I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 86. Nigel



Raja Alec berendam air hangat setelah menyelesaikan eksekusi massalnya. Dia memejamkan matanya dan merasakan emosinya yang sempat meluap turun secara perlahan. Namun, ketenangan yang dia rasakan hanya sementara. Karena Ratu Roseline tengah ikut masuk ke dalam bathtub dengan keadaan polos dan memamerkan perut buncitnya yang terlihat sangat seksi di depan Raja Alec.


"Mengapa kau berendam sendiri dan tidak mengajakku?" Rajuk Ratu Roseline.


Raja Alec tersenyum. Dengan perlahan, Raja Alec menarik tubuh Ratu Roseline ke dalam pelukannya.


"Aku tidak ingin mendekatimu dalam keadaan marah, sayang." Bisiknya.


Ratu Roseline menyandarkan kepalanya di dada Raja Alec dan menghela napas pelan.


"Aku sudah mendengar berita tentang eksekusi massal yang telah kau lakukan. Apa kau yakin tindakan ini tidak akan memicu kerusuhan di dalam kerajaan kita nantinya?"


"Tindakan apapun yang aku lakukan pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Aku tidak menyesal telah mengambil langkah besar ini, karena bagiku keselamatan keluargaku adalah yang paling utama."


"Lagipula hukuman yang aku jatuhkan bukan hanya atas dasar kesalahan yang dilakukan oleh para putri bangsawan yang iri dan berniat mengambil posisimu sebagai Ratu, tetapi karena keluarga mereka telah melakukan tindak kriminal. Para bangsawan itu melakukan penipuan dan korupsi di dalam kerajaanku. Mereka telah mengambil hak rakyatku, dan aku memberikan hukuman yang pantas untuk mereka dapatkan." Terang Raja Alec.


Ratu Roseline mengulum senyum. "Suamiku memang Raja yang hebat dan luar biasa."


"Berkat Ibu, dirimu, anak-anak kita, dan seluruh rakyat Cardanialah yang telah menjadikanku Raja yang hebat seperti sekarang. Tanpa kalian aku hanyalah manusia biasa yang lemah." Ucap Raja Alec.


Ratu Roseline mengangkat wajahnya dan mencium jakun dan leher Raja Alec dengan lembut. Raja Alec memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang memabukkan itu. Tak butuh waktu lama, keduanya pun melakukan percin taan hebat di dalam air dengan gaya katak.


Kedua tangan Ratu Roseline mencengkeram bagian pinggir bathtub dengan kuat. Keduanya sangat menikmati momen yang menggai rahkan ini.


"Mommy!"


"Daddy!"


Terdengar suara teriakan Pangeran Cello dan Putri Celine dari luar kamar mandi.


"Oh, s*@l! Mengapa mereka harus datang di saat kita sedang bermesraan?" Umpat Raja Alec.


Pasalnya Raja Alec sudah hampir mendapatkan puncaknya. Konsentrasinya langsung buyar begitu mendengar teriakan kedua anak kembarnya.


"Jangan mengumpati mereka. Mereka berdua kan titisanmu." Sahut Ratu Roseline yang membuat Raja Alec bungkam.


"Pangeran Cello dan Putri Celine, Baginda Raja dan Ratu saat ini sedang mandi." Ucap Marie.


"Mereka mandi bersama, Bibi Marie?" Tanya Putri Celine.


"Mmm...Ya begitulah." Jawab Marie sambil tersenyum kaku.


"Mengapa ekspresi Bibi seperti itu? Bibi menyembunyikan sesuatu dari kami?" Tanya Pangeran Cello penuh selidik.


Marie mengatur napasnya dan terus tersenyum agar tetap terlihat tenang.


"Aku mau ikut Daddy dan Mommy mandi." Sahut Putri Celine dan hendak melangkah ke arah kamar mandi.


Plakk... (Raja Alec memukul jidatnya mendengar ucapan Putri Celine)


"Jangan Putri." Cegah Marie.


"Mengapa tidak boleh, Bibi?" Tanya Pangeran Cello.


Marie memutar otaknya agar bisa memberikan alasan yang tepat kepada kedua anak kecil yang genius itu.


"Mmm... Begini... Baginda Raja dan Ratu saat ini sedang memenuhi keinginan adik bayi yang ada di dalam perut Ratu. Adik bayi sedang ingin bersama Baginda dan Ratu." Jawab Marie.


"Benarkah? Mengapa adik bayi tidak mengajak kami juga? Apa dia tidak sayang kepada kami?" Tanya Putri sedih.


"Itu tidak benar, Putri. Adik bayi sangat menyayangi Pangeran dan Putri, kedua kakaknya yang hebat dan luar biasa ini. Hanya saja, saat ini adik bayi sedang ingin bersama Baginda Raja dan Ratu saja. Bukankah kalian juga pernah melakukan hal yang sama?"


"Maksud Bibi seperti ketika aku sakit, aku ingin tidur bersama Daddy dan Mommy saja?" Tanya Pangeran Cello.


Marie mengangguk.


"Atau seperti saat aku yang ingin memasak ditemani Daddy dan Mommy, dan tanpa Kak Cello?" Sahut Putri Celine.


"Ya." Jawab Marie.


"Aku mengerti sekarang. Adik bayi sedang ingin menguasai Daddy dan Mommy kita sebentar, sama seperti yang kadang kita lakukan Celine." Ujar Pangeran Cello.


"Betul sekali, Pangeran." Ucap Marie lega.


"Apakah saat kami masih berada di dalam perut Mommy, Daddy dan Mommy juga suka mandi bersama, Bibi? Karena kami ingin bersama Daddy dan Mommy, seperti adik bayi." Tanya Putri Celine dengan wajah polosnya.


"Tentu saja. Pangeran dan Putri juga menginginkan hal yang sama saat berada di dalam perut Yang Mulia Ratu. Bahkan kalian menginginkannya setiap hari." Jawab Marie yang membuat wajah Raja Alec dan Ratu Roselime memerah karena malu.


"Sebaiknya Pangeran dan Putri ikut Bibi ke tama sekarang. Kalian harus mencicipi donat buatan Bibi." Ajak Marie.


"Apa ada rasa cokelat dan strawberry?" Tanya Putri Celine antusias.


"Aku mau yang ada kacang almondnya." Sahut Pangeran Cello tak mau kalah.


"Semua rasa yang kalian inginkan ada di sana. Karena kalian sendiri yang akan mengoles kue donat sesuai dengan rasa yang kalian inginkan." Jawab Marie yang membuat Pangeran Cello dan Putri Celine bersorak gembira.


Pangeran dan Putri itu pun segera keluar dari kamar Ratu Roseline bersama Marie.


"Huft..! Berani-beraninya Marie membuka aib kita di depan anak-anak." Gerutu Raja Alec.


"Setidaknya dia bisa membuat Cello dan Celine keluar dari kamar kita." Sahut Ratu Roseline kesal.


"Mau sampai kapan kau akan diam membatu seperti itu?"


"Jika kau masih diam maka aku akan .... Aaaahh..."


Raja Alec tersenyum licik. Dia memberikan serangan secara tiba-tiba dan melanjutkan aktivitas panas mereka yang sempat terhenti tadi. Raja Alec mempercepat gerakannya membuat bibir Ratu Roseline terus menge rang sampai mendapatkan puncak kenik matannya. Tak lama kemudian, Raja Alec menyusul dan memeluk tubuh Ratu Roseline dengan erat.


"Aku sangat mencintaimu, Alice." Bisiknya.


Keduanya segera keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Raja Alec memakai pakaiannya dengan cepat kemudian membantu Ratu Roseline memakai gaunnya. Bahkan Raja Alec juga menyisir dan menata rambut Ratu Roseline, lalu memakaikan sepatu dengan sangat telaten. Raja Alec benar-benar meratukan istrinya.


Raja Alec dan Ratu Roseline segera menemui kedua buah hati mereka di taman. Keduanya tertawa geli saat melihat wajah belepotan Pangeran Cello dan Putri Celine. Kedua pipi gembul mereka dipenuhi krim coklat dan strawberry. Mereka makan donat dengan sangat lahap.


"Mommy mau?" Tanya Putri Celine dengan mulut penuh makanan membuatnya semakin menggemaskan.


Ratu Roseline mengangguk. Raja Alec dan Ratu Roseline duduk di samping mereka. Marie mengambilkan kue donat yang masih polos untuk mereka.


"Daddy dan Mommy mau rasa apa?" Tanya Pangeran Cello.


"Mommy ingin rasa coklat diberi taburan kacang almond seperti donat milik Cello." Jawab Ratu Roseline.


"Kalau Daddy?"


"Daddy ingin rasa strawberry seperti punya Celine." Jawab Raja Alec.


"Siap Baginda Raja dan Ratu." Teriak Pangeran Cello dan Putri Celine bersamaan.


Mereka pun mengoleskan krim coklat dan stramberry di atas dua buah donat sesuai permintaan Ayah dan Ibu mereka dengan penuh semangat dan tawa bahagia.


...***...


"Apakah pangeran dan putri kecil kita sudah tidur, sayang?" Tanya Raja Alec yang tengah menyambut kedatangan Ratu Roseline di kamar mereka.


"Ya, mereka sudah tidur dengan lelap." Jawab Ratu Roseline sambil memeluk tubuh suaminya dengan manja.


"Ada apa? Mengapa kau bersikap manja seperti ini?" Tanya Raja Alec sambil menyerngitkan dahinya.


Ratu Roseline mengangkat wajahnya. "Aku ingin bertemu dengan wanita yang bernama Nigel itu."


"Tidak. Aku tidak mengizinkanmu untuk bertemu dengan wanita itu." Jawab Raja Alec.


"Aku mohon."


"Tidak Alice-ku sayang. Wanita itu berbahaya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu." Tegas Raja Alec.


"Temani aku untuk bertemu dengannya. Dia pasti tidak akan berani berbuat macam-macam kepadaku." Ratu Roseline tidak mau menyerah.


Raja Alec menghela napas panjang. "Mengapa kau ingin menemuinya? Dia bukan siapa-siapa, dia hanya seorang peramu obat biasa. Buang jauh-jauh keinginanmu itu sayang."


Ratu Roseline melepaskan pelukannya. Wajah lembutnya berubah dingin dan menakutkan. "Baiklah. Kalau begitu kembalilah ke istana Raja dan jangan berharap kau bisa tidur bersamaku."


"Ayolah sayang. Jangan lakukan itu. Aku tidak akan bisa tidur tanpa memelukmu." Protes Raja Alec.


"Jika kau tidak mengabulkan keinginanku, maka menjauhlah dariku." Ucap Ratu Roseline.


"Baiklah. Aku akan mengabulkan keinginanmu. Kita akan menemui Nigel besok pagi." Raja Alec pun mengalah daripada dia harus tidur tanpa memeluk tubuh hangat Ratu Roseline.


"Aku ingin menemuinya sekarang juga. Dan aku tidak menerima penolakan."


Raja Alec mengantarkan Ratu Roseline menuju penjara bawah tanah untuk menemui Nigel. Penjaga membukakan pintu menuju ruang tahanan Nigel. Raja Alec dan Ratu Roseline melangkah masuk dan berhenti di depan salah satu sel tahanan. Seorang wanita berpakaian lusuh langsung berlutut dan memberi hormat di hadapan Raja dan Ratu.


Wanita itu menatap ke arah Raja Alec dan Ratu Roseline sambil tersenyum. "Selamat datang sang penguasa, Raja Alec dan Ratu Roseline."


"Atau, haruskah hamba memanggil dengan nama Ratu Alice." Tambah Nigel sambil menyeringai.


Raja Alec dan Ratu Roseline (Alice) sangat terkejut dan membelalakkan mata mereka.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Raja Alec.


Nigel pun berdiri. Dalam sekejam mata Nigel telah berada di luar sel tahanan, pakaian lusuh yang dia pakai telah berubah menjadi jubah merah dan terdapat sebuah tudung di bagian kepala.


"Penjaga!" Teriak Raja Alec.


"Baginda tidak perlu berteriak. Mereka tidak akan mendengarnya." Ucap Nigel.


"Kau adalah seorang penyihir." Ujar Ratu Roseline.


"Benar sekali, Yang Mulia Ratu." Jawab Nigel sambil tersenyum.


Raja Alec menarik pedangnya dan menghunuskannya ke arah Nigel.


"Baginda Raja dan Ratu tidak perlu takut. Aku tidak akan menyakiti kalian." Ucap Nigel.


"Dari mana kau berasal? Dan apa tujuanmu datang ke kerajaanku?" Tanya Raja Alec tanpa menurunkan pedangnya sedikit pun.


"Namaku Nigel Morgan. Aku adalah salah satu penyihir dari keluarga Morgan yang tinggal di lembah Hitam, lembah yang terletak di balik gunung Goby."


"Dan kedatanganku kemari untuk menemui sang pengubah takdir, yaitu Nona Alice." Jawab Nigel sambil tersenyum ke arah Ratu Roseline.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰