I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 45. Siapa Kau?



"Kita mau ke mana, Baginda?" Tanya Ratu Roseline.


Raja Alec dan Ratu Roseline saat ini sedang menyusuri sebuah lorong menuju suatu tempat.


"Nanti Ratu juga akan tahu. Sebentar lagi, kita akan sampai." Jawab Raja Alec sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, sampailah mereka di sebuah bangunan mirip istana yang ukurannya lebih kecil namun terlihat sangat terawat.


"Ini adalah istana rahasia milik mendiang ayahku, dan sekarang menjadi istana rahasia milikku. Mari kita masuk. Ada yang ingin bertemu denganmu." Ujar Raja Alec.


Para penjaga segera membukakan pintu untuk keduanya. Ratu Roseline tetap diam dan mengikuti langkah Raja Alec. Mereka memasuki sebuah kamar, yang didalamnya sudah ada Marquess Filan, Marquess Andry, tabib Ma dan seorang pria paruh baya seumuran Duke Sullivan sedang terbaring di atas ranjang, yaitu Tuan Ronaf.


"Selamat datang, Baginda Raja dan Ratu." Sambut mereka.


"Ratu? Apakah Ratu ada di sini?" Tanya Tuan Ronaf.


"Benar Tuan Ronaf, Ratu Roseline ada di sini." Jawab Marquess Filan.


Raja Alec memberi isyarat agar Ratu Roseline mendekat ke ranjang Tuan Ronaf. Ratu Roseline terlihat bingung.


"Yang Mulia Ratu, dia adalah Tuan Ronaf, paman Yang Mulia yang selama ini telah menghilang." Terang tabib Ma.


Ratu Roseline langsung merubah ekspresinya dan duduk di tepi ranjang.


"Apa kabar Paman Ronaf?" Sapa Ratu Roseline. "Paman pergi ke mana selama ini? Kami sangat mencemaskanmu."


"Maafkan Paman, Seline. Karena telah membuatmu cemas." Ucap Tuan Ronaf.


Raja Alec memberi isyarat kepada Marquess Filan, Marquess Andry dan Tabib Ma untuk keluar.


"Aku akan meninggalkan kalian berdua untuk melepas rindu. Jika butuh apa-apa, kau bisa memanggilku. Aku akan menunggu di luar." Ucap Raja Alec kepada Ratu Roseline.


"Baik Baginda. Terima kasih." Jawab Ratu Roseline sambil memaksakan senyumannya.


Setelah Raja Alec keluar dan menutup pintu, Ratu Roseline segera berpindah ke kursi yang tak jauh dari tempat tidur.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Tuan Ronaf dingin.


Ratu Roseline menyerngitkan dahinya.


"Aku tahu jika tubuh itu adalah tubuh Ratu Roseline, tapi tidak dengan jiwanya. Kita hanya berdua, jadi kau tidak perlu bersandiwara."


Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya. "Bagaimana kau bisa tahu jika aku bukanlah Ratu Roseline yang sebenarnya?"


"Aku mengenal keponakanku sejak dia bayi. Dan aku adalah dokter pribadinya. Dari sorot matamu saja sudah terlihat jika kalian adalah orang yang berbeda." Jawab Tuan Ronaf. "Siapa kau?"


"Namaku Alicia Alexandria Quinn. Aku berasal dari dunia lain, entah itu masa depan atau apalah. Karena duniaku jauh lebih modern dari pada dunia yang ada di sini. Dan mengapa aku bisa berada di sini? Aku juga tidak tahu. Terakhir yang aku ingat, aku membaca sebuah novel tentang seorang Ratu yang lemah bernama Roseline Cardania. Dan tiba-tiba aku berada di sini, di dalam tubuh Ratu Roseline." Jelas Ratu Roseline (Alice).


"Itu hal yang mustahil." Ucap Tuan Ronaf.


"Sangat mustahil. Tapi pada kenyataannya memang seperti itu."


"Jiwa Ratu Roseline sudah keluar dari tubuhnya, saat aku masuk. Tubuh ini sudah sekarat karena racun ganas yang telah menyebar ke seluruh tubuh. Beruntung aku masih bisa bergerak cepat untuk membuat obat penawarnya, sehingga aku bisa menyelamatkan tubuh ini dan memiliki semua ingatan Ratu Roseline sebelum dia pergi." Ucap Ratu Roseline.


Tuan Ronaf tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Semua ini salahku. Seandainya aku tidak diculik, aku pasti bisa membuatkan obat penawar dan nyawa Roseline bisa diselamatkan." Ujar Tuan Ronaf sambil terisak.


Ratu Roseline terdiam tanpa berkata apa-apa. Keheningan menyelimuti ruang kamar itu. Tak lama kemudian, Tuan Ronaf menyeka air matanya.


"Apa Anda tahu? Siapa yang telah menculik Anda saat itu?" Tanya Ratu Roseline.


"Aku tidak tahu. Tapi aku yakin mereka pasti suruhan orang yang telah menaruh racun ke dalam minuman Baginda Raja." Jawab Tuan Ronaf.


"Lalu, apa yang kau lakukan dengan tubuh Roseline?" Tanya Tuan Ronaf.


Ratu Roseline menghela napasnya.


"A-apa kau berencana akan mengatakan yang sebenarnya kepada Baginda Raja dan semua orang?"


Ratu Roseline mengangguk.


"Apa kau tahu resiko yang harus kau terima nantinya?"


"Aku tahu. Aku akan mendapatkan kebencian dari Baginda Raja, Duke Sullivan, Duke Ramon dan semua orang yang menyayangi Ratu Roseline. Mungkin Baginda Raja akan memberikan hukuman mati padaku." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Apa kau yakin bisa menerima semua itu?"


"Aku bisa menerima kebencian mereka, tapi aku tidak bisa menerima hukuman yang akan mereka berikan kepadaku. Bukan kesalahanku jika aku masuk dan menempati tubuh Ratu Roseline. Aku akan pergi dari kerajaan ini dan hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan aku berharap suatu saat nanti aku bisa kembali ke duniaku."


Tuan Ronaf terdiam.


"Sebaiknya Tuan Ronaf beristirahat sekarang. Dan kita akan melanjutkan perbincangan ini setelah kondisi Tuan membaik. Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku. Dari sekian banyak ingatan yang ditingalkan Ratu Roseline, mengapa tidak ada satupun ingatan tentang Anda, Tuan Ronaf?" Ucap Ratu Roseline.


Tuan Ronaf mengangguk setuju.


...***...


Raja Alec menemani Ratu Roseline mengantarkan obat untuk Ratu Cetta. Sudah tiga hari, Ratu Cetta melakukan pengobatan dan meminum obat dari Ratu Roseline. Wajahnya yang semula selalu terlihat pucat, berangsur-angsur membaik. Ratu Cetta terlihat jauh lebih sehat dan segar. Para raja dan ratu dari Kerajaan Brilian, Donga, Brigita, serta Tuan Franco telah kembali ke kerajaan mereka masing-masing.


Sebelum pergi, Raja Sevilen sempat menemui Ratu Roseline dan meminta Ratu untuk ikut dengannya. Ratu Roseline menolaknya. Raja Sevilen akhirnya pergi dengan perasaan kecewa, namun dia tidak akan menyerah. Selama Raja Alec belum bisa membuat Ratu Roseline bahagia, Raja Sevilen akan terus berusaha mengambil hati Ratu Roseline.


"Mengapa Ratu harus repot mengantarkan obat itu ke kamar Ratu Cetta secara langsung? Ratu kan bisa menyuruh pelayan untuk mengantarkannya." Tanya Raja Alec saat keduanya berada di istana ratu.


"Aku hanya ingin memastikan jika Ratu Cetta meminum obatnya tanpa gangguan. Lagipula, aku senang bisa mengobrol dengan Ratu Cetta." Jawab Ratu Roseline.


Raja Alec menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. "Apakah ada orang yang Ratu curigai?"


"Ada, tapi aku masih belum tahu pasti siapakah orang itu." Jawab Ratu Roseline lalu menyesap teh hangatnya.


"Baginda Raja dan Ratu." Sapa Marquess Filan.


"Ada ada, Filan? Apakah ada hal yang penting?" Tanya Raja Alec.


"Kita kedatangan tamu dari Kerajaan Sun, Baginda. Nyonya Imelda dan Nona Camila datang berkunjung. Mereka adalah ibu dan adik dari Ratu Cetta. Selain itu juga ada Lady Xena, sepupu dari Raja Abraham yang datang bersama mereka." Lapor Marquess Filan.


"Pucuk dicinta ulam pun tiba." Gumam Ratu Roseline sambil menyeringai.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰