I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit



Julia berdandan secantik mungkin untuk makan malam bersama Raja Alec. Julia sengaja menggunakan gaun putih yang sangat ketat, bahkan memperlihatkan dua asetnya yang hampir tumpah. Julia dan ayahnya telah tiba di istana Raja. Keduanya berjalan dengan angkuhnya di hadapan para pelayan dan penjaga istana Raja.


Seorang pelayan mengantarkan mereka ke ruangan khusus Raja Alec. Raja Alec sudah menunggu kedatangan mereka sambil meneguk wine dari gelasnya.


"Hormat, Baginda Raja."


Raja Alec meletakkan gelas winenya di atas meja.


"Selamat datang, Tuan Arnof dan Nona Julia. Silakan duduk." Ucap Raja Alec.


Julia dan Tuan Arnof segera duduk dengan wajah bahagia.


"Hamba ucapkan beribu terima kasih karena Baginda Raja telah mengundang kami untuk makan malam bersama. Baginda Raja berhati mulia dan pemurah." Ucap Tuan Arnof dengan lidah penjilatnya.


"Aku senang mendengar pujianmu, Tuan Arnof." Ujar Raja Alec sambil menyunggingkan bibirnya.


"Segera hidangkan makan malamku!"


Dua orang pengawal masuk, lalu tiba-tiba mereka menendang dengan keras kaki kursi Julia dan Tuan Arnof sampai patah. Julia dan Tuan Arnof pun jatuh ke lantai.


"Aarrghh!!!" Teriak keduanya sambil merintih kesakitan.


"Apa yang kalian lakukan? Dasar pengawal bodoh! Manusia rendahan!" Bentak Tuan Arnof.


"Beraninya kalian bersikap buruk kepada kami. Kami ini tamu istimewa Baginda Raja, seharusnya kalian hormat dan menundukkan kepala di hadapan kami." Sahut Julia.


Kedua pengawal itu bukannya takut, malah tersenyum sinis.


"Beraninya kalian meninggikan suara di hadapanku!" Suara dingin Raja Alec membuat Julia dan Tuan Arnof terkejut.


Keduanya segera berlutut di hadapan Raja Alec.


"A-ampun, Baginda. Kami tidak bermaksud bersikap tidak sopan di hadapan Baginda. Tapi kedua pengawal ini telah bersikap kurang aj@r kepada kami." Ucap Tuan Arnof.


Raja Alec tertawa membuat Julia dan Tuan Arnof bingung.


"Aku yang telah menyuruh mereka untuk melakukannya. Apa kalian juga akan mengatakan jika aku ini kurang aj@r?" Tanya Raja Alec sambil menyeringai.


"A-apa? Mengapa Baginda melakukan semua ini? Apa kesalahan kami, Baginda?" Tanya Julia.


"Tidak perlu bersikap sok polos di hadapanku. Aku bukan orang bodoh. Beraninya kau menyuruh pelayan untuk mencampur obat perangsang ke dalam minumanku!"


Julia dan Tuan Arnof semakin terkejut dan keduanya mulai terlihat ketakutan.


"Mengapa Baginda tega menuduh hamba? Bagaimana mungkin hamba berani melakukan hal serendah itu? Pasti ada orang yang sengaja ingin menjebak hamba." Julia berusaha berkilah.


"Benarkah? Memangnya siapa yang ingin menjebakmu, Nona Julia Arnof? Bukankah tidak banyak orang yang kalian kenal di istana ini?"


"Hamba tidak tahu Baginda. Bisa saja ada orang yang tidak menyukai kehadiran hamba di istana ini. Atau mungkin Yang Mulia Ratu." Julia berusaha untuk mengkambing hitamkan Ratu Roseline.


"Ratu bahkan tidak mengenalmu sama sekali." Ucap Raja Alec sambil tertawa pelan.


Julia dan Tuan Arnof terlihat kebingungan mencari alasan untuk menutupi kebusukan mereka.


"Ada apa ini?" Seru Ibu Suri Helene saat memasuki ruangan.


"Ibu Suri." Lirih Julia dan Tuan Arnof.


Keduanya tersenyum senang melihat kedatangan Ibu Suri Helene yang akan menjadi malaikat pelindung mereka.


"Mengapa kalian berlutut di hadapan Baginda Raja?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Ibu. Aku mohon tolonglah kami. Baginda Raja telah menuduh kami melakukan hal keji yang tidak


pernah kami lakukan." Mohon Julia dengan wajah sedih dan memelasnya.


Sejak kecil, Julia sudah terbiasa memanggil Ibu Suri Helene dengan sebutan "Ibu" karena hubungan Ibu Suri Helene dengan ibunya sangatlah dekat.


"Benarkah itu, putraku?" Tanya Ibu Suri Helene kepada Raja Alec.


"Mereka telah menyuruh seorang pelayan untuk mencampur obat perangsang ke dalam minumanku semalam, Ibu." Jawab Raja Alec.


"Itu tidak benar, Ibu. Aku bersumpah, kami tidak melakukannya. Kami pasti difitnah." Elak Julia sambil mengeluarkan air matanya.


"Berdirilah, Julia." Perintah Ibu Suri Helene dengan lembut.


Julia segera berdiri sambil tersenyum senang. Dia sangat yakin jika Ibu Suri Helene akan membelanya.


Plak!! Plak!! Plak!!!


Ibu Suri Helene menampar wajah Julia dengan sangat keras beberapa kali. Tubuh Julia tersungkur di atas lantai. Tuan Arnof membelalakkan matanya.


"Apa yang ibu lakukan? Mengapa ibu menamparku?" Tanya Julia sambil memegang pipinya yang perih.


Ibu Suri Helene berjongkok, lalu mencengkeram wajah Julia dan menekannya dengan kuat. Julia merintih kesakitan.


Ibu Suri Helene menjelajahi wajah mulus Julia menggunakan jari telunjuknya.


"Kau seharusnya bangga bisa mewarisi kecantikan dari ibumu, Delia. Tapi sayang, kau tidak mewarisi hati baiknya tapi mewarisi hati busuk ayahmu." Ucap Ibu Suri Helene.


"Beraninya kau menjebak putraku dengan cara rendah seperti itu!"


Julia semakin ketakutan.


Kraasss...!


Ibu Suri Helene menggores wajah mulus Julia dengan kuku-kuku tajamnya. Julia menjerit kesakitan. Darah segar mulai menetes dan membasahi gaun putih yang Julia kenakan. Tuan Arnof langsung mendekati putrinya. Tuan Arnof melihat luka cakar di wajah putrinya. Luka itu cukup dalam dan akan membekas seumur hidup.


"Beraninya kau menyakiti, putriku!"


Tuan Arnof menyerang Ibu Suri Helene, namun Marquess Filan dengan cepat menghadangnya. Marquess Filan memberikan pukulan yang keras ke wajah Tuan Arnof. Tuan Arnof jatuh tergeletak di samping Julia.


"Cambuk mereka sebanyak 100 kali, lalu lemparkan mereka ke tempat penampungan budak yang ada di pinggir Kerajaan Brilian. Mulai saat ini gelar kebangsawanan mereka telah aku cabut." Titah Raja Alec.


Para pengawal segera menyeret Julia dan Tuan Arnof pergi dari hadapan Raja Alec dan Ibu Suri Helene. Julia dan Tuan Arnof berteriak memohon ampun, namun tak ada yang peduli.


Raja Alec mengambil sapu tangan dan membersihkan darah yang menempel di kuku-kuku tangan ibunya dengan lembut.


"Mengapa ibu harus repot seperti ini? Aku masih bisa mengatasinya mereka dengan baik, Ibu."


"Ibu tadi datang ke sini untuk menemuimu, dan tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Ibu mana yang tidak naik pitam, jika ada orang yang telah bersikap jahat kepada anaknya." Jawab Ibu Suri Helene.


"Baiklah. Sekarang katakan, ada apa Ibu tiba-tiba datang kemari."


"Ibu sudah mengetahui semuanya. Yang berada di dalam tubuh Ratu bukanlah Roseline yang sebenarnya, tapi jiwa lain bernama Alice." Ucap Ibu Suri Helene.


Wajah lembut Raja Alec berubah mengeras. "Jadi, ibu sudah tahu."


"Ya, wanita itu telah mengatakan semuanya kepada Ibu, begitu juga Duke Sullivan."


Wajah Raja Alec semakin dingin.


"Apa karena itu kau mengadakan jamuan makan bersama dengan para putri bangsawan siang tadi? Apa kau ingin mencari calon ratu yang baru?" Cerca Ibu Suri Helene.


"Bagaimana menurut Ibu?" Raja Alec balik bertanya.


"Semua terserah padamu. Jika kau ingin menikah lagi, ibu tidak akan ikut campur. Kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan. Karena menantu kesayangan ibu telah tiada." Ucap Ibu Suri Helene.


"Jadi ibu setuju jika aku menikah lagi?"


"Terserah padamu. Tapi, sebelumnya kau harus melepaskan wanita yang bernama Alice itu. Dia berhak untuk hidup bebas karena dia bukanlah Ratu Roseline yang sesungguhnya."


Wajah Raja Alec semakin mengeras dan kedua tangannya mengepal.


"Mengapa kau masih mempertahankannya di sisimu, jika kau ingin bersama wanita lain?" Tanya Ibu Suri Helene.


"Kerena kedatangannya telah membuat jiwa Ratu Roseline pergi." Jawab Raja Alec.


"Jangan bodoh putraku. Kepergian Ratu Roselinelah yang telah menarik jiwa wanita itu masuk ke dalam tubuh Ratu Roseline."


Raja Alec meraih botol wine dan meneguk isinya secara langsung.


"Semua ibu serahkan padamu. Dan satu hal lagi, ibu hanya ingin mengingatkan jika kau bukan hanya berhutang nyawa kepada jiwa Ratu Roseline, tetapi juga kepada jiwa yang bernama Alice itu."


Ibu Suri Helene segera melangkah pergi meninggalkan Raja Alec sendiri untuk berpikir. Tak lama kemudian, Raja Alec segera beranjak pergi menuju kamarnya. Raja Alec menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang lalu menutup kedua matanya.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰