I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 37. Senjata Makan Tuan



Tak lama setelah kepergian Raja Alec, Countess Sarah mengendap keluar dari tempat pesta. Ratu Roseline tersenyum, lalu berdiri dari tempatnya.


"Yang Mulia Ratu." Panggil Raja Sevilen.


"Raja Sevilen." Sapa Ratu Roseline.


"Bolehkah aku berdansa denganmu?" Tanya Raja Sevilen.


Ratu Roseline menyerngitkan dahinya.


"Mohon maaf Yang Mulia Raja, selanjutnya Ratu akan berdansa denganku. Benarkan Ratu?"


Baron Joseph tiba-tiba muncul diantara mereka dengan senyuman mautnya yang biasa dia gunakan untuk memikat para wanita.


"Baron Joseph ingin berdansa denganku, hanya ada dalam mimpinya. Aku tidak mau bersentuhan dengan buaya darat seperti dia." Batin Ratu Roseline.


"Tapi aku lebih dulu datang dan meminta Ratu untuk berdansa denganku." Ucap Raja Sevilen tak terima.


Baron Joseph terkekeh. "Tapi aku saudara sepupu Raja Alec. Tidak baik jika Ratu berdansa dengan Raja Sevilen. Pasti akan ada rumor tak enak nantinya. Berbeda denganku yang masih kerabat istana."


Raja Sevilen tahu jika semua itu hanya alasan Baron Joseph. Terlihat sekali jika Baron Joseph juga tertarik kepada Ratu Roseline.


"Bagaimana jika Yang Mulia Ratu sendiri yang memilih diantara kita?" Usul Raja Sevilen.


"Baiklah. Kalau begitu siapa yang akan Ratu pilih sebagai pasangan berdansa selanjutnya?" Tanya Baron Joseph sambil tersenyum.


"Ish, mereka berdua mengganggu saja." Ratu Roseline sangat kesal, namun berusaha untuk tidak menunjukkannya.


"Aku... Argh!"


Ratu Roseline memegangi perutnya dengan wajah kesakitan.


"Ratu!" Teriak Raja Sevilen dan Baron Joseph bersamaan.


Marie langsung mendekap tubuh Ratu Roseline.


"Apa perut Yang Mulia sakit lagi?" Tanya Marie dengan wajah cemas.


Ratu Roseline mengangguk dengan wajah menahan sakit.


"Apa Yang Mulia Ratu sedang sakit?" Tanya Raja Sevilen.


"Benar Raja, sebenarnya Ratu Roseline sedang kurang sehat saat ini." Jawab Marie.


"Oh, Seline sayang. Mengapa kau tidak mengatakannya kepada Ibu? Ibu pasti akan menunda pesta malam ini. Dan juga di mana Raja Alec?" Sahut Ibu Suri Helene dengan wajah tak kalah khawatir.


"Baginda Raja tadi mengeluh sakit kepala dan telah kembali ke istana raja lebih cepat, Yang Mulia." Jawab Marquess Filan.


Ibu Suri Helene melebarkan matanya.


"Ibu tak perlu cemas. Baginda Raja hanya butuh sedikit istirahat, mungkin kelelahan karena banyak hal yang harus beliau urusi akhir-akhir ini. Seline juga baik-baik saja hanya saja sudah waktunya Seline untuk meminum obat. Ucap Ratu Roseline.


"Sebaiknya kau segera kembali ke istanamu dan beristirahatlah supaya kau lekas sembuh." Ujar Ibu Suri Helene.


Ratu Roseline menganngguk.


"Ijikan aku yang mengantarkan Ratu Roseline." Ucap Raja Sevilen dan Baron Joseph bersamaan.


"Tidak perlu. Aku yang akan mengantarkan Ratu." Seru Duke Ramon.


Raja Sevilen hendak protes.


"Aku adalah kakak Ratu Roseline. Aku yang akan mengantarkan adikku ke istananya." Ultimatum Duke Ramon dengan wajah dinginnya.


Raja Sevilen dan Baron Joseph pun tak bisa berkutik lagi.


"Seline mohon ijin untuk undur diri dulu, Ibu." Ucap Ratu Roseline.


"Ya sayang. Ibu doakan semoga kau lekas sembuh." Jawab Ibu Suri Helene.


Duke Ramon segera membawa Ratu Roseline keluar dari tempat pesta sambil memeluk bahunya. Raja Sevilen menatap sendu kepergian Ratu Roseline dan terlihat sekali raut cemas di wajahnya. Semua itu tidak luput dari pandangan Ibu Suri Helene. Ibu Suri Helene tahu jika Raja Sevilen menyimpan perasaan lebih kepada menantu kesayangannya itu.


Para penjaga mengantarkan Raja Alec sampai ke kamarnya.


"Tinggalkan aku sendiri." Ucap Raja Alec.


"Tapi saat ini Baginda sedang tidak baik-baik saja. Hamba akan memanggilkan tabib Ma." Jawab seorang penjaga.


"Aku baik-baik saja dan tidak perlu memanggil tabib Ma. Aku mau istirahat sekarang. Jangan biarkan siapapun masuk ke sini. Dan kalian berjagalah secara bergantian, supaya kalian juga bisa ikut menikmati pesta malam ini." Perintah Raja Alec.


"Baik, Baginda."


Para penjaga segera keluar dari kamar Raja Alec. Tubuh Raja Alec mulai terasa panas.


"Sial! Siapa yang telah berani memberikan obat perangsang padaku." Gerutu Raja Alec.


Perut Raja Alec terasa sakit dan mual. Raja Alec melamgkahkan kakinya menuju kamar mandi dan memuntahkan darah berwarna hitam. Keringat bercucuran membasahi wajah Raja Alec dan segera dibersihkannya dengan air. Raja Alec merasakan tubuhnya terasa lebih ringan dan sakit kepalanya berangsur sembuh.


Pada saat berdansa, Ratu Roseline berbisik kepada Raja Alec.


"Minumlah obat penawar ini, Baginda." Bisik Ratu Roseline sambil memberikan obat penawar yang ke tangan Raja Alec saat tubuh keduanya saling berdekatan.


"Untuk apa Ratu?" Tanya Raja Alec dengan wajah bingung.


"Nanti Baginda akan tahu sendiri. Percayalah padaku." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.


Setelah selesai berdansa, Raja Alec seolah batuk dan menutup mulutnya dengan tangan agar bisa memasukkan obat penawar ke dalam mulutnya.


"Obat penawar dari Ratu memang sangat ampuh." Gumam Raja Alec sambil tersenyum meskipun perutnya terasa sakit.


Countess Sarah sudah tiba di istana raja dan ingin masuk ke dalam untuk menemui Raja Alec.


"Maaf Countess Sarah. Baginda Raja sedang beristirahat dan tidak ingin diganggu." Ucap penjaga.


"Minggir kalian. Aku harus segera menemui Baginda, dia membutuhkanku saat ini." Bentak Countess Sarah.


Raja Alec keluar dari kamarnya dan mendengar suara ribut di depan istananya. Saat hendak keluar, ada yang menarik dan membekap mulut Raja Alec. Raja Alec memberontak dan hendak menyerang.


"Ini hamba Baginda, Felix." Lirih Felix.


Felix meletakkan jari telunjuk di bibirnya sebagai isyarat agar Raja Alec tidak bersuara dan segera pergi.


Countess Sarah tetap memaksa untuk masuk. Namun para penjaga tetap tidak mengijinkannya masuk. Tiba-tiba seorang pria berbaju hitam muncul dan memukul dari belakang, sehingga para penjaga jatuh pingsan. Countess Sarah terkejut dan takut.


"Anda tidak perlu takut. Saya orang suruhan Baron Joseph. Sebaiknya Nona segera masuk sebelum para penjaga ini sadarkan diri." Bisik pria berbaju hitam dan memakai penutup wajah.


Countess Sarah mengangguk dan masuk ke dalam istana raja dengan senyum bahagia.


"Setelah malam, Raja Alec akan menjadi milikku selamanya." Lirih Countess Sarah.


Countess Sarah berjalan menuju kamar Raja dengan cepat dan mencium aroma terapi yang sangat harum saat berada di lorong. Dengan beraninya dia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Raja.


"Baginda Raja." Panggil Countess Sarah.


Namun tidak ada sahutan. Countess Sarah mulai merasakan tubuhnya memanas. Dia langsung mengambil air minum yang ada di meja kamar Raja Alec dan meneguknya. Raja Alec memperhatikannya dari bilik kamar rahasianya.


"Apa obatnya sudah mulai bereaksi?" Tanya Ratu Roseline yang tiba-tiba muncul di samping Raja Alec.


Ratu Roseline tersenyum melihat tingkah laku Countess Sarah.


"Apa yang Ratu berikan pada wanita itu?" Tanya Raja Alec.


"Bukan aku yang memberikannya, tapi anak buahku." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum licik.


Countess Sarah semakin menjadi.


"Baginda di mana? Hamba sudah tidak tahan ingin disentuh oleh Baginda." Teriak Countess Sarah sambil menahan hasratnya yang semakin membuncah.


Countess Sarah melepas bajunya dengan paksa dan hanya menyisakan pakaian dalamnya sehingga tubuh seksi yang menggoda Countess Sarah pun terpampang dengan jelas. Raja Alec membulatkan matanya, dan membuat hati Ratu Roseline kesal.


"Sungguh pemandangan yang indah kan, Baginda?" Sindir Ratu Roseline.


"Betul Ratu, ini memang pemandangan yang sangat indah." Jawab Raja Alec membuat hati Ratu Roseline semakin terbakar.


"Kulit putih, bentuk tubuh sempurna, bibir merah merekah."


Ratu Roseline mengepalkan tangannya dengan tatapan tajamnya yang tetap terarah kepada Countess Sarah.


"Dasar! Semua pria memang sama." Gerutu Ratu Roseline dalam hati.


"Terutama dengan rambut berwarna hitam yang membuatnya terlihat semakin indah dan menawan." Lanjut Raja Alec.


"Rambut hitam? Bukankah rambut Countess Sarah berwarna pirang?" Gumam Ratu Roseline sambil menyerngitkan dahinya.


Raja Alec menarik tubuh Ratu Roseline dan memeluknya dengan erat.


"Ya, rambut hitam dari wanita tercantik di hadapanku ini." Lirih Raja Alec.


Wajah Ratu Roseline seketika merah merona.


"Bagiku tidak ada yang lebih cantik dan indah darimu Ratu. Kedua mataku hanya akan tertuju padamu."


Raja Alec mendekatkan wajahnya dan hendak menci um bibir Ratu Roseline.


Pyar...


Keduanya langsung tersentak. Ratu Roseline segera mengurai pelukan mereka dan mengintip ke dalam kamar Raja Alec. Countess Sarah terlihat semakin tidak terkendali karena dikuasai oleh hasratnya yang menggebu.


"Senjata makan tuan." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum puas.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini. Aku tidak ingin mataku menjadi rusak karena melihat hal yang menjijikkan seperti itu." Ucap Raja Alec tanpa melihat ke arah Countess Sarah sedikitpun.


Ratu Roseline tersenyum. Keduanya segera keluar melalui pintu rahasia. Saat berada di luar istana, Felix dan Marquess Filan sudah berada di sana. Marquess Filan terkejut melihat Ratu Roseline kuar bersama Raja Alec. Marquess Filan yakin jika Ratu Roseline diantarkan oleh Duke Ramon menuju istana ratu saat dirinya akan pergi ke istana raja menggunakan jalan rahasia, dan melihat Felix berada di sana.


"Bagaimana Ratu bisa bersama Baginda Raja? Hamba melihat dengan mata kepala sendiri jika Ratu dibawa ke istana ratu oleh Duke Ramon?" Tanya Marquess Filan dengan wajah bingungnya.


Ratu Roseline tersenyum. "Itu artinya Marquess Filan harus lebih tajam lagi dalam mengasah otak."


Marquess Filan sedikit tersinggung dan hendak protes.


"Sudahlah tidak perlu marah, Marquess Filan. Sebaiknya kita segera ke istana ratu karena perutku sudah lapar. Dan Marquess Filan akan menemukan dari pertanyaan tadi." Ucap Ratu Roseline.


"Ratu benar. Perutku juga hampir tak tertolong lagi." Sahut Raja Alec sambil memegang perutnya yang masih sakit setelah muntah tadi.


Mereka berempat segera bergegas menuju istana ratu melalui jalan rahasia, sehingga tidak akan ada penjaga atau siapapun yang tahu.


To be continue ...


(Hayo... apakah para reader yang hebat bisa menebak jawaban dari pertanyaan Marquess Filan? 😁)


(Author minta maaf jika lama updatenya baik di novel ini atau novel yang satunya. Karena di real life author berpindah tempat kerja sehingga masih penyesuaian diri dengan tempat dan pekerjaan yang baru. Author juga masih mengatur ulang jadwal agar bisa mempunyai waktu khusus untuk menulis.


Author ucapkan terima kasih tak terhingga bagi readers yang selalu setia menunggu update setiap hari. Harapan besar author untuk kedepannya bisa update setiap hari dan bisa lebih dari satu bab.🙏)


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰