
Bangsawan Druff yang tak lain adalah ayah dari Veronica Druff, yakni Tuan Eugene Druff, sangat marah saat mengetahui putri kesayangannya mendapatkan hukuman cambuk. Dia tidak terima dan langsung mengadu kepada Ibu Suri Helene.
Begitu mendengar kembalinya Ratu Roseline, Ibu Suri Helene bersama Tuan Eugene bergegas mendatangi istana Ratu. Pelayan segera melaporkan kedatangan mereka kepada Raja Alec dan Ratu Roseline.
"Ibu." Raja Alec menyambut kedatangan Ibu Suri Helene.
Ratu Roseline berjalan di belakang Raja Alec dengan jantung berdebar-debar. "Bagaimana jika Ibu Suri Helene tidak menerima kehadiranku dan mengusirku pergi dari istana? Tidak, Alice! Tidak akan ada yang bisa melakukannya kepadaku. Apapun yang terjadi, kedua bayiku berhak untuk tinggal di istana."
"Hormat, Yang Mulia Ibu Sùri." Ratu Roseline memberi hormat.
"Jadi kau sudah kembali ke istana...., Ratu." Ucap Ibu Suri Helene sambil menekankan kata "Ratu" dengan wajah sinisnya.
"Benar, Yang Mulia. Hamba sudah kembali." Jawab Ratu Roseline tegas.
"Baginda Raja." Tuan Eugene memberi hormat.
"Mengapa kau hanya memberikan hormat kepadaku, Tuan Druff? Apakah pandangan matamu sedang terganggu sehingga kau tidak melihat keberadaan Ratuku?"Raja Alec menatap tajam ke arah Tuan Eugene Druff.
Tuan Eugene Druff langsung gelagapan. "Hormat, Yang Mulia Ratu."
"Aku tahu kedatangan Ibu ke istana Ratu pasti karena mendapatkan pengaduan dari Bangsawan Druff."
Tuan Eugene terkejut. Dia terus menundukkan wajahnya tak berani menatap ke arah Raja Alec.
"Aku dengar Nona Veronica Druff mendapatkan hukuman cambuk dari kalian berdua." Ucap Ibu Suri Helene.
"Benar, Ibu. Nona Druff sudah berbuat lancang dan tidak sopan kepada Ratu Roseline." Jawab Raja Alec.
"Benarkah? Memangnya apa sudah Nona Druff lakukan kepadamu, Ratu?" Tanya Ibu Suri Helene.
Raja Alec ĺangsung menjawab. "Nona Druff telah tidak sopannya ...."
"Aku ingin mendengarnya langsung dari bibir Ratu Roseline." Potong Ibu Suri Helene.
Raja Alec dan Ratu Roseline saling berpandangan. Ratu Roseline menarik napas pelan, lalu menatap ke arah Ibu Suri Helene tanpa rasa takut sedikitpun.
"Nona Veronica Druff telah bersikap lancang dengan memasuki istana Ratu tanpa ijin, Yang Mulia. Dia mengatakan bahwa dirinya akan menikah dengan Baginda Raja dan menggantikan posisi hamba sebagai Ratu dari Kerajaan Cardania."
"Dan dengan angkuhnya Nona Druff juga mengatakan jika Baginda Raja tidak akan sudi menerima wanita tak berguna seperti hamba untuk kembali tinggal di istana sebagai pendamping Baginda dan Ratu dari Kerajaan ini." Terang Ratu Roseline.
"Itu tidak benar, Yang Mulia. Hamba telah mendidik putri hamba dengan sangat baik. Mustahil putri hamba bisa melakukan hal seburuk itu. Putri hamba adalah wanita yang baik dan lemah lembut. Hamba yakin jika putri hamba tengah difitnah." Cerocos Tuan Eugene Druff.
"Jadi, kau secara terang-terangan menuduh Ratuku telah berbohong? Semua pelayan di istana ini tahu dengan jelas jika putrimulah yang tak tahu diri dab dia telah bersikap kurang @j@r kepada Ratuku." Bentak Raja Alec.
"Mohon ampun, Baginda. Hamba tidak bermaksud demikian. Namun apa yang dituduhkan oleh Ratu itu tidaklah benar." Sangkal Tuan Eugene Druff.
"Apakah benar para pelayan istana Ratu mengetahui kebenarannya?" Tanya Ibu Helene.
"Benar, Yang Mulia. Hamba berani bersumpah jika apa yang hamba katakan adalah kejujuran. Yang Mulia bisa bertanya kepada para pelayan dan penjaga istana ini." Tegas Ratu Roseline.
"Bisa saja mereka berbohong karena mereka semua adalah anak buah Ratu." Sahut Tuan Eugene Druff yang membuat Raja Alec semakin geram.
"Lancang! Jaga bicaramu, Tuan Druff. Aku tidak segan-segan untuk mengirimmu ke dalam penjara sekarang juga karena sikap kurang @j@rmu itu!" Bentak Raja Alec.
"Yang Mulia Ibu Suri." Tuan Eugene Druff yang ketakutan meminta perlindungan kepada Ibu Suri Helene.
Ibu Suri Helene menatap tajam ke arah Tuan Eugene Druff.
"Apa maksud dan tujuan kalian yang sebenarnya, bangsawan Druff?" Tanya Ibu Suri Helene sambil menyunggingkan bibirnya.
Tuan Eugene Druff membulatkan matanya diiringi keringat dingin yang mulai bercucuran membasahi wajahnya. "A-apa maksud Yang Mulia? Hamba tidak mengerti."
"Apa kau pikir aku ini wanita bodoh? Sejak awal putrimu sudah membuat kesalahan dengan masuk ke dalam istana Ratu tanpa ijin. Lalu dia menghina dan merendahkan Ratu dari kerajaan ini dan mengaku sebagai calon ratu yang baru." Ucap Ibu Suri Helene yang membuat wajah Tuan Eugene Druff semakin pucat.
"Aku memiliki banyak mata dan telinga di setiap sudut istana. Jadi aku tahu faktanya. Putrimu memang pantas untuk dihukum. Dia telah melanggar aturan yang ada di istana ini." Tambahnya.
"Apa kau sudah mengerti sekarang?"
"Hamba mengerti Yang Mulia. Hamba memohon maaf atas kesalahan yang telah putri hamba lakukan." Jawab Tuan Eugene Druff.
"Hamba memohon ampun Ratu atas kebodohan dan kesalahan yang telah hamba lakukan." Mohon Tuan Eugene Druff kepada Ratu Roseline.
Ratu Roseline menghela napas panjang. "Aku anggap masalah ini selesai sampai di sini. Dan aku harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, karena aku tidak akan bisa menahan diri lagi."
"Jangan terlalu memanjakan putrimu. Didiklah dia dengan baik atau dia akan membuat malu keluarga bangsawan Druff." Tambah Raja Alec.
"Terima kasih atas kemurahan hati Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu. Kalau begitu hamba undur diri dulu." Ucap Tuan Eugene Druff, kemudian memberikan hormat kepada Raja Alec dan Ibu Suri Helene.
"Aku pikir Ibu akan mempercayai dongeng yang diceritakan oleh bangsawan Druff." Celetuk Raja Alec saat bangsawan Druff sudah pergi.
"Kau terlalu meremehkan Ibumu ini, Putraku. Jika aku sedungu itu, aku tidak akan bertahan menjadi istri raja, dan juga menjadi seorang ratu di kerajaan ini." Jawab Ibu Suri Helene.
Raja Alec tersenyum senang. Ibu Suri Helene berjalan mendekati Ratu Roseline. "Jadi kau memutuskan untuk kembali, Alice?"
"Benar, Yang Mulia. Apa Yang Mulia keberatan jika hamba tinggal di istana ini?"
Ibu Suri Helene tersenyum lebar.
"Bagaimana mungkin aku akan membiarkan ibu dari calon cucu-cucuku tinggal di luar istana? Tentu saja kau harus tinggal di istana ini."
Ratu Roseline membelalakkan matanya dan menatap ke arah Raja Alec tak percaya.
"Aku telah memberitahu ibu tentang kehamilanmu. Aku minta maaf jika aku tidak meminta ijin terlebih dulu kepadamu." Ujar Raja Alec.
Ibu Suri Helene menggenggam kedua tangan Ratu Roseline seraya berkata. "Aku sangat bahagia dengan kabar bahagia ini. Akhirnya aku akan menjadi seorang nenek. Terima kasih."
Ratu Roseline memaksakan senyumnya. "Apa Yang Mulia yakin? Hamba adalah Alice, bukan Ratu Roseline."
"Ya, aku yakin. Tetaplah hidup sebagai Ratu Roseline namun jadilah dirimu sendiri, Alice. Aku menyayangi Roseline, begitu juga dengan dirimu. Dengan semua kebaikan yang telah kau tunjukkan dan berikan selama ini, aku yakin kau adalah wanita yang baik Alice." Jawab Ibu Suri.
Ratu Roseline sangat terharu. Dia langsung berhambur ke dalam pelukan Ibu Suri Helene.
"Terima kasih, Yang Mulia." Lirih Ratu Roseline sambil terisak.
Ibu Suri Helene mengurai pelukan mereka.
"Jangan panggil Yang Mulia, tapi panggil aku "Ibu"." Tegas Ibu Suri Helene.
Ratu Roseline mengangguk sambil tersenyum. "Ya, Ibu."
Raja Alec sangat bahagia, akhirnya dia tidak akan berjauhan lagi dengan calon bayi kembarnya dan juga ibunya. Bahkan ibunya juga sangat menyayangi Alice.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰