I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat



Ratu Roseline menyambut kedatangan raja dan ratu dari kerajaan tetangga. Ratu Stella dan Ratu Freya yang semula bersikap angkuh, sekarang berubah menjadi ramah. Bahkan mereka membawakan hadiah karena Ratu Roseline telah berbaik hati mengundang mereka makan siang dan minum teh di istana ratu.


Ratu Roseline langsung mengajak mereka ke taman untuk makan siang. Para raja dan ratu itu sangat terkesima dengan beraneka ragam makanan yang telah dihidangkan di atas meja.


"Ini hidangan yang luar biasa, Ratu. Jujur saja aku belum pernah melihat makanan seperti ini di kerajaanku." Ujar Raja Sevilen.


"Apa yang Raja Sevilen katakan memang benar. Di kerajaan Sun pun, kami belum pernah menemukan makanan yang seperti ini." Sahut Raja Abraham.


Ratu Roseline tersenyum. "Makanan ini memang belum ada sebelumnya di daerah kerajaan ini. Aku sengaja membuat resep baru. Dengan senang hati aku akan memberitahu nama-nama makanan kepada kalian. Ini adalah ayam goreng tepung, itik goreng lengkuas, ikan bakar madu, dan sate domba bumbu kacang tanah. Semoga raja dan ratu menyukainya."


"Apakah Raja Alec tidak ikut makan bersama kita?" Tanya Raja Jordan.


"Baginda Raja menitipkan salam permohonan maaf karena tidak bisa makan bersama dengan raja dan ratu sekalian. Ada urusan penting yang harus Baginda selesaikan." Jawab Ratu Roseline.


"Sangat disayangkan. Tapi kepentingan kerajaan memang jauh lebih penting bagi seorang raja." Ujar Raja Jordan.


Raja Sevilen sangat senang mengetahui Raja Alec tidak akan ikut makan bersama. Para raja dan ratu pun segera menikmati hidangan yang sudah membuat air liur mereka hampir menetes sejak tadi. Begitu makanan itu masuk ke dalam mulut, mereka langsung membelalakkan mata.


"Ini lezat sekali Ratu. Ternyata selain cantik dan baik, Ratu Roseline pandai memasak. Sungguh beruntung sekali Raja Alec." Puji Ratu Cetta.


Ratu Roseline hanya memberikan senyuman. Selesai makan siang, para pelayan menghidangkan teh beserta kue kering buatan Ratu Roseline.


"Ratu Roseline, kami membawakan hadiah sebagai ungkapan permintaan maaf kami karena sebelumnya kami telah bersikap kurang baik kepada Ratu." Ucap Ratu Stella.


"Ini adalah perhiasaan khas dari Kerajaan Brilian dan Kerajaan Donga. Semoga Ratu menyukainya." Tambah Ratu Freya.


Kedua pelayan dari Ratu Stella dan Ratu Freya langsung menyerahkan dua kotak perhiasaan dengan model yang merupakan ciri khas dari kedua kerajaan itu. Marie pun menerima perhiasan itu mewakili Ratu Roseline.


"Terima kasih Ratu Stella dan Ratu Freya. Kalian tidak perlu repot seperti ini. Aku sudah melupakan apa yang terjadi sebelumnya. Dan aku berharap mulai sekarang kita bisa berteman dengan baik, seperti kerja sama yang baik yang telah dijalin di antara kerajaan kita." Ucap Ratu Roseline.


"Tentu saja, kami akan sangat senang bisa berteman baik dengan Ratu Roseline." Jawab Ratu Stella dan Ratu Freya bersamaan.


Sebelumnya, setelah menghadiri pengadilan kerajaan dan menyaksikan sendiri bahwa Countess Sarah terbukti bersalah, Ratu Stella dan Ratu Freya diceramahi habis-habisan oleh suami mereka masing-masing. Karena mereka lebih memilih untuk berteman dengan Countess Sarah dan memusuhi Ratu Roseline.


Raja Serkan tiada henti mengomeli istrinya yang sempat mendukung Countess Sarah untuk menjadi selir Raja Alec. Keduanya ratu itupun sangat menyesal dan berniat untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Ratu Roseline. Mereka tidak ingin hubungan baik kerajaan mereka akan menjadi buruk nantinya. Terlihat sekali jika Raja Alec sangat mencintai Rati Roseline dari pembelaannya terhadap Ratu Roseline. Mereka tidak ingin mencari masalah dengan Raja Alec.


Raja Sevilen terus mencuri pandang ke arah Ratu Roseline. Raja Sevilen sangat terpesona dengan kepribadian Ratu Roseline, terutama setelah mengetahui bahwa Ratu Roseline pandai memasak. Para raja dan ratu sedang menikmati kegiatan memancing di kolam milik Ratu Roseline. Ratu Roseline sengaja mempersiapkan peralatan memancing jika para raja dan ratu itu ingin bersenang-senang.


"Apakah Ratu tidak ingin keluar istana lagi seperti sebelumnya?" Tanya Raja Sevilen yang duduk di samping Ratu Roseline.


Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya. "Mengapa Raja Sevilen bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin tahu saja. Siapa tahu kita bisa pergi bersama dan berkeliling pasar." Ucap Raja Sevilen sambil tersenyum.


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali Ratu Roseline, Raja Sevilen." Tanya Raja Abraham penasaran.


Raja Sevilen langsung menjawab. "Kami sedang membahas rumor tentang pasar yang terkenal di pusat kerajaan Cardania. Aku penasaran sekali dengan pasar itu dan ingin sekali mengunjunginya, Raja Abraham."


"Rumor itu benar, Raja Sevilen. Aku dan suamiku pernah pergi ke sana beberapa kali saat kami berkunjung ke kerajaan ini. Dan pasar itu sangat ramai dan para pedagang menjual berbagai macam barang yang bagus. Ada berbagai makanan yang dijual di kedai makan. Di sana juga ada butik dari perancang terkenal, Nyonya Kellin." Sahut Ratu Stella.


"Benarkah? Aku juga ingin berkunjung ke sana suamiku." Rengek Ratu Freya.


"Bagaimana jika besok pagi kita berkunjung ke sana?" Seru Raja Sevilen.


"Kami setuju. Benarkan Ratu Stella?" Ucap Ratu Freya.


"Tentu saja. Bolehkan suamiku?" Tanya Ratu Stella kepada suaminya yang dijawab dengan anggukan.


"Bagaimana Raja Abraham dan Ratu Cetta? Apa kalian setuju?" Tanya Raja Sevilen.


"Kami setuju." Jawab Raja Abraham.


"Ratu Roseline?"


Karena para raja dan ratu setuju, Ratu Roseline pun tidak bisa menolak.


"Baiklah, tapi aku harus meminta ijin kepada Baginda Raja terlebih dahulu." Jawab Ratu Roseline.


Pesta kecil itupun berakhir saat senja hampir tiba. Para raja dan ratu pun segera pamit dan kembali ke paviliun tamu.


Terlihat Ratu Roseline sedang berjalan di taman yang dipenuhi dengan bunga mawar merah. Ratu Roseline tersenyum bahagia.


"Alice!"


Ratu Roseline tersentak saat ada orang yang memanggilnya dengan nama Alice. Ratu Roseline membalikkan badan. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada seorang wanita bergaun putih yang memiliki wajah yang sama dengannya.


"Ratu Roseline." Guman Ratu Roseline (Alice).


Wanita itu adalah Ratu Roseline yang sebenarnya.


"Aku minta maaf. Tuha telah mengabulkan doa di akhir napasku dan membawamu masuk ke dalam duniaku. Terima kasih Alice, kau telah merubah takdir hidupku." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Jadi semua ini karenamu. Itu artinya kau pasti tahu bagaimana caranya supaya aku bisa kembali ke duniaku?" Tanya Alice.


Ratu Roseline hanya tersenyum dan secara perlahan tubuhnya memudar.


"Hei tunggu, jangan pergi. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu. Katakan padaku bagaimana caranya supaya aku bisa kembali ke duniaku?" Teriak Alice.


"Ratu Roseline!" Alice terus berteriak sambil berlari dan berusaha menyentuh tubuh Ratu Roseline, namun tubuh Ratu Roseline menghilang tepat di depan matanya.


Ratu Roseline (Alice) tersentak dengan napas terengah-engah. Dia terkejut saat menyadari dirinya sedang berendam di dalam kolam mandinya. Saat berendam tadi, Ratu Roseline (Alice) tertidur dan bermimpi bertemu Ratu Roseline yang asli.


"Mengapa tiba-tiba Ratu Roseline masuk ke dalam mimpiku?" Gumam Ratu Roseline (Alice).


Ratu Roseline segera menyelesaikan kegiatan berendamnya dan keluar dengan menggunakan gaun yang telah diletakkan oleh Marie di meja ruang mandinya. Ratu Roseline tidak pernah lagi kembali ke kamarnya dengan hanya menggunakan jubah mandi. Selesai berias, Ratu Roseline menyantap hidangan makan malam di kamarnya.


"Urusan penting apa sampai Baginda Raja melewatkan makan malamnya?" Gerutu Ratu Roseline.


Ratu Roseline membuang napasnya kasar. "Terasa sepi dan membosankan makan sendiri tanpa Baginda Raja. Selama ini aku sudah terbiasa makan bersama Baginda Raja. Ini tidak boleh terus berlanjut. Aku tidak ingin menjadi ketergantungan padanya."


Sampai malam telah larut, tidak ada tanda-tanda kedatangan Raja Alec ke istana ratu. Raja Alec sedang menggila dengan pedang di tangannya. Raja Alec menebas satu persatu tanaman yang ada di taman belakang istana raja. Raja Alec menancapkan pedangnya ke tanah dan bersimpuh. Bulir air mata terus mengalir dari pelupuk matanya.


Raja Alec mengabaikan ucapan Marquess Filan. Raja Alec segera berdiri seraya menghapus air matanya dan mengambil pedangnya kembali. Raja Alec melangkahkan kakinya menuju istana ratu. Marquess Filan pun mengikutinya dari belakang.


Brakk!!!


Ratu Roseline tersentak saat pintu kamarnya dibuka dengan keras. Ratu Roseline semakin terkejut melihat Raja Alec masuk dengan pedang yang berada digenggaman tangannya. Terlihat mata Raja Alec memerah dan sembab.


"Baginda!" Seru Ratu Roseline.


Marquess Filan yang tiba di depan kamar Ratu langsung menutup pintu dan meminta para pelayan serta penjaga untuk menjauh dari sana, kecuali Marie dan Felix.


"Jangan coba-coba menyebarkan rumor jika kalian masih ingin melihat matahari terbit esok hari. Anggap kalian tidak melihat apa-apa." Tegas Marquess Filan dengan tatapan tajamnya.


Para pelayan dan penjaga mengangguk paham, lalu segera pergi menjauh dari kamar Ratu Roseline dengan perasaan takut.


Raja Alec berjalan mendekat dan berlutut tepat di hadapan Ratu Roseline. Ratu Roseline membelalakkan matanya.


"Aku minta maaf Ratu. Aku telah menjadi suami yang kejam dan hina." Ucap Raja Alec sedang wajah memelas dan air mata yang membasahi wajah tampannya.


Ratu Roseline masih terdiam.


"Selama ini engkau telah berulang kali menyelamatkan nyawaku dan mempertaruhkan nyawamu sendiri. Dan aku..." Ucapan Raja Alec tertahan.


"Aku dengan kejamnya menghukum dan menyiksamu setelah kau meminum racun yang diberikan padaku. Aku benar-benar jahat. Aku minta maaf."


Ratu Roseline mengerti kemana arah pembicaraan Raja Alec. Amarahnya seketika bangkit saat mengingat kembali apa yang telah dialami oleh Ratu Roseline sebelumnya.


"Tapi penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi, Baginda. Semua penderitaan itu sudah terjadi." Ucap Ratu Roseline dingin.


"Ya, Ratu memang benar. Maka dari itu, berikan aku penderitaan yang sama."


Raja Alec mengangkat pedangnya dan menyerahkannya kepada Ratu Roseline. Tanpa ragu Ratu Roseline langsung mengambil pedang itu dan mengarahkannya ke leher Raja Alec. Raja Alec hanya diam dan pasrah. Dia sudah siap menebus semua kesalahannya dengan nyawanya.


"Apa kau pikir dengan membunuhmu, semua penderitaan yang pernah aku alami akan sirna begitu saja? Tidak akan! Apa yang sudah kau torehkan tidak akan bisa hilang begitu saja. Setiap luka yang kau berikan tidak akan sembuh dengan mudahnya." Teriak Ratu Roseline.


"Karenamu Ratu Roseline pergi dan takkan pernah kembali lagi. Dan menyeretku masuk ke dalam dunia ini." Batin Ratu Roseline (Alice) sambil menitikkan air mata.


Ratu Roseline membuang pedang itu ke lantai. Hati Raja Alec serasa tersayat melihat Ratu Roseline menangis.


"Aku mohon Ratu jangan keluarkan lagi air matamu. Hukumlah diriku. Aku bersedia menerima semua hukuman yang kau berikan padaku." Mohon Raja Alec.


"Lepaskan aku." Ucap Ratu Roseline.


"A-apa maksudmu, Ratu?"


"Bebaskan diriku dan biarkan aku pergi." Tegas Ratu Roseline.


"Ti-tidak Ratu. Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Teriak Raja Alec.


"Tapi aku menginginkanya." Sahut Ratu Roseline.


Raja Alec mengambil pedangnya lagi dan mengarahkan ujung pedangnya tepat di dadanya.


"Lebih baik aku mati dari pada harus melihatmu pergi."


Raja Alec hendak menusuk dirinya sendiri, namun dengan cepat Ratu Roseline menahan tangan Raja Alec.


"Biarkan aku menebus kesalahanku, Ratu." Lirih Raja Alec sambil tersenyum.


"Jika kau mati konyol seperti ini, sama saja kau mengabaikan semua pengorbanan yang telah aku lakukan untukmu." Ucap Ratu Roseline.


Raja Alec terdiam, lalu menjatuhkan pedangnya. Ratu Roseline berdiri.


"Sebaiknya Baginda kembali ke istana raja sekarang. Aku ingin sendiri." Ucap Ratu Roseline sambil berjalan mendekati jendela.


Raja Alec tidak bergeming dan tetap dengan posisi berlutut.


"Apa Baginda tidak mendengar ucapanku. Tinggalkan aku sendiri!" Bentak Ratu Roseline tanpa melihat ke belakang.


Bugh....


Ratu Roseline langsung membalikkan badan dan melihat tubuh Raja Alec tergolek di atas lantai.


"Baginda!"


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰