I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 87. Pangeran Leon



"Dari mana kau mengetahui kebenaran tentang diriku, penyihir Nigel?" Tanya Ratu Roseline.


"Saat malam kematian Ratu Roseline dan kedatangan Nona ke dunia ini telah disambut dengan sinar bulan purnama merah. Itu pertanda bahwa takdir telah berubah dan tidak sesuai dengan kami ramalkan. Bukan hanya takdir Ratu Roseline yang berubah, tetapi juga takdir Kerajaan Cardania. Dan kau pantas untuk menjadi Ratu yang mendampingi Baginda Raja." Jawab Nigel sambil tersenyum.


"Kau sekarang sudah bertemu denganku, bukan? Apa tujuanmu yang sebenarnya penyihir Nigel?" Tanya Ratu Roseline.


"Tujuanku berada di sini adalah untuk melindungi dan memastikan calon pangeran lahir dengan selamat." Jawab Nigel sambil menyentuh perut buncit Ratu Roseline.


"Pangeran katamu?" Seru Ratu Roseline sambil membulatkan matanya.


"Benar Ratu. Bayi yang sedang Ratu kandung saat ini adalah seorang pangeran." Jawab Nigel.


"Bagaimana kami bisa mempercayai ucapanmu?" Tanya Raja Alec.


Nigel tersenyum. "Baginda bisa membuktikan sendiri benar tidaknya ucapan hamba, saat bayi ini telah lahir."


"Kalau kau memang berusaha untuk melindungi bayi kami, mengapa kau membantu para putri bangsawan itu untuk mencelakai Ratu dan bayi dalam kandungannya?" Cerca Raja Alec.


"Agar hamba bisa menunjukkan kejahatan mereka di hadapan Baginda." Jawab Nigel.


"Jadi kau sengaja menyamar menjadi peramu obat untuk membongkar kebusukan mereka. Sehingga Baginda Raja bisa memberikan hukuman kepada mereka. Dan kau juga sudah tahu jika Baginda akan melakukan eksekusi massal." Ucap Ratu Roseline.


"Ratu benar. Dengan begitu, siapapun yang berniat mencelakai Ratu dan calon pangeran harus berpikir ribuan kali." Sahut Nigel.


"Terima kasih, Nigel. Aku dan calon bayiku berhutang nyawa padamu." Ucap Ratu Roseline tulus.


"Yang Mulia tidak perlu berterima kasih karena itu sudah menjadi kewajiban hamba untuk melindungi para keturunan Baginda Raja, sesuai janji kami kepada Raja terdahulu. Baginda Raja terdahulu telah menyelamatkan keluarga hamba dari pembantaian yang terjadi di Kerajaan Loh, salah satu kerajaan yang dulunya dihuni oleh para penyihir." Ujar Nigel.


"Aku tahu cerita tentang Kerajaan Loh. Raja Howard, raja dari Kerajaan Loh telah kehilangan istrinya akibat ilmu sihir dari seorang penyihir hitam. Raja Howard pun melampiaskan amarahnya kepada seluruh penyihir yang ada di kerajaannya dan membantai mereka tanpa ampun."


"Ayahku membantu beberapa kelompok penyihir yang berhasil selamat dari pembantaian itu dan membuatkan tempat tinggal baru yang tak kan pernah ditemukan oleh Raja Howard dan pasukannya." Ucap Raja Alec.


"Dan kau adalah salah satu dari para penyihir itu." Tambahnya.


Nigel mengangguk.


"Nigel. Aku ingin bertanya kepadamu. Kau seorang penyihir dan juga peramal, bukan?" Ujar Ratu Roseline.


"Benar, Ratu." Jawab Nigel.


"Aku ingin bertanya, apakah aku akan selamanya tinggal di dunia ini? Atau aku akan kembali ke duniaku?" Tanya Ratu Roseline.


Raja Alec terkejut. "Apa kau ingin kembali ke duniamu, Alice?"


Ratu Roseline terdiam.


"Hamba minta maaf Ratu. Hamba tidak bisa melihat atau meramalkan takdir Ratu. Hanya Tuhan yang tahu. Hamba hanya bisa mengatakan jika segala sesuatu yang ada di dunia ini akan kembali ke tempat dia berasal." Jawab Nigel.


Raja Alec menggenggam tangan Ratu Roseline.


Setelah perbincangan mereka selesai, Raja Alec membebaskan Nigel dari tahanan. Nigel meminta kepada Raja Alec agar diizinkan untuk tinggal di sekitar istana dan menyamar sebagai rakyat biasa agar lebih mudah melindungi Ratu dan kandungannya. Dan Raja Alec mengabulkannya.


"Ada apa sayang? Apa yang membuatmu gusar?" Tanya Raja Alec sambil memeluk Ratu Roseline saat keduanya sudah kembali ke kamar.


Raja Alec menyadari perubahan sikap Ratu Roseline yang menjadi pendiam. Ratu Roseline memeluk Raja Alec dengan sangat erat. "Aku takut jika suatu saat nanti aku harus berpisah denganmu dan anak-anak kita."


Bulir air mata menetes dari pelupuk matanya. Raja Alec mengurai pelukan mereka dan kedua tangannya menakup wajah Ratu Roseline. Dengan lembut dia menghapus jejak air mata Ratu Roseline.


"Kita tidak akan berpisah, Alice." Ucap Raja Alec lembut.


"Tapi kita berasal dari dunia yang berbeda." Sahut Ratu Roseline sambil terisak.


"Aku tahu. Dan kau harus tahu Alice aku mencintaimu, sangat mencintaimu tak peduli dari dunia mana kau berasal." Ucap Raja Alec dengan lembut.


"Jika Tuhan mentakdirkan kita untuk berpisah aku berjanji padamu Alice, aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun dan aku pastikan aku akan menemukanmu. Entah itu di duniamu, atau di dunia manapun itu aku yakin kita akan bersama kembali." Tambahnya.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" Tanya Ratu Roseline.


Raja Alec meletakkan satu tangan Ratu Roseline ke dada kirinya. "Karena jantungku hanya akan berdebar sekencang ini saat berada di dekatmu. Hanya dirimu yang bisa membuat hatiku merasakan debaran cinta, Alice."


Ratu Roseline tersenyum bahagia melihat tatapan penuh cinta di mata Raja Alec. "Akan selalu kuingat janjimu itu, Raja Alec."


"Kau harus menempatkannya di dalam otakmu yang cerdas ini, Alice-ku sayang." Ucap Raja Alec.


Keduanya kembali berpelukan dan kedua bibir mereka saling bertautan dengan mesra.


...***...


Satu minggu kemudian, Raja Alec bersama Pangeran Cello dan Putri Celine menemani Ratu Roseline berjalan-jalan berkeliling taman. Mereka menikmati keindahan bunga mawar beraneka warna yang mulai bersemi.


"Sayang, jika benar anak ketiga kita adalah seorang pangeran, aku ingin memberinya nama Leonardo." Ucap Ratu Roseline saat mereka beristirahat di bawah pohon cherry.


"Leonardo?" Seru Raja Alec sambil menyerngitkan dahinya.


Ratu Roseline mengangguk. "Ya, Leonardo. Aku akan memanggilnya Leon, yang berarti singa. Aku yakin kelak bersama Putri Celine, dia akan menjadi pria yang kuat dan hebat saat mendampingi kakaknya Pangeran Cello menjadi menaiki tahtanya."


Raja Alec tersenyum. "Jika itu yang kau inginkan, mana sanggup aku menolaknya, my love."


Hati Ratu Roseline langsung meleleh dan wajahnya tersipu malu.


"Kenapa pipi Mommy memerah? Apa Mommy sakit?" Tanya Pangeran Cello khawatir.


"Tidak Cello sayang, Mommy tidak sakit. Mungkin karena sinar matahari yang mulai terasa panas." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum lembut kepada putranya.


"Cello, Celine. Daddy mau tanya sesuatu kepada kalian berdua."


"Seandainya adik bayi yang ada di dalam perut Mommy ini laki-laki, apa kalian setuju jika kita memanggilnya dengan nama Leon?" Tanya Raja Alec.


"Setuju Daddy." Jawab Pangeran Cello dan Putri Celine kompak.


"Wah kompak sekali kalian. Sepertinya kalian juga menyukai nama itu?" Ucap Ratu Roseline sambil terkekeh.


"Ya Mommy. Karena adik bayi kami akan menjadi bayi tertampan di kerajaan ini. Benarkan kan Kak Cello?" Celoteh Putri Celine.


Pangeran Cello mengangguk. "Celine benar Mommy, Daddy. Kami sudah tahu jika adik kami ini adalah laki-laki."


Raja Alec dan Ratu Roseline membulatkan mata mereka. "Bagaimana kalian bisa tahu?"


Pangeran Cello dan Putri Celine mengangkat kedua bahu mereka.


"Pokoknya kami tahu lah." Jawab keduanya yang semakin membuat Raja Alec dan Ratu Roseline penasaran.


Raja Alec dan Ratu Roseline menggelitik perut Pangeran Cello dan Putri Celine karena gemas.


"Halo, adik tampanku, Pangeran Leon." Panggil Putri Celine sambil mengelus perut Ratu.


Duk... (Bayi di dalam perut Ratu Roseline langsung menendang dan mengejutkan semua orang)


"Hahh... Lihatlah. Sepertinya adik kalian senang dipanggil Leon." Ucap Ratu Roseline dengan wajah bahagia.


"Pangeran Leon, adikku yang kuat dan hebat." Ucap Pangeran Cello tak mau kalah dan tentunya langsung membuat adik bayinya menendang kembali.


Pangeran Cello dan Putri Celine senang sekali. Raja Alec dan Ratu Roseline tersenyum bahagia melihat kedekatan anak-anak mereka. Setiap kali mereka memanggil dengan sebutan Pangeran Leon, bayi itupun menendang semakin keras. Tiba-tiba perut Ratu Roseline terasa kram dan sakit.


"Aarghh!" Pekiknya.


"Ratu!"


"Mommy!"


"Sepertinya Pangeran Leon kita akan segera lahir, sayang." Ucap Ratu Roseline kepada Raja Alec sambil memegangi perutnya.


"Marie! Cepat panggil tabib Fey dan dokter istana. Ratu akan segera melahirkan." Teriak Raja Alec.


Raja Alec langsung menggendong Ratu Roseline kembali ke istana Ratu. Pangeran Cello dan Putri Celine mengikutinya dari belakang.


"Bertahanlah sayang, sebentar lagi Tabib Fey tiba." Ucap Raja Alec sambil mengusap kepala Ratu Roseline dengan lembut.


"Adik Leon yang baik, jangan buat Mommy kita kesakitan ya. Kak Celine mohon." Ucap Putri Celine sambil terisak.


Pangeran Cello dan Putri Celine duduk di samping Ratu Roseline.


"Celine sayang. Mommy tidak apa-apa. Adik Leon tidak membuat Mommy kesakitan sama sekali. Kalian tidak perlu cemas, sebentar lagi adik kesayangan kalian akan segera lahir." Ratu Roseline tersenyum berusaha menenangkan kedua anak kembarnya.


Tabib Fey tiba bersama dokter istana dan para perawat. Marie segera membawa keluar Pangeran Cello dan Putri Celine dari kamar Ratu Roseline.


"Yang Mulia Ratu sudah pembukaan lima, Baginda. Tak lama lagi Ratu akan melahirkan." Lapor Tabib Fey.


Kontraksi yang dirasakan Ratu Roseline semakin sering dan semakin menyakitkan. Raja Alec dengan setia mendampingi dan terus berusaha untuk menenangkannya. Ratu Roseline mengalami kontraksi dari siang sampai berganti malam.


"Ayo Yang Mulia Ratu lebih kuat lagi mengejannya." Ucap Tabib Fey saat membantu proses persalinan Ratu Roseline.


Ratu Roseline mengeluarkan seluruh tenanganya untuk mengejan. Namun bayinya masih belum keluar. Ratu Roseline mengatur napasnya sebelum mengejan kembali.


Di luar istana, rakyat Cardania dihebohkan dengan fenomena langka di mana bulan purnama yang muncul dengan bentuk bulat sempurna dan bersinar dengan sangat terang.


"Selamat datang Pangeran Leon." Gumam Nigel sambil memandang ke langit dan tersenyum.


"Oek... Oek..."


Akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras. Raja Alec tak bisa membendung air matanya lagi. Raja Alec mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan.


"Putra kita telah lahir sayang. Terima kasih atas semua pengorbananmu. Aku mencintaimu, Alice." Ucap Raja Alec lalu mencium kening Ratu Roseline.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰