I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 79. Simpanan



Raja Alec sedang mengusap perut Ratu Roseline. Raja Alec tersenyum senang pada saat memandangi wajah damai dari wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini.


"Tidurlah yang nyenyak, sayang." Lirih Raja Alec.


Raja Alec menarik selimut untuk menutupi tubuh Ratu Roseline yang sudah terlelap, lalu memberikan kecupan lembut di keningnya sebelum keluar dari kamar itu. Meskipun Ratu Roseline bersedia untuk kembali tinggal di istana, namun sikapnya masih dingin dan selalu berusaha menghindar saat keduanya berdekatan.


Raja Alec berjalan menyusuri lorong dan masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan itu dibuat khusus sebagai ruang pribadi Raja Alec. Tidak ada seorang pun yang diijinkan masuk ke dalam ruangan itu, kecuali orang kepercayaan Raja Alec.


"Kau sangat cantik, sayang." Ucap Raja Alec saat memandangi wajah cantik di hadapannya.


Raja Alec menuang wine ke dalam gelas, lalu menegukya sambil terus memandangi wajah wanita cantik itu sambil tersenyum.


Tengah malam, Ratu Roseline terbangun dan mencari keberadaan Raja Alec. Namun Raja Alec sudah tidak ada.


"Sepertinya Baginda sudah kembali ke istananya." Gumamnya.


Ratu Roseline turun dari ranjangnya secara perlahan dan mengambil jubah tidurnya. Ratu Roseline keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar. Dari lubuk hatinya yang terdalam, ia merindukan suasana yang ada di istana Ratu. Ratu Roseline berjalan menyurusi lorong sendirian. Langkahnya terhenti, saat dia tanpa sengaja melihat Raja Alec keluar dari sebuah ruangan dalam keadaan mabuk. Raja Alec menjauh dari ruangan itu.


"Ruangan apa ini? Seingatkan ruangan ini tidak ada sebelumnya."


Tangan Ratu Roseline meraih handle pintu dan hendak membukanya.


"Yang Mulia Ratu." Teriak seorang pelayan yang menyentakkan Ratu Roseline.


"Mohon ampun. Hamba tidak bermaksud mengagetkan Yang Mulia Ratu." Ucap pelayan itu yang merasa tak enak.


"Tidak apa-apa. Kebetulan kau ada di sini. Aku ingin bertanya kepadamu, ruangan apakah ini? Bukankah sebelumnya ruangan ini tidak ada." Tanya Ratu Roseline.


"Baginda Raja yang telah memerintahkan untuk membangun ruangan ini. Ini adalah ruangan khusus milik Baginda. Tidak ada seorang pun yang boleh memasukinya. Bahkan Baginda mengancam akan memberikan hukuman yang berat jika kami melanggarnya." Jawab pelayan itu.


"Jadi, ini ruangan rahasia Baginda Raja." Ucap Ratu Roseline.


"Benar Ratu. Sebaiknya Ratu jangan masuk ke dalam ruangan ini atau Baginda Raja akan marah kepada Ratu nantinya." Bujuk pelayan itu.


Ratu Roseline tersenyum. "Kau tidak perlu cemas. Sebaiknya kau kembali ke tempatmu."


Pelayan itu tak berani membantah dan segera pergi.


"Apa yang kau sembunyikan di dalam sana, Baginda? Apa kau menyembunyikan wanita lain, yang tak lain adalah wanita simpanan, huh?" Racau Ratu Roseline karena pikirannya sudah ke mana-mana.


Ratu Roseline menarik napas panjang dan memutar handle pintu. Ratu Roseline masuk ke dalam ruangan rahasia itu lalu menutupnya kembali secara perlahan dan mengagetkan orang yang berada di dalam ruangan itu. Penerangan di ruangan itu cukup terang sehingga Ratu Roseline bisa melihat keadaan di sekelilingnya.


Dia melangkahkan kakinya dengan perlahan dan kedua matanya celingukan mencari seseorang. Ruangan itu tak jauh beda dengan ruang pribadi Raja Alec yang ada di istana Raja. Dengan sebuah meja kebesaran khas Raja Alec. Mata tajam Ratu Roseline terpusat pada sebuah pintu kecil di samping kursi Raja Alec.


"Baginda pasti menyimpan wanita simpanan itu di dalam sana. Awas saja jika Baginda Raja berani menyentuh wanita lain." Gerutunya dengan hati dongkol.


Dengan tanpa keraguan, Ratu Roseline membukanya dan masuk ke dalam.


"Bau cat." Gumam Ratu Roseline saat mencium bau cat yang cukup menyengat.


"Di mana kau sembunyikan wanita simpananmu, Baginda?" Gerutunya.


Ratu Roseline terus mencari namun tidak mendapatkan hasil. Ratu Roseline melihat gaun wanita berwarna merah yang merupakan hasil rancangannya. Hatinya semakin terbakar karena membayangkan wanita lain menggunakan gaun merah itu.


Sampai akhirnya dia berdiri di depan sebuah papan besar yang tertutup kain putih. Ratu Roseline melihat lukisan kecil di dekat papan besar itu. Ratu Roseline sedikit membungkuk untuk melihatnya. Dia melebarkan matanya. "Ini adalah lukisan wajah Ratu Roseline."


Ratu Roseline membuka sedikit kain putih itu dan mengetahui jika papan itu adalah sebuah kanvas yang besar. Ratu Roseline (Alice) menutupnya kembali dengan wajah sedih.


"Ini pasti lukisan Ratu Roseline."


Ratu Roseline membalikkan badannya.


"Arrgghh!" Teriak Ratu Roseline.


Jantungnya seakan mau lepas saat melihat Raja Alec berdiri tepat di hadapannya.


"B-baginda." Ratu Roseline terbata-bata.


Raja Alec menarik salah satu ujung bibirnya, lalu menatap ke arah papan yang tertutup kain putih itu.


"Aku minta maaf karena dengan lancangnya masuk ke dalam ruangan ini." Ucap Ratu Roseline dengan cepat.


Ratu Roseline hendak pergi, namun Raja Alec langsung mencekal tangannya.


"Apa kau tidak penasaran dengan gambar di balik kain putih ini?" Tanya Raja Alec.


"Tidak." Jawabnya cepat.


Raja Alec tersenyum. "Apa kau yakin?"


Raja Alec mencubit hidungnya gemas. Tangan kanannya meraih kain putih itu dan menariknya dengan kuat. Ratu Roseline (Alice) membelalakkan matanya saat menatap lukisan besar itu. Tak terasa air matanya berjatuhan dengan perlahan. Wajah wanita di lukisan itu mirip sekali dengan wajah Roseline namun dengan gaya berbusana dan dandanan yang berbeda. Itu bukanlah gambar Roseline melainkan gambar wujud Alice yang sebenarnya.


"Bagaimana bisa? Dari mana kau mengetahuinya?" Tanya Ratu Roseline (Alice) tak mengerti.


"Apa kau menyukainya?"


"Itu bukan jawaban yang aku inginkan. Jawab Baginda, dari mana Baginda mengetahui wujudku yang sebenarnya?" Tuntut Ratu Roseline.


"Ratu Roseline. Dia yang telah menunjukkannya kepadaku." Jawab Raja Alec.


"Apa?" Pekik Ratu Roseline tak percaya.


"Ceritanya panjang. Suatu saat nanti aku akan menceritakannya kepadamu, Alice."


Raja Alec menggenggam kedua tangan Ratu Roseline.


"Satu hal yang harus kau tahu, Alice. Wanita yang ada di lukisan inilah yang aku cintai. Aku mencintaimu Alice. Bukan sebagai Roseline, tapi aku mencintaimu sebagai Alice. Dirimulah yang telah berhasil membuat pria berhati beku ini akhirnya bisa merasakan apa cinta, dan kau telah mengajariku bagaimana mencintai seseorang." Ujar Raja Alec.


Ratu Roseline terdiam karena lidahnya terasa kelu. Perasaannya campur aduk saat ini. Tiba-tiba Raja Alec berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya. Sebuah cincin bertahtakan permata yang sangat indah tersimpan di dalamnya.


"Aku tahu, aku bukanlah pria yang baik dan aku juga telah banyak menyakitimu. Tapi aku berjanji aku akan selalu berusaha menjadi pria yang terbaik untukmu dan akan selalu membahagiakanmu."


"Nona Alicia Alexandria Quinn, bersediakah kau menikah denganku?"


Deg.... (Ratu Roseline (Alice) sangat syok dengan lamaran tak terduga ini)


Ratu Roseline hanya diam tanpa sepatah katapun. Raja Alec terlihat semakin tegang.


"Aku mohon katakan sesuatu Alice. Jangan diam seperti itu. Jika kau menolak, aku tak apa. Aku akan terus berjuang tanpa henti untuk mendapatkan hatimu." Cerocos Raja Alec.


Ratu Roseline mendengus kesal.


"Dasar pria bodoh. Setelah kau membuatku hamil dengan benih-benihmu ini, mana mungkin aku akan menolakmu."


Raja Alec tersenyum bahagia. Dia segera memakaikan cincin itu di jari manis Ratu Roseline lalu menci umnya dengan lembut.


"Terima kasih, Alice. Aku janji tidak akan pernah menyakitimu atau membuatmu kecewa. Aku akan selalu membahagiakanmu dan kedua anak kita." Ucap Raja Alec sambil menitikkan air mata bahagia.


"Buktikan saja dan jangan banyak mengumbar janji." Sahut Ratu Roseline.


"Tentu saja. Akan aku buktikan padamu."


Raja Alec dengan tidak sabar meraup bibir Ratu Roseline dan melu matnya dengan lembut. Keduanya pun terbuai oleh has rat yang semakin menggebu. Raja Alec segera melepas tautan bi bir mereka dan berusaha menahan gejolak di dalam dirinya.


"Ada apa?" Tanya Ratu Roseline sedikit kesal dan kecewa.


"Aku takut lepas kendali. Aku tidak ingin menyakitimu dan kedua anak kita." Jawab Raja Alec lembut.


Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya. Dia merapatkan tubuhnya dan berbisik. "Aku menginginkanmu sekarang."


Seperti terkena sengatan listrik, has rat Raja Alec semakin bergejolak. Ratu Roseline melompat dan berada di gendongan Raja Alec. Ratu Roseline melingkarkan tangannya ke leher Raja Alec, dan kembali menci um bibir Raja Alec. Raja Alec segera membawa Ratu Roseline kembali ke kamar. Keduanya pun melampiaskan has rat dan kerinduan yang selama ini terpendam.


Ruangan kamar dipenuhi dengan er angan dan leng uhan yang saling bersahutan. Akhirnya Raja Alec bisa mengasah samurainya kembali. Hormon kehamilan membuat Ratu Roseline semakin agresif. Raja Alec dibuatnya terus menggeram dan mende sahkan namanya saat berada di bawah kuasanya. Setelah meraih beberapa puncak kenikmatan, akhirnya keduanya pun tertidur dengan saling berpelukan dengan wajah bahagia.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰