
Rombongan kereta kuda dengan berbagai lambang kerajaan yang berbeda, telah memasuki halaman istana. Dari kereta paling depan turunlah Raja Serkan bersama istrinya Ratu Stella dari Kerajaan Brilian. Selanjutanya Raja Jordan dan Ratu Freya dari Kerajaan Donga, Raja Abraham dan Ratu Cetta dari Kerajaan Sun, Raja Sevilen dari Kerajaan Brigita, dan terakhir Tuan Franco, utusan dari Kerajaan Periz yang letaknya di daratan seberang.
"Indah sekali taman mawar ini, mengingatkanku pada wanita yang bernama Rose. Aku berharap bisa berjumpa lagi dengannya." Gumam Raja Sevilen saat memandangi hamparan bunga mawar di taman istana Cardania, sambil menggenggam bros berbentuk bunga mawar merah.
Para raja beserta ratu dan asistennya segera diantarkan masuk ke dalam ruang singgasana Raja. Para keluarga bangsawan dan pejabat istana telah hadir. Saat diserukan kedatangan Raja dan Ratu, semua orang langsung berdiri dan memberi hormat. Raja Alec dan Ratu Roseline berjalan beriringan memasuki ruangan. Raja Alec nampak tampan dan gagah dengan jubah berwarna emas dan Ratu Roseline terlihat sangat anggun dengan gaun berwarna kuning emas dengan rambut hitamnya yang disanggul ke atas.
Semua mata tertuju pada kedua pasangan penguasa Kerajaan Cardania itu, terutama pada gaun Ratu Roseline yang berbeda dengan para wanita yang ada di sana yang membuat kecantikan Ratu Roseline semakin terkuar, karena Ratu Roseline menggunakan gaun dengan gaya modern. Salah seorang raja membelalakkan matanya begitu melihat Ratu Roseline. Dia bahkan sampai tidak berkedip saat menatap ke arah Ratu Roseline. Dia adalah Raja Sevilen dari Kerajaan Brigita.
"Jadi, dia adalah Ratu dari Kerajaan Cardania." Batin Raja Sevilen kecewa.
Ratu Roseline menyerngitkan dahinya saat menatap sekilas ke arah Raja Sevilen, pria yang tak sengaja dia temui di pasar beberapa hari yang lalu.
Countess Sarah mengeraskan rahangnya dan kedua tangannya meremas gaun balonnya. Dia tidak senang melihat Raja dan Ratu mengenakan gaun dan jubah yang senada sehingga membuat mereka terlihat sangat serasi. Tidak sedikit wanita bangsawan yang mencibir dan memberikan tatapan meremehkan ke arah Ratu Roseline.
"Selamat datang para raja dan ratu dari Kerajaan Brilian, Kerajaan Donga, Kerajaan Sun dan Kerajaan Brigita. Dan aku ucapkan selamat datang juga kepada Tuan Franco, perwakilan dari Kerajaan Feriz." Ucap Raja Alec.
"Kami ucapkan terima kasih tiada tara atas kebaikan hati Baginda yang telah berkenan mengundang kami." Ucap para Raja.
"Salutations Roi. Merci de m'avoir invité dans ce beau royaume." Ucap Tuan Franco.
"Salam Raja. Terima kasih telah mengundang saya ke kerajaan yang indah ini." Ucap sang penerjemah.
"Bahasa Perancis." Batin Ratu Roseline sambil tersenyum tipis.
"Salammu aku terima. Semoga kau merasa senang selama tinggal di kerajaanku, Tuan Franco." Ucap Raja Alec sambil tersenyum.
Sang penerjemah hendak menerjemahkan.
"J'accepte vos salutations. J'espère que vous apprécierez votre séjour dans mon royaume, Monsieur Franco." Ucap Ratu Roseline.
Raja Alec terkejut, begitu juga semua orang yang ada di sana.
"Ratu, apa kau mengerti bahasa mereka?" Tanya Raja Alec dengan lirih.
Ratu Roseline mengangguk sambil tersenyum.
"Est-ce que Sa Majesté la Reine peut parler notre langue (Apakah Yang Mulia Ratu bisa berbicara menggunakan bahasa kami)?" Tanya Tuan Franco.
"Oui. Je peux (Ya. Aku bisa)." Jawab Ratu Roseline.
"Je suis vraiment honoré, Sa Majesté la Reine (Hamba sungguh merasa terhormat, Yang Mulia Ratu)." Ucap Tuan Franco dengan tangan kanan diletakkan di dada dan sedikit membungkuk badannya untuk memberi hormat.
Ratu Roseline hanya tersenyum.
Tak lama kemudian, Raja Alec mengajak para raja dan utusan untuk melakukan pertemuan penting di ruang pertemuan khusus milik Raja. Sedangkan Ratu Roseline menjamu para ratu dengan mengadakan pesta teh di taman istana. Ternyata Ratu Stella mengajak Countess Sarah untuk ikut bergabung.
Ratu Stella dan Countess Sarah memiliki hubungan yang cukup dekat dan menjalin persahabatan. Oleh karena itu, Countess Sarah bisa dengan mudahnya mendapatkan barang-barang yang langka dari Kerajaan Brilian, seperti tanaman bonsai yang pernah dia berikan kepada Ratu Roseline.
"Bagaimana kabar Anda, Ratu Roseline? Saya dengar Ratu sempat pingsan beberapa hari setelah mendapatkan hukuman dari Raja Alec beberapa bulan lalu. Hukuman dari Baginda Raja pasti sangat berat akibat sikap tidak sopan yang Ratu lakukan." Tanya Ratu Stella sambil tersenyum sinis.
Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya. "Kabarku baik, Ratu Stella. Kau benar saat itu aku semmpat pingsan beberapa hari, dan aku bersyukur begitu aku sadarkan diri aku merasa mendapatkan kehidupan yang baru. Aku tidak menyangka jika Ratu Stella sangat memperhatikanku. Aku sungguh terharu."
"Sejak kapan dia berani bicara lantang dan panjang seperti itu? Biasanya dia lebih banyak diam dan tersenyum supaya tidak melakukan kesalahan." Batin Ratu Stella.
"Tentu saja. Kerajaan kita kan bertetangga, sudah seharusnya saling memperhatikan." Ucap Ratu Stella.
"Kau benar sekali Ratu Stella. Apalagi Kerajaan Cardania adalah kerajaan terbesar sekaligus kerajaan paling berkuasa diantara kerajaan-kerajaan lainnya. Sehingga sudah seharusnya menjadi pusat perhatian kalian." Sahut Ratu Roseline dengan nada sombongnya.
"Tapi tanpa kerajaan-kerajaan kecil seperti kerajaan kami, Kerajaan Cardania juga tidak akan berkembang dengan pesatnya seperti saat ini." Ucap Ratu Freya tak terima.
"Tentu saja. Itulah pentingnya adanya hubungan kerja sama di antara kerajaan kita, Ratu Freya. Jika seandainya Raja Alec tidak mengirimkan prajurit dari Kerajaan Cardania ke Kerajaan Donga, Kerajaan Donga saat ini pasti sudah dikuasai para pemberontak. Begitu juga dengan Kerajaan Brilian. Jika bukan karena bantuan dari suamiku yang ikut bertempur di medan perang, saat ini Kerajaan Brilian pasti sudah berada di bawah pimpinan raja yang baru." Tegas Ratu Roseline sambil menyeringai.
Ratu Freya dan Ratu Stella mengeraskan rahang mereka, karena Ratu Roseline telah berbalik menjatuhkan mereka. Dibandingkan dengan kedua ratu itu, Ratu Cetta memilih untuk diam dan tidak ikut campur.
"Mengapa Ratu berkata seperti itu kepada Ratu Stella dan Ratu Freya? Bukankah itu merupakan sikap yang tidak sopan bagi seorang ratu?" Tegur Countess Sarah.
Ratu Roseline tersenyum.
"Kau mengatakan jika aku bersikap tidak sopan. Apa kau sudah berkaca terlebih dahulu, Countess Sarah? Kau bahkan tidak memberikan hormat kepada Ratumu saat tiba di sini. Dan tanpa permisi terlebih dahulu, kau telah berani menegur dan menceramahiku. Lalu siapa yang sebenarnya tidak tahu sopan santun?"
Countess Sarah langsung terdiam.
"Jangan hanya karena kau dekat dengan Ratu dari Kerajaan Brilian, lalu kau bisa bersikap seenaknya padaku. Kau harus ingat di mana kedudukan dan batasanmu, Countess Sarah." Tegas Ratu Roseline.
"Ratu Roseline tidak seharusnya kau bersikap seperti itu kepada Countess Sarah. Bagaimanapun juga Countess Sarah telah ...."
"Pernah menyelamatkan Raja Alec? Kita semua sudah tahu. Lagi pula Countess Sarah juga sudah mendapatkan banyak kehormatan dengan diijinkannya tinggal di istana dan mendapatkan perawatan terbaik dari tabib istana. Bahkan Baginda Raja juga dengan baik hatinya telah memberinya hadiah berupa sepeti koin emas."
Ratu Roseline terkekeh.
"Sayangnya hatiku tidak semulia itu. Dan lebih tepatnya Baginda Raja sendiri yang tidak menginginkannya, karena Baginda Raja tidak ingin mengkhianatiku dan menduakanku." Ucap Ratu Roseline.
"Bagaimana jika hal serupa terjadi kepada Raja Serkan? Apa Ratu Stella rela melihat Raja Serkan menikah lagi dengan wanita yang telah menyelamatkan hidupnya sebagai ucapan terima kasih?"
Ratu Stella langsung gelagapan dengan wajah yang mulai memucat. Dia tidak sanggup membayangkan jika suaminya harus menikah lagi dan memiliki seorang selir. Countess Sarah meremas gaunnya dengan kuat, dan wajahnya memerah menahan marah juga malu. Dalam hati dia berjanji akan membalas semua penghinaan Ratu Roseline kepadanya.
"Kau ingin membalasku? Itu hanya ada dalam mimpimu. Karena aku sudah tahu apa yang ada di dalam otakmu." Batin Ratu Roseline dengan tatapan sinisnya.
Pesta teh pun berakhir saat para raja selesai melakukan pertemuan penting mereka. Ratu Stella dan Ratu Freya segera pergi bersama suami mereka menuju pavilium tamu yang akan mereka tempati selama di Kerajaan Cardania, begitu juga dengan Countess Sarah yang langsung pamit undur diri. Sedangkan Raja Abraham masih mengobrol dengan Raja Alec dan Raja Sevilen.
"Mm ... Ratu Roseline." Panggil Ratu Cetta dengan ragu.
"Ya, Ratu Cetta." Jawab Ratu Roseline.
"A-aku ada hadiah untuk Ratu, sebagai tanpa perkenalan kita. Sebelumnya di setiap pertemuan kita belum pernah bertemu karena aku harus melakukan perawatan untuk mengobati penyakitku." Ucap Ratu Cetta sambil mengeluarkan kotak perhiasan berwarna putih kecil dari sakunya dengan ragu.
Ratu Roseline menerimanya dan membukanya. "Terima kasih banyak, Ratu Cetta. Gelang ini indah sekali."
"Aku tidak peduli dengan apa yang orang katakan tentangmu, Ratu. Sejak pertama kali melihatmu, aku yakin dan percaya jika kau tidak seburuk apa yang orang lain katakan." Ucap Ratu Cetta.
Ratu Roseline melihat ketulusan dari tatapan Ratu Cetta.
"Sekali lagi, terima kasih Ratu. Apa Ratu mau berteman denganku?" Tanya Ratu Roseline.
Ratu Cetta membulatkan matanya tak percaya, lalu dia mengangguk sambil menitikkan air mata haru.
"Hei, mengapa kau menangis?"
"Setelah sekian lama, ini pertama kalinya ada yang mengajakku berteman. Sejak aku mengalami sakit yang cukup parah dan dalam waktu lama, semua temanku pergi menjauh dariku. Aku sangat bersyukur suamiku tetap setia bersamaku." Ucap Ratu Cetta.
Ratu Roseline langsung memeluk Ratu Cetta, lalu menghapus air matanya dengan lembut.
"Tersenyumlah dan jangan bersedih lagi. Mulai sekarang aku akan menjadi sahabatmu." Ucap Ratu Roseline.
Ratu Cetta langsung tersenyum. Kedekatan dari kedua ratu itu tidak luput dari pandangan para suami mereka.
"Terima kasih, Raja Alec. Berkat Ratumu, Ratuku bisa kembali ceria." Ucap Raja Abraham.
"Sama-sama Raja Abraham. Aku juga senang melihat kedekatan mereka." Jawab Raja Alec.
Raja Sevilen juga melihat momen kedekatan Ratu Roseline dengan Ratu Cetta.
"Terlihat sekali kau memiliki hati yang lembut, Ratu Roseline. Namun sangat disayangkan, suamimu tidak bisa menghargaimu dengan baik." Batin Raja Sevilen.
Sebelumnya Raja Sevilen telah mendengar dari bawahannya tentang rumor yang beredar di mana Raja Alec akan menikah lagi dan mengangkat seorang selir untuk mendapatkan keturunan.
"Aku tidak peduli bagaimana statusmu saat ini. Aku akan berjuang untuk mendapatkanmu. Aku akan melepaskanmu dari penderitaan ini dan akan memenuhi hidupmu dengan penuh kebahagiaan." Tekad Raja Sevilen dengan wajah dinginnya.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰