I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil



"Apa kau bilang? Pernikahan Raja Alec dan Putri Viviane dipercepat? Dan mereka mengadakan pesta pernikahan yang megah di Kerajaan Liam?" Duke Ramon mengeraskan rahangnya dengan kedua tangan yang mengepal kuat.


"Benar, Tuan. Tapi pesta itu diperuntukkan secara khusus untuk para bangsawan Liam saja dan dengan penjagaan yang sangat ketat. Kami kesulitan untuk menyelinap masuk ke sana karena prajurit bayangan Raja Alec berada di mana-mana." Jawab Dean.


Duke Ramon membuang napasnya kasar. "Jangan sampai berita ini tersebar sampai ke telinga adikku."


"Tidak ada yang perlu disembunyikan lagi Kakak. Aku sudah mendengar semuanya." Ucap Ratu Roseline mengagetkan Duke Ramon dan Dean.


Ratu Roseline berdiri di depan pintu bersama Marie.


"Alice. Sejak kapan kau berada di sana?" Tanya Duke Ramon.


"Sejak Dean tiba dan memberitahukan tentang kabar pernikahan Raja Alec dengan Putri Viviane." Jawab Ratu Roseline.


"Apa kau baik-baik saja?" Duke Ramon sangat mengkhawatirkan adiknya.


Ratu Roseline tersenyum. "Kakak tidak perlu cemas. Aku sudah tidak peduli dengan pria itu."


Duke Ramon tersenyum senang.


"Mengapa kau datang kemari? Ah, aku tahu kau pasti ingin memastikan apakah aku berhasil menangkap rusa untukmu?" Tanya Duke Ramon.


Ratu Roseline tersenyum. Raut wajahnya terlihat sangat antusias.


"Kau tidak perlu khawatir, anak buahku sedang menyembelihnya saat ini dan pelayan akan memasaknya secara khusus untukmu." Ucap Duke Ramon.


Mata Ratu Roseline berbinar membayangkan daging rusa yang lezat. Air liurnya sampai hampir menetes. Dia sudah tidak sabar untuk menyantapnya sebagai santapan makan malamnya.


"Terima kasih, Kakakku sayang. Kakak memang yang terbaik di dunia ini." Ucap Ratu Roseline sambil memeluk kakaknya.


Ratu Roseline mengalami ngidam yang tidak umum. Satu hari dia mengidam buah-buahan, sayuran dan tidak ingin memakan daging sedikitpun. Mencium bau daging saja sudah membuatnya pusing dan mual. Dan di hari berikutnya kebalikannya, Ratu Roseline sangat ingin memakan daging dan tidak mau buah ataupun sayuran. Hal yang sama terjadi di hari-hari berikutnya secara bergantian.


Hari ini Ratu Roseline ingin sekali memakan daging rusa. Duke Ramon dengan senang hati pergi ke hutan untuk berburu seekor rusa bersama Felix, meskipun salju turun dengan tebalnya. Saat santapan daging rusa itu telah matang, Ratu Roseline langsung memakannya dengan lahap tanpa merasakan mual sedikitpun.


"Wah, kau sangat menikmatinya, Alice." Ucap Tuan Ronaf yang ikut bergabung di ruang makan.


"Ini amat sangat lezat sekali. Tuan Ronaf harus mencobanya." Jawab Ratu Roseline dengan mulut penuh dengan makanan.


"Kunyah dulu makananmu itu sebelum berbicara. Lihatlah bibirmu sampai belepotan seperti ini." Ujar Duke Ramon sambil membersihkan bibir Ratu Roseline yang belepotan dengan lembut.


Duke Sullivan dan Tuan Ronaf terkekeh melihatnya.


"Selamat malam semuanya." Ucap Arabella yang masuk dengan wajah lesunya.


"Apa kau sakit, Ara?" Tanya Ratu Roseline.


"Hanya terkena flu saja, Kak." Jawab Arabella.


Ratu Roseline merasa kasihan melihat hidung Arabella sampai memerah. "Apa kau sudah meminum obat?"


"Paman Ronaf sudah memberiku obat tadi. Dan aku akan meminumnya lagi setelah makan." Ucap Arabella sambil memaksakan senyumnya.


"Kalau begitu segeralah makan. Setelah minum obat dan kembalilah beristirahat." Ucap Duke Ramon yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Arabella.


"Apa kau baru saja membersihkan paviliun tamu, Ronaf?" Tanya Duke Sullivan.


"Benar, Duke. Akan ada beberapa orang dari tempat yang jauh yang ingin bersinggah di desa ini dan mereka hendak menyewa paviliun tamu itu. Jadi aku membersihkannya bersama para pelayan." Jawab Tuan Ronaf.


"Pemandangan desa Sherya ini memang sangat indah. Meskipun diselimuti oleh salju tidak menghilangkan keindahannya." Ujar Duke Sullivan. "Kapan mereka akan tiba di sini?"


"Besok. Karena salju masih turun dengan lebat, bahkan aku dengar akan ada badai salju malam ini. Dan kemungkinam orang yang hendak menyewa paviliun akan tiba menjelang malam." Jawab Tuan Ronaf.


Akhirnya Ratu Roseline menyerah, dan tidak sanggup untuk menyantap makanannya lagi.


"Aku kenyang sekali." Ucap Ratu Roseline sambil memegangi perutnya.


"Tentu saja kau kekenyangan, adikku. Beberapa potong daging telah kau santap dengan lahapnya. Sebaiknya kau kembali ke kamar dan beristirahat. Felix akan membawakan beberapa kayu bakar agar perapian di kamarmu tetap menyala, juga untuk perapian di kamar Arabella." Ujar Duke Ramon.


"Kau tidak perlu khawatir, putriku sayang. Kami tidak akan menyentuh daging rusamu sama sekali. Kami akan memakan daging yang lain." Ucap Duke Sullivan.


"Tidak, Ayah. Kalian boleh memakannya. Aku hanya memintanya sedikit saja untuk aku makan jika aku merasa lapar lagi nanti. Lagi pula, besok aku pasti tidak bisa memakannya lagi. Sayang jika tidak dimakan." Sahut Ratu Roseline.


Duke Ramon mengambil beberapa potong irisan daging rusa dan meletakkannya di atas piring. "Marie, bawa dan simpanlah daging ini di kamar Alice."


"Baik, Tuan."


"Baiklah semuanya, aku undur diri dulu. Dan selamat menikmati makan malam kalian." Ucap Ratu Roseline, lalu pergi ke kamarnya bersama Marie.


"Aku juga sudah selesai makan, dan akan kembali ke kamarku. Selamat malam semuanya." Ujar Arabella yang ikut meninggalkan ruang makan.


"Ada berita terbaru apa Ramon?" Tanya Duke Sullivan.


"Hari ini Raja Alec menikah dengan Putri Viviane dari Kerajaan Liam. Hari pernikahan mereka dimajukan, Ayah." Jawab Duke Ramon.


Duke Sullivan dan Tuan Ronaf sangat terkejut.


"Apa Alice mengetahuinya?"


Duke Ramon mengangguk. "Alice mengatakan jika dia sudah tidak peduli dengan Raja Alec. Tapi dari sorot matanya tidak bisa dipungkiri jika hatinya sedang sakit saat ini. Dia berusaha untuk tetap terlihat tegar dan bahagia di depan kita."


"Apapun yang terjadi, kita harus selalu memberikan dukungan kepadanya. Kondisi mental dan emosional sang ibu bisa mempengaruhi kondisi kesehatan janin dalam kandungannya." Ucap Tuan Ronaf.


"Kau benar, Ronaf. Kita harus membuat Alice selalu merasa bahagia dan menikmati proses kehamilannya." Sahut Duke Sullivan.


"Apa Nona baik-baik saja?" Tanya Marie yang membuyarkan lamunan Ratu Roseline.


"Aku baik-baik saja, Marie. Kau tidak perlu khawatir. Sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan beristirahatlah. Aku juga akan tidur sebentar lagi." Jawab Ratu Roseline.


"Apa Nona yakin? Hamba bisa tidur di sini untuk menemani Nona."


"Aku akan baik-baik saja, Marie. Percayalah. Jika aku membutuhkanmu, aku akan memanggilmu." Ucap Ratu Roseline meyakinkan.


"Baiklah, Nona. Jika Nona butuh sesuatu, ketuk saja dinding di samping ranjang ini. Hamba pasti akan segera datang kemari." Ujar Marie.


Ratu Roseline mengangguk. Marie pun keluar dari kamar dan tinggallah Ratu Roseline seorang diri.


"Mommy janji sayang, Mommy pastikan kalian akan selalu hidup bahagia tanpa kekurangan apapun meskipun kalian tidak mendapatkan kasih sayang dari Daddy kalian." Lirih Ratu Roseline (Alice) sambil mengusap perutnya.


Ratu Roseline naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya. Kehamilan membuat tubuhnya sering merasa lelah.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰 berlambangkan Kerajaan Cardania.