I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 77. Aku telah kembali



Raja Alec sangat marah setelah membaca semua laporan serta bukti-bukti kejahatan para pejabat pemerintahan dan bangsawan yang menyeleweng. Para terdakwa berlutut di hadapan singgasana Raja dengan wajah ketakutan.


"Beraninya kalian berbuat curang di belakangku!" Bentak Raja Alec.


"Ampun, Baginda. Kami mohon ampunilah kami. Kami berjanji akan mengembalikan semuanya." Mohon mereka sambil bersujud.


"Tidak ada ampun bagi penjahat seperti kalian. Kalian makan enak sepanjang waktu, sedangkan rakyatku hidup dalam kelaparan dan kemiskinan. Banyak orang tua dan anak-anak yang menjadi korban karena kebiadaban kalian." Ucap Raja Alec dengan wajah memerah.


"Jebloskan mereka semua ke dalam penjara bawah tanah!" Perintah Raja Alec.


"Ampun, Baginda."


"Cepat bawa mereka pergi dari hadapanku sekarang juga, sebelum aku penggal kepala mereka satu per satu!"


Penjaga segera membawa para penjahat itu dan menyeret mereka ke penjara bawah tanah.


"Marquess Filan, panggil para pejabat dan bangsawan untuk datang ke hadapanku. Aku ingin mengadakan rapat dan menyelesaikan masalah ini secepatnya." Perintah Raja Alec.


"Baik, Baginda." Jawab Marquess Filan.


Raja Alec membuang napasnya kasar. "Aku tidak menyangka jika masalahnya akan sebesar ini. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikannya. Kasihan Alice dan bayi kembar kami. Mereka pasti akan menderita jika Alice tidak bisa tidur dengan nyenyak."


Tak butuh waktu lama, semua pejabat dan bangsawan telah datang. Raja Alec pun tak mau membuang-buang waktu lagi dan segera mengadakan rapat besar untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh kerajaan dan rakyatnya. Meskipun hatinya tidak tenang, namun Raja Alec berusaha untuk tetap fokus saat memimpin rapat.


"Nona, mengapa kita datang ke istana Ratu? Jika Baginda Raja tahu kita akan mendapatkan masalah besar." Ucap seorang pelayan kepada majikannya.


"Kau tenang saja, Vea. Baginda Raja tidak akan marah. Istana Ratu ini telah lama kosong, karena Ratu Roseline sudah pergi. Ayahku bilang jika hubungan Raja dan Ratu sangat buruk. Dan katanya Baginda Raja sendiri yang telah mengusir Ratu Roseline keluar dari istana ini." Ucap Veronica, putri dari bangsawan Druff.


Veronica adalah salah putri bangsawan yang dulu pernah mendapatkan undangan jamuan makan siang bersama Raja Alec. Dengan kepergian Ratu Roseline dan Julia dari istana, membuatnya yakin jika suatu saat nanti dirinya lah yang akan dipilih menjadi istri baru Raja dan menjadi Ratu yang baru. Veronica sangat yakin karena ayahnya memiliki pengaruh yang cukup besar di kerajaan Cardania.


"Maaf, Nona. Kalian dilarang memasuki istana Ratu tanpa ijin dari Baginda Raja." Ucap seorang penjaga yang menahan Veronica beserta pelayan dan para pengawalnya untuk masuk ke dalam istana Ratu.


"Lancang! Beraninya kau bersikap tidak sopan kepada putri bangsawan terhormat sepertiku. Apa kau tahu siapa aku? Aku adalah Veronica Druff, putri dari bangsawan Druff." Ucap Veronica dengan sombongnya.


"Baginda Raja sendiri yang memintaku untuk datang kemari." Veronica menerobos masuk sambil menunjukkan plakat milik keluarganya.


Para pengawal Veronica menghadang penjaga istana Ratu, agar Nona mereka bisa lewat.


"Nona hamba mohon sebaiknya kita pergi dari sini. Hamba benar-benar takut." Mohon Vea saat melihat para pelayan Ratu berhambur keluar.


"Berisik sekali kau, Vea. Sebaiknya tutup saja mulutmu itu." Gerutu Veronica.


"Selamat datang, Yang Mulia Ratu." Teriak para pelayan sambil memberikan hormat.


Veronica dan pelayan Vea sangat terkejut. Tak lama kemudian sebuah senyuman mengembang di bibir Veronica.


"Kau lihat kan, Vea. Mereka menyambut kedatanganku dan memanggilku dengan sebutan Ratu. Aku memang ditakdirkan untuk menjadi Ratu kerajaan ini." Teriak Veronica dengan bangganya.


Vea hanya memaksakan senyuman di bibirnya.


"Kau bermimpi terlampau tinggi, Nona Veronica Druff." Terdengar suara tegas dan dingin dari arah belakang Veronica dan Vea.


Veronica dan Vea langsung memutar tubuh mereka. Mereka sangat terkejut melihat Ratu Roseline telah berdiri dengan anggunnya di hadapan mereka.


"K-kau?" Seru Veronica.


"Kau? Sungguh tidak tahu sopan santun. Sepertinya bangsawam Druff tidak bisa mendidik putri mereka dengan baik." Ucap Ratu Roseline mengejek.


"M-maksudku Yang Mulia Ratu." Ujar Veronica dengan bibir bergetar, lalu memberikan hormat.


"Lancang sekali kau datang ke istanaku! Apa kau sama sekali tidak tahu aturan dan tata krama yang telah diterapkan di istana ini selama bertahun-tahun lamanya? Aku jadi penasaran pendidikan macam apa yang telah kau peroleh selama ini, sampai kau tidak tahu cara bersikap yang baik." Sarkas Ratu Roseline.


Veronica meremas gaunnya kuat. Dia tidak terima dihina dan direndahkan oleh Ratu Roseline.


"Beraninya kau merendahkan keluargaku. Kau itu hanyalah Ratu yang sudah dibuang. Baginda Raja sudah tidak membutuhkan wanita sepertimu. Seharusnya kau tidak kembali lagi ke istana ini karena Baginda Raja tidak akan sudi menerimamu lagi. Baginda Raja akan memilihku dan menjadikanku sebagai Ratu barunya. Karena aku jauh lebih cantik dan lebih baik darimu." Ucap Veronica sambil berteriak.


"Lancang! Beraninya kau berbicara kasar di hadapan Ratu." Bentak Marie.


"Huh, kau pikir siapa dirimu berani membentakku? Kau hanyalah seorang pelayan rendahan." Veronica balas membentak.


Plak!!! (Ratu Roseline memberikan sebuah tamparan yang sangat keras di pipi Veronica)


"Kurang @j@r!"


Veronica hendak balas menampar Ratu Roseline. Namun Ratu Roseline segera mencekal tangannya lalu memelintirnya. Veronica mengaduh kesakitan. Vea pun tidak berani membantu karena para pelayan Ratu telah mengepungnya.


"Lepaskan tanganku!" Teriak Veronica.


Ratu Roseline semakin mengeratkan cengeramannya dan membuat Veronica jatuh berlutut di hadapannya. Ratu Roseline mencengkeram rahang Veronica dan menekannya.


"J@l ang sepertimu tidak layak menginjakkan kakinya di istanaku. Kau tak lebih dari kotoran kuda yang mengotori setiap jengkal tanah yang ada di sini." Ucap Ratu Roseline dengan tatapan dinginnya.


"Aku, Ratu Cardania telah kembali. Dan sebagai penguasa di sini, l aku tidak akan membiarkan hama sepertimu berkeliaran di istanaku. Ini istanaku, daerah kekuasaanku. Camkan itu!"


Marquess Andry berlari kencang menuju ruang rapat istana.


"Baginda!" Teriaknya membuat semua orang yang berada di ruang rapat terkejut.


"Apa yang terjadi, Marquess Andry? Mengapa kau sampai berteriak seperti itu?" Tanya Raja Alec dengan wajah marahnya


Marquess Andry mendekat ke arah Raja Alec dan berbisik. "Yang Mulia Ratu telah kembali."


Raja Alec langsung membulatkan matanya.


"Apa kau serius? Kau jangan coba-coba membohongiku. Aku bisa memisahkan kepalamu dari tubuh kekarmu ini sekarang juga." Tanya Raja Alec tak percaya.


Raja Alec tersenyum senang. Dia segera turun dari singgasananya.


"Marquess Filan, kau yang memimpin rapat ini. Dan kalian semua harus segera selesaikan masalah ini, secepatnya." Perintah Raja Alec.


"Baik, Baginda." Jawab mereka.


Raja Alec segera pergi meninggalkan ruang rapat dan menuju istana Ratu dengan berlari. Hatinya sangat bahagia mendengar berita kembalinya Ratu Roseline (Alice).


"Pengawal, hukum cambuk wanita ini sebanyak 25 kali." Teriak Ratu Roseline.


Raja Alec menghentikan langkahnya saat melihat apa yang dilakukan oleh Ratu Roseline kepada Veronica.


"Ratu. Apa yang terjadi?" Seru Raja Alec.


Ratu Roseline menoleh ke arah Raja Alec dan melepaskan tangan Veronica dengan kasar. Begitu tangannya terlepas, Veronica langsung berlari ke arah Raja Alec.


"Syukurlah Baginda datang. Tolonglah hamba, Baginda. Ratu sedang mengamuk dan ingin memberikan hukuman cambuk kepada hamba yang tak berdaya ini." Mohon Veronica sambil berlinang air mata.


"Apa benar yang dia katakan, Ratu?" Tanya Raja Alec.


"Ya." Jawab Ratu Roseline singkat dan dingin. "Jika Baginda melindunginya, itu artinya semua yang wanita ini katakan kepadaku benar adanya."


Veronica tampak ketakutan.


"Apa yang telah dia katakan padamu, Ratu?"


Ratu Roseline menarik salah satu ujung bibirnya. "Dengan sombongnya wanita ini mengatakan bahwa dia adalah calon Ratu Cardania yang baru. Baginda Raja sendiri yang telah memilihnya untuk menggantikan diriku yang dianggap tidak berguna. Dia juga mengatakan jika Baginda sudah tidak sudi lagi menerimaku kembali."


Raja Alec langsung mengeraskan rahangnya dan menatap tajam ke arah Veronica. "Apakah benar kau mengatakan semua itu?"


"Ampun Baginda. Hamba tidak bermaksud lancang. Semua orang sudah tahu jika hubungan diantara Baginda dan Ratu sangatlah buruk. Apalagi Ratu bukanlah wanita sempurna yang bisa memberikan Baginda keturunan." Jawab Veronica.


"Dan hamba adalah wanita yang sempurna dan layak untuk mendampingi Baginda." Tambahnya.


Wajah Raja Alec semakin memerah. Raja Alec mencekik leher Veronica dengan kuat. "Beraninya kau berkata seperti itu di hadapanku dan Ratuku. Sampah sepertimu tidak akan sebanding dengan Ratuku yang seperti berlian langka."


"A-ampun, Baginda." Lirih Veronica dengan wajah pucat dan mata semakin memerah.


"Lepaskan, Baginda. Kau hanya akan membuatnya mati dengan mudah." Seru Ratu Roseline.


Raja Alec mendorong tubuh Veronica hingga terjatuh ke tanah. Veronica memegangi lehernya sambil terbatuk-batuk.


"Pengawal! Bawa wanita ini pergi dari hadapanku. Laksanakan apa yang telah Ratu perintahkan dan tambah 30 cambukan lagi." Teriak Raja Alec.


"Baik, Baginda." Pengawal segera menyeret Veronica pergi meskipun dia terus meronta untuk diberikan hukuman cambuk.


Raja Alec mengelap dan membersihkan tangannya terlebih dahulu sebelum mendekati Ratu Roseline.


"Aku senang kau telah kembali ke istana ini, Ratu." Ucap Raja Alec dengan netra berkaca-kaca.


"Ini bukan keinginanku. Jadi jangan terlalu bahagia." Ketus Ratu Roseline sambil mengusap perutnya.


Raja Alec tersenyum. Raja Alec mengantarkan Ratu Roseline ke kamarnya. Ratu Roseline sangat terkejut melihat kamar yang dulu pernah dia tempati sudah berubah. Raja Alec telah mengganti semua barang yang ada di kamar itu dengan model terbaru, begitu dengan warna cat dindingnya yang semula didominasi warna softpink menjadi warna gold yang mewah.


"Apa kau yang telah melakukan semua ini?" Tanya Ratu Roseline sambil menatap ke arah Raja Alec.


Raja Alec mengangguk sambil tersenyum. "Apa kau suka?"


"Ya lumayan. Sepertinya ini lebih nyaman dari sebelumnya. Perubahan suasana bisa membantuku menikmati kehamilanku." Jawab Ratu Roseline sekenanya.


"Hahh... Rasanya aku seperti tinggal di kamarku sendiri sekarang. Bagaimana Raja Alec bisa memiliki ide seperti ini."


Raja Alec semakin mengembangkan senyumannya tatkala mengetahui mata Ratu Roseline yang berbinar. Raja Alec menarik tangan Ratu Roseline, membuat Ratu tersentak dan sedikit gugup.


"Mulai sekarang jangan dengarkan apapun ucapan busuk dari orang lain di luar sana. Siapapun dirimu, kau adalah satu-satunya Ratuku, tetap pendampingku memimpin Kerajaan Cardania. Akan selalu seperti itu sampai ajal menjemputku."


"Tidak akan ada seorang wanita pun yang akan mengusikmu apalagi menggantikan posisimu. Aku pastikan itu." Ucap Raja Alec kemudian.


Ratu Roseline (Alice) terharu mendengar ucapan Raja Alec. Pipinya seketika merona saat Raja Alec mencium punggung tangannya dengan lembut.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰