalakkan mata mereka, kecuali Ratu Roseline dan Ibu Suri Helene.
"Apakah kondisi Yang Mulia Raja sudah membaik, Marquess?" Tanya Count Isak, sahabat Duke Sullivan.
"Benar Count Isak. Yang Mulia Raja sudah mulai membaik dan bisa berbicara kembali." Jawab Marquess Filan.
Para bangsawan dan pejabat istana mengucapkan syukur dengan raut wajah bahagia. Namun ada beberapa orang yang menunjukkan senyum palsu mereka saat mendengar kabar bahagia ini, terutama Viscount August yang terlihat berusaha menyembunyikan kekesalannya.
"Dan kedatanganku kemari untuk menyampaikan perintah Yang Mulia Raja."
Marquess Filan membuka gulungan kertas yang di tangannya.
"Aku berikan mandatku kepada Ratu sebagai penggantiku sementara untuk membuka pengadilan istana dan mengadili para bangsawan dan pejabat yang telah terbukti bersalah. Segala perintah yang diberikan oleh Ratu merupakan perintah yang sama dariku. Jika ada yang menolak perintah Ratu, itu sama halnya dengan menolak perintah Raja dan akan dianggap sebagai pengkhianat."
Para bangsawan dan pejabat istana langsung berseru. "Kami menerima semua perintah Yang Mulia Raja."
Pengadilan istana pun segera digelar. Para tahanan kerajaan segera diadili dan diberikan hukuman yang setimpal dengan kejahatan mereka. Menteri Perdagangan mendapatkan hukuman penjara selama 30 tahun dan diturunkan dari jabatannya serta dicabut gelar kebangsawanan yang telah diberikan padanya. Hartanya disita dan keluarganya diasingkan ke tempat pengasingan di daerah terpencil yang terletak di wilayah utara Kerajaan Cardania.
Baroness Yolanda yang mendengar berita kesembuhan Raja Alec semakin marah dan kesal. Lagi dan lagi rencana yang telah disusunnya gagal total. Berbeda dengan Baroness Yolanda, Countess Sarah sangat bahagia saat mendengar kabar bahagia tentang kesembuhan Raja Alec. Tanpa berpikir panjang, Countess Sarah langsung berlari menuju istana raja dan berharap bisa bertemu Raja Alec yang sangat dia rindukan.
Kedatangan Countess Sarah ke istana raja mendapat perhatian dari para bangsawan yang melihatnya. Para bangsawan dibuat terkesan dengan sikap Countess Sarah yang menunjukkan perhatiannya kepada Raja Alec. Namun, Countess Sarah harus menelan kekecewaan karena para penjaga masih melarangnya untuk bertemu dengan Raja Alec.
"Lihatlah betapa perhatiannya Countess Sarah kepada Yang Mulia Raja. Dia selalu menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada Raja." Puji salah seorang bangsawan, Count Emilio.
"Aku bersyukur Yang Mulia Raja sudah sehat seperti sedia kala. Dan aku juga berharap Yang Mulia Raja akan segera menikahi Countess Sarah. Countess Sarah adalah wanita bangsawan yang baik dan berkualitas. Yang Mulia Raja nantinya bisa mendapatkan keturunan dan penerus tahta kerajaan darinya." Tambahnya.
"Duke Sullivan." Seru Raja Alec.
"Hormat hamba Yang Mulia. Semoga Yang Mulia selalu sehat dan diberikan umur yang panjang." Ucap Duke Sullivan sambil memberi hormat.
"Duduklah Duke."
Duke Sullivan bukannya duduk sesuai perintah Raja Alec, tapi segera berlutut.
"Apa yang kau lakukan, Duke Sullivan?" Tanya Raja Alec tak mengerti.
"Hamba mohon ampun Yang Mulia. Hamba datang ke sini sebagai seorang ayah. Hamba mohon Yang Mulia Raja untuk membebaskan putri hamba, Roseline dari pernikahan kalian." Mohon Duke Sullivan.
"Lancang!"
"Beraninya kau meminta hal seperti itu. Putrimu sudah menjadi istriku dan ratu dari kerajaan ini. Selamanya dia akan menjadi istriku dan kau tidak bisa seenaknya memutuskan hubungan sakral kami."
Raja Alec terkejut dan sangat marah.
"Tapi Yang Mulia Raja tidak mencintai putri hamba. Dan tak lama lagi, Yang Mulia akan menikah dengan Countess Sarah. Hamba tahu jika Countess Sarah menaruh hati kepada Yang Mulia Raja. Para bangsawan juga sangat mendukung rencana pernikahan kalian. Hamba tidak akan sanggup jika harus melihat penderitaan putri hamba yang harus berbagi suami dengan wanita lain."
"Duke Sullivan!" Wajah Raja Alec semakin memerah.
"Hamba rela kehilangan gelar dan harta hamba. Hamba akan membawa keluarga hamba pergi jauh dari kerajaan ini." Ucap Duke Sullivan sambil menangis.
"Cukup Duke Sullivan. Bangunlah." Pinta Raja Alec dengan nada lebih rendah.
Duke Sullivan tetap diam tak bergeming.
"Baiklah jika kau tidak mau bangun, maka aku akan berlutut di hadapanmu."
Duke Sullivan tersentak dan menatap Raja Alec. Duke Sullivan segera bangun saat melihat Raja Alec hendak turun dari tempatnya.
"Hamba mohon jangan lakukan hal itu, Yang Mulia."
Raja Alec menghela napas panjang.
"Dengarkan ucapanku baik-baik Duke Sullivan. Roseline adalah istriku dan selamanya akan menjadi istriku. Dan aku tidak akan pernah menikah lagi, baik itu dengan Countess Sarah atau wanita manapun. Persetan dengan para bangsawan itu. Aku adalah raja penguasa kerajaan Cardania, dan mereka tidak berhak mengatur hidupku. Hanya putrimu, Roseline, satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidupku."
Duke Sullivan menatap Raja Alec tak percaya.
"Aku akui dulu aku bersikap tidak baik kepadanya dan belum bisa menjadi suami yang baik untuknya. Tapi aku berjanji mulai sekarang aku akan berusaha untuk membahagiakan putrimu. Aku akan memperlakukan putrimu sebagai istri yang seharusnya. Aku akan selalu memberikan hatiku untuk putrimu, Roseline." Ucap Raja Alec.
"Tapi rasa cinta Roseline kepada Yang Mulia telah hilang dari hati putriku." Ujar Duke Sullivan.
"Aku tahu. Dan aku akan menumbuhkannya lagi, tak peduli berapa lama waktu yang aku butuhkan. Oleh karena itu, aku mohon jangan memintaku untuk mengembalikan Roseline kepadamu Duke. Aku mencintai putrimu dan aku tidak ingin kehilangan putrimu."
Duke Sullivan melihat ketulusan di mata Raja Alec. Duke Sullivan hanya bisa berharap Raja Alec akan memenuhi semua ucapannya untuk membahagiakan putrinya. Namun Duke Sullivan berjanji pada dirinya, jika Raja Alec mengingkari ucapannya maka Duke Sullivan akan membawa Ratu Roseline pergi dari Raja Alec meskipun nyawanya yang akan menjadi taruhannya.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰