
"Apa kau senang dengan pesta yang akan diadakan oleh Ibu Suri, Ratu?" Tanya Raja Alec saat keduanya meninggalkan Istana Ibu Suri.
"Tentu saja. Apalagi pesta ini bukan hanya akan dinikmati oleh para bangsawan, tetapi juga seluruh rakyat di kerajaan kita." Jawab Ratu Roseline.
"Kau benar Ratu. Tujuan dari pesta ini adalah kita berbagi dengan rakyat miskin dan anak yatim piatu. Semoga dengan hal baik ini, kedua calon anak kita nantinya akan selalu dilimpahi berkah dan kasih sayang." Ucap Raja Alec.
Ratu Roseline mengangguk sambil tersenyum. Keduanya terus melangkah menuju istana Ratu.
"Felix." Panggil Ratu Roseline saat memasuki halaman istananya.
Felix baru saja kembali dari kediaman Duke Sullivan.
"Baginda Raja, Ratu." Felix memberi hormat.
"Syukurlah kau sudah kembali. Bagaimana dengan rencana pernikahan kakakku dengan Putri Viviane?" Tanya Ratu Roseline penasaran.
Pasalnya Duke Sullivan dan Duke Ramon baru saja kembali dari Kerajaan Siam, dengan tujuan untuk melamar Putri Viviane.
"Raja Henry sangat senang dengan lamaran ini, Ratu. Dan pernikahan mereka akan dilangsungkan dua bulan lagi, setelah perayaan pesta ulang tahun Pangeran Erland serta pengangkatan Pangeran Erland sebagai Raja Liam yang baru." Jawab Felix.
"Aku senang mendengarnya, Felix. Ini adalah berita yang sangat membahagiakan. Benar kan, Baginda?" Ucap Ratu Roseline dengan wajah bahagianya.
"Benar sekali, Ratu. Pernikahan antara Duke Ramon dengan Putri Viviane bukan hanya untuk menyatukan dua insan yang sedang jatuh cinta, tetapi juga akan merekatkan hubungan antara Kerajaan Cardania dengan Kerajaan Liam." Tanggapan Raja Alec.
"Bulan depan Jenderal Azel akan menikah dengan Lady Xena. Bulan berikutnya Kakakku dengan Putri Viviane. Dua bulan setelahnya disusul pernikahan antara Marquess Filan dengan Arabella. Kapan kau akan menyusul mereka, Felix?" Cerocos Ratu Roseline.
Kedua mata Felix membulat dengan sempurna.
"Jangan terlalu lama. Aku tidak ingin Marie menjadi perawan tua nantinya. Atau, lebih baik aku jodohkan saja Marie dengan pria lain yang sudah siap menikah ya?" Tambahnya sambil menatap ke arah Marie.
"Yang Mulia Ratu." Protes Marie dengan wajah merona, begitu juga dengan Felix.
Raja Alec dan Ratu Roseline tak bisa menahan tawa mereka.
"Sudah Ratu jangan meledek mereka lagi. Aku sendiri yang akan menikahkan mereka setelah si kembar lahir nanti." Ucap Raja dengan santainya membuat Felix dan Marie tersipu malu.
"Baginda."
Raja Alec membalikkan badannya dan menatap kesal ke arah Marquess Filan yang berjalan menuju tempatnya.
"Mengapa wajah Baginda seperti itu? Baginda tidak perlu cemas, hamba hanya meminta sedikit waktu Baginda. Setelah itu Baginda bisa menikmati waktu panjang bersama Yang Mulia Ratu." Ucap Marquess Filan yang mengerti maksud dari tatapan tajam junjungannya itu.
Raja Alec berdecak. "Baiklah."
"Ratu, aku minta maaf harus meninggalkanmu sejenak. Kembalilah ke kamarmu, dan tunggu aku datang." Ucap Raja Alec sambil tersenyum genit.
Ratu Roseline memutar bola matanya jengah. "Sana, pergilah. Yang lama juga tak apa. Lagipula ada yang ingin aku bicarakan dengan Felix."
"Mengapa kau bilang seperti itu?" Raja Alec merajuk.
"Ish... Tak lama lagi kau akan menjadi seorang ayah, jangan bersikap kekanakan. Aku sedang menginginkan sesuatu dan aku ingin meminta tolong kepada Felix untuk mendapatkannya." Ucap Ratu Roseline kesal.
Raja Alec seketika kembali tersenyum. "Baiklah, Ratuku."
"Felix, segera kau dapatkan apa yang Ratuku inginkan." Tambahnya yang diangguki oleh Felix sambil menahan tawa.
Raja Alec dan Marquess Filan masuk ke dalam ruang kerja Raja Alec. Sedangkan Ratu Roseline pergi bersama Felix dan Marie untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh Ratu Roseline.
Setelah urusannya dengan Marquess Filan selesai, Raja Alec segera bergegas menuju kamar Ratu Roseline. Wajahnya terlihat kesal sekali, karena ternyata Marquess Filan telah menyita banyak waktu berharganya. Kekesalannya pun menguap saat melihat masakan yang terhidang di meja kamar Ratu Roseline.
"Apa kau yang memasaknya, sayang?" Tanya Raja Alec sambil memeluk pinggang Ratu Roseline.
"Ya. Aku sedang ingin makan sup daging domba." Jawab Ratu Roseline.
"Jadi kau mengidam daging domba?" Sahut Raja Alec.
Ratu Roseline mengangguk.
"Pasti lezat sekali. Aku sudah tidak sabar untuk memakannya."
Raja Alec dan Ratu Roseline menikmati menu makan malam mereka.
"Masakanmu memang luar biasa, sayang." Puji Raja Alec saat keduanya sedang rebahan di atas ranjang dengan perut kenyang.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Ratu Roseline.
"Sangat. Aku sangat menikmatinya." Jawab Raja Alec. "Sepertinya cuaca malam ini terasa panas."
Raja Alec merasakan tubuhnya yang mulai memanas dan mengeluarkan keringat.
Ratu Roseline menyeringai. "Itu karena tubuhmu telah mendapatkan stamina yang cukup besar untuk olahraga kita malam ini."
Raja Alec menyerngitkan dahinya tak mengerti. Semakin lama, Raja Alec merasakan gejolak yang luar biasa dalam dirinya. Ingin sekali dia menyentuh Ratu Roseline.
"Jadi ini yang kau maksud dengan stamina itu, sayang?" Raja Alec menarik ujung bibirnya sambil menatap ke arah samurainya yang telah bangkit dari tidurnya.
Ratu Roseline turun dari ranjang dan menutup kelambu tempat tidurnya. Dengan perlahan, Ratu Roseline menarik tali jubah tidurnya, lalu membiarkannya turun sampai ke lantai. Raja Alec meneguk salivanya dengan kasar berkali-kali. Dia pun dengan tidak sabarnya segera melucuti setiap helai kain yang masih menempel di tubuhnya.
Raja Alec menarik tubuh Ratu Roseline ke dalam pelukannya. Dengan meningkatnya stamina tubuhnya, Raja Alec mencum bu Ratu Roseline dengan sangat rakus. Keduanya saling melu mat dan menyesap.
"Mmmhh... Apa aku telah meminum obat perangsang?" Tanya Raja Alec yang merasakan tubuhnya semakin terbakar.
"Bukan obat perangsang, tapi bisa dikatakan sebagai obat kuat alami. Aahhh..." Jawab Ratu Roseline sambil mende sah.
Raja Alec tersenyum tipis sambil menikmati choco chip favoritnya. Saat Raja Alec akan menghunuskan samurainya, Ratu Roseline langsung mendorong tubuhnya. Raja Alec hendak protes namun Ratu Roseline menghentikannya.
"Tunggu, Baginda. Bukankah kau ingin mencoba gaya baru?" Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum nackal.
Raja Alec terdiam dan berjuang menahan gai rahnya yang sangat membara. Ratu Roseline membalikkan badannya dan mengangkat ping gulnya di depan Raja Alec. Raja Alec membulatkan matanya.
"A-apa kau yakin ini tidak akan menyakitimu, sayang?" Tanya Raja Alec.
"Ini aman untukku dan juga si kembar. Mari kita lakukan, sayang." Jawab Ratu Roseline dengan suara manjanya dan wajah yang juga sudah diliputi gai rah.
Tanpa menunggu lama, Raja Alec segera menghunuskan samurainya perlahan dan masuk dengan sempurna.
"Aaahhh...." Lenguhan keras keluar dari bibir keduanya.
Raja Alec bergerak dengan pelan, namun tak lama kemudian gerakannya semakin cepat.
"Ini nikmat sekali, sayang. Oouuhh..." Ucap Raja Alec sambil terus bergerak maju mundur cantik.
Raja Alec mempercepat laju pompanya sampai lenguhan keras bergema di dalam kamar dan siraman mayo nes memenuhi spot Ratu Roseline. Raja Alec menjatuhkan tubuhnya di samping Ratu Roseline.
"Apa kau suka?" Tanya Ratu Roseline dengan napas yang masih tersenggal.
"Itu sungguh luar biasa, sayang." Jawab Raja Alec sambil tersenyum puas dan bahagia.
Tak butuh waktu lama bagi Raja Alec untuk bangkit kembali. Keduanya mengulangi olahraga panas mereka untuk kedua dan ketiga kalinya dengan gaya yang berbeda sampai Ratu Roseline tertidur dengan pulasnya karena kelelahan.
"Bisa-bisanya kau membuat gai rahku membara seperti ini, Alice. Beruntung saat ini ada si kembar di dalam perutmu. Jika tidak, aku pasti akan menggempurmu sampai pagi." Lirih Raja Alec sambil terkekeh.
...***...
Di dalam Istana tengah disibukkan dengan persiapan pesta yang akan digelar oleh Raja dan Ratu dari Cardania itu. Raja Alec bahkan sudah menyiapkan gaun untuk Ratu Roseline. Gaun yang dulu pernah dia pesan kepada Nyonya Bernard.
"Ini indah sekali, Baginda." Ucap Ratu Roseline saat melihat gaun yang telah disiapkan oleh Raja Alec itu.
Gaun bergaya modern dengan warna merah ruby, warna favorit Ratu Roseline.
"Apa Nyonya Bernard yang telah membuatkannya?" Tanya Ratu Roseline sambil menempelkan gaun itu ditubuhnya dan menatap pantulan dirinya di cermin.
Raja Alec memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Ratu Roseline. "Tentu saja. Hanya Nyonya Bernard yang tahu apa yang kau inginkan, sayang. Ini salah satu design baju yang kau buat, bukan?"
"Yah, ini adalah salah satu design favoritku." Ucap Ratu Roseline dengan rona bahagia.
Raja Alec melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.
"Ini akan membuatmu terlihat semakin cantik dan tak terkalahkan, Alice."
Raja Alec mengalungkan sebuah kalung bertabur batu ruby yang sangat indah ke leher jenjang Ratu Roseline. Ratu Roseline melebarkan matanya saat menatap pantulan bayangan di dalam cermin.
"Cantik sekali." Pujinya dengan perasaan haru.
"Ini bukan kalung biasa, Alice. Ini adalah lambang dari kehormatan, kekuatan dan cintaku. Kau adalah sumber dari semuanya itu. Kau adalah wanita yang menjadi sumber kebahagiaanku. Aku sangat mencintaimu." Ucap Raja tulus.
Ratu Roseline tak bisa membendung air mata haru bahagianya dan langsung memeluk suaminya. "Terima kasih, Alec."
Raja Alec tersenyum dan mencium pucuk kepala Ratu Roseline. Tak lama kemudian, keduanya segera pergi ke ruang makan untuk menikmati sarapan lagi mereka. Tiba-tiba Ratu Roseline kesakitan sambil memegang perutnya setelah menyesap tehnya.
"Ahhh... Perutku sakit, Baginda." Rintih Ratu Roseline.
"Pelayan, segera panggil Tabib Fey dan dokter istana." Teriak Raja Alec.
"Tenanglah Alice. Semua pasti akan baik-baik saja. Aku mohon bertahanlah." Raja Alec membopong tubuh Ratu Roseline dan membawanya ke kamar.
Ratu Roseline terus merintih kesakitan sambil memegangi perutnya dengan mata memerah yang terus mengeluarkan air mata. "Tuhan, aku mohon lindungilah kedua bayiku. Jangan sampai hal buruk menimpa mereka."
"Bertahanlah, Alice. Sebentar lagi Tabib Fey akan datang." Raja Alec mengelap keringat di wajah Ratu Roseline dengan lembut.
Tabib Fey pun datang bersama dokter istana. Mereka segera memeriksa kandungan Ratu Roseline.
"Apa yang terjadi pada Ratuku, Tabib Fey?" Tanya Raja Alec.
"Ratu mengalami kontraksi, Baginda." Jawab Tabib Fey.
"Apakah itu berbahaya bagi Ratu dan kedua calon bayi kami?"
"Cukup berbahaya, Baginda. Namun, kita harus bersyukur kontraksi yang baru saja dialami oleh Ratu tidak terlalu parah. Hamba akan membuatkan obat untuk meredakan kontraksi serta menguatkan kandungan Ratu. Dan juga, Yang Mulia Ratu harus beristirahat total." Terang Tabib Fey.
"Itu artinya aku tidak bisa menghadiri pesta malam ini?" Tanya Ratu Roseline sedih.
"Ratu, pesta tidaklah penting. Yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatanmu juga si kembar. Kalau perlu, aku juga tidak akan hadir dalam pesta malam ini. Semua akan aku serahkan kepada Ibu Suri." Ucap Raja Alec menenangkan.
"Itu tidak benar, Baginda. Seluruh rakyat Cardania pasti mengharapkan kehadiran Raja mereka. Baginda harus hadir dalam pesta nanti malam, meskipun tanpa diriku." Sahut Ratu Roseline.
"Tapi Ratu?" Protes Raja Alec.
"Aku tidak ingin dibantah, Baginda." Marah Ratu Roseline.
Raja Alec tak berani membantah. "Baiklah."
Dengan terpaksa Raja Alec harus pergi ke pesta dan meninggalkan Ratu Roseline yang terbaring di atas ranjang.
"Beraninya orang itu menaruh racun diminumanku. Dia sengaja membuatku mengalami kontraksi sehingga aku tidak bisa pergi ke pesta bersama Baginda." Ucap Ratu Roseline dengan tatapan dinginnya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Ratu?" Tanya Felix.
"Biarkan semua berjalan sesuai dengan keinginannya. Kita ikuti saja apa yang dia mau. Dan yang pasti sasaran utamanya bukanlah aku, melainkan Baginda Raja." Jawab Ratu Roseline.
"Hamba sudah menempatkan beberapa pelayan terbaik untuk mengawasi Baginda Raja, Yang Mulia." Ujar Marie.
Ratu Roseline mengangguk.
"Kalau begitu, kita tinggl menikmati saja alur cerita yang orang itu buat. Biarkan dia menikmati kemenangan sesaatnya sebelum aku menghempaskannya dari dunia ini." Ucap Ratu Roseline sambil menyeringai.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰