I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 39. Adu Acting



Ibu Suri Helene berjalan dengan langkah cepat menuju istana raja setelah mendapatkan berita dari pelayannya jika Countess Sarah berada di istana raja sejak semalam. Saat tiba di istana raja, Count Donovan dan Baroness Yolanda sudah berada di depan pintu istana raja. Mereka berusaha untuk masuk, namun para pengawal tidak mengijinkan.


"Bukakan pintunya dan biarkan kami masuk. Aku ingin memastikan apakah benar putriku berada di dalam istana raja?" Teriak Count Donovan.


"Maaf, Tuan. Anda tidak boleh masuk ke dalam istana Baginda Raja seenaknya." Jawab penjaga.


"Lancang sekali kau! Beraninya kau berbicara kasar kepada seorang bangsawan!" Bentak Baroness Yolanda sambil berusaha menerobos masuk.


"Berhenti!" Teriak Ibu Suri Helene dengan wajah menahan amarah.


Count Donovan dan Baroness Yolanda langsung memberikan hormat. Dalam hati, Baroness Yolanda tertawa bahagia karena rencana jahatnya berjalan sesuai apa yang dia inginkan.


"Tak lama lagi Ibu Suri yang sombong, kau akan melihat dan menangkap basah putra kesayanganmu sedang berbuat tak senonoh dengan putri bangsawan." Batin Baroness Yolanda.


"Yang Mulia Ibu Suri. Hamba mohon ijinkan hamba masuk ke dalam istana raja untuk memastikan apakah putri hamba saat ini benar bersama Baginda Raja atau tidak." Mohon Count Donovan.


"Lancang sekali kau berbicara seperti itu! Beraninya kau mengatakan jika Baginda Raja sedang bersama putrimu! Kau pikir siapa putrimu sampai bisa berada di istana raja?" Bentak Ibu Suri Helene.


"Mohon ampun, Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud memfitnah Baginda Raja. Ada banyak saksi mata yang mengatakan bahwa putri hamba semalam berada di istana raja." Ucap Count Donovan.


"Itu benar Yang Mulia. Hamba sendiri melihat keponakan hamba datang ke istana ini." Sahut Duke Darian.


Duke Darian telah tiba di istana raja bersama Duke Sullivan beserta para Raja dan Ratu dari Kerajaan tetangga. Mereka segera mendatangi istana raja setelah mendengar rumor bahwa Raja Alec bermalam bersama salah satu putri bangsawan. Raja Sevilen juga tidak ingin ketinggalan untuk memastikan kebenarannya rumor itu. Karena jika rumor itu benar, maka dia bisa dengan mudahnya merebut Ratu Roseline dari Raja Alec.


"Untuk apa Countess Sarah mendatangi istana raja tanpa diundang?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Keponakan hamba sangat mengkhawatirkan keadaan Baginda Raja semalam. Dan hamba yakin kedatangan keponakan hamba ke istana ini untuk merawat Baginda Raja yang sedang sakit." Jawab Duke Darian.


Ibu Suri Helene tersenyum sinis.


"Di istana ini tidak kekurangan pelayan, Duke. Dan sejak kapan Countess Sarah beralih kedudukan dari seorang bangsawan menjadi seorang pelayan?"


"Yang Mulia. Hamba mohon jangan hina putri hamba seperti itu." Protes Count Donovan.


"Itu benar, Yang Mulia. Bagaimana jika kita masuk ke dalam istana dan memastikan apakah Countess Sarah berada di dalam atau tidak?" Sahut Baroness Yolanda.


Ibu Suri Helene tidak bisa menolak karena ada para raja dan ratu yang ikut berada di sana.


"Penjaga, buka pintunya!" Perintah Ibu Suri Helene.


Penjaga segera membukakan pintu dan masuklah Ibu Suri Helene beserta para bangsawan dan raja serta ratu tersebut. Ibu Suri Helene meminta seorang pelayan masuk ke dalam kamar raja dan melihat apa yang terjadi di dalam. Pelayan itu masuk dengan perlahan, lalu keluar lagi dengan wajah pucatnya.


"Bagaimana pelayan? Apakah yang kau lihat di dalam sana?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Mohon ampun, Yang Mulia. Di-di dalam kamar, ada seorang wanita sedang tidur di atas ranjang Baginda Raja." Jawab pelayan itu dengan wajah ketakutan.


Ibu Suri Helene membelalakkan matanya.


"Apa kau yakin?" Bentak Ibu Suri Helene.


Pelayan itu langsung berlutut. "Hamba berkata jujur, Yang Mulia."


"Jika benar Baginda Raja telah menodai putri hamba, maka Baginda Raja harus segera menikahi putri hamba. Hamba mohon keadilan kepada Yang Mulia Ibu Suri." Ucap Count Donovan.


Ibu Suri Helene mengepalkan tangannya dengan kuat sampai rahang wajahnya mengeras.


"Aku tidak menyangka jika Raja Alec akan melakukan hal serendah itu." Terdengar bisik-bisik diantara para raja dan ratu dari kerajaan tetangga itu.


"Ada apa ini? Mengapa kalian semua berkumpul di istanaku?"


Semua orang membalikkan badan dan membelakkan mata saat melihat Raja Alec berdiri di tengah pintu bersama Ratu Roseline.


"B-baginda Raja?!" Seru mereka bersamaan.


"Aku tanya sekali lagi. Mengapa kalian semua berkumpul di istanaku? Bisa Ibu jelaskan, apa yang sedang terjadi di sini?" Tanya Raja Alec dengan wajah sok polos seolah tak mengerti apa yang terjadi.


"Bagaimana mungkin Baginda Raja berada di sini?" Gumam Duke Darian.


"Mengapa tidak mungkin? Memangnya di mana seharusnya aku berada saat ini Duke Darian?" Sahut Raja Alec dengan tatapan tajamnya.


Duke Darian langsung menundukkan wajahnya. Ibu Suri Helene berjalan mendekati Raja Alec dan Ratu Roseline.


"Bagaimana kau bisa berada di luar kamar, putraku? Dan juga bersama Ratu. Bukankah kau kembali ke istana raja semalam?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Ibu benar. Semalam tiba-tiba kepalaku sakit, lalu aku memutuskan untuk kembali ke istana ini dan hendak beristirahat di kamar supaya sakit kepalaku hilang. Namun, aku urungkan dan pergi ke taman belakang. Hal yang biasa aku lakukan untuk menenangkan pikiranku. Tak lama kemudian, Marquess Filan datang dan memberitahuku jika Ratu sedang sakit. Aku segera pergi ke istana ratu untuk memastikan keadaan Ratu." Jawab Raja Alec.


"Apa kau bermalam di istana ratu semalam?" Tanya Ibu Suri Helene dengan wajah sumringah.


"Benar Ibu. Semalam Baginda bermalam di istana ratu bersama hamba." Jawab Ratu Roseline.


"Apa semua itu benar, Baginda?" Tanya Baroness Yolanda tak percaya.


"Bagaimana mungkin Baroness meragukan ucapan Baginda Raja dan Ratu. Saya dan Duke Ramon sebagai saksinya jika Baginda Raja bersama Ratu semalam." Ucap Marquess Filan.


"Saya juga menjadi saksi bahwa Baginda Raja bersama Yang Mulia Ratu semalam." Seru Tuan Franco yang telah diterjemahkan oleh penerjemahnya.


Raja Alec dan Ratu Roseline terkejut.


"Bagaimana bisa?" Tanya Ratu Roseline.


"Semalam hamba berniat datang ke istana raja ini untuk menemui Baginda Raja karena ada pesan penting dari Raja hamba untuk Baginda Raja. Hamba bertemu dengan Marquess Andry, dan Marquess mengatakan jika Baginda Raja berada di istana ratu. Hamba pun segera pergi ke istana ratu. Saat tiba di istana ratu, hamba mengurungkan niat hamba untuk menemui Baginda Raja saat melihat kebersamaan Baginda Raja dengan Ratu." Terang Tuan Franco.


Raja Alec dan Ratu Roseline saling berpandangan dan menyunggingkan bibir mereka. Sedangkan Baroness Yolanda dan Duke Darian membulatkan mata mereka dan terlihat sangat panik.


"Mereka mengatakan jika Countess Sarah berada di istana ini dan kau bersamanya semalam." Ucap Ibu Suri Helene.


"Omong kosong macam apa ini Ibu? Semalaman aku bersama Ratu. Benarkan Ratu?" Ujar Raja Alec tak terima.


"Apa yang dikatakan Baginda Raja benar, Ibu. Baginda Raja bersama dengan hamba semalam." Ucap Ratu Roseline sambil menundukkan wajahnya seolah sedang tersipu malu.


Raja Sevilen mengeraskan rahangnya. Dia tidak bisa membayangkan jika semalaman Ratu Roseline berduaan dengan Raja Alec. Meskipun pada kenyataannya mereka memanglah suami istri yang sah. Hati Raja Sevilen langsung terbakar api cemburu.


Pelayan segera melakukan apa yang diperintahkan Ibu Suri. Ibu Suri Helene membuka pintu kamar dengan kasar.


Byurr... (Ibu Suri Helene menyiramkan air dari dalam ember ke wajah dan tubuh Countess Sarah yang tertidur lelap di atas ranjang Raja Alec)


"Beraninya kau tidur di ranjang Baginda Raja, Countess Sarah!" Bentak Ibu Suri Helene.


Countess Sarah terkejut dan segera bangun dengan kondisi hampir tak berpakaian. Countess Sarah terkejut saat menyadari keadaannya dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Countess Sarah tersenyum tipis, dia mengira rencananya semalam telah berjalan dengan lancar.


"A-ampun Yang Mulia Ibu Suri. Hamba tidak bermaksud lancang. Se-semalam Baginda Raja yang memaksa hamba untuk tidur di sini dan... dan..." Ucap Countess Sarah sambil menitikkan air mata.


"Dan apa?" Bentak Raja Alec.


Countess Sarah terkejut melihat Raja Alec yang sudah berpakaian lengkap dan berdiri di belakang Ibu Suri Helene bersama Ratu Roseline.


"B-baginda?" Pekik Countess Sarah.


"Jangan coba-coba mengarang cerita yang tidak benar dan memfitnahku, Countess Sarah! Aku tidak segan-segan memberikan hukuman mati padamu." Ucap Raja Alec marah.


"H-hamba tidak bermaksud memfitnah Baginda Raja." Ucap Countess Sarah sambil berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, namun dia gagal.


"Siapa yang telah mengijinkanmu masuk ke dalam istanaku dan dengan lancangnya kau tidur di atas ranjangku?" Tanya Raja Alec.


"H-hamba... hamba..." Countess Sarah tidak bisa melanjutkan ucapannya dan menangis.


"Aku tidak menyangka jika obsesimu sebesar ini untuk menjadi selir Baginda Raja. Kau berusaha melakukan hal licik dan menjijikkan seperti ini untuk menjebak putraku. Tapi sayangnya rencana busukmu ini tidak berhasil Countess Sarah, karena semalam Baginda Raja bermalam bersama Ratu di istana ratu." Ucap Ibu Suri Helene.


"I-itu tidak benar, Yang Mulia. Hamba pasti telah dijebak. Hamba yakin ada orang yang sengaja ingin menjebak hamba." Elak Countess Sarah.


Countess Sarah melihat Ratu Roseline yang sedang menyunggingkan bibirnya.


"Ratu." Ucapnya.


"Apa maksudmu?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Pasti Yang Mulia Ratu yang telah menjebak hamba, supaya nama hamba menjadi buruk. Karena Ratu takut jika Baginda Raja menikah dengan hamba dan menjadikan hamba sebagai selir Raja." Tuduh Countess Sarah.


"Apa semua itu benar, Ratu?" Tanya Count Donovan.


Ratu Roseline terkekeh. "Aku tidak serendah itu, Count Donovan."


"Beraninya kau memfitnah Ratuku. Pelayan! Bawa Countess Sarah keluar dan bawa ke pengadilan istana!" Teriak Raja Alec.


Countess Sarah dan Count Donovan langsung berlutut.


"Hamba mohon ampuni putri hamba, Baginda." Mohon Count Donovan.


Raja Alec tidak bergeming. Para pelayan segera menarik Countess Sarah beserta selimut yang menutupi tubuhnya.


"Sayangku. Kau di mana? Aku merindukanmu. Aku ingin menikmati tubuhmu lagi, sayang. Hiks... hiks..." Racau Baron Joseph yang keluar dari bilik kecil yang berada di dalam kamar tersebut dengan baju acak-acakkan dan jalannya yang sempoyongan.


Semua orang terkejut, tanpa terkecuali Countess Sarah dan Baroness Yolanda.


"Joseph. Bagaimana mungkin?" Lirih Baroness Yolanda tak percaya.


"Tidak, ini tidak mungkin. Tidak mungkin semalam aku tidur dengan pria buaya darat ini." Batin Countess Sarah sambil menggelengkan kepalanya.


Baron Joseph melihat Countess Sarah dengan kondisi tubuhnya terbungkus selimut dan tersenyum nakal.


"Ternyata kau di situ sayang. Kemarilah, aku menginginkanmu." Ucap Baron Joseph sambil berjalan mendekat ke arah Countess Sarah.


Count Donovan langsung menghalanginya, namun kekuatan Baron Joseph lebih besar darinya. Baron Joseph mendorong tubuh Count Donovan sampai terjatuh ke lantai dan berusaha untuk meraih Countess Sarah. Para penjaga segera masuk dan menahan Baron Joseph.


"Hei, lepaskan aku. Minggir kalian!" Teriak Baron Joseph sambil memberontak.


"Bawa mereka berdua ke pengadilan istana!" Perintah Raja Alec.


Countess Sarah dan Baron Joseph segera digiring menuju pengadilan istana, diikuti oleh Count Donovan, Baroness Yolanda dan Duke Darian.


"Aku tidak menyangka, keberuntungan berada di pihakku. Aku bisa menyingkirkan banyak lalat sekaligus, dengan sekali tepuk." Ucap Raja Alec sambil tersenyum.


"Apa Baginda akan mengusir mereka keluar dari istana?" Tanya Ratu Roseline.


"Tentu saja. Aku akan menendang mereka semua keluar dari istana dan kerajaanku. Tapi sebelum itu aku akan memberikan hukuman dan takkan kubiarkan mereka keluar dari istana dengan langkah tegap." Jawab Raja Alec sambil menyeringai.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰