I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 26. Cemburu



Baroness Yolanda dan Countess Sarah tak percaya dan membelalakkan mata, saat melihat Raja Alec dan Ratu Roseline makan bersama para pelayan dan penjaga.


"Hormat hamba Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu."


Raja Alec dan Ratu Roseline hanya mengangguk dan tak menjawab. Countess Sarah terus menebar senyumnya kepada Raja Alec.


"Apa hamba tidak salah lihat? Bagaimana mungkin Yang Mulia Raja duduk di atas tanah dan makan bersama para pelayan rendahan seperti mereka?" Tanya Baroness Yolanda.


"Dan kalian para pelayan dan penjaga. Tidakkah kalian memiliki rasa hormat dan tata krama? Beraninya kalian duduk dan makan bersama Yang Mulia Raja yang kedudukannya jauh di atas kalian! Seharusnya kalian bersujud di hadapan Raja. Apakah Ratu tidak bisa mendidik mereka dengan baik?" Tambahnya.


"Beraninya kau membentak dan memarahi para pelayan dan penjaga di istana ratu ini Baroness Yolanda. Kau pikir siapa dirimu? Ini istanaku dan akulah penguasanya. Jadi terserah bagaimana caraku memperlakukan mereka. Dan jangan coba-coba mengkritik bagaimana caraku mendidik para pelayanku."


"Bukan begitu Yang Mulia Raja?"


Ratu Roseline menatap Raja Alec dengan tatapan marahnya.


"Oh Ratuku, kau semakin mempesona saat marah seperti ini." Batin Raja Alec.


"Kau benar Ratu, kaulah penguasa di istana ini dan Ratu berhak melakukan apapun yang Ratu inginkan." Ucap Raja Alec lembut sambil mengusap bibir Ratu Roseline yang seolah ada kotoran di sana, padahal tidak ada.


Ratu Roseline tersentak dan membulatkan matanya. Sedangkan Countess Sarah meremas gaunnya dengan kuat karena terbakar api cemburu.


"Lagipula aku sendiri yang ingin makan bersama mereka. Jadi kau tidak perlu marah apalagi sampai merendahkan mereka, Baroness Yolanda." Ucap Raja Alec dengan tegas.


Baroness Yolanda terkejut.


"Hamba minta maaf Yang Mulia." Cicit Baroness Yolanda sambil menahan amarahnya karena telah dipermalukan di depan para pelayan.


"Bagaimana kabar Yang Mulia Raja?" Tanya Countess Sarah untuk mengalihkan pembicaraan.


"Kabarku baik Countess Sarah. Dan bukankah baru dua hari yang lalu kita bertemu." Jawab Raja Alec. "Ada kepentingan apa kau datang ke istana? Apakah Duke Darian yang membawamu kemari?"


"I-itu karena Baroness Yolanda yang mengundangku untuk datang ke istana ini, Yang Mulia." Jawab Countess Sarah gugup.


Raja Alec menyerngitkan dahinya.


"Itu benar Yang Mulia. Hamba yang telah mengundang Countess Sarah datang ke istana, karena hamba merasa kesepian dan butuh teman bercerita." Ujar Baroness Yolanda.


Ratu Roseline berdehem.


"Kalau boleh tahu, kalian berdua baru saja melakukan perburuan di hutan mana?" Celetuk Ratu Roseline.


Terlihat raut bingung di wajah Baroness Yolanda dan Countess Sarah.


"Itu syal dan topi bulu kalian terlihat bagus. Kalian mendapatkan bulu rubah dan sigung dari hutan mana?" Ucap Ratu Roseline sambil menunjuk syal dan topi yang dikenakan oleh kedua wanita itu dengan tatapan mengejeknya.


Wajah Baroness Yolanda langsung memerah menahan marah.


"Ini bukan syal dan topi bulu sembarangan Ratu. Ini adalah hadiah dari Raja Zhang saat aku mengunjungi kerajaan Mongolan. Semuanya terbuat dari bulu kelinci dan serigala yang langka. Dan pastinya memiliki harga yang sangat mahal." Ujar Baroness Yolanda.


"Apa Ratu iri melihat penampilan kami berdua?" Tanya Countess Sarah dengan sombongnya.


Tawa Ratu Roseline pun pecah. Raja Alec dan semua orang yang ada di sana dibuat terkejut. Pasalnya baru kali ini mereka melihat Ratu Roseline tertawa lepas. Biasanya Ratu Roseline hanya tersenyum dan menyunggingkan bibirnya. Raja Alec tidak bisa melepaskan pandangannya dari wanita yang selalu membuat jantungnya berdebar kencang itu.


Ratu Roseline terbatuk kecil dan meneguk air putihnya.


"Maaf Countess Sarah, selera kita tidak sama. Mungkin menurutmu ini adalah penampilan yang luar biasa, namun sayangnya menurutku ini biasanya saja, malah terlihat lucu." Ucap Ratu Roseline sambil menahan untuk tidak tertawa lagi.


Baroness Yolanda dan Countess Sarah sangat kesal dan marah, namun keduanya berusaha untuk menahannya di depan Raja Alec.


"Yang Mulia Raja, hamba ingin meminta ijin. Bolehkah Countess Sarah menginap di istana ini beberapa hari selama hamba tinggal di sini, supaya hamba tidak kesepian? Hamba mohon." Mohon Baroness Yolanda dengan wajah memelas.


Raja Alec menghela napas panjang.


"Jika memang Baroness Yolanda merasa kesepian, aku mengijinkan."


Ratu Roseline menyerngitkan dahinya. Sedangkan Baroness Yolanda dan Countess Sarah terlihat sangat senang.


"Aku mengijinkan Baroness Yolanda untuk menginap di kediaman Duke Darian, sehingga kau tidak merasa kesepian lagi."


Senyuman di wajah Baroness Yolanda dan Countess Sarah seketika menguap.


"Ma-maksud Yang Mulia?" Tanya kedua wanita itu bersamaan.


"Pendengaran kalian masih sehat bukan? Seharusnya kalian mengerti apa maksud dari perkataanku." Jawab Raja Alec.


"Tapi, apa alasannya Yang Mulia tidak mengijinkan Countess Sarah menginap di istana ini? Apa karena Ratu?" Cerca Baroness Yolanda.


Ratu Roseline memutar bola matanya dan mendengus kesal.


"Aku adalah Raja yang berkuasa di istana ini dan di seluruh kerajaan Cardania. Aku tidak membutuhkan alasan khusus untuk melakukan apapun yang aku inginkan. Dan satu hal lagi, kau jangan pernah menyudutkan Ratuku dengan asumsimu itu, Baroness Yolanda. Aku tidak suka." Ucap Raja Alec dengan tatapan dinginnya.


Baroness Yolanda dan Countess Sarah menelan saliva mereka kasar. Keduanya segera pamit dan pergi meninggalkan istana ratu karena takut Raja Alec akan semakin marah nantinya. Hal itu tidak baik untuk posisi Countess Sarah ke depannya.


Acara makan bersama pun telah usai. Para pelayan segera merapikan sisa pesta mereka. Raja Alec dan Ratu Roseline duduk di gazebo sambil meminum teh hangat.


"Hamba pikir Yang Mulia akan mengijinkan Countess Sarah untuk menginap di istana." Ujar Ratu Roseline.


"Aku tidak sebodoh itu, Ratu. Aku tidak akan membiarkan siapapun masuk dan mengusik kehidupan kita. Dan aku ingin memperbaiki hubungan kita, Ratu." Ucap Raja Alec.


Raja Alec membuang napasnya kasar.


"Aku tahu aku telah membuat kesalahan dan menyakiti hatimu, Ratu. Ucapan permintaan maaf pun tidak akan pernah cukup. Tapi berikanlah aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Ucap Raja Alec tulus.


Ratu Roseline menyesap teh aroma melati kesukaannya.


"Tidak semudah itu Yang Mulia. Roseline yang sekarang bukanlah Roseline yang dulu. Sudah tidak ada cinta di hati hamba untuk Yang Mulia. Jadi percuma saja kita mempertahankan pernikahan ini." Tegas Ratu Roseline.


Hati Raja Alec terasa ditusuk dan disayat-sayat mendengar pengakuan Ratu Roseline. Matanya mulai berembun, namun sekuat tenaga dia tahan agar butiran bening itu tidak sampai jatuh. Raja Alec tersenyum hambar.


"Mungkin saat ini rasa cinta itu telah hilang. Tapi aku berjanji akan menghadirkan cinta itu lagi di hatimu, Ratu. Tak peduli seberapa keras dan berapa lama waktu yang aku butuhkan. Aku mohon beri aku kesempatan." Ucap Raja Alec.


Ratu Roseline terdiam dan menatap lurus ke hamparan bunga yang ada di taman.


"Tujuan awal kedatanganku kemari, aku ingin memberitahu jika aku mencabut keputusanku yang mewajibkan Ratu untuk mengikuti semua pertemuan yang aku hadiri."


Ratu Roseline menatap Raja Alec tak percaya.


"Aku minta maaf karena tidak memikirkan perasaan Ratu sebelumnya. Mulai sekarang Ratu kembali bebas keluar masuk istana sesuka hati. Tapi, jika ada pertemuan yang membahas hal yang sangat penting aku meminta Ratu untuk ikut hadir karena aku ingin Ratu tetap menjadi penasihatku." Ujar Raja Alec.


"Apa Yang Mulia serius?" Tanya Ratu Roseline.


Raja Alec tersenyum.


"Aku serius Ratu. Aku berharap Ratu tidak kesal lagi padaku." Jawab Raja Alec.


"Terima kasih." Ucap Ratu Roseline.


Raja Alec hanya mengangguk.


"Boleh aku tahu sesuatu?" Tanya Raja Alec.


"Ya?" Sahut Ratu Roseline.


"Mengapa Ratu tidak memberikan hukuman mati kepada orang yang dibayar untuk menghabisi nyawamu itu? Dan mengapa Ratu malah menampung pria itu dan merawat keluarganya?"


Ratu Roseline menarik salah satu ujung bibirnya. Ratu Roseline tahu jika selama ini Raja Alec mengirim anak buahnya untuk memata-matainya.


"Karena dia tidak layak untuk dibunuh. Victor bukanlah seorang pembunuh. Dan dia melakukan pekerjaan itu karena terpaksa, demi mendapatkan uang untuk pengobatan putrinya yang sedang sakit." Jawab Ratu Roseline.


"Tapi tetap saja, dia bersalah dan dianggap telah berbuat kejahatan karena berusaha mencelakai Ratu kerajaan ini." Ucap Raja Alec tak terima.


"Yang Mulia benar. Dan aku harap Yang Mulia tetap merahasiakan masalah ini. Aku sangat yakin jika Victor bukanlah pria sembarangan. Ada hal yang menarik dari dirinya yang membuatku penasaran."


Hati Raja Alec langsung mendidih mendengarnya. Terlihat ada ketertarikan dari Ratu Roseline kepada pria yang bernama Victor itu.


"Apa Ratu menyukai pria itu? Apa dia lebih tampan dariku?"


Terlihat aura kecemburuan dari ekspresi wajah Raja Alec.


"Jangan konyol. Aku wanita terhormat dan aku masih waras, Yang Mulia. Aku tidak mungkin mengharapkan pria yang sudah beristri. Masih banyak pria lajang di dunia ini yang bisa aku dapatkan dengan mudah, jika aku mau." Jawab Ratu Roseline dengan wajah kesal dan menghilangkan sikap formalnya.


"Tak akan kubiarkan. Kau adalah istriku dan wanitaku. Hanya aku yang boleh menjadi suamimu. Tak kan kubiarkan pria manapun untuk mendekatimu, Ratu. Ingat itu." Tegas Raja Alec.


"Yah kita lihat saja nanti." Ucap Ratu Roseline dengan santainya, namun membuat Raja Alec semakin kesal.


Ratu Roseline menghela napas panjang, lalu berdiri dari duduknya.


"Hamba ingin menemui Victor. Apa Yang Mulia mau ikut?" Tanya Ratu Roseline.


"Tentu saja, aku harus ikut." Jawab Raja Alec penuh semangat.


Raja Alec langsung berdiri dan mengikuti langkah Ratu Roseline menuju ruangan tempat Victor berada.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰