I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 27. Jati Diri Victor



Victor dan Elsa tersentak saat mendengar ketukan dari luar pintu. Victor segera berdiri dan membukakan pintu. Victor mengembangkan senyumnya saat melihat kedatangan Ratu Roseline.


"Hormat hamba, Ratu."


"Bagaimana kabarmu dan keluargamu hari ini, Victor?" Tanya Ratu Roseline sambil tersenyum ramah.


"Kami semua baik. Semua berkat kemurahan hati Ratu. Silakan masuk, Yang Mulia Ratu." Jawab Victor sambil membalas senyum Ratu Roseline.


Roseline mengangguk dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Elsa yang sudah berdiri langsung menyambut kedatangan Ratu Roseline. Senyuman Victor seketika luntur saat menyadari tatapan dingin yang ditujukan untuknya dari seorang pria yang berdiri di belakang Ratu Roseline. Siapa lagi kalau bukan Raja Alec yang hatinya sedang dibakar api cemburu karena melihat Ratu Roseline tersenyum kepada pria lain.


Victor menilik Raja Alec dari ujung kepala sampai ujung kaki yang membuat Raja Alec semakin kesal. Saat melihat jubah kebesaran dengan lambang Kerajaan Cardania, Victor membelalakkan matanya. Raja Alec langsung menyunggingkan bibirnya.


"Hormat hamba, Baginda Raja." Ucap Victor sambil berlutut di depan Raja Alec.


Elsa langsung ikut berlutut di samping suaminya.


"Ehem. Bangunlah." Ucap Raja Alec dingin.


Victor dan Elsa segera bangun dan menyingkir untuk memberikan jalan kepada Raja Alec. Raja Alec masuk ke dalam sambil mengedarkan pandangannya menyapu ruangan yang tidak terlalu besar itu dan duduk di kursi kayu yang sederhana. Sementara Ratu Roseline langsung menggendong Tatiana dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Tatiana sangat senang berada di pelukan Ratu Roseline.


"Bagaimana keadaan Tatiana? Apa dia masih sering demam?" Tanya Ratu Roseline.


"Tidak Ratu. Tatiana sudah benar-benar sembuh. Bahkan selera makannya semakin meningkat sekarang." Jawab Elsa.


"Aku senang mendengarnya. Selera makan Tatiana meningkat karena sebelumnya dia merasakan sakit yang cukup lama dan membuatnya tidak berselera makan. Benarkan Tatiana?"


Ratu Roseline menggelitik perut Tatiana membuat bocah cantik itu tertawa terbahak-bahak. Ratu Roseline menggigit pelan pipi gembulnya karena gemas. Tanpa sadar Raja Alec tersenyum melihat kedekatan Ratu Roseline dengan Tatiana. Ada rasa hangat yang mengalir di hatinya.


Raja Alec membayangkan jika seandainya mereka memiliki anak, kebahagiaan Raja Alec akan berlipat ganda karena dia akan selalu melihat senyuman cantik Ratu Roseline yang penuh kasih sayang seperti saat ini.


"Eits!!! Tunggu dulu. Bagaimana mungkin kami bisa memiliki anak, kami saja belum pernah bercocok taman bersama." Batin Raja Alec.


Wajah Raja Alec seketika berubah muram dan menatap ke bawah.


"Semoga samuraiku tidak sampai karatan nantinya." Cicit hati Raja Alec dengan wajah merananya.


"Apa ada masalah, Baginda?" Tanya Ratu Roseline.


Raja Alec tersentak dan terbangun dari lamunannya sendiri. "Ya! Em maksudku, aku baik-baik saja, Ratu."


Raja Alec menatap ke arah Victor dan Elsa, istrinya.


"Jadi, kau yang bernama Victor, pembunuh bayaran yang hendak membunuh Ratuku?" Tanya Raja Alec dengan wajah dinginnya.


Victor berlutut di depan Raja Alec.


"Be-benar Baginda. Hamba minta maaf dan menyesal karena telah melakukan kejahatan besar itu. Hamba siap menerima semua hukumannya, bahkan hukuman mati sekalipun." Jawab Victor. "Tapi hamba mohon jangan libatkan istri dan putri hamba. Mereka tidak bersalah, Baginda."


Elsa tak bisa membendung air matanya saat mendengar ucapan suaminya.


"Baginda?" Lirih Ratu Roseline.


Raja Alec menganggukkan kepalanya.


"Aku sangat marah kepadamu. Dan ingin rasanya aku memenggal kepalamu dengan tanganku sendiri."


Victor terus menunduk dan sudah pasrah menerima keputusan Raja Alec, meskipun hatinya sangat berat meninggalkan istri dan anak mereka yang masih sangat kecil.


"Tapi, keputusan ada di tangan Ratu. Ratu yang lebih berhak memberikan hukuman kepadamu." Lanjut Raja Alec.


Ratu Roseline memberikan Tatiana kepada Elsa.


"Sebelum Ratu menjatuhkan hukuman kepadamu, aku ingin kau berkata jujur. Katakan siapa orang yang telah membayarmu untuk membunuh Ratu?"


"Hamba mohon ampun, Baginda. Hamba berkata jujur bahwa hamba tidak tahu siapa orang telah membayar hamba. Orang yang menemui hamba saat itu hanyalah seorang pesuruh. Dan yang hamba ketahui adalah siapapun orang itu pasti ahli dalam membuat racun. Terbukti dengan racun yang hamba terima bersamaan dengan uang yang mereka bayarkan kepada hamba." Jawan Victor jujur.


Raja Alec membuang napasnya kasar.


"Apakah tidak ada satu petunjuk pun untuk mengetahui siapa dalang dari rencana pembunuhan Ratu?" Tanya Raja Alec kesal.


Victor terdiam dan berpikir.


"Ada Baginda. Hamba ingat koin emas yang mereka berikan memiliki sedikit perbedaan dengan koin emas pada umumnya. Hamba masih menyimpan beberapa koin emas itu di suatu tempat." Jawab Victor.


Raja Alec menyunggingkan bibirnya.


"Apa kau masih ingat di mana kau menyimpan koin emas itu?"


"Tentu saja Baginda, hamba masih ingat. Hamba menyimpannya di tempat biasa hamba berlatih." Ujar Victor.


Raja Alec mengangguk sambil menyunggingkan bibirnya.


"Sebelum aku memberikan hukuman, katakan siapa dirimu yang sebenarnya, Pangeran?" Pinta Ratu Roseline.


Victor dan Elsa sangat terkejut dan membulatkan mata mereka, Ratu Roseline ternyata mengetahui rahasia mereka. Victor menarik napas panjang sebelum bercerita.


"Aku adalah Pangeran Victor, pangeran ketiga dari Kerajaan Gorzan. Aku adalah anak dari selir kesayangan Raja Gorzan terdahulu. Raja Aramos, Raja Gorzan yang sekarang dan sekaligus saudara seayah denganku menjadi gila dan haus akan kekuasaan, setelah dia diangkat menjadi Raja. Selain itu, Raja Aramos sangat menyukai wanita cantik. Dia harus selalu mendapatkan wanita yang dia inginkan tanpa mempedulikan status wanita itu apakah masih lajang atau sudah bersuami."


Victor menatap istrinya dengan lembut.


"Aku pun akhirnya membawa kabur Elsa dan bayi kami, Tatiana, yang masih berusia 6 bulan. Kami meninggalkan Kerajaan Gorzan tanpa uang sepeser pun, karena kami melarikan diri tanpa persiapan. Aku bekerja serabutan selama berada di beberapa Kerajaan yang pernah kami tempati. Sampai akhirnya kami tiba di Kerajaan Cardania dan memutuskan untuk menetap di kerajaan ini."


"Dengan kemampuan ilmu beladiri yang aku miliki, aku bekerja sebagai pengawal bayaran. Namun Tuhan masih setia memberikan kami cobaan dengan membuat Tatiana mengalami sakit yang langka, dan membuatku memutuskan menjadi pembunuh bayaran agar bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi untuk biaya pengobatan putriku." Terang Victor.


Raja Alec sangat terkejut mendengar pengakuan dan cerita dari Victor, dan mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya Victor adalah salah satu pangeran dari Kerajaan Gorzan.


"Berdirilah Pangeran, sudah cukup kau berlutut." Perintah Raja Alec.


"A-apa maksud Baginda Raja?" Tanya Pangeran Victor tak mengerti.


Raja Alec berdiri dan menghampiri Pangeran Victor, lalu membantunya untuk berdiri.


"Seorang pangeran harus tetap menjaga wibawanya." Ucap Raja Alec.


Ratu Roseline tersenyum tipis melihat sikap Raja Alec.


"Hukuman yang aku berikan untukmu, Pangeran Victor. Aku ingin kau dan keluargamu tetap tinggal di Kerajaan Cardania. Dan aku ingin Pangeran Victor membantu berjuang mempertahankan kerajaan ini, saat ada musuh yang berusaha ingin menghancurkannya." Ujar Ratu Roseline.


Pangeran Victor dan istrinya sangat bahagia mendengar ucapan Ratu Roseline. Hati Elsa menjadi tenang dan bahagia karena Ratu Roseline berbaik hati tidak memisahkan dirinya dengan suami yang sangat dia cintai.


"Terima kasih Ratu. Terima kasih Baginda Raja. Aku berjanji aku akan ikut berjuang di medan pertempuran jika ada musuh yang ingin mengusik Kerajaan Cardania." Ucap Pangeran Victor.


"Kalian nantinya bisa tinggal di daerah kediaman keluargaku, kediaman Duke Sullivan. Di sana kalian bisa hidup dengan aman karena kakakku memiliki banyak anak buah di sana. Dan Pangeran juga bisa membantu Kakakku melatih para prajurit istana." Terang Ratu Roseline.


"Aku setuju denganmu Ratu. Keluarga Pangeran Victor akan aman berada di bawah pengawasan Duke Ramon. Sehingga kalian bisa menyembunyikan jati diri kalian yang sebenarnya dengan baik." Sahut Raja Alec.


Pangeran Victor dan Putri Elsa sangat bahagia, akhirnya mereka bisa memberikan kehidupan yang baik dan aman bagi putri mereka, Tatiana. Mereka bersumpah tidak akan pernah mengkhianati semua kebaikan yang telah diberikan oleh Raja dan Ratu Cardania.


Raja Alec dan Ratu Roseline keluar dari ruangan Victor. Prajurit khusus Duke Ramon yang akan menjemput mereka nantinya, sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan dari para penghuni istana. Ratu Roseline memegang perutnya yang tiba-tiba sakit. Keringat dingin membasahi wajahnya, membuat Raja Alec cemas.


"Oh ****! Jadwal bulananku datang. Ini sakit sekali." Batin Ratu Roseline sambil berusaha menahan sakit di perutnya.


"Apa kau baik-baik saja, Ratu? Wajahmu terlihat sangat pucat dan terus berkeringat. Apa kau sakit?" Tanya Raja Alec.


"Hamba baik-baik saja, Baginda." Bohong Ratu Roseline.


Namun kram perut yang dia rasakan semakin terasa. Kaki Ratu Roseline terasa lemas, dan tubuhnya pun melemah. Raja Alec menahan tubuh Ratu Roseline yang hampir jatuh. Mata Raja Alec terbelalak saat melihat bercak darah pada bagian belakang gaun berwarna kuning Ratu Roseline.


"Ratu, kau berdarah." Ujar Raja Alec.


Ratu Roseline langsung menundukkan wajahnya karena merasa malu. Raja Alec menyadari apa yang terjadi pada Ratu Roseline. Raja Alec langsung melepas jubahnya dan digunakan untuk menutupi noda darah pada gaun Ratu Roseline.


"Apa yang Baginda lakukan? Jubah Baginda bisa kotor nanti." Protes Raja Alec.


"Para pelayanku bisa membersihkannya nanti. Ratu cukup diam saja, dan aku tidak menerima protes." Jawab Raja Alec.


Raja Alec langsung mengangkat tubuh Ratu Roseline dan membuatnya tersentak. Ratu Roseline semakin malu karena berada di pelukan Raja Alec, namun tak bisa memberikan protes karena tubuhnya memanglah sangat lemah saat ini. Raja Alec melebarkan langkahnya, agar mereka bisa segera tiba di istana ratu, karena jarak tempat Victor dan istana ratu cukup jauh.


Ratu Roseline menatap wajah tampan Raja Alec dengan jarak yang sangat dekat. Rahang tegas, hidung macung dan mata tajam yang membuat hati para wanita menjadi meleleh. Ratu Roseline merasakan jantungnya berdegup kencang. Ratu Roseline membenamkan wajahnya di dada Raja Alec, karena dia takut akan semakin terpesona pada ketampanan pria itu.


Keduanya menjadi pusat perhatian saat memasuki istana ratu. Bahkan Raja Alec membopong tubuh Ratu sampai ke kamarnya dan meletakkannya secara perlahan di atas ranjang.


"Marie, bantu Ratu untuk membersihkan diri. Saat ini kondisinya sedang tidak baik. Setelah itu, buatkan teh chamomile hangat untuk meredakan rasa sakit di perutnya." Teriak Raja Alec.


"Baik, Baginda Raja." Jawab Marie.


Raja Alec duduk di samping Ratu Roseline dan mengusap kepala Ratu Roseline dengan lembut.


"Kau harus banyak istirahat Ratu, tubuhmu pasti sangat lemah karena mengeluarkan banyak darah. Aku akan kembali ke istanaku dan tidak akan menganggu istirahatmu." Ucap Raja Alec dengan lembut.


Raja Alec mencium kening Ratu Roseline dengan lembut sebelum pergi. Ratu Roseline membulatkan matanya dan seketika wajahnya menjadi merona.


"Hamba tidak menyangka jika Baginda Raja bisa bersikap selembut itu, Ratu." Ucap Marie sambil tersenyum bahagia membuat wajah Ratu Roseline semakin memerah karena malu.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰