
Tubuh Ratu Roseline menggeliat saat merasakan geli di wajahnya akibat ulah dari sebuah tangan yang mengelus pipinya. Dia pun membuka mata secara perlahan dan mendapati wajah tampan Raja Alec yang sedang tersenyum kepadanya.
"Selamat pagi, Ratuku." Sapa Raja Alec.
"Selamat pagi." Jawab Ratu Roseline dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
Ratu Roseline membulatkan matanya saat menyadari Raja Alec sudah membersihkan diri dan berpakaian rapi, sedangkan dirinya masih dalam keadaan polos di balik selimut. Ratu Roseline langsung duduk sehingga selimut yang menutupi tubuh indahnya pun merosot sampai ke perutnya yang sedikit membuncit.
"Apa aku bangun kesiangan? Mengapa kau tidak membangunkanku?" Cerocos Ratu Roseline.
Raja Alec terus meneguk salivanya melihat pemandangan indah yang tersuguh di hadapannya saat ini.
"Jawab aku, jangan diam saja. Mengapa wajahmu jadi memerah seperti itu?" Tanya Ratu Roseline.
"K-kau tidak bangun kesiangan Ratu." Jawab Raja Alec.
"Apakah kau akan memberiku menu sarapan yang sangat spesial pagi ini?" Ucap Raja Alec dengan kedua matanya menatap ke arah dua ton jolan sempurna yang berhasil membuatnya mabuk kepayang semalam.
Ratu Roseline menyadari arah pandangan nakal Raja Alec, dan langsung menarik selimutnya kembali. Wajahnya memerah karena malu.
"Dasar mesum." Ratu Roseline memberikan tatapan tajamnya.
"Kau sendiri yang memancingku, Ratu. Mana sanggup aku menolak suguhan indah seperti itu." Ucap Raja Alec sambil terkekeh.
Ratu Roseline menyebikkan bibirnya.
"Sudah jangan cemberut seperti itu. Marie sudah menyiapkan air hangat untukmu. Sebaiknya kau segera mandi karena hari ini kita akan pergi ke kediaman Duke Sullivan."
Raja Alec mengangkat tubuh Ratu Roseline yang terbungkus selimut dan membawanya ke kamar mandi.
"Apa terjadi sesuatu dengan ayahku? Apa ayahku sakit?" Ratu Roseline terlihat bingung.
"Saat ini belum terjadi apa-apa di sana, tapi nanti akan terjadi sesuatu yang besar." Jawab Raja Alec.
"Jangan membuatku bingung dan penasaran, Baginda. Jelaskan padaku dan jangan berbelit-belit." Ratu Roseline mulai menampilkan mode marahnya.
Raja Alec membuang selimut itu dengan asal, kemudian meletakkan tubuh indah Ratu Roseline ke dalam bathtub dengan perlahan.
"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan Ratu. Semua akan baik-baik saja. Seharusnya kau lebih mengkhawatirkan keadaan diriku akibat ulahmu tadi."
Raja Alec langsung melepas pakaiannya dan menampilkan samu rai ponggahnya. Ratu Roseline membulatkan kedua matanya dengan sempurna.
Glek!
"A-apa yang Baginda lakukan? Bukankah Baginda sudah mandi tadi?" Tanya Ratu Roseline sedikit gugup.
"Tidak jadi masalah jika aku harus mandi lagi, Ratu." Jawab Raja Alec sambil menarik salah satu ujung bibirnya.
Raja Alec masuk ke dalam bathtub dan bergabung dengan Ratu Roseline. Raja Alec mengangkat tubuh Ratu Roseline dan mendudukkannya di atas pangkuannya.
"Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menikmati sarapan spesialku."
Raja Alec menyambar bibir Ratu Roseline dengan tidak sabarnya, dan kedua tangannya bergerilya menjelajahi setiap lengkuk tubuh indah itu. Tangannya pun meraih ton jolan yang sejak tadi menggodanya. Bibirnya sudah beralih ke salah satu choco chip favoritnya dan membuat bibir Ratu Roseline semakin meracau.
"Ssttt... Aaa hhh..." Ratu Roseline meremas rambut Raja Alec.
Ratu Roseline mengangkat tubuhnya lalu menurunkannya kembali secara perlahan bersamaan dengan gerakan samu rai sakti yang masuk ke dalam sar ungnya dengan sempurna. Suasana pagi yang dingin seketika berubah menjadi panas dengan suara absurb yang terus beradu dengan gemericik air.
Keduanya terus bergerak dan berpacu sampai mendapatkan apa yang mereka idamkan dengan lenguhan yang saling bersahutan. Ratu Roseline menjatuhkan tubuhnya di dada bidang Raja Alec dengan napas terengah setelah gelombang kenikmatan menerpanya.
"Kau benar-benar sudah menjadi canduku, Alice. Kau selalu membuatku ingin melakukannya lagi dan lagi." Bisik Raja Alec dengan suara seraknya.
Ratu Roseline menegakkan tubuhnya. "Tapi kau harus ingat saat ini ada si kembar di dalam perutku."
Raja Alec merapikan rambut basah Ratu Roseline yang menutupi sebagian wajahnya. "Aku tidak akan pernah lupa, sayang. Dan sekuat tenaga aku akan berusaha mengontrol has ratku, meskipun itu sangat menyiksaku."
Ratu Roseline tersenyum. "Bersabarlah sebentar. Jika usia kandunganku semakin besar dan si kembar sudah semakin kuat, kau tidak akan terlalu menderita sayang."
"Benarkah?" Raja Alec antusias.
Ratu Roseline mengangguk. "Tentu saja sayang, dan kita akan mencoba beberapa gaya baru."
Suara er otis Ratu Roseline telah membangkitkan semangat Raja Alec kembali. Raja Alec memejamkan matanya dan berusaha menahan ga ira hnya yang telah bangkit kembali. Ratu Roseline tersenyum puas melihatnya. Tanpa terduga, Ratu Roseline m3nggo yangkan ping gulnya lagi dengan perlahan. Raja Alec tersentak, lalu dia tersenyum senang. Perang panas pun terulang kembali.
...***...
"Kau benar-benar keterlaluan. Gara-gara ulahmu, tubuhku menjadi sangat lelah sekarang dan aku mulai mengantuk lagi." Gerutu Ratu Roseline.
"Tapi kau juga sangat menikmatinya, bukan?" Goda Raja Alec dengan senyum puasnya.
Ratu Roseline semakin kesal. Raja Alec mengangkat tubuh Ratu Roseline dan memindahkannya ke atas pangkuannya.
"Tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat kita tiba di kediaman Duke Sullivan." Raja Alec menarik tubuh Ratu Roseline ke dalam pelukannya dan mengusap punggungnya dengan pelan.
Ratu Roseline pun menurut dan memejamkan matanya. Pelukan hangat Raja Alec membuat rasa kantuknya semakin tak tertahankan.
Duke Sullivan menyambut kedatangan Raja Alec dan Ratu Roseline. Duke Ramon, Putri Viviane dan Tuan Ronaf juga telah berdiri di samping Duke Sullivan saat kereta kuda kerajaan memasuki halaman. Mereka sangat terkejut saat melihat Raja Alec turun sambil membopong tubuh Ratu Roseline.
"Apa yang terjadi, Baginda? Apakah Alice sedang sakit?" Tanya Duke Sullivan cemas.
"Anda tidak perlu cemas, Tuan. Ratu tidak sakit. Dia hanya sedang tidur." Jawab Raja Alec.
Duke Sullivan bernapas lega. Dia mempersilakan Raja Alec untuk masuk ke dalam mansion. Raja Alec membawa Ratu Roseline ke dalam kamarnya lalu menurunkannya secara perlahan di atas ranjang.
"Marie, tolong temani Ratu. Aku akan menemui Duke Sullivan dan Duke Ramon." Seru Raja Alec.
"Baik, Baginda." Jawab Marie.
Raja Alec keluar dari kamar dan menemui Duke Sullivan yang sedang berkumpul di ruang keluarga bersama Duke Ramon, Putri Viviane dan Tuan Ronaf.
"Baginda." Seru Duke Sullivan saat melihat kedatangan Raja Alec.
"Kebetulan kalian semua ada di sini. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan kalian." Ujar Raja Alec.
Ratu Roseline melenguh sambil menggeliatkan tubuhnya. Dia membuka matanya dan menyadari jika dirinya sudah tidak berada di dalam kereta kuda, melainkan kamarnya yang ada di kediaman Duke Sullivan.
"Yang Mulia sudah bangun?" Seru Marie yang berdiri di samping ranjang.
"Kapan kita tiba di kediaman Duke Sullivan, Marie? Dan mengapa Baginda ataupun dirimu tidak membangunkanku?" Tanya Ratu Roseline sedikit kesal.
"Yang Mulia tidur terlalu lelap, sehingga Baginda Raja tidak tega untuk membangunkan Yang Mulia." Jawab Marie.
"Lalu, bagaimana aku bisa berada di kamar ini?"
"Tentu saja Baginda Raja yang telah membopong tubuh Yang Mulia Ratu."
Ratu Roseline tersipu malu. Dia tidak bisa membayangkan semua orang yang ada di mansion melihatnya tidur dan dibopong sepanjang perjalanan menuju kamar oleh Raja Alec.
"Mari Yang Mulia, hamba sudah menyiapkan air hangat. Baginda Raja sudah menunggu Yang Mulia." Ucap Marie.
"Memangnya di mana Baginda Raja sekarang?" Tanya Ratu Roseline sambil menyerngitkan dahinya.
"Baginda sedang bersama Tuan Duke." Jawab Marie.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰