I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 49. Aku Tidak Peduli



"Bagaimana? Apakah ada tanda-tanda keberadaan Lady Xena?" Tanya Raja Abraham.


"Mohon maaf Baginda Raja Abraham, kami belum menemukan keberadaan Lady Xena." Jawab salah seorang prajurit.


"Bagimana ini Baginda? Hamba takut jika terjadi sesuatu pada Lady Xena." Ujar Ratu Cetta.


"Tenanglah Ratu. Aku yakin kita akan segera menemukan, Xena." Raja Abraham berusaha menenangkan istrinya.


"Apakah kalian sudah memeriksa di seluruh tempat?" Tanya Raja Alec.


"Sudah, Baginda. Tapi tetap saja kami tidak bisa menemukan Lady Xena."


Raja Alec menghela napas panjang. "Hanya ada satu tempat di mana Lady Xena berada saat ini."


"Di mana itu, Baginda?" Tanya Ratu Roseline.


"Labirin Sesat." Jawab Raja Alec sambil menunjuk sebuah labirin yang ada di taman istana.


Ratu Roseline melebarkan matanya. Selama ini dia tidak menyadari jika ada sebuah labirin di taman istana.


"Mengapa aku tidak pernah mengetahuinya?" Tanya Ratu Roseline.


"Karena dinding labirin itu bisa bergeser membuka dan menutup dengan sendirinya di waktu tertentu. Dan sepertinya Lady Xena masuk saat pintu itu terbuka. Hal yang sama juga terjadi pada dinding labirin bagian dalam. Siapapun yang masuk ke dalam sana tidak akan bisa keluar dengan mudah. Hanya aku dan orang-orang kepercayaanku saja yang bisa membuka kuncinya." Terang Raja Alec.


Mereka segera mendekati labirin Sesat itu, dan berhenti saat dinding bagian luar labirin ada yang bergeser membuat semua orang terkejut, kecuali Raja Alec.


"Kita tunggu saja di sini. Tak lama lagi mereka akan datang. Dinding itu bergeser karena ada yang sedang membuka kuncinya." Ucap Raja Alec.


Raja Abraham dan Ratu Cetta mengangguk setuju. Tak lama kemudian, pintu labirin Sesat itupun terbuka dan keluarlah Jenderal Azel bersama Marquess Andry dan Lady Xena. Lady Xena langsung berlari dan berhambur ke dalam pelukam Raja Abraham.


"Syukurlah kau kembali, Lady Xena. Kami sangat mencemaskanmu." Ucap Ratu Cetta.


Lady Xena mengurai pelukannya, lalu ganti memeluk Ratu Cetta. "Maaf aku telah membuat kalian cemas."


"Terima kasih Marquess Andry dan Jenderal Azel, karena kalian telah membantu saudaraku keluar dari labirin." Ucap Raja Abraham.


"Sama-sama Raja Abraham." Jawab Jenderal Azel dan Marquess Andry bersamaan.


"Kebetulan saja kami tadi berada di dekat labirin dan mendengar teriakan meminta tolong." Ucap Marquess Andry.


"Aku juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Raja Alec, Ratu Roseline dan seluruh prajurit yang telah membantuku untuk menemukan Lady Xena."


"Sama-sama Raja Abraham. Kami senang akhirnya Lady Xena bisa ditemukan." Jawab Ratu Roseline.


"Ratu Roseline." Panggil Lady Xena.


"Ya, Lady Xena."


Lady Xena berjalan ke arah Ratu Roseline.


"A-aku. Aku ingin meminta maaf atas sikap dan ucapanku tadi. Aku sadar jika yang aku lakukan kepada Ratu tadi, adalah kesalahan besar. Aku mohon maafkan aku. Dan jika kalian ingin menghukumku, aku akan menerimanya." Ucap Lady Xena dengan tulus.


Raja Abraham dan Ratu Cetta terkejut, begitu juga dengan Raja Alec yang sejak tadi memberikan kesan dingin. Ratu Roseline tersenyum, lalu menggenggam tangan Lady Xena.


"Aku memaafkanmu. Jadi tidak perlu dibahas dan diungkit lagi." Ucap Ratu Roseline.


"Terima kasih banyak, Ratu. Kau memang wanita yang baik, dan sangat layak menjadi Ratu Kerajaan ini." Ucap Lady Xena terharu.


"Terima kasih kembali. Sebaiknya kau segera kembali ke paviliun tamu. Kau pasti sudah sangat lelah." Sahut Ratu Roseline.


Lady Xena mengangguk. Namun sebelum kembali ke paviliun tamu, Lady Xena menemui Marquess Andry dan Jenderal Azel.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan kebaikan Marquess Andry dan Jenderal Azel." Ucap Lady Xena.


"Terutama kepada Jenderal Azel yang telah meminjamkan mantel bulu ini untukku. Aku janji, aku akan mengembalikannya setelah mantel ini dicuci bersih."


"Sama-sama, Lady." Jawab Marquess Andry.


Dan Jenderal Azel hanya mengangguk tanpa mengeluarkan satu kata pun. Tapi hati Lady Xena tetap berbunga-bunga setiap menatap wajah tampan Jenderal dingin itu.


"Mari Ratu, kita kembali ke istana ratu. Malam sudah semakin larut, sudah waktunya kita beristirahat." Ucap Raja Alec.


"Aku akan kembali sendiri, dan Baginda kembali istana raja." Sahut Ratu Roseline.


"Mana bisa seperti itu? Ratu kan sudah janji tadi." Protes Raja Alec.


"Bukan Baginda kan yang menemukan Lady Xena, melainkan Marquess Andry dan Jenderal Azel."


"Tapi ucapan dan tebakanku benar kan jika Lady Xena berada di dalam labirin." Ucap Raja Alec tak terima. "Jadi aku tetap bermalam di istana Ratu."


Raja Alec langsung membopong tubuh Ratu Roseline ala bridal style dan berlari menuju istana ratu. Ratu Roseline terus memberontak, namun diabaikan oleh Raja Alec. Marquess Andry dan Jenderal Azel ternganga melihat kelakuan Raja mereka.


"Aku tidak menyangka jika kekuatan cinta bisa sebesar itu. Raja yang hebat dan terkenal kejam, seketika berubah menjadi pria gila." Ucap Marquess Andry.


"Sudahlah, ayo kita pergi. Aku ingin segera kembali ke kamarku." Seru Jenderal Azel.


"Hei, mau ke mana kau Azel. Ini kan masih sore. Ayo kita minum sebentar." Teriak Marquess Andry sambil berlari mengejar Jenderal Azel.


"Kau minum saja sendiri. Besok pagi-pagi sekali aku sudah harus berada di markas para prajurit." Jawab Jenderal Azel.


Sepanjang perjalanan menuju kamar ratu, Raja dan Ratu Cardania itu menjadi pusat perhatian para penjaga dan pelayan. Mereka tersenyum bahagia melihat keromantisan Raja dan Ratu mereka. Saat berada di dalam kamar, Raja Alec menurunkan tubuh Ratu Roseline dengan perlahan.


Raja Alec tidak menjawab dan langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Raja Alec merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Ratu Roseline berada di sisi ranjang yang lain. Ratu Roseline memutar badannya dan melihat Raja Alec yang sudah menutup matanya. Ratu Roseline mendesah kesal.


"Ada apa Ratu? Apa kau tak bisa tidur karena merindukan kehangatan pelukanku?" Tanya Raja Alec sambil tersenyum nakal.


Ratu Roseline membelalakkan matanya. "Hanya ada dalam mimpimu."


Raja Alec terkekeh, lalu membuang guling pembatas mereka ke lantai.


"Kemarilah. Aku akan memelukmu dengan hangat." Ucap Raja Alec sambil merentangkan tangannya.


Ratu Roseline memutar bola matanya malas lalu membalikkan badannya. Raja Alec menarik tubuh Ratu Roseline dengan cepat, sehingga tubuh Ratu Roseline sudah berada di dalam pelukan Raja Alec. Wajah Ratu Roseline terasa memanas dan mulai merona.


"Tidak perlu malu, Ratu. Sekarang tidurlah." Ucap Raja Alec sambil mengusap pucuk kepala Ratu Roseline dengan lembut.


Ratu Roseline merasa sangat nyaman.


"Aku takut." Lirih Ratu Roseline.


Raja Alec menyerngitkan dahinya. "Apa yang kau takutkan, Ratu?"


"Baginda akan membenciku suatu saat nanti." Jawab Ratu Roseline.


Raja Alec menarik dagu Ratu Roseline sehingga wajah keduanya saling berhadapan.


"Mengapa aku harus membencimu, Ratu? Katakan apa alasannya?"


"Suatu saat nanti, Baginda akan mengetahuinya."


"Mengapa harus nanti? Dan tidak kau katakan sekarang saja kepadaku." Tuntut Raja Alec.


"Baginda harus tahu jika aku bukanlah orang yang Baginda pikirkan selama ini." Ucap Ratu Roseline.


Raja Alec semakin tidak mengerti. Namun dia melihat keseriusan di mata Ratu Roseline. Raja Alec menghela napasnya perlahan.


"Aku tidak peduli. Seperti apapun dirimu, aku tetap mencintaimu. Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku." Tegas Raja Alec.


"Tapi jika Baginda tahu aku bukanlah..."


Raja Alec meletakkan jari tunjuknya di bibir Ratu Roseline.


"Aku tidak peduli."


Raja Alec langsung membungkam bibir Ratu Roseline dengan lembut. Bibir keduanya saling mel umat dan lidah keduanya saling membe lit. Keduanya pun terbawa suasana. Bibir Raja Alec sudah turun menjelajahi leher jenjang Ratu Roseline dan meninggalkan beberapa stempel di sana. Tangannya pun tak ingin tinggal diam dan mulai menelusup masuk ke dalam gaun tidur Ratu Roseline.


Ratu Roseline tidak bisa menahan lagi bibirnya untuk mele nguh dan mende sah. Raja Alec menurunkan kepalanya untuk menik mati benda kenyal yang sangat menggodanya. Ratu Roseline semakin tak terkendali dan menekan kepala Raja Alec dengan racauan yang terus keluar dari bibirnya yang sedikit membengkak.


"Katakan Ratu, apa yang harus aku lakukan? Kau ingin aku berhenti atau tidak?" Tanya Raja Alec dengan mata sayunya menahan gejolak yang membara dalam dirinya.


Ratu Roseline mendorong tubuh Raja Alec. Ratu Roseline segera memperbaiki bajunya, lalu turun dari ranjang. Raja Alec terlihat kecewa. Ratu Roseline membuka pintu kamar.


"Marie, katakan kepada semua pelayan dan penjaga agar menjauh dari kamarku. Termasuk kau dan Jasper. Dan kembalilah besok pagi." Perintah Ratu Roseline.


"Baik, Yang Mulia." Ucap Marie sambil tersenyum.


Raja Alec terkejut mendengar ucapan Ratu. Para pelayan dan penjaga segera menyingkir dan menjauh dari kamar Ratu Roseline. Ratu Roseline segera menutup pintu itu kembali. Setelah itu, Ratu Roseline menurunkan kelambu dari atas tempat tidurnya membuat Raja Alec tersenyum bahagia.


Tak butuh waktu lama, keduanya sudah saling bercum bu hingga tak terasa baju keduanya teronggok berserakan di atas lantai. Ratu Roseline terlihat pasrah di bawah kungkungan Raja Alec dan menik mati setiap sentuhan yang diberikan Raja Alec. Otaknya sudah tidak bisa berpikir dengan jernih karena diliputi nap su yang menggebu.


Ratu Roseline memekik kesakitan saat Raja Alec berhasil mengoyak mahkotanya. Kuku-kuku jarinya menancap di bahu Raja Alec dan air matanya menetes secara perlahan. Dengan lembut Raja Alec menghapus cairan bening itu.


"Terima kasih, Ratu. Mulai sekarang aku adalah milikmu selamanya. Hanya kau yang berhak atas diriku. Aku mencintaimu." Lirih Raja Alec.


Ratu Roseline hanya mengangguk. Raja Alec kembali menci um bibirnya dengan lembut dan di bawah sana senjata sakti madragunanya mulai bergerak maju mundur cantik dengan perlahan sampai keduanya mendapatkan surga yang mereka dambakan bersama. Bibir keduanya terus mengeluarkan lenguhan yang sangat keras dan saling bersahutan. Keduanya pun tertidur sambil berpelukan di dalam selimut setelah bertukar peluh dan mendapatkan surga dunia beberapa kali.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰