I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 34. Pesona Ratu Roseline



Ratu Roseline terus berjalan tanpa arah. Sepanjang perjalanan dia terus menggerutu karena sikap Raja Alec yang terus membuatnya malu. Karena kurang fokus saat berjalan, Ratu Roseline tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria. Tubuh Ratu Roseline langsung limbung dan hampir jatuh ke belakang. Namun dengan sigap pria itu segera menangkapnya.


Mata keduanya saling terpaku.


"Apa Nona baik-baik saja?" Tanya pria itu dengan suara lembutnya.


Ratu Roseline terpana melihat wajah tampan dan suara lembut pria itu. Hal yang sama juga dirasakan oleh pria itu, dia terpesona dengan kecantikan Ratu Roseline.


"Rose!" Panggil Marie yang membuat Ratu Roseline tersentak.


Ratu Roseline segera melepaskan diri dari pelukan pria itu dan langsung mengalihkan pandangannya.


"Saya baik-baik saja, Tuan. Saya minta maaf, dan terima kasih." Ucap Ratu Roseline.


"Tidak perlu berterima kasih. Saya senang bisa membantu Anda, Nona Rose." Ujar pria itu sambil tersenyum.


Ratu Roseline terkejut dan menatap pria itu dingin. "Sekali lagi terima kasih, Tuan."


Ratu Roseline menunduk sebagai tanda memberikan hormat lalu segera pergi bersama Marie.


"Hei, kau mau kemana?" Teriak pria itu namun Ratu Roseline sudah pergi jauh.


"Aku belum sempat berkenalan dengannya. Aku berharap bisa bertemu lagi dengannya. Baru kali ini ada seorang wanita yang berbicara dingin terhadapku." Gumam pria itu.


Pria itu melihat bros kecil berbentuk bunga mawar tergeletak di atas tanah dan langsung memungutnya dengan senyum yang mengembang. Bros itu milik Ratu Roseline yang terlepas saat keduanya bertabrakan tadi.


"Baginda! Baginda!" Teriak seorang pria sambil berlari mendekat ke arah pria tampan itu.


Dengan cepat pria tampan itu membekapnya, lalu membawanya menjauh dari kerumunan.


"Apa kau sudah gila, Jake? Kita sedang menyamar sekarang. Kebodohanmu itu bisa membongkar penyamaranku." Marah pria tampan itu.


"Ha-hamba minta maaf, Baginda." Ucap pria yang bernama Jake itu yang langsung mendapatkan tatapan mata yang tajam.


"M-maksudku Sevilen. Aku minta maaf, aku tidak sengaja. Mengapa kau tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku di kedai sendirian?" Tanya Jake sedikit kesal.


"Aku bosan, dan hanya ingin jalan-jalan." Jawab Sevilen.


"Kau kan bilang padaku. Mengapa kau senang sekali membuatku terkena serangan jantung?" cerca Jake.


"Sudahlah. Ayo kita kembali ke penginapan." Sevilen segera melangkahkan kakinya dan menarik tangan Jake.


Di tempat lain, Raja Alec dan Felix sudah keluar dari kedai dan menunggu di dekat kuda mereka.


"Mengapa kalian di sini? Bukankah kalian mengatakan ingin minum di kedai?" Tanya Ratu Roseline sambil berjalan mendekat.


"Apa kau sudah mendapatkan apa yang kau cari?" Tanya Raja Alec dingin.


"Sudah." Jawab Ratu Roseline.


"Kita kembali ke istana sekarang." Perintah Raja Alec.


Ratu Roseline terkejut melihat perubahan sikap Raja Alec. Saat keduanya berada di atas kuda dan melakukan perjalanan kembali ke istana, sikap Raja Alec tetap dingin.


"Ada apa dengannya? Mengapa tiba-tiba sikapnya menjadi dingin?" Batin Ratu Roseline.


Pada saat mereka tiba di istana, Marquess Filan dan Marquess Andry sudah menunggu dan menyambut kedatangan mereka.


"Bawa semua gaun itu ke istana ratu, termasuk milikku." Perintah Raja Alec.


"Baik, Baginda." Jawab Marie.


"Istirahatlah, kau pasti lelah." Ucap Raja Alec pelan, namun wajahnya masih tetap dingin.


Raja Alec segera pergi bersama kedua orang kepercayaannya itu. Ratu Roseline pun segera kembali ke istana ratu dengan hati sedikit kesal.


"Letakkan semua pakaian itu di dalam lemariku, Marie."


"Baik, Yang Mulia."


Marie segera meletakkan pakaian Raja dan Ratu dengan rapi di dalam lemari.


"Yang Mulia, nanti malam akan diadakan makan malam di ruang makan istana, untuk menyambut kedatangan Baron Joseph." Lapor Marie.


"Apa Countess Sarah juga akan hadir?" Tanya Ratu Roseline.


"Hamba kurang tahu, Yang Mulia. Apa perlu hamba cari tahu?" Jawab Marie.


"Tidak perlu. Siapkan saja air hangat mandi untukku. Tapi sebelumnya, panggilkan Felix." Ujar Ratu Roseline.


"Baik, Yang Mulia."


"Yang Mulia mencari hamba?" Tanya Felix.


"Duduklah." Sahut Ratu Roseline.


Felix segera duduk di depan Ratu Roseline.


"Ceritakan padaku. Apa ada hal buruk yang terjadi saat aku pergi tadi?" Pinta Ratu Roseline.


Felix menghela napas panjang dan menceritakan apa yang terjadi di kedai sebelumnya. Termasuk kemarahan Raja Alec saat mendengar Stevan menjelek-jelekkan nama baik Ratu Roseline.


"Apa yang dilakukan oleh Baginda Raja?" Tanya Ratu Roseline.


"Baginda sangat marah dan hampir hilang kendali. Namun, hamba berhasil menahannya supaya penyamaran kami tidak terbongkar. Kemudian Baginda menarik satu kancing bajunya dan menyentilnya tepat ke bibir pria yang bernama Stevan itu. Bibir pria itu langsung bengkak dan memerah." Terang Felix sambik menahan tawanya mengingat hasil sentilan Raja Alec.


Setelah selesai memberikan laporan, Felix segera keluar dari kamar Ratu Roseline. Ratu Roseline masuk ke tempat pemandiannya dan menikmati kegiatan berendamnya. Dia berendam dalam waktu cukup lama untuk menenangkan diri. Ratu Roseline menyerngitkan dahinya. Dia ingat kisah dalam novel di mana saat pesta nanti Countess Sarah akan menjadi pusat perhatian. Semua raja dari kerajaan tetangga terus memuji kecantikan Countess Sarah.


Dan ada salah satu raja yang jatuh cinta kepada Countess Sarah. Raja itu menjadi saingan cinta Raja Alec untuk mendapatkan cinta Countess Sarah. Dan di tengah acara pesta Raja Alec meminang Countess Sarah untuk dijadikan istri keduanya, tanpa mempedulikan perasaan Ratu Roseline. Ratu Roseline langsung marah dan tak terima, namun Raja Alec mengabaikannya.


"Tapi apa yang terjadi sebelumnya? Apa yang akan terjadi di acara makan malam penyamutan Baron Joseph?" Gumam Ratu Roseline.


Ratu Roseline tersentak dan membuka matanya. "Aku ingat. Baron Joseph berusaha merayu dan mendekati Ratu Roseline agar Baginda Raja semakin membencinya. Bahkan Raja Alec menuduh tega Ratu Roseline berselingkuh dan memiliki hubungan yang khusus dengan Baron Joseph karena melihat Ratu Roseline berjalan berdua dengan Baron Joseph."


Ratu Roseline menghela napas panjang. "Aku harus lebih waspada lagi."


Setelah cukup lama berendam di kolam air hangatnya, Ratu Roseline segera bangkit dan mengenakan jubah mandinya. Saat kembali ke kamar, Ratu Roseline tidak menyadari keberadaan Raja Alec dan telah menunggunya sambil duduk di atas kursi.


Raja Alec membelalakkan matanya melihat penampilan Ratu Roseline. Berulang kali Raja Alec meneguk salivanya dengan kasar. Ratu Roseline bersenandung kecil dan menyanyikan lagu yang asing di telinga Raja Alec, namun Raja Alec senang mendengarnya.


Ratu Roseline berdiri di atas cermin besarnya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat Raja Alec berdiri di belakangnya dari pantulan cermin. Raja Alec memeluk Ratu Roseline dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu Ratu.


"B-baginda?" Pekik Ratu Roseline.


"Biarkan seperti ini, sebentar saja." Lirih Raja Alec sambil memejamkan matanya dan menghirup aroma segar tubuh Ratu Roseline yang membuatnya tenang.


"Ada masalah apa, Baginda?" Lirih Ratu Roseline.


Raja Alec membuka mata hazelnya dengan perlahan dan menatap pantulan Ratu Roseline di cermin.


"Mulai sekarang tak akan kubiarkan siapapun merendahkanmu, Ratu. Tak akan kubiarkan siapapun menyakitimu Ratu." Ucap Raja Alec.


"Bagaimana jika orang itu adalah Baginda sendiri? Apa yang akan Baginda lakukan?" Tanya Ratu Roseline dengan tatapan tajamnya.


"Jika aku menyakitimu lagi, maka tancapkan pedangmu tepat di jantungku." Jawab Raja Alec.


Ratu Roseline langsung berbalik dan menatap kedua mata Raja Alec lekat. Tidak ada kebohongan di sana. Apa yang diucapkan oleh Raja Alec memang tulus dan murni dari dalam hatinya. Raja Alec melepaskan jubahnya, lalu memakaikannya ke tubuh Ratu Roseline.


"Mengapa kau ceroboh sekali? Lain kali lebih berhati-hatilah. Bagimana jika bukan aku yang duduk di kursi itu, melainkan pria lain?" Ucap Raja Alec lembut.


"Bersiaplah. Aku akan menunggumu di luar."


Raja Alec melangkah pergi keluar dari kamar Ratu Roseline. Sekuat tenaga dia menahan gejolak yang bangkit di dalam dirinya. Raja Alec tidak ingin kehilangan kendali sehingga berakibat fatal dengan membuat Ratu Roseline kecewa padanya.


Beberapa saat kemudian, Ratu Roseline sudah bersiap dengan gaun berwarna biru langit. Dengan gaya rambut ikal half-updo serta mahkota kecil di atas kepalanya, Ratu Roseline terlihat sangat anggun meskipun hanya menggunakan riasan natural.


"Baginda." Panggil Ratu Roseline.


Senyum Raja Alec langsung mengembangkan saat melihat ke arahnya.


"Kau terlihat cantik sekali, Ratu." Puji Raja Alec.


"Terima kasih, Baginda." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.


Ratu Roseline segera memakaikan kembali jubah Raja Alec yang warnanya senada dengan gaunnya.


"Rasanya aku ingin membatalkan acara makan malam ini." Ucap Raja Alec kesal.


"Mengapa?" Tanya Ratu Roseline.


"Karena aku tidak rela kecantikan Ratuku dinikmati oleh buaya darat seperti Baron Joseph." Jawab Raja Alec.


Ratu Roseline menyunggingkan bibirnya. "Kalau begitu tunjukkan kepada buaya darat itu, jika Bagindalah yang berkuasa dan buat dia tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatapku."


Raja Alec dan Ratu Roseline tiba di ruang makan istana.


Deg...


"Jason." Lirih Ratu Roseline.


Ratu Roseline menghentikan langkahnya karena terkejut melihat wajah Baron Joseph yang mirip dengan Jason, pria yang selalu mengejar-ngejar Alice di dunianya.


"Ada apa Ratu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Raja Alec.


"Hamba baik-baik saja, Baginda. Perut hamba sedikit sakit." Jawab Ratu Roseline.


"Apa sebaiknya kau kembali ke istana ratu?"


"Tidak Baginda. Rasa sakitnya susah hilang. Sebaiknya kita segera masuk, kasihan Ibu sudah menunggu kedatangan kita." Ucap Ratu Roseline.


Raja Alec mengangguk. Raja Alec langsung menggandeng tangan Ratu Roseline dan berjalan mendekati meja makan. Ibu Suri Helene sangat bahagia melihat kedekatan putra dan menantunya itu.


"Hormat kami, Ibu." Ucap Raja Alec.


Ibu Suri Helene mengangguk dan tersenyum.


"Hormat kami, Baginda Raja dan Ratu." Ucap Baroness Yolanda dan Baron Joseph.


"Duduklah."


Raja Alec dan Ratu Roseline segera menempati tempat duduk mereka. Baroness Yolanda dan Baron Joseph juga kembali duduk. Pelayan segera menyajikan hidangan makan malam mereka. Sesuai dengan dugaan Raja Alec, sepanjang makan malam Baron Joseph terus menatap Ratu Roseline.


"Baron Joseph." Panggil Raja Alec.


Baron Joseph tersentak. "Ya, Baginda."


"Ratu Roseline adalah istriku, dia wanitaku. Jadi jaga pandangan matamu darinya." Tegas Raja Alec.


Baron Joseph membelalakkan matanya, begitu juga dengan Baroness Yolanda.


"Hamba minta maaf, Baginda. Hamba tidak bermaksud buruk. Hamba hanya terpesona dengan kecantikan Ratu." Ucap Baron Joseph.


"Aku tahu Ratuku memang cantik, tapi aku tidak suka jika ada pria lain yang menatapnya dengan tatapan memuja seperti yang kau lakukan sejak tadi, Baron Joseph." Ucap Raja Alec.


"Hamba minta maaf Baginda, jika sikap Putra hamba dianggap kurang sopan. Hamba yakin putra hamba tidak bermaksud apa-apa." Ucap Baroness Yolanda.


"Didik dan disiplinkan lagi putramu, Baroness Yolanda. Ini istanaku dan kerajaanku. Jangan sampai di lupa bahwa akulah yang berkuasa di sini." Sahut Raja Alec.


"Baik, Baginda." Ucap Baroness Yolanda sambil menahan marah.


"Aku harap, Baron Joseph menjaga sikap dan tata kramanya saat berada di istana." Ujar Ibu Suri Helene.


Baron Joseph menggenggam sendok makan dengan kuat. Hatinya sangat marah atas penghinaan yang baru saja Raja Alec lakukan. Setelah acara makan malam selesai, Raja Alec mengantarkan Ratu Roseline kembali ke istana ratu. Kemudian, Raja Alec segera kembali ke istananya.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰