
"Aku mohon percayalah kepadaku, Alice. Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak bermaksud untuk membohongimu, tapi aku terpaksa melakukan sandiwara ini dengan Viviane." Ucap Raja Alec dengan wajah memohon.
Ratu Roseline (Alice) menarik salah satu ujung bibirnya. "Mengapa kau tidak menikah saja dengannya. Bukankah Putri Viviane sangat cantik dan cerdas. Lagipula kalian terlihat sangat akrab sekali, dengan saling memanggil nama tanpa gelar."
"Kau salah paham, Alice. Aku memanggil namanya tanpa menggunakan gelar, karena Viviane adalah putri dari mendiang sahabat ibuku, Ratu Eklesia. Dan itu juga keinginan Viviane sendiri. Dia tidak ingin dipanggil putri saat berada di luar Kerajaan Liam. Bukan karena kami memiliki hubungan khusus." Terang Raja Alec.
"Aku tidak peduli apapun hubungan kalian. Karena aku tidak mau tahu lagi tentang kehidupanmu. Kau sendiri yang mengijinkanku untuk pergi sesuai dengan keinginanku. Jadi sekarang, jangan ganggu hidupku lagi Baginda Raja. Biarkan aku menikmati hidupku dengan bahagia." Ucap Alice dengan tegas.
Dalam hatinya Raja Alec menyesali semua ucapan yang dulu telah dia lontarkan kepada Ratu Roseline.
"Beri aku kesempatan, Alice. Aku mohon, maafkan aku. Ijinkan aku menebus semua kesalahanku padamu. Kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan, asalkan jangan pisahkan aku dengan anak-anakku. Aku mohon." Raja Alec menakupkan kedua tangannya di depan dada seraya memohon.
"Kau tidak perlu khawatir, Baginda. Meskipun kita tidak hidup bersama, sampai kapanpun kau akan tetap menjadi ayah dari anak-anakku."
"Tidak Alice. Jangan berkata seperti itu. Aku tidak bisa kehilangan kalian. Aku mohon." Raja Alec langsung berlutut di hadapan Ratu Roseline.
"Cukup, Baginda! Jangan menguji kesabaranku lagi."
"Aargghh!" Ratu Roseline merasakan sakit di perutnya.
"Alice, kau kenapa?" Raja Alec sangat panik.
"Marie!"
Marie yang mendengar teriakan Raja Alec segera masuk dan terkejut melihat Ratu Roseline yang kesakitan dan memegangi perutnya.
"Nona."
"Perutku sakit, Marie." Rintih Ratu Roseline.
"Tunggu sebentar, hamba akan memanggil Tuan Ronaf."
Ratu Roseline segera menarik tangan Marie. "Jangan tinggalkan aku. Aku mohon tetaplah di sini, Marie."
Marie terlihat bingung.
"Kau tetap di sini dan temani Alice. Aku yang akan memanggil Tuan Ronaf. Tolong jaga Alice dengan baik." Ucap Raja Alec.
"Baik, Baginda."
Tak lama kemuadian, Tuan Ronaf datang bersama Raja Alec dan segera memeriksa keadaan Ratu Roseline.
"Bagaimana keadaan Alice dan kedua bayi kami, Tuan Ronaf?" Tanya Raja Alec.
Tuan Ronaf membuang napasnya pelan. "Alice mengalami kram di perutnya. Hal ini biasa terjadi pada ibu hamil. Namun, ibu hamil tetap harus dijaga kesehatan tubuh dan mentalnya. Namun jika sering mengalami kram perut dan semakin parah, itu juga tidak baik karena bisa menyebabkan keguguran." Terang Tuan Ronaf.
"Tapi kedua bayiku baik-baik saja kan, Tuan?" Tanya Ratu Roseline.
"Kita harus bersyukur, kedua bayi kalian dalam keadaan baik saat ini." Jawab Tuan Ronaf membuat Raja Alec dan Ratu Roseline lega.
Setelah selesai, Tuan Ronaf pun pamit dan meninggalkan kamar Ratu Roseline.
"Kau sendiri kan apa yang Tuan Ronaf katakan. Kau harus menjaga kesehatanmu. Sebaiknya kau makan sekarang, agar tubuhmu kembali kuat." Ucap Raja Alec dengan lembut.
Raja Alec mengambil mangkok bubur dan telah mengganti sendok yang tadi jatuh. Raja Alec hendak menyuapi Ratu Roseline.
"Aku ingin Marie yang menyuapiku. Kau keluarlah dari kamarku." Ketus Ratu Roseline.
Raja Alec mengalah dan tidak ingin membuat Ratu Roseline semakin marah dan kesal padanya. Raja Alec segera keluar dari kamar dan berdiri di depan pintu.
"Marie, tutup pintunya." Perintah Ratu Roseline.
Marie pun menurut dan segera menutup pintu kamar tepat di hadapan Raja Alec. Raja Alec menghela napas panjang. Hatinya sangat sedih dengan penolakan yang Ratu berikan kepadanya akibat ulahnya sendiri. Tanpa sadar, Raja Alec meneteskan air mata.
"Baginda." Panggil Duke Sullivan.
Raja Alec segera menghapus air matanya. "Duke Sullivan."
"Apakah Baginda memiliki waktu untuk kita berbicang?" Tanya Duke Sullivan.
"Tentu saja. Bisakah kita berbincang sambil berjalan-jalan, Duke."
Duke Sullivan mengangguk. "Silakan, Baginda."
"Ronaf sudah menceritakan apa yang baru saja dialami oleh Alice." Duke Sullivan membuka obrolan di antara mereka.
"Aku minta maaf, Duke. Aku tidak bermaksud membuat Alice mengalami kram di perutnya." Ucap Raja Alec.
"Mengapa Baginda masih mencari Alice? Bukankah Baginda sudah memiliki istri baru?" Tanya Duke Sullivan.
"Itu tidak benar, Duke. Aku dan Viviane tidak pernah menikah. Itu hanya sandiwara."
Sedangkan di taman belakang, Duke Ramon sedang melampiaskan kekesalahan dan kemarahannya dengan bermain pedang. Tak ada tanaman yang luput dari tebasan pedangnya. Duke Ramon mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Duke Ramon angsung berbali dan menghunuskan pedangnya dan berada tepat di samping leher orang itu.
"Kau! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Bentak Duke Ramon dengan wajah semakin kesal karena orang yang berada di hadapannya saat ini adalah Putri Viviane.
"A-aku sedang jalan-jalan." Ucap Viviane sambil memaksakan senyumnya untuk menutupi kegugupannya.
Salah bergerak sedikit saja, leher mulus Putri Viviane aka terkena goresan pedang Duke Ramon. Duke Ramon segera menarik pedangnya kembali.
"Mengapa kau berada di sini? Bukankah seharusnya kau berada di kamar bersama Baginda Raja untuk menikmati malam pengantin kalian?" Tanya Duke Ramon.
Putri Viviane tertawa pelan.
"Mengapa kau tertawa?" Geram Duke Ramon.
"Bagaimana aku bisa menikmati malam pengantin, jika pengantinku saja tidak ada." Ucap Putri Viviane.
"Oh, Baginda Raja meninggalkanmu di malam pengantin kalian. Menyedihkan sekali." Ejek Duke Ramon.
Putri Viviane menghela napas panjang. "Raja Alec memang tidak bersamaku, karena dia bukan suamiku dan aku juga bukan istrinya."
"Apa maksudmu?"
"Baiklah aku jelaskan dan tegaskan padamu, Duke Ramon. Tolong dengarkan baik-baik. Aku dan Raja Alec tidak pernah menikah. Tidak pernah terjadi pernikahan diantara kami. Pernikahan yang kami ciptakan itu hanyalah sebuah sandiwara." Ucap Putri Viviane dengan lantang.
Duke Ramon melebarkan matanya.
"Apa tujuan kalian sebenarnya?" Cerca Duke Ramon.
"Kami sengaja bekerja sama membuat sandiwara ini untuk mencapai tujuan kami masing-masing. Raja Alec melakukannya untuk membebaskan Ratu Cetta yang telah diculik oleh ayahku, Raja Henry. Sedangkan aku, dengan bantuan Raja Alec akhirnya aku bisa membalaskan kematian ibuku dan mengembalikan nama baiknya kembali." Jawab Putri Viviane.
"Apa kau puas mendengar jawabanku Duke Ramon?" Putri Viviane mengumbar senyum manisnya di hadapan Duke Ramon.
"Jangan tersenyum seperti itu di hadapanku."
"Memangnya kenapa? Aku kan cantik, dan banyak orang yang bilang jika senyumku ini sangat manis dan membuat aura kecantikanku semakin menguar." Ucap Putri Viviane dengan penuh percaya diri.
"Kau umbar saja senyummu kepada pria lain di luar sana. Senyummu itu membuatku risih saja." Kesal Duke Ramon.
"Teganya kau mengatakan hal menyakitkan seperti itu, Duke Ramon." Ucap Putri Viviane sambil mendengus kesal.
"Seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku tidak benar-benar menikah dengan Raja Alec. Sehingga adikmu, Ratu Roseline tidak akan mengalami kesedihan yang berkepanjangan selama hidupnya."
"Jadi kau mengharapkan ucapan terima kasih dariku? Hanya ada dalam mimpimu." Sahut Duke Ramon.
"Cih, mengapa ucapanmu begitu pedas, Tuan Duke. Untung saja kau tampan, jadi aku memaafkanmu." Ucap Putri Viviane dengan santainya.
"Aku tidak sudi meminta maaf kepada wanita sepertimu." Duke Ramon memandang Putri Viviane dengan tatapan merendahkan.
"Mengapa kau membenciku, Tuan Duke? Kau tidak boleh melakukannya."
"Mengapa tidak?" Tanya Duke Ramon.
"Kau tidak boleh membenciku, tapi sebaliknya. Seharusnya kau menyukaiku." Ujar Putri Viviane dengan wajah berbinar.
"Karena kau adalah calon suami idamanku."
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰