
Perawat bersama para pelayan segera membersihkan tubuh Ratu Roseline dan mengganti pakaiannya. Raja Alec keluar dari kamar untuk menemui kedua anak kembarnya, Pangeran Cello dan Putri Celine dan memberitahukan kabar gembira ini. Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Pangeran Cello dan Putri Celine saja, tetapi juga oleh Ibu Suri Helene dan Duke Sullivan telah berada di sana.
"Selamat putraku. Ibu akan mengumumkan kabar bahagia ini. Seluruh rakyat Cardania pasti ikut merasakan kebahagiaan yang kita rasakan saar ini." Ucap Ibu Suri Helene.
"Terima kasih, Ibu." Raja Alec memeluk dan mencium pipi ibundanya.
"Selamat Baginda. Hamba yakin kebahagiaan akan selalu menyertai kalian." Ucap Duke Sullivan.
"Selamat juga untukmu, Tuan Duke, atas kelahiran cucu ketigamu." Balas Raja Alec.
Raja Alec dan Duke Sullivan saling berpelukan dengan wajah penuh kebahagiaan.
Raja Alec membawa Pangeran Cello dan Putri Celine masuk ke dalam kamar untuk menemui Ratu Roseline. Mereka memberikan ciuman sayang untuk ibu mereka yanh masih terbaring lemah di atas ranjang. Tak lama kemudian, Tabib Fey datang dengan Pangeran Leon yang berada di dalam pelukannya.
Pangeran Cello dan Putri Celine melompat kegirangan begitu melihat adik mereka untuk pertama kalinya. Raja Alec membantu Ratu Roseline untuk duduk. Tabib Fey meletakkan Pangeran Leon dipangkuan Ratu Roseline. Ratu Roseline segera memberikan ASI-nya kepada Pangeran Leon.
"Selamat datang putraku yang tampan. Kelak kau akan menjadi penerang bagi orang yang ada di sekitarmu. Dengan kekuatan dan kehebatanmu, kau akan menjadi senjata paling mematikan yang tak akan pernah disadari oleh musuh. Kau dan kedua kakakmu akan menjadi pelindung satu sama lain dan juga pelindung bagi Kerajaan Cardania." Ucap Ratu Roseline sambil mencium kening Pangeran Leon dengan lembut.
Pangeran Leon minum dengan sangat lahap. Raja Alec terkekeh melihat betapa kuatnya bayi mungil itu menikmati sumber makanannya.
"Pelan-pelan, Leon sayang. Tidak akan ada yang merebutnya darimu." Ucapnya.
"Daddy, Mommy. Lihatlah Leon memiliki warna rambut yang berbeda. Warna rambut kami coklat seperti milik Daddy, sedangkan warna rambut Leon hitam sama seperti warna rambut Mommy." Ucap Putri Celine sambil mengelus kepala Pangeran Leon dengan sangat hati-hati.
Ratu Roseline tersenyum. "Apapun warna rambut kalian, kalian bertiga tetap anak Daddy dan Mommy."
"Cello memiliki saingan sekarang." Celetuk Pangeran Cello dengan wajah masam.
"Mengapa kau bilang seperti itu, sayang? Memangnya siapa yang berani bersaing pangeran hebat Daddy dan Mommy ini?" Tanya Raja Alec.
"Leon."
"Leon?"
"Ya Daddy. Mulai sekarang Cello tidak lagi menjadi anak tertampan di Kerajaan ini karena Leon mampu menyaingi ketampananku." Jawab Pangeran Cello sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Raja Alec dan Ratu Roseline tak bisa menahan tawa mereka. Wajah Cello benar-benar menggemaskan.
"Kalian itu kan bersaudara. Kalian berdua memiliki tingkat ketampanan yang sama, dan itu kalian dapatkan dari Daddymu ini, Raja Cardania yang sangat tampan." Ucap Raja Alec dengan tawa bangganya.
"Ish! Kalau bukan karena kecantikan Mommy, kami juga tidak akan mendapatkan ketampanan yang sempurna." Sahut Pangeran Cello tak terima membuat tawa Raja seketika menguap.
"Oh, jadi menurutmu Daddy tidak tampan? Hah?" Raja Alec menggelitik perut Pangeran Cello.
"Hahahahhaa.... Ampun Daddy." Teriak Pangeran Cello karena geli.
"Daddy tidak akan memberimu ampun sebelum kau mengatakan bahwa Daddymu ini sdalah raja tertampan yang ada di dunia ini." Ujar Raja Alec.
"Hahahaa... Baiklah, Daddyku Raja Alec Cardania adalah raja tertampan di dunia ini." Aku Pangeran Cello sambil berteriak.
Ratu Roseline dan Putri Celine tertawa melihat kelakuan ayah dan anak itu.
"Ooekk... Ooeekk... Ooeekk..." Tiba-tiba Pangeran Leon menangis dengan keras.
"Hentikan! Kalian berdua telah mengganggu ketenangan Pangeran Leon." Tegur Ratu Roseline.
Raja Alec dan Pangeran Cello langsung berhenti tertawa. Mereka menghampiri Ratu Roseline dan Pangeran Leon.
"Daddy minta maaf ya sayang. Kakakmu, Pangeran Cello lah yang telah membuat gaduh dan membuat ketenanganmu terganggu." Ucap Raja Alec.
"Daddy bohong, adikku Leon. Daddy lah yang telah membuat keributan." Pangeran Cello tak mau kalah.
"Apa kau bilang?" Protes Raja Alec.
"Aku bilang hentikan! Mengapa kalian masih saja bertengkar?"
Raja Alec dan Pangeran Cello seketika bungkam saat melihat tatapan dingin Ratu Roseline. Tanpa diduga Pangeran Leon tertawa, seolah dia senang melihat ayah dan kakaknya dimarahi oleh ibunya. Raja Alec dan Pangeran Cello melebarkan mata mereka, lalu ikut tertawa begitu juga dengan Ratu Roseline dan Putri Celine. Pangeran Cello dan Putri Celine naik ke atas ranjang dan menempel di tubuh Ratu Roseline. Raja Alec duduk di tepi ranjang.
"Aku sangat bahagia, sayang. Terima kasih kau telah hadir dan menjadi pelengkap dalam hidupku. Terima kasih kau telah memberikanku tiga malaikat yang luar biasa. Aku mencintaimu, Alice." Ucap Raja Alec, lalu mencium bibir Ratu Roseline sekilas namun terkesan lembut.
"Cello juga menyayangi, Mommy."
"Celine juga."
Mereka memberikan ciuman di pipi Ratu Roseline secera bergantian.
"Dan aku juga sangat mencintaimu, Alec." Ucap Ratu Roseline dengan tatapan penuh cinta.
Raja Alec tersenyum bahagia dengan telinganya yang memerah, menunjukkan jika saat ini dia sedang tersipu malu. Ratu Roseline merasakan tubuhnya melemah dan pandangannya pun menjadi buram. Dia berusaha memanggil Raja Alec namun suaranya tidak keluar sama sekali. Sekuat tenaga dia terus berusaha mengeluarkan suaranya, namun tetap tidak keluar. Pita suaranya seakan telah rusak.
Ratu Roseline tidak bisa melihat apapun. Dia tidak bisa lagi melihat keberadaan Raja Alec dan ketiga anaknya, yakni Pangeran Cello, Putri Celine dan Pangeran Leon. Ratu Roseline sangat ketakutan.
"Alec, Cello, Celine, Leon, di mana kalian? Mengapa suaraku tidak keluar sama sekali?" Jeritnya dalam hati.
"Alec! Di mana kau? Mengapa aku tidak bisa melihat keberadaanmu?"
...***...
"Alec!"
Teriakan Alice menggema di seluruh ruangan. Alice langsung membuka matanya dengan napas yang terengah-engah. Kedua matanya tengah basah oleh air mata. Bulir keringat juga tengah membasahi tubuhnya.
"Alec!" Teriaknya lagi, namun tak ada jawaban sama sekali.
Hanya kesunyian yang dirasakan oleh Alice saat ini. Dia menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan.
"A-aku di mana?" Lirihnya dengan wajah bingung.
Kedua matanya membulat sempurna saat melihat foto yang terpajang di dinding dengan ukuran yang cukup besar.
Deg!
"I-ini kamar Daddy dan Mommyku. Itu artinya aku kembali ke duniaku." Lirihnya.
Alice menangis sejadinya. Lalu ia menggelengkan kepalanya. "Tidak! Ini tidak mungkin! Aku tidak ingin berada di sini. Aku ingin kembali ke Kerajaan Cardania. Suami dan anak-anakku pasti sedang mencariku saat ini."
Alice langsung bangkit dan mencari buku novel usang. Dia membuang selimut dan bantal hingga tercecer di atas lantai. Alice turun dari ranjang dan membuka laci meja yang terletak di samping ranjang dan mengacak-acak isinya.
Brak!!!
"Di mana buku itu?" Teriaknya sambil terus menggebrak meja.
Tubuh Alice merosot ke lantai dan tangisnya semakin menjadi.
"Di mana buku itu? Aku ingin kembali bersama suami dan anak-anakku." Lirihnya sambil terisak.
Kedua matanya menatap ke arah bawah ranjang. Alice melihat buku yang tergeletak di sana dan ia pun segera mengambilnya. Dia membuka buku novel itu dan membacanya kembali. Kedua matanya membulat sempurna saat mengetahui isi cerita dalam buku itu telah berubah.
"Alur ceritanya sesuai dengan apa yang telah alami selama ini di dunia itu."
Di bagian akhir diceritakan bahwa Raja Alec dan Ratu Roseline hidup bahagia bersama ketiga anak mereka, yaitu Pangeran Marcello Cardania, Putri Michelline Cardania dan Pangeran Leonardo Cardania.
Alice menyeka air matanya dan tersenyum senang. Dia segera naik ke atas ranjang, lalu memejamkan matanya kembali sambil memeluk buku usang itu. Alice berharap dia akan tertidur dan bisa kembali ke dunia novel. Ternyata apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginannya. Alice memejamkan matanya cukup lama, namun dia tetap terjaga. Alice mendengus kesal.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa kembali lagi ke sana."
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰