I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 23. Menepati Janji



Satu minggu kemudian,


Raja Alec sudah dinyatakan sembuh total dan siap untuk mengambil alih kewajiban dan tanggung jawabnya lagi sebagai Raja Cardania. Bersama Marquess Filan dan Marquess Andry, Raja Alec keluar dari istana raja dan akan menuju aula pertemuan istana. Raja Alec dikejutkan dengan kehadiran Countess Sarah yang sudah berdiri menunggu dirinya di depan istana raja. Raja Alec melangkahkan kakinya sambil mendengus kesal. Tapi dia tetap berusaha untuk bersikap sopan.


"Hormat hamba, Yang Mulia Raja."


Countess Sarah memberikan hormat sambil tersenyum. Nampak rona bahagia terukir di wajahnya.


"Ada apa Countess Sarah? Mengapa kau tidak menuju ruang pertemuan dan berkumpul dengan para bangsawan yang lain?" Tanya Raja Alec.


"Hamba hanya ingin bertemu dan menyapa Yang Mulia Raja. Hamba sangat bahagia Yang Mulia Raja telah sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala." Jawab Countess Sarah.


"Terima kasih." Ucap Raja Alec singkat dan melangkahkan kembali kakinya.


"Mohon maaf Yang Mulia Raja." Seru Countess Sarah yang menghentikan langkah Raja Alec.


"Ada apa?" Sahut Raja Alec.


"Bolehkah hamba pergi ke ruang pertemuan bersama Yang Mulia?" Ucap Countess Sarah sambil tersenyum malu.


Raja Alec menyerngitkan dahinya. Ratu Roseline yang tiba di sana tersenyum sinis saat melihat dan mendengar pembicaraan antara Raja Alec dan Countess Sarah. Raja Alec menatap Ratu Roseline, namun Ratu Roseline hanya menunduk memberi hormat lalu melangkahkan kakinya kembali.


"Tunggu Ratu." Seru Raja Alec.


Countess Sarah terkejut saat Raja Alec berseru. Ratu Roseline menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.


"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Ratu Roseline.


"Mari kita pergi ke ruang pertemuan bersama." Ucap Raja Alec.


"Bukankah Yang Mulia akan pergi bersama Countess Sarah?" Sahut Ratu Roseline.


"Jika harus pergi ke sana bersama, itu harus denganmu, Ratu." Jawab Raja Alec lembut.


"Mengapa harus seperti itu?" Tanya Ratu Roseline.


"Yang layak berdampingan dengan Raja adalah Ratu. Dan Ratu adalah istriku, pendamping hidupku."


Raja Alec meraih tangan Ratu Roseline dan mengecup punggung tangannya. Ratu Roseline membelalakkan matanya, begitu juga dengan Countess Sarah. Countess Sarah sangat cemburu melihat sikap romantis yang ditunjukkan Raja Alec kepada Ratu Roseline.


"Countess Sarah, jika kau ingin berangkat bersama kami kau bisa berjalan di belakang kami." Ucap Raja Alec dingin.


"Mari Ratu kita berangkat."


Raja Alec terus menggenggam tangan Ratu Roseline dan berjalan menuju aula pertemuan secara beriringan. Ratu Roseline hanya diam dan pasrah karena dia sedang tidak ingin berdebat dengan Raja Alec. Para asisten Raja dan Ratu berjalan di belakang junjungan mereka. Sedangkan Countess Sarah dan pelayannya berada di paling belakang. Countess Sarah berjalan dengan wajah kesal sambil meremas gaunnya.


"Terasa damai sekali melihat Yang Mulia Raja bisa beriringan dengan Ratu seperti ini. Sangat harmonis." Celetuk Marquess Andry sambil mengulum senyum.


"Benar Tuan. Hamba berharap tak lama lagi istana akan diisi dengan tangisan bayi." Ucap Marie.


"Aku juga berharap begitu." Sahut Marquess Filan.


Felix hanya menyunggingkan bibirnya. Dia tahu jika ketiga orang itu sengaja ingin membuat hati Countess Sarah terbakar dan sadar akan posisinya.


"Apa Anda baik-baik saja Nona?" Tanya Nara pelan.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, Nara. Aku yakin para bangsawan akan terus mendesak Yang Mulia Raja untuk menikahiku, karena sampai sekarang Ratu belum bisa memberikan penerus tahta kerajaan. Dan aku tak kan pernah menyerah untuk meluluhkan hati Raja." Jawab Countess Sarah dengan penuh ambisi.


Penjaga mengumumkan kedatangan Raja Alec dan Ratu Roseline. Semua orang segera memberikan hormat, termasuk Baroness Yolanda yang juga ikut hadir di sana. Duke Darian juga sudah kembali dari perjalanannya dari kerajaan tetangga. Mereka terkejut melihat Raja dan Ratu berjalan sambil bergandengan tangan, sedangkan Countess Sarah berjalan di belakang para asisten Raja dan Ratu.


Raja dan Ratu berjalan dengan wajah dingin mereka namun tetap terlihat anggun dan serasi. Ibu Suri Helene tersenyum bahagia melihat kebersamaan keduanya. Raja Alec duduk di singgasananya dan Ratu Roseline menempati kursi di samping Raja.


"Semoga Yang Mulia Raja sehat selalu dan berumur panjang."


"Aku ucapkan terima kasih atas doa yang kalian berikan untukku. Berkat doa kalian jugalah Tuhan telah memberikan kesembuhan padaku. Mulai hari ini aku akan mengambil alih kedudukan dan tugasku kembali sebagai Raja Cardania.


"Pada pertemuan kali ini, ada beberapa hal yang akan umumkan pada kalian. Mulai sekarang aku menunjuk Ratu sebagai penasihatku. Ratu akan selalu mengikuti semua pertemuan yang akan aku hadiri dan dia berhak untuk mengemukakan pendapatnya padaku."


Ratu Roseline langsung menatap Raja Alec dengan tajam.


"Apa maksud dan tujuan Raja? Apa dia ingin membatasi akses untukku keluar masuk istana dan mengurungkan di dalam istana ini?" Batin Ratu Roseline dengan wajah kesalnya.


Raja Alec hanya menyunggingkan bibirnya saat mendapatkan tatapan kesal Ratu Roseline. Para bangsawan dan pejabat istana tercengang dan terlihat ketegangan di wajah mereka.


"Tapi Yang Mulia, bukankah sudah ada para menteri di sini?" Protes Count Emilio.


"Kau benar. Tapi setelah mengamati semua hasil usaha dan jerih payah Ratu yang berhasil mengungkap kejahatan para pejabat istana ini, aku sangat yakin Ratu akan menjadi penasihat terbaikku." Tegas Raja Alec dengan wajah dinginnya.


Tak ada yang berani memberikan protes lagi jika Raja Alec sudah berkeras seperti itu. Kesempatan mereka satu-satunya saat ini untuk menyingkirkan Ratu Roseline adalah dengan pernikahan Raja Alec dan Countess Sarah


"Mohon ampun Yang Mulia." Ucap Duke Darian.


"Aku belum selesai bicara Duke Darian. Biarkan aku selesaikan dulu pengumuman yang ingin aku sampaikan." Sahut Raja Alec dengan nada tinggi.


Duke Darian tersentak dan seketika langsung bungkam, begitu juga dengan yang lain.


"Sebagai ungkapan terima kasihku kepada Countess Sarah yang telah menyelamatkan nyawaku sebelumnya, aku akan memberikan hadiah kepadanya satu peti koin emas dan beberapa pengawal istana untuk berjaga di kediaman Count Donovan selama Count belum kembali dari perjalanannya berkeliling di kerajaan asing."


"Tapi Yang Mulia, sangat berbahaya jika Countess Sarah kembali ke kediaman Count Donovan saat ini, karena Count masih belum kembali dari perjalanannya." Protes Viscount August.


"Apa Viscount tidak mendengarkan perkataanku dengan baik tadi. Aku akan mengirimkan beberapa pengawal istana untuk berjaga di kediaman Count Donovan. Dan jika kalian masih merasa khawatir, seharusnya Countess Sarah bisa tinggal dan berada dalam perlindungan Duke Darian, yang tak lain adalah paman dari Countess Sarah."


"Bagaimana Duke Darian?" Tanya Raja Alec.


Duke Darian berusaha menahan kekesalannya.


"Hamba siap untuk menjaga keponakan hamba, Yang Mulia." Jawab Duke Darian.


Countess Sarah menatap pamannya tak percaya. Seharusnya pamannya membantunya untuk tetap tinggal di istana, bukannya menyetujui untuk membawanya pulang.


"Bagus. Marquess Filan sudah menyiapkan kereta kuda istana untuk mengantarkan Countess Sarah menuju kediaman Duke Darian. Dan aku akan tetap mengirimkan beberapa pengawal istana untuk berjaga sampai Count Donovan kembali." Ucap Raja Alec sambil tersenyum tipis.


"Apa kau tidak ingin berterima kasih kepada Yang Mulia Raja, Countess Sarah?" Ujar Ibu Suri Helene.


Dengan sedikit gugup Countess Sarah berdiri dan melangkahkan kakinya ke depan lalu menghadap Raja Alec.


"Hamba ucapkan terima kasih tiada tara atas kebaikan Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah sambil memberi hormat.


Raja Alec hanya mengangguk tanpa bersuara. Countess Sarah segera duduk kembali ke tempatnya.


"Mohon ampun Yang Mulia. Apakah Yang Mulia melakukan semua ini karena permintaan dari Yang Mulia Ratu?" Tanya Baroness Yolanda yang memicu gunjingan dari kalangan bangsawan.


"Baroness Yolanda adalah seorang wanita. Bagaimana perasaan Baroness jika mendiang suami Anda dirumorkan dengan wanita lain? Apakah Baroness akan merasa senang dan bahagia?" Raja Alec balik bertanya.


Baroness Yolanda mengeraskan rahangnya saat mendapatkan serangan balik dari Raja Alec.


"Dari ekspresi wajah Baroness terlihat sekali jika Baroness tidak senang." Sinis Raja Alec.


"Aku melakukannya karena ingin menjaga perasaan Ratu, tanpa harus Ratu memohonnya kepadaku."


Hati Duke Sullivan dan Duke Ramon menghangat saat mendengar ucapan Raja Alec.


Baroness Yolanda pun diam tanpa bisa berkata lagi. Hatinya sangat marah dan kesal telah dipermalukan di depan para bangsawan seperti ini. Ratu Roseline hanya diam sambil menarik salah satu ujung bibirnya melihat drama yang tersaji di depan matanya dan enggan untuk bersuara.


"Dan satu lagi, dalam waktu dekat aku akan mengangkat beberapa orang yang kompeten untuk menggantikan posisi Menteri Perdagangan dan pejabat istana lain yang terbukti bersalah."


Selesai memberikan pengumuman Raja Alec mengajak Ratu Roseline untuk segera meninggalkan aula pertemuan. Raja Alec menggenggam tangan Ratu Roseline kembali saat keduanya berjalan keluar dari aula. Saat berada di luar aula, Ratu Roseline segera menarik tangannya dari genggaman Raja Alec.


"Sudah cukup sandiwaranya Yang Mulia, kita sudah berada di luar aula." Ketus Ratu Roseline.


"Aku sedang tidak bersandiwara Ratu. Seperti yang kau lihat sendiri tadi, aku sudah menepati janjiku. " Ucap Raja Alec.


Ratu Roseline mendengus kesal, lalu memberi hormat dan melangkahkan kakinya menuju istana ratu bersama Marie dan Felix.


Raja Alec membuang napasnya kasar.


"Bukankah aku sudah memenuhi janjiku padanya, lalu mengapa dia masih kesal padaku?" Decak Raja Alec tak mengerti.


Countess Sarah mendatangi istana raja dan memohon untuk bertemu Raja Alec.


"Untuk apalagi Countess Sarah menemuiku? Bukankah kereta kuda sudah bersiap untuk mengantarmu ke kediaman Duke Darian?" Tanya Raja Alec sedikit kesal.


"Mohon ampun Yang Mulia. Bolehkah hamba tinggal sedikit lama di istana ini? Hamba mohon." Mohon Countess Sarah.


"Tidak. Sebaiknya kau segera pergi ke kediaman Duke Darian. Aku tidak ingin rumor itu semakin berkembang jika kau tetap tinggal di istana dan aku tidak ingin menyakiti hati Ratu." Jawab Raja Alec, lalu melangkah pergi meninggalkan Countess Sarah.


Dengan terpaksa Countess Sarah meninggalkan istana dengan hati yang hancur. Tapi Countess Sarah berjanji dia akan segera tinggal kembali di istana bersama Raja Alec.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰