I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 103. Rencana Jahat



"Mengapa kau menatapku seperti itu? Apa aku begitu tampan malam ini?" Tanya Xander sambil menyunggingkan bibirnya.


Alice menatapnya tajam. "Siapa kau sebenarnya?"


Xander terkekeh pelan.


"Jadi kau masih tidak percaya padaku. Aku adalah Xander Smith. Aku adalah pria yang menjadi teman kencanmu beberapa bulan yang lalu. Hanya saja aku sudah tidak bergantung pada kursi roda." Terang Xander.


"Bukan itu."


Xander menyerngitkan dahinya.


"Jangan pura-pura bodoh." Ketus Alice.


"Sungguh aku tidak mengerti maksudmu, Alice." Ucap Xander.


Alice terus menatapnya dengan penuh selidik.


"Cepat cari! Jangan sampai kita kehilangan Nona Alice." Terdengar teriakan dan langkah beberapa orang menuju tempat keduanya.


Xander segera menarik tubuh Alice ke dalam pelukannya dan bergerak mundur menyentuh sebuah pintu. Tangan kanannya membuka handle pintu tersebut. Keduanya masuk ke dalam ruangan lalu menguncinya dari dalam.


"Lepaskan aku, Xander." Gerutu Alice karena Xander masih memeluknya dengan erat.


Xander meletakkan jari telunjuknya ke bibir Alice.


"Pelankan suaramu atau mereka akan menemukanmu." Bisik Xander.


Alice mendengus kesal. "Cih. Bilang saja kau sedang mencari kesempatan."


"Apa kau tahu siapa mereka?" Tanya Xander dengan suara pelan.


Alice menggeleng.


"Siapa yang telah menyuruh mereka? Sean atau Jason?" Batin Alice.


"Sial! Kita sudah mencari ke segala tempat tapi belum juga menemukan Nona Alice." Ucap salah seorang pria dari balik pintu.


"Kita tidak boleh kembali dengan tangan kosong. Bos akan marah besar. Apalagi obat perangsang itu akan segera bereaksi di dalam tubuh Nona Alice. Sebaiknya kita terus mencari." Sahut pria yang lain.


Alice dan Xander membelalakkan mata mereka.


"Apa kau memakan sesuatu tadi?" Tanya Xander.


"Tidak. Aku hanya minum sedikit wine...." Napas Alice tercekat dengan kedua matanya membulat.


"****! Bagaimana aku bisa seceroboh ini? Pasti ada yang telah mencampur sesuatu ke dalam minumanku." Umpat Alice.


"Kita harus segera pergi dari sini." Ucap Xander saat kedua orang suruhan itu telah pergi dari sana.


Alice menatap curiga.


"Oh come on, Alice. Buang jauh-jauh pikiran burukmu itu. Aku tidak akan mengambil kesempatan dengan kondisimu yang seperti ini."


"Siapa yang tahu? Pria mesum sepertimu tidak bisa dipercaya." Ucap Alice sinis.


"Aku mohon percayalah padaku, Alice. Kita tidak punya banyak waktu. Sebaiknya kita segera pergi sebelum mereka datang lagi ke sini."


Xander membuka pintu dengan pelan dan memastikan mereka sudah aman. Tanpa berpikir panjang, Xander langsung menarik tangan Alice dan keduanya berlari ke luar gedung menuju tempat parkir. Xander menghentikan langkahnya saat melihat ada seorang pria yang tengah mengedarkan pandangannya seakan sedang mencari seseorang. Xander langsung mengajak Alice bersembunyi.


"Ada apa?" Tanya Alice.


"Salah satu dari orang suruhan itu sedang mencarimu di tempat ini." Jawab Xander.


Xander dan Alice terkejut mendengar suara langkah yang semakin mendekat. Xander menyembunyikan Alice di belakang tubuhnya. Tangannya mengepal dan siap untuk menghajar siapapun yang akan muncul di hadapannya. Begitu orang itu sangat dekat, Xander langsung memberikan pukulannya.


"Oh ****! Hampir saja!" Umpat pria itu yang berhasil menghindari pukulan Xander.


"Allen!"


"Mengapa Tuan ingin memukulku?" Tanya Allen kesal.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Cepat ambil mobilmu. Kita harus segera membawa Alice pergi dari sini!" Perintah Xander.


Tanpa banyak bertanya lagi, Allen segera mengambil mobil.


"Kau mau membawaku ke mana?" Tanya Alice.


"Menemui temanku. Dia seorang dokter, dan dia bisa membantumu." Jawab Xander.


"Memangnya Nona Alice sakit apa Tuan?" Tanya Allen penasaran.


"Ada yang mencampur obat perangsang ke dalam minuman Alice. Dan orang itu menyuruh anak buahnya untuk menemukan Alice. Lebih cepat lagi Allen." Jawab Xander.


Allen segera menambah kecepatan mobil yang dikendarainya.


"Mmhh..." Lenguh Alice.


"Badanku mulai memanas, Xander."


"Bertahanlah Alice. Kita akan segera sampai. Kau pasti bisa menahannya." Ucap Xander dengan wajah cemasnya.


"Tuan, dokter Ethan tidak bisa dihubungi." Lapor Allen.


"Sial! Dia pasti sedang berpesta dengan para wanitanya." Gerutu Xander.


"Antarkan kami ke mansion."


Allen mengangguk.


Alice tak bisa menahan dirinya lagi. Tubuhnya semakin memanas karena gai rah yang menggelora. Sepertinya dia mendapatkan obat perangsang dosis tinggi. Alice terus bergerak tak nyaman. Alice menatap ke arah Xander dan langsung memeluknya dengan posesif.


"Alice sadarlah. Tahan dirimu." Ucap Xander.


"Ini menyakitkan sekali. Bantu aku, Xander. Aku mohon."


Alice hendak menci um bibir Xander, namun Xander menahannya.


"Tidak Alice. Aku tidak ingin kau menyesal nantinya. Itu akan menyakiti hatimu."


Alice seperti menulikan telinganya dan terus berusaha untuk mencium Xander. Xander mendorong tubuh Alice pelan sehingga pelukan keduanya terurai. Xander melepas jasnya dan mengikat tangan Alice ke belakang, lalu memeluknya dari belakang.


"Aku mohon Alice, bertahanlah." Bisik Xander sambil menahan agar Alice tidak menyerangnya lagi.


Saat tiba di mansion, Xander segera membopong tubuh Alice dan membawanya masuk ke dalam mansion. Saat berada di dalam kamar, Xander meletakkan Alice di bawah shower dan mengguyurnya air dingin.


"Dingin!" Pekik Alice dengan suara ero tisnya dan tubuhnya yang terus menggeliat.


Xander tiada henti meneguk salivanya.


Mata Alice semakin sayu dan dia sepenuhnya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan saat ini. Pandangannya menjadi buram karena terkena air.


"Alec." Panggilnya.


"Alec, di mana kau?" Carinya sambil menangis.


"Aku di sini, Alice."


Alice membalikkan badannya. Alice tersenyum senang saat melihat wajah tampan Raja Alec yang berdiri di hadapannya.


"Aku merindukanmu Alec. Hiks..."


"Aku juga merindukanmu, Ratuku." Ucap Raja Alec dengan senyum yang mengembang.


Raja Alec langsung meraup bibir Alice. Keduanya berciu man dengan panas untuk menyalurkan rasa rindu yang teramat. Tangan Alice memeluk tubuh Raja Alec dengan sangat erat dan semakin memperdalam ciu mannya.


Alice menggeliatkan tubuhnya. Dia menghirup aroma yang membuatnya sangat nyaman. Dengan perlahan dia membuka matanya dan langsung berhadapan dengan dada bidang yang sedikit telanjang karena kancing baju yang terbuka. Alice mengerjapkan matanya. Dia ingat jika dirinya bertemu dengan Raja Alec dan keduanya bermesraan.


"Alec." Lirihnya dengan senyum bahagia.


"Sayangnya namaku bukan Alec, Alice." Suara berat khas bangun tidur yang seketika membuat Alice melebarkan matanya.


Alice mengangkat wajahnya dan menatap wajah pria yang tertutup topeng.


"Xander!"


Alice segera melepas pelukannya dan mendorong tubuh Xander. Dia langsung duduk menjauh.


"A-apa yang kau lakukan di ranjangku? Dasar pria mesum kurang aj@r!" Bentak Alice.


"Buka matamu lebar-lebar. Ini bukan ranjangmu, tapi ranjangku." Ucap Xander santai sambil duduk bersandar.


"Apa kau bilang? Ranjangmu?!"


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


3. Terpaksa Menikah : Suami Buleku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰