
"Apa yang kalian lakukan?" Hardik Raja Alec.
Marquess Filan langsung mendorong tubuh pria itu sampai tersungkur ke tanah. Marquess Filan langsung berdiri dan mengusap bibirnya dengan kasar.
"Kurang aj@r! Kasar sekali kau!" Bentak pria misterius itu.
Sring...
Marquess Filan menghunuskan pedangnya di depan wajah pria itu yang wajahnya kusam dipenuhi debu.
"Kau yang kurang aj@r! Beraninya kau menyelinap ke istana ini. Dan beraninya kau mengambil ciumanku. Menjijikkan, cuih!" Umpat Marquess Filan sambil membuang ludahnya ke tanah.
Dia benar-bena jijik menyadari dirinya telah berciuman dengan seorang pria. Pria misterius itu berdiri dan menatap Marquess Filan dengan tajam. Tubuhnya tak lebih tinggi sehingga dia menatap Marquess Filan dengan mengangkat kepalanya.
"Bukan hanya kau yang jijik. Aku lebih jijik lagi. Ciuman pertamaku harus diambil oleh pria kasar sialan sepertimu." Balas pria misterius itu tak kalah emosinya.
"Kau! Dasar pria lembek. Suaramu saja seperti seorang perempuan." Bentak Marquess Filan.
"Hentikan pertengkaran kalian!" Bentak Raja Alec.
"Siapa kau? Dan mengapa kau menyelinap ke istana ratu? Apa tujuanmu? Apa kau ingin menyakiti Ratu?" Cerca Raja Alec.
"Ya ampun, aku sampai lupa." Jawab pria misterius itu, lalu berbalik dan berlari masuk ke dalam istana ratu.
Raja Alec dan Marquess Filan mengejarnya. Dengan cepat Marquess Filan menghadangnya dan menodongkan pedangnya di depan dada pria itu.
"Berhenti!"
"Minggir kau, pria kasar! Aku harus segera menemui Ratu." Bentak pria itu.
"Kau tidak akan bisa bertemu dengan Ratu. Kau harus ikut aku ke penjara karena telah berani menyelinap ke istana ratu ini. Dengan tampangmu yang mencurigakan ini, aku yakin kau pasti orang jahat yang ingin mencelakai Ratu." Ucap Marquess Filan.
"Orang jahat gundulmu! Aku datang ke sini karena ada hal penting yang harus aku sampaikan!" Teriak pria itu sambil berusaha menerobos masuk.
Terjadilah perkelahian sengit antara Marquess Filan dengan pria misterius itu.
"Cukup lihai juga gerakanmu. Tapi sayang lambat, seperti perempuan." Ejek Marquess Filan yang membuat lawannya semakin marah.
"Berhenti!" Bentak Ratu Roseline.
Kedua orang itu segera menghentikan perkelahian mereka.
"Kakak!" Teriak pria misterius itu dan berlari menghampiri Ratu Roseline.
"Hei, menjauhlah kau dari Ratu!" Teriak Marquess Filan sambil menghunuskan pedangnya kembali.
"Berhenti Marquess. Dia bukan orang jahat. Aku mengenalnya. Dia adalah adik sepupuku, Ara." Ucap Ratu Roseline.
"Adik sepupu?" Seru Marquess Filan terkejut.
Arabella menjulurkan lidahnya kepada Marquess Filan dengan ekspresi mengejeknya.
"Tolong Ratu jelaskan. Aku tidak mengerti, siapa dia sebenarnya?" Tanya Raja Alec.
"Benar Baginda Raja. Dia adalah adik sepupuku, Arabella. Dia sebenarnya seorang wanita yang sedang menyamar menjadi seorang pria." Terang Ratu Roseline.
"S-seorang wanita? Apa Ratu yakin? Mana ada seorang wanita kumal dan bertubuh datar seperti triplek? Tak ada lekukannya sedikit pun." Cicit Marquess Filan meremehkan.
Wajah Arabella langsung memerah karena tersinggung dengan ucapan Marquess Filan.
"Hei! Lancang sekali mulutmu busukmu itu, pria kasar! Seenaknya saja kau mengatakan tubuhku sedatar triplek!" Bentak Arabella tak terima.
"Memang kenyataannya begitu. Aku sama sekali tidak merasakan ada sesuatu yang empuk saat kau jatuh tadi." Cibir Marquess Filan.
"Kau!" Arabella melototkan kedua matanya.
"Sudah Ara hentikan. Kau juga Marquess Filan. Sebaiknya kita masuk ke dalam." Ujar Ratu Roseline.
"Aku setuju. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepada Ratu sampai nekat memanjat dinding pagar istana ini." Sahut Raja Alec.
"Hormat hamba, Baginda Raja." Ucap Arabella sopan.
Raja Alec menganggukkan kepalanya. Ratu Roseline langsung menarik tangan Arabella dan membawanya masuk ke dalam istana ratu. Sedangkan Raja Alec dan Marquess Filan mengikuti mereka dari belakang.
"Mengapa wajahmu masih cemberut seperti itu, Filan? Setidaknya kau bersyukur yang menjadi ciuman pertamamu itu adalah seorang wanita, bukan pria." Ejek Raja Alec pelan sambil menahan tawanya.
"Hei, beraninya kau menatap rajamu seperti itu!"
Marquess Filan memalingkan muka dan mengabaikan omongan Raja Alec.
"Kau! Awas saja aku akan memberikam hukuman yang berat padamu karena telah berani mengabaikanku, Filan." Ucap Raja Alec kesal.
Marquess Filan memutar bola matanya jengah.
Arabella segera membersihkan wajahnya dan menggosok bibirnya dengan cukup keras, berharap bekas bibir Marquess Filan bisa menghilang. Setelah itu dia kembali bergabung dengan Ratu, Raja dan Marquess Filan di ruangan pribadi Ratu Roseline. Bahkan Felix juga sudah berada di sana.
"Sekarang katakan ada apa Ara? Bukankah Dean mengantarkanmu kembali ke kediaman Count Bennet?" Tanya Ratu Roseline.
Count Bennet adalah suami dari Countess Almeera, ayah dari Arabella.
"Benar Kak. Tapi saat di tengah perjalanan, kami singgang di sebuah kedai makan. Tanpa sengaja kami mendengar percakapan beberapa bangsawan yang melakukan pertemuan penting yang berada di bilik samping bilik kami. Dan ada satu orang yang sangat diagungkan, sepertinya dia adalah pimpinannya." Jawab Arabella.
Raja Alec membelalakkan matanya. Begitu juga dengan Marquess Filan, yang awalnya enggan melihat Arabella pun ikut menatapnya lekat.
"Apa yang kau dengar, Ara?"
"Mereka membuat rencana jahat untuk Ratu. Mereka ingin menyakiti Ratu melalui orang-orang terdekat yang Ratu sayangi. Mereka berniat memberikan racun yang mematikan. Tapi aku tidak tahu, siapa orang yang mereka maksud." Jawab Arabella.
"Apa yang kau katakan itu benar?" Tanya Raja Alec.
"Benar Baginda. Hamba berani bersumpah." Jawab Arabella meyakinkan.
"Lalu, di mana Dean sekarang?" Cerca Ratu Roseline.
"Aku berusaha mengintip untuk melihat wajah mereka, juga pimpinan mereka. Pria yang menjadi pimpinan mereka memiliki wajah yang tampan namun bengis, selain itu dia gila perempuan. Bukan hanya wanita penghibur tetapi beberapa pelayan yang berwajah cantik juga diminta untuk melayaninya. Pria itu sudah seperti singa kelaparan. Membuat perutku mual. Beruntung aku menyamar menjadi seorang pria."
"Aku dan Dean segera pergi meninggalkan kedai itu, sebelumnya kami memastikan jika tidak ada seorangpun yang mencurigai kami. Aku kembali ke sini untuk memberitahu Kakak, sedangkan Dean pergi ke tempat Kak Ramon." Terang Arabella.
Ratu Roseline mengepalkan tangannya. Otaknya terus berpikir dan menebak siapa kira-kira orang terdekatnya yang menjadi sasaran.
"Oh ya, satu lagi Kak. Racun yang mereka gunakan tidak berwarna dan tidak berbau. Namun racun itu akan muncul dan menunjukkan warnanya jika ditetesi dengan air lemon." Ucap Arabella.
"Ibu Suri!" Seru Ratu Roseline.
"Apa? Bagaimana mungkin ibuku akan menjadi sasaran mereka?" Sahut Raja Alec.
"Karena Ibu Suri adalah orang terdekatku di istana ini dan aku menyayanginya seperti ibuku sendiri." Ucap Ratu Roseline.
"Sebaiknya kita segera bergegas ke istana Ibu Suri, Baginda." Seru Marquess Filan.
Mereka semua segera bergegas menuju istana Ibu Suri. Bahkan Ratu Roseline mengabaikan kondisi tubuhnya yang masih lemah. Ratu Roseline takut terjadi hal buruk pada Ibu Suri Helene.
"Akan kubunuh mereka semua, jika berani menyentuh ibuku!" Teriak Raja Alec dengan aura membunuhnya saat melangkah menuju istana Ibu Suri Helene.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰