I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 51. Kejujuran



Raja Abraham memerintahkan anak buahnya untuk membawa Nyonya Imelda dan Camilla kembali ke Kerajaan Sun dan memasukkan keduanya ke dalam penjara sebelum Raja Abraham menjatuhkan hukuman kepada mereka. Dua hari kemudian, Raja Abraham, Ratu Cetta dan Lady Xena kembali ke kerajaan mereka setelah Ratu Cetta dinyatakan sembuh dan terbebas dari racun yang selama ini telah bersemanyam di dalam tubuhnya.


Raja Alec dan Ratu Roseline mengantarkan Raja Abraham dan Ratu Cetta sampai di depan halaman istana.


"Baginda, Lady Xena belum tiba. Kita tunggu sebentar lagi." Ucap Ratu Cetta.


"Ke mana perginya? Bukankah sudah kukatakan jika kita harus segera berangkat supaya tiba di Kerajaan Sun sebelum hari berubah gelap." Tanya Raja Abraham sedikit kesal.


"Lady Xena sedang menemui Jenderal Azel untuk mengembalikan mantel yang pernah Jenderal Azel pinjamkan kepada Lady Xena." Lirih Ratu Cetta.


Raja Alec dan Ratu Roseline tersenyum tipis. Mereka tahu jika Lady Xena telah jatuh hati kepada Jenderal Azel, jenderal kebanggaan Kerajaan Cardania yang terkenal dingin dan tak acuh terhadap makhluk yang bernama "wanita". Jenderal Azel hanya bersikap ramah kepada Ibu Suri Helene dan Ratu Roseline.


Lady Xena melangkahkan kakinya menuju tempat latihan para prajurit yang berada di dalam istana. Di tempat latihan, Jenderal Azel sedang menunjukkan beberapa gerakan bermain pedang. Mata Lady Xena berbinar dan bibirnya menyunggingkan senyum manisnya tatkala menatap tubuh atletis Jenderal Azel yang bersimbah keringat bergerak dengan indahnya. Otak Lady Xena mulai berimajinasi ke mana-mana.


"Maaf, Nona. Anda tidak boleh masuk ke tempat ini. Ini adalah tempat yang tidak boleh dimasuki sembarang orang. Sebaiknya Nona segera pergi dari sini." Tegur seorang prajurit yang membuyarkan imajinasi Lady Xena.


"Aku bukan orang sembarangan. Aku adalah Lady Xena, sepupu dari Raja Abraham." Ucap Lady Xena tak terima.


"Lagipula aku sudah mendapatkan ijin dari Baginda Raja untuk masuk ke tempat ini. Dan kedatanganku ke sini untuk menemui Jenderal Azel."


"Mengapa kalian membuat keributan di sini?" Teriak Jenderal Azel.


"Mohon maaf Jenderal. Nona ini memaksa masuk dan ingin bertemu dengan Jenderal." Jawab prajurit itu.


"Jenderal Azel." Lady Xena langsung berlari ke arah Jenderal Azel.


Jenderal Azel terlihat sangat kesal. Karena beberapa hari ini Lady Xena telah membuatnya jengkel dan jengah dengan semua tingkah lakunya sebagai usahanya untuk menarik perhatian Jenderal Azel.


"Ada perlu apa kau datang kemari? Ini bukan tempat bagi gadis bangsawan manja sepertimu. Pergilah dan jangan menggangguku juga para prajurit ini berlatih." Bentak Jenderal Azel dengan tatapan dinginnya.


Lady Xena tersentak.


"A-aku minta maaf jika kedatanganku telah menganggumu, Jenderal. Kedatanganku ke sini karena aku ingin mengembalikan mantel yang kau pinjamkan padaku beberapa waktu yang lalu. Maaf jika aku baru bisa mengembalikannya sekarang, karena membutuhkan waktu yang lama untuk mengeringkan mantel bulu setebal ini setelah dicuci."


Lady Xena menyerahkan mantel bulu itu kepada Jenderal Azel tanpa berani menatap ke arah wajah Jenderal Azel. Tak lama kemudian, Lady Xena mengangkat wajahnya dengan penuh keberanian untuk menatap wajah Jenderal Azel sebelum dia pergi.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak Jenderal. Dan, aku juga ingin berpamitan langsung kepadamu. Hari ini juga aku akan kembali ke Kerajaan Sun. Aku minta maaf jika aku telah membuatmu jengkel selama beberapa hari ini. Aku berdoa semoga Jenderal sehat selalu."


Tanpa menunggu tanggapan dari Jenderal Azel, Lady Xena langsung membalikkan badannya. Kemudian dia melenggang pergi meninggalkan tempat latihan. Jenderal Azel memanggil salah satu prajurit dan memerintahkannya untuk meletakkan mantel bulu itu di kamarnya, lalu melanjutkan latihan bermain pedangnya.


"Kakak. Maaf membuat kalian lama menunggu." Seru Lady Xena sambil tersenyum.


Raja Abraham hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Raja Alec dan Ratu Roseline, kami ucapkan terima kasih banyak atas segala kebaikan kalian selama kami berada di istana kalian. Dan kami juga meminta maaf karena kami telah banyak merepotkan kalian." Ucap Raja Abraham.


"Tidak perlu sungkan Raja Abraham. Kami sangat senang atas kunjungan kalian ke kerajaan kami." Jawab Raja Alec.


"Untuk Ratu Roseline, ucapan terima kasih tidaklah cukup atas semua kebaikanmu yang telah berhasil menyembuhkan ratuku." Ucap Raja Abraham dengan tulus.


"Sama-sama Raja Abraham. Pesanku, Ratu Cetta tetap rajin meminum obat yang telah aku buatkan untuknya. Semoga setelah ini kesehatan Ratu Cetta selalu terjaga dengan baik. Dan tiada henti aku mendoakan semoga kalian bisa segera diberikan keturunan." Ujar Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Terima kasih banyak, Ratu Roseline. Aku juga berdoa semoga kalian juga selalu diberikan kesehatan dan semoga bisa segera diberikan keturunan." Ucap Ratu Cetta sambil memeluk Ratu Roseline.


Ratu Roseline hanya tersenyum simpul, berbeda jauh dengan ekspresi bahagia di wajah Raja Alec.


Raja Abaraham dan Ratu Cetta juga mengucapkan terima kasih kepada Livia, yang telah menjadi pelayan yang setia dan siaga untuk Ratu Cetta. Lady Xena pun mengucapkan terima kasih kepada Raja dan Ratu Cardania itu. Dalam hati, Lady Xena sangat mengagumi Ratu Roseline dan berusaha untuk bisa seperti Ratu Roseline.


"Aku akan belajar dan berusaha keras supaya bisa menjadi wanita luar biasa seperti Ratu Roseline. Dan aku berharap suatu saat nanti Jenderal Azel akan melirik ke arahku." Batin Lady Xena saat berada di dalam kereta kuda yang bergerak cepat meninggalkan kerajaan Cardania.


Keadaan istana kembali damai. Tanpa adanya para wanita ular atau pengganggu yang ingin merusak kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh Raja Alec dan Ratu Roseline saat ini. Satu minggu setelah kepulangan Raja dan Ratu ke Kerajaan Sun, seorang perwakilan dari Kerajaan Sun datang. Dia datang untuk mengantarkan hadiah yang dikirimkan oleh Raja Abraham untuk Raja Alec dan Ratu Roseline. Selain itu, perwakilan dari kerajaan Sun juga mengantarkan surat yang ditulis oleh Ratu Cetta untuk Ratu Roseline.


"Apa isi surat itu Ratu? Mengapa wajahmu terlihat senang?" Tanya Raja Alec penasaran.


"Ratu Cetta menceritakan jika Raja Abraham telah menjatuhkan hukuman mati kepada Nyonya Imelda dan Camilla atas kejahatan mereka yang telah lakukan. Dengan teganya mereka membunuh ibu kandung Ratu Cetta, serta usaha percobaan pembunuhan yang mereka lakukan kepada Ratu Cetta." Jawab Ratu Roseline.


"Raja Abraham juga melarang, mayat kedua wanita jahat itu dimakamkan di tanah kerajaan Sun. Dan akhirnya keduanya dimakamkan di dalam hutan yang terletak di luar kerajaan Sun."


"Selain itu, Ratu Cetta juga bercerita jika saat ini Ibu Suri Theresia sudah kembali bersikap baik dan sangat menyayanginya. Dan yang paling membuat Ratu Cetta bahagia adalah Raja Abraham mengucap sumpah di depan seluruh rakyat Kerajaan Sun jika Raja Abraham akan selalu setia kepada Ratu Cetta dan tidak akan pernah menikah lagi dengan wanita manapun." Pungkas Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Aku senang akhirnya mereka bisa hidup bahagia." Ucap Raja Alec.


"Apa Ratu juga ingin aku mengucap sumpah di depan seluruh rakyat Cardania jika aku tidak akan menikah lagi dan berkhianat darimu?"


Wajah Ratu Roseline seketika merona.


"Sangat tidak kreatif." Ejek Ratu Roseline.


"Kre-a-tif? Apa itu kreatif?" Tanya Raja Alec tak mengerti.


Ratu Roseline menghela napas panjang. "Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan suatu ide atau karya nyata yang belum pernah ada."


Raja mengangguk paham.


"Sungguh luar biasa kecerdasan yang dimiliki oleh Ratuku. Kau menguasai banyak bahasa dan ilmu pengetahuan dari berbagai daerah. Aku merasa sangat beruntung mendapatkanmu, Ratu." Ucap Raja Alec sambil mencium punggung tangan kanan Ratu Roseline.


"Jelaslah aku cerdas, lebih tepatnya aku ini genius. Sejak kecil aku selalu menjadi juara dan nomor satu. Mulai dari sekolah TK sampai mendapatkam gelar S3, aku selalu menjadi yang terbaik dengan nilai sempurna." Batin Ratu Roseline.


Dengan terpaksa dan berat hati, Raja Alec meninggalkan istana Ratu karena ada rapat penting dengan para pejabat serta bangsawan yang harus dia hadiri. Felix datang menghadap, saat Ratu Roseline baru saja selesai membuat hidangan makan malam.


"Yang Mulia. Ada surat yang dikirimkan untuk Yang Mulia Ratu." Lapor Felix.


Ratu Roseline menyerngitkan dahinya, lalu mengambil surat itu dari tangan Felix.


..."Bagaimana kabarmu Alice? Sudah saatnya kau mengatakan kejujuran kepada Baginda Raja dan Keluarga Ratu Roseline tentang siapa dirimu yang sebenarnya." Isi surat itu....


Napas Ratu Roseline terasa tercekat.


"Tuan Ronaf." Lirih Ratu Roseline sambil menggenggam erat surat itu.


...***...


"Sebenarnya ada apa Ratu mengajakku ke kediaman Duke Sullivan? Apakah Tuan Duke sedang sakit?" Tanya Raja Alec saat keduanya sedang dalam perjalanan menuju Kediaman Duke Sullivan.


"Tidak. Tuan Duke baik-baik saja, Baginda." Jawab Ratu Roseline singkat dengan wajah datarnya.


Raja Alec hanya bisa menghela napas panjang. Sikap Ratu Roseline berubah semakin dingin sejak semalam. Alhasil Raja Alec mennyurutkan semangatnya yang membara untuk menghabiskan malam yang indah bersama Ratu Roseline. Tak lama kemudian, mereka tiba di Kediaman Duke Sullivan.


Raja Alec semakin dibuat bingung saat mengetahui bukan hanya Duke Sullivan dan Duke Ramon yang menyambut kedatangan mereka, tetapi di sana juga telah tiba Tuan Ronaf, Tabib Ma, Tabib Fa, Marquess Filan dan Nona Arabella.


"Ada apa ini sebenarnya, Duke Sullivan?" Tanya Raja Alec.


"Hamba juga tidak tahu Baginda. Ratu ingin kami semua berkumpul di sini." Jawab Duke Sullivan.


"Marie! Felix! Kalian juga ikut bergabung. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Ucap Ratu Roseline.


Semuanya duduk di kursi yang ada di ruang keluarga, kecuali Marie dan Felix.


"Hal penting apa yang ingin Ratu sampaikan?" Tanya Raja Alec.


Ratu Roseline melirik sekilas ke arah Tuan Ronaf, dan Tuan Ronaf pun mengangguk pelan.


"Aku ingin berkata jujur dan memberitahukan sebuah kebenaran kepada kalian."


"Sebenarnya, aku bukanlah Ratu Roseline." Ucap Ratu Roseline (Alice) dengan lantang membuat semua mata terbelalak.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰