I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 110. Salam Perkenalan.



Sebuah mobil sport berwarna hitam melesat dengan cepat memasuki kawasan mansion Quinn dan berhenti tepat di depan pintu utama. Pintu mobil itu terbuka secara otomatis dan tetlihat Alice turun dengan tergesa. Sebelumnya, Xander mendapatkan kabar dari dokter Ethan jika hasil tes DNA Tuan Abraham dan "R" sudah keluar. Dan Tuan Abraham sendirilah yang telah mengambil hasil tes tersebut dari laboratorium.


Tap... Tap... Tap... (Suara langkah kaki Alice yang sedang berjalan dengan cepat)


Braakk...! (Alice membuka pintu dengan keras)


"Alice sayang." Tegur Xander yang berjalan di belakang Alice.


Namun tak dihiraukan oleh Alice.


"Kakek! Kakek!" Panggil Alice sambil berteriak.


"Nona Alice."


"Di mana Kakekku?" Tanya Alice kepada seorang maid.


"Tuan Besar saat ini berada di ruangan pribadinya bersama seorang tamu, Nona."


"Tamu?"


"Benar, Nona. Seorang pria memakai penutup wajah tadi tiba di mansion bersama Tuan Besar. Lalu mereka segera masuk ke ruangan Tuan Besar." Terang si maid.


Xander melingkarkan tangannya di pinggang Alice.


"Sebaiknya kita temui mereka, sayang."


Xander dan Alice segera menuju ruangan pribadi Tuan Abraham. Alice membuka pintu dengan perlahan. Kedua netranya langsung berkaca-kaca saat melihat Tuan Abraham dan "R" berpelukan penuh haru.


"Kakek?" Panggil Alice.


Tuan Abraham dan "R" mengurai pelukan mereka. Keduanya tersenyum ke arah Alice yang tengah melangkah masuk bersama Xander.


"Bagaimana hasil tes DNA-nya?" Tanya Alice penasaran.


"Mengapa kau masih mempertanyakannya, cucuku sayang?" Jawab Tuan Abraham sambil menghapus jejak air matanya.


Alice tersenyum senang. Dia pun segera berhamburan ke dalam pelukan kakeknya. Tuan Abraham juga menarik "R", sehingga ketiganya saling berpelukan dengan penuh haru. Xander tersenyum bahagia melihat kebahagiaan mereka.


"Feelingku tidak pernah salah, kan? Kau adalah kakakku meskipun tanpa tes DNA sekalipun." Ucap Alice sambil menyeka air mata.


"Iya, adikku. Aku adalah Romeo, kakakmu." Sahut Romeo sambil mengusap kepala Alice dengan lembut.


"Kakak berjanji akan menjadi kakak yang terbaik untukmu dan kakak akan selalu memastikan kebahagiaanmu."


Alice tersenyum dan memeluk kakaknya dengan erat.


"Jangan terlalu lama berpelukannya." Ucap Xander sambil menarik tubuh Alice dengan wajah masamnya.


"Memangnya siapa dirimu? Alice ini adik kandungku." Sahut Romeo sambil menarik kembali tubuh Alice ke dalam pelukannya dengan tatapan mengejek membuat Xander memelototkan matanya.


Xander yang ingin kalah, kembali menarik tubuh Alice sehingga Xander dan Romeo saling menarik untuk memperbutkan Alice.


"Berhenti!" Lengkingan teriakan Alice yang seketika membuat Xander dan Romeo melepaskan tarikan mereka.


Alice menatap keduanya dengan tajam sambil berkacak pinggang.


"Badan kalian saja yang besar, tapi kelakuan kalian masih seperti anak kecil." Celoteh Alice.


"A-aku minta maaf, Alice sayang." Ucap Xander dengan lembut.


"Kakak juga minta maaf telah menyakitimu. Aku hanya ingin menggoda Xander. Wajahnya lucu sekali jika sedang cemburu." Sahut Romeo sambil tertawa pelan.


"Apa kau bilang?!"


Xander memukul bahu Romeo dan mendapatkan pukulan balasan yang sama. Lalu keduanya saling berpelukan.


"Selamat "R", maksudku Romeo. Aku senang akhirnya kau bisa bertemu dan berkumpul dengan keluargamu lagi." Ucap Xander.


"Terima kasih, Xander. Aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu dan kedua orang tuamu selama ini. Tanpa kebaikan kalian mungkin aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan keluargaku." Ujar Romeo penuh haru.


Tuan Abraham mengajak kedua cucunya untuk berziarah ke makam putra dan menantunya yang masih terletak di kawasan mansion Quinn. Xander juga ikut bersama mereka. Makam Tuan Alejandro dan Nyonya Gabriela terlihat sangat terawat. Ada banyak bunga yang ditanam di dekat tempat peristirahatan mereka. Bahkan tidak ada rumput yang menjalar karena setiap hari pelayan selalu membersihkan dan merawatnya dengan baik.


"Putraku, Alejandro dan menantuku, Gabriela. Lihatlah aku telah memenuhi janjiku kepada kalian. Aku membawa putra kalian, Romeo. Keluarga kita sudah berkumpul lagi sekarang." Ucap Tuan Abraham di depan dua batu nisan.


Romeo dan Alice mendekat dan duduk di samping makam orang tua mereka.


"Daddy, Mommy. Putra kalian telah kembali. Maafkan Romeo yang terlambat datang untuk bertemu dengan kalian." Ucap Romeo dengan air mata berlinang.


Alice mengusap bahu kakaknya. "Kakak jangan merasa bersalah seperti itu. Aku yakin, Daddy dan Mommy sangat bahagia karena kakak telah kembali. Mereka pasti saat ini sedang tersenyum bahagia melihat kita dari surga sana."


Romeo mengangguk pelan. Selama ini Romeo selalu berharap bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, meskipun kemungkinan itu sangatlah kecil. Romeo merindukan kasih sayang dari seorang ayah dan ibu. Dan ada banyak hal yang ingin dia tanyakan dan ketahui dari kedua orang tuanya. Namun, takdir berkata lain. Walaupun hatinya sedih tidak bisa bertemu dengan orang tuanya, dia tetap bahagia karena dia masih memiliki kakek dan adiknya.


"Apa yang dikatakan oleh Alice itu benar, Romeo. Dan bukan hanya Tuan dan Nyonya Quinn yang bahagia saat ini, tetapi kedua orang tuaku juga pasti sangat senang kau bisa bertemu dengan keluargamu. Selama mereka masih hidup, Daddy dan Mommyku selalu mendoakanmu agar kau bisa menemukan keluargamu." Ucap Xander yang berdiri di samping Tuan Abraham.


"Terima kasih." Lirih Romeo sambil menatap ke arah Xander


"Ada banyak hal yang pastinya ingin kau tanyakan kepada kakek, Romeo?" Ucap Tuan Abraham.


Romeo menatap nanar. "Banyak sekali, Kakek. Aku ingin tahu, mengapa semua ini harus terjadi padaku? Mengapa aku bisa terpisah dari keluargaku? Dan bagaimana kedua orang tuaku meninggal?"


Tuan Abraham menarik napas panjang, kemudian menceritakan semuanya kepada Romeo. Dari awal penculikan Romeo sampai tragedi naas yang merenggut nyawa Alejandro Quinn dan istrinya yang dilakukan oleh Keluarga O'bero. Romeo mengeraskan rahangnya dan kedua tangannya mengepal. Matanya semakin memerah setelah mengetahui bagaimana cara kedua orang tuanya meninggal.


"Dasar manusia bi*d*b!" Umpatnya sambil memukul ke atas tanah.


"Akan ku balas perbuatan jahat mereka, Kek. Akan ku renggut nyawa orang yang telah membunuh kedua orang tuaku."


Romeo langsung berdiri dan hendak pergi. Xander segera menahannya.


"Lepaskan aku, Xander. Aku harus membalas kematian orang tuaku." Bentak Romeo penuh amarah.


"Xander benar, Kak. Kakak harus tenang. Bukan hanya kakak yang marah tapi aku juga, kita semua juga merasakan hal yang sama. Aku pun juga ingin membalas perbuatan para baj*ng*n itu. Tapi kita tidak boleh gegabah." Ujar Alice sambil memegang tangan kakaknya.


"Alice benar, Romeo. Keluarga O'bero bukanlah orang sembarangan. Kakek tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian berdua. Jadi, kendalikan dulu amarahmu. Kakek janji akan mereka akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan." Tambah Tuan Abraham.


Romeo berusaha mengendalikan amarahnya.


"Kita akan membalas kejahatan mereka bersama, Bro. Musuh kita sama." Ucap Xander sambil tersenyum miring.


Romeo menyerngitkan dahinya.


"Selama ini O'bero bekerja sama dengan Dawson. Mereka adalah orang-orang yang telah menghancurkan keluarga kita. Karena merekalah kita menjadi anak yatim piatu." Terang Xander dan membuat Romeo melebarkan bola matanya.


Kring... Kring...


"Sayang, ponselmu berbunyi terus sejak tadi. Suaranya berisik sekali." Ucap seorang wanita dengan manjanya yang sedang tidur dipelukan seorang pria dalam keadaan polos.


Keadaan kamar yang cukup berantakan menandakan bahwa telah terjadi pergulatan panas dan liar sebelumnya. Sang pria pun merasa kesal karena bunyi ponselnya telah mengganggu tidurnya. Dia segera mengangkat telpon dengan nada membentak.


"Apa kau sudah tidak waras? Beraninya kau mengganggu tidurku!"


"S-saya minta maaf Tuan Jason. Tapi ada berita penting yang saya sampaikan." Jawab seseorang dari sebrang telpon dengan suara bergetar.


"Katakan. Berita penting apa itu? Awas saja jika kau mempermainkanku!" Ancam Jason kepada anak buahnya.


"I-itu Tuan."


"Katakan dengan jelas, bodoh!" Jason semakin marah.


"Salah satu anak perusahaan O'bero Corps yang berada di Manchester telah hancur, Tuan." Lapornya.


"Hancur? Apa maksudmu?" Bentak Jason yang telah turun dari ranjang tanpa memakai sehelai kain pun.


"Terjadi ledakan yang sangat besar. Perusahaan kita terbakar dan hancur, Tuan."


Jason membelalakkan matanya. Dia segera memakai bajunya dan melesat pergi. Wanita yang menjadi penghangat ranjangnya terkejut, namun dia tidak berani bertanya. Dia takut melihat Jason dalam keadaan marah. Lagi pula wanita juga sudah mendapatkan cek sebagai bayarannya malam ini.


"Bagaimana Bos? Apa Bos menyukai kembang apinya?" Tanya seorang pria kepada bosnya yang sedang duduk di beranda kamar sebuah hotel.


Sebuah senyuman tersungging.


"Kalian membuat kembang api yang sangat indah." Jawab pria yang dipanggil bos itu dengan tangan kanan memegang gelas berisi wine.


Pria yang tersenyum senang itu adalah Romeo, dan saat ini sedang menikmati pemandangan dari salah satu perusahaan milik O'bero yang tengah dilahap api dan mendekati kehancuran.


"Kalian sudah memastikan jika kalian aman?" Tanya Romeo.


"Anda tidak perlu cemas, Bos. Kami pastikan tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Mereka pasti akan menganggap ini kecelakaan biasa karena konsleting listrik. Mereka tidak akan pernah menyadari keberadaan bom yang kami letakkan di bawah bangunan itu." Jawab anak buah Romeo dengan penuh percaya diri.


"Bagus sekali. Kerja kalian selalu luar biasa." Puji Romeo.


"Ini ambillah. Dan kalian bisa bersenang-senang."


Romeo memberikan sebuah koper berisi uang kepada anak buahnya.


"Terima kasih, Bos. Kalau begitu kami permisi dulu."


Anak buah Romeo segera pergi. Romeo mengangkat gelasnya.


"Ini adalah hadiah kecil dariku O'bero. Salam perkenalan dari, Romeo Gabriel Quinn." Ucapnya sambil menunjukkan senyum evilnya lalu meneguk winenya sampai tandas.


...To be continue ......


...***-❤❤❤-***...


(Author meminta maaf kepada seluruh readers tercinta karena novel ini beristirahat sangat lama. Dan terima kasih tak terhingga, author ucapkan kepada kalian yang telah setia menunggu kelanjutan novel ini. Dan terima kasih banyak atas semua dukungan kalian selama ini. Author menyayangi kalian 💞💞)


NB : Maafkan jika ada typo 😊


Baca juga novel author :



Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Terpaksa Menikah : Suami Buleku



Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰