I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 52. Tak Percaya



"Sebenarnya, aku bukanlah Ratu Roseline."


Semua orang tercengang mendengar pengakuan Ratu Roseline (Alice), kecuali Tuan Ronaf. Kedua tangan Ratu Roseline saling meremas, dia berusaha untuk tetap tenang. Meskipun Ratu Roseline sudah mempersiapkan diri untuk menerima segala konsekuensi yang akan diterimanya, namun tidak menampik jika dirinya merasa cukup tegang saat ini.


"Hahahaha..." Raja Alec tertawa memecang keheningan.


Ratu Roseline menyipitkan kedua matanya.


"Mengapa Baginda tertawa?" Tanya Ratu Roseline.


"Kau benar-benar lucu, Ratu. Tapi bercandamu ini sedikit keterlaluan. Mengapa kau mengatakan bahwa dirimu sendiri bukanlah Ratu Roseline? Padahal sudah jelas sekali jika yang berada di hadapan kami saat ini adalah dirimu, Ratu, bukan orang lain." Jawab Raja Alec sambil tertawa pelan.


"Baginda benar. Kau ini ada-ada saja, Seline. Jangan membual hal yang mustahil untuk mengerjai kami. Benarkan Ayah?" Sahut Duke Ramon sambil terkekeh.


"Aku tidak bercanda." Ucap Ratu Roseline dengan wajah seriusnya.


"Sudahlah Ratu. Aku mohon hentikan leluconmu ini." Ujar Raja Alec.


"Aku bilang aku tidak bercanda!" Teriak Ratu Roseline dengan tatapan dinginnya yang seketika membuat Raja Alec terdiam.


"Tubuh ini, raga ini memang milik Ratu Roseline. Tapi tidak dengan jiwa yang ada di dalamnya."


"Apa maksudmu, Kak?" Tanya Arabella.


"Aku bukanlah Roseline. Aku adalah Alice. Aku berasal dari dunia lain, dan saat ini jiwaku berada di dalam tubuh Ratu Roseline. Mungkin ini terdengar aneh dan mustahil, tapi itulah kebenarannya. Aku berasal dari dunia yang berbeda dengan dunia kalian. Duniaku jauh lebih modern dari dunia ini. Bisa dibilang aku berasal dari masa depan." Terang Ratu Roseline.


"Kalian pasti masih ingat bukan, jika Ratu Roseline pernah meminum racun yang seharusnya ditujukan untuk Raja Alec."


"Tentu saja. Itu adalah salah pengorbananmu yang takkan pernah aku lupakan." Ucap Raja Alec.


"Akibat racun ganas yang telah menyebar di dalam tubuhnya, Ratu Roseline tidak sadarkan diri selama dua hari. Benarkan Marie?" Tanya Ratu Roseline.


"B-benar, Yang Mulia." Jawab Marie.


"Kau adalah satu-satunya orang yang selalu setia mendampingi Ratu Roseline selama ini. Dan kau pasti sangat mengenal junjunganmu. Pada saat Ratu Roseline bangun dari pingsan lamanya, apa yang terjadi Marie?"


"Saat pertama kali Yang Mulia bangun, Yang Mulia tidak ingat apa-apa. Yang Mulia tidak mengenali diri hamba sama sekali. Dan Hamba menjelaskan semuanya tentang siapa Yang Mulia Ratu Roseline, Baginda Raja Alec yang merupakan suami dari Ratu, serta hamba yang merupakan pelayan Ratu Roseline." Ujar Marie.


"Itulah alasannya mengapa aku tidak mengenalimu sama sekali, Marie. Karena aku bukanlah junjunganmu, Ratu Roseline. Tubuh ini bangun kembali saat jiwaku masuk ke dalamnya ke dalamnya." Ujar Ratu Roseline (Alice) dengan wajah sendunya.


"Duke Ramon dan kau, Felix. Sejak kapan Ratu Roseline handal bermain pedang? Ratu Roseline memang menguasai ilmu pengobatan, dan bukan tentang ilmu pedang atau senjata yang lain."


Duke Ramon dan Felix membuka kembali ingatan mereka.


"Seingat hamba, Yang Mulia Ratu tidak pernah memegang pedang, panah maupun tombak sebelumnya." Ujar Felix.


Raja Alec dan Marquess Filan membulatkan mata mereka.


"Sejak kecil Kak Seline bersikap lembut dan berhati baik, berbanding terbalik dengan sikapku yang terkesan kasar seperti anak laki-laki." Tambah Arabella.


"Kalian sudah menyadari banyak perbedaan diantara kami berdua." Ucap Ratu Roseline.


"Tidak Yang Mulia. Hamba mohon jangan berkata seperti itu. Yang Mulia adalah junjungan hamba. Hamba sudah melayani Yang Mulia sejak lama." Ucap Marie sambil berlutut di hadapan Ratu Roseline sambil berurai air mata. Marie menolak untuk mempercayai ucapan Ratu Roseline.


"Kau tidak seharusnya berlutut di hadapanku, Marie karena aku bukanlah junjunganmu. Aku mohon bangunlah." Ratu Roseline membantu Marie untuk berdiri.


"Sudah cukup Ratu. Hentikan omong kosong ini." Ucap Raja Alec dengan wajah mengeras.


"Itu benar, Seline. Jika kau memang bukan Roseline, adikku, bagaimana mungkin kau bisa mengingat ayah dan juga diriku?" Sahut Duke Ramon.


"Karena memori yang tersimpan di dalam ingatan Ratu Roseline muncul secara perlahan. Dari ingatan itulah, aku mengenali kalian sebagai keluarga Ratu Roseline. Selain itu, aku juga mengetahui semua hal yang terjadi pada Ratu Roseline, termasuk penderitaan Ratu Roseline yang telah diabaikan oleh suaminya sendiri." Jawab Ratu Roseline sambil menatap ke arah Raja Alec.


"Apa itu sebabnya sikap dan dandanan Ratu sangat berbeda dengan yang sebelumnya?" Marquess Filan memberanikan diri untuk bertanya.


Ratu Roseline menatap Raja Alec yang masih belum mempercayai ucapannya.


"Baginda pasti menyadari perubahan sikap Ratumu setelah Baginda kembali. Sebesar apapun rasa sakit dan penderitaan yang kau berikan kepada Ratu Roseline, Ratu Roseline yang asli tidak akan pernah membencimu apalagi bersikap acuh padamu. Itu semua karena Ratu Roseline yang asli sangat mencintaimu, Baginda. Dan juga, tidak akan mungkin Ratu Roseline akan mengijinkan Baginda untuk menikah dengan Countess Sarah."


Raja Alec terdiam dan merenungkan semua ucapan wanita yang berada di hadapannya itu. Wajahnya terlihat semakin mengeras mendengar semua ucapan Ratu Roseline.


"Jika kau bukan putriku, lalu di mana putriku saat ini? Di manakah putriku Roseline berada?" Tanya Duke Sullivan.


"Aku tidak tahu. Yang pasti jiwanya sudah pergi meninggalkan tubuhnya." Jawab Ratu Roseline (Alice) dengan berusaha agar tetap tenang.


"Apa kau ingin mengatakan jika adikku telah tiada?"


Ratu Roseline mengangguk dengan pelan.


Duke Sullivan tidak bisa membendung air matanya lagi. Duke Ramon pun langsung terduduk lemas. Tuan Ronaf berusaha menguatkan Duke Sullivan dengan mengusap bahunya pelan.


"Apa yang dikatakan oleh Alice itu benar. Dia bukanlah Roseline, tapi jiwa dari dunia lain yang bertransmigrasi dan masuk ke dalam tubuh Roseline." Ucap Tuan Ronaf.


"Itu artinya putriku benar-benar telah tiada dan aku telah kehilangan dia untuk selama-lamanya, Ronaf." Ucap Duke Sullivan sambil terisak.


Tuan Ronaf langsung memeluk Duke Sullivan.


"Aku minta maaf kepada Anda Duke Sullivan dan juga kalian semua. Tapi sungguh bukan keinginanku untuk masuk dan menempati tubuh Ratu Roseline." Ujar Ratu Roseline (Alice).


Raja Alec langsung berdiri dan melangkah pergi. Wajahnya terlihat sangat marah. Marquess Filan segera mengejarnya. Raja Alec melepaskan salah satu kuda yang terikat dengan kereta kuda, kemudian menaikinya dan pergi meninggalkan Kediaman Duke Sullivan. Marquess Filan segera menaiki kudanya dan mengejar Raja Alec.


Hati Ratu Roseline terasa perih melihat perubahan sikap Raja Alec. Alice yakin jika Raja Alec saat ini pasti sangat marah dan membenci dirinya.


"Aku benar-benar minta maaf karena baru sekarang aku bisa berkata jujur kepada kalian semua. Sungguh tidak ada niatku untuk membohongi kalian semua. Bukan hanya kalian yang merasa sedih dan kehilangan atas kepergian Ratu Roseline, tapi aku juga sedih karena harus pergi jauh dari duniaku dan kehidupanku."


Ratu Roseline berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu meninggalkan semua orang yang masih syok setelah mengetahui semua kebenaran ini. Ratu Roseline berjalan menyurusi taman belakang, dan memutuskan duduk di bawah sebuah pohon.


"Akhirnya hari ini datang juga." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum dengan diiringi bulir air mata yang mulai mengalir dari pelupuk matanya.


Ratu Roseline menundukkan kepalanya sambil memeluk kedua kakinya. Ratu Roseline (Alice) bersedih karena setelah ini dia akan kehilangan orang-orang yang dia sayangi di dunia ini. Terutama sosok ayah dan kakak yang telah lama dia rindukan. Juga seorang pria yang sudah berhasil mengambil hatinya dan membuat Ratu Roseline menyerahkan diri sepenuhnya kepada pria itu, Raja Alec.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰