
Pesta perayaan ulang tahun Ibu Suri Helene pun telah tiba. Suasana di aula istana sangat ramai dipenuhi oleh para bangsawan dan tamu undangan. Pesta juga digelar dengan mewah di halaman istana untuk seluruh rakyat Cardania. Ibu Suri Helene sudah duduk di singgasananya. Pesona kecantikan ibu dari Raja Alec seakan tidak pernah luntur dimakan oleh waktu. Kecantikan paripurna Ibu Suri Helene semakin memukau dengan balutan gaun berwarna salem bergaya modern yang dihadiahkan oleh Ratu Roseline.
Baroness Yolanda bersama Baron Joseph memasuki aula istana dan memberi hormat.
"Selamat ulang tahun, Kakak. Semoga kakak selalu diberikan umur yang panjang dan kebahagiaan." Ucap Baroness Yolanda.
"Terima kasih Baroness Yolanda. Doa yang sama juga aku panjatkan untukmu." Jawab Ibu Suri Helene.
"Kami membawakan hadiah kain sutra dengan kualitas terbaik yang kami datangkan langsung dari kerajaan yang ada di daratan timur. Semoga Ibu Suri Helene menyukainya." Ujar Baron Joseph sambil memberikan kotak berisi gulungan kain sutra kepada pelayan Ibu Suri.
"Ini indah sekali. Baron Joseph benar-benar pandai dalam memilih sesuatu yang indah. Terima kasih." Ucap Ibu Suri Helene.
Baron Joseph menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Baroness Yolanda segera berbaur dengan bangsawan yang lain, termasuk Baron Joseph. Baron Joseph yang mulai menebar pesonanya di depan para putri bangsawan, seperti buaya yang sedang mencari mangsa.
Count Donovan dan Countess Sarah memasuki aula istana. Ibu Suri Helene menyerngitkan dahinya melihat gaun berwarna merah rubi yang dikenakan oleh Countess Sarah saat ini. Countess Sarah menyunggingkan bibirnya melihat keterkejutan Ibu Suri Helene. Sebelumnya, Countess Sarah sudah mencari tahu tentang warna gaun yang akan dikenakan oleh Ratu Roseline. Orang suruhannya mengatakan jika Ratu Roseline akan mengenakan gaun berwarna rubi, begitu juga dengan Raja Alec. Count Donovan dan Countess Sarah memberikan hormat.
"Kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ibu Suri. Semoga Ibu Suri selalu panjang umur dan dilimpahi kebahagiaan." Ucap Count Donovan.
"Terima kasih Count Donovan dan Countess Sarah." Ucap Ibu Suri Helene sambil menampilkan senyumannya.
"Hamba berharap Ibu Suri berkenan menerima hadiah kecil dari hamba."
Countess Sarah menyerahkan sebuah lukisan pemandangan yang indah kepada pelayan Ibu Suri.
"Putri hamba sendiri yang melukisnya Ibu Suri. Ini adalah pemandangan Gunung Shi yang ada di dataran utara Kerajaan Cardania." Ujar Count Donovan.
Para tamu berbisik dan memberikan pujian kepada Countess Sarah. Tidak sedikit dari para bangsawan yang bergunjing jika Countess Sarah memang layak menjadi selir Raja Alec. Ibu Suri Helene tidak suka mendengarnya, namun dia tetap berusaha untuk tenang dan mengabaikannya.
"Terima kasih Countess Sarah. Aku tidak menyangka jika kau sangatlah berbakat. Dan kau terlihat cantik sekali." Ucap Ibu Suri Helene. "Kalau boleh tahu mengapa kau memakai gaun berwarna rubi pada malam ini? Karena sebelumnya aku tidak pernah melihatmu memakai gaun berwarna merah."
"Hamba memang ingin sekali memakai gaun berwarna rubi, Yang Mulia. A-apa ada masalah Yang Mulia?" Ujar Countess Sarah.
"Tidak ada Countess Sarah. Aku hanya sedikit penasaran. Semoga kalian menikmati pestanya." Kata Ibu Suri Helene sambil tersenyum.
"Terima kasih, Yang Mulia." Ucap Count Donovan dan putrinya.
Countess Sarah bergabung dengan Baroness Yolanda dan para wanita bangsawan. Keduanya memberikan saling memberikan senyuman dan tatapan yang tak biasa.
Para raja dan ratu dari Kerajaan Brilian, Kerajaan Donga, Kerajaan Sun dan Kerajaan Brigita telah hadir di dalam aula istana. Mereka mengucapkan selamat kepada Ibu Suri Helene sambil menyerahkan hadiah-hadiah yang mahal dan luar biasa seperti perhiasaan, guci bersejarah, batu giok dan batu permata secara bergantian. Begitu juga dengan utusan dari Kerajaan Periz yang membawakan mantel bulu yang terbuat dari bulu sable, salah satu hewan yang langka.
"Yang Mulia Raja Alec dan Yang Mulia Ratu Roseline memasuki aula."
Terdengar teriakan dari penjaga luar aula yang memberitahukan kedatangan Raja Alec dan Ratu Roseline. Semua tamu langsung berbaris rapi untuk menyambut kedatangan penguasa Kerajaan Cardania itu. Countess Sarah berdiri pada barisan depan sambil mengumbar senyum bahagianya.
Raja Alec dan Ratu Roseline memasuki ruangan sambil bergandengan tangan. Senyum bahagia yang tercetak di bibir Countess Sarah seketika menguap saat melihat penampakan Raja dan Ratu itu. Ratu Roseline terlihat sangat cantik dan menawan dengan balutan gaun berwarna safir dengan mahkota dan perhiasaan yang bertahtakan batu safir yang senada dengan pakaian dan jubah Raja Alec. Indahnya warna safir membuat keduanya terlihat sangat serasi satu sama lain.
Countess Sarah menggigit bibir bawahnya dan meremas gaunnya dengan kuat, menahan marah. Bahkan Raja Alec tidak meliriknya sama sekali ketika berjalan di depannya. Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Raja Sevilen yang hatinya berbunga-bunga melihat keanggunan Ratu Roseline.
"Hormat kami, Ibu."
"Kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ibu. Semoga Ibu senantiasa diberikan umur panjang dan kebahagiaan." Ucap Raja Alec.
"Dan semoga Ibu selalu diberikan kesehatan dan dilimpahi kasih sayang." Ujar Ratu Roseline.
"Terima kasih Putraku dan menantu kesayanganku." Ucap Ibu Suri Helene dengan senyum penuh kebahagiaan.
Ibu Suri Helene sangat terkejut tapi juga senang saat mengetahui Raja Alec dan Ratu Roseline menggunakan gaun berwarna safir, bukan rubi. Acara pesta pun dimulai dan beberapa pelayan membawa masuk kue ulang tahun dengan ukuran besar, buatan Ratu Roseline. Semua orang dibuat tercengang. Marquess Filan dan Marquess Andry segera menyalakan lilin yang disusun rapi di atas kue tersebut.
"Ini indah sekali, pasti Ratu yang telah membuatnya. Apa ini hadiah yang Ratu berikan untuk Ibumu ini?" Tanya Ibu Suri Helene takjub.
"Benar Ibu. Ini adalah salah satu hadiah dari hamba dan Baginda." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.
Ibu Suri Helene melebarkan matanya. "Wah, kalian benar-benar membuat ibu takjub tapi juga penasaran."
"Ini akan menjadi perayaan ulang tahun Ibu tahun ini akan menjadi perayaan yang luar biasa dan pertama kali yang dilakukan dengan seperti ini di Kerajaan Cardania, maupun Kerajaan yang lain." Ucap Raja Alec.
Ibu Suri Helene segera membuat permohonan lalu meniup lilin-lilin indah itu, dan membagikan kue itu kepada para tamu serta semua rakyat dengan kue-kue yang sama buatan Ratu Roseline. Acara pesta dilanjutkan dengan acara dansa. Di dalam novel, Raja Alec mengajak Countess Sarah untuk berdansa. Dan terlihat sekali Countess Sarah tiada hentinya mencuri-curi pandang ke arah Raja Alec. Hal yang sama juga dilakukan oleh Raja Sevilen yang berharap bisa berdansa dengan Ratu Roseline. Raja Alec berdiri untuk memilih wanita yang akan menjadi teman dansanya.
"Ratu, bersediakah kau berdansa denganku?" Seru Raja Alec sambil mengulurkan tangan kanannya.
Ratu Roseline terkejut, namun segera mengubah mimik wajahnya dan menyambut uluran tangan Raja Alec. Keduanya berjalan ke tengah aula dan diiringi suara musik. Raja Alec dan Ratu Roseline berdansa dengan kompak dan gerakan keduanya terlihat sangat indah.
"Aku tidak menyangka jika Ratu pintar berdansa." Ucap Raja Alec.
"Itu karena selama ini Raja mengabaikan hamba." Jawab Ratu Roseline yang membuat raut wajah Alec berubah sedih.
"Baginda Raja tidak perlu meminta maaf lagi. Hamba bosan mendengarnya." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.
Raja Alec kembali tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya membuat hati tiga orang sekaligus menjadi kepanasan, yaitu Countess Sarah, Raja Sevilen dan Baron Joseph.
"Jadi ini alasannya mengapa Ratu berubah pikiran dan memilih menggunakan gaun berwarna safir?" Bisik Raja Alec.
Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya. "Apakah Baginda kecewa karena tidak jadi memakai warna yang senada dengan gaun Countess Sarah?"
Wajah Raja Alec berubah dingin. "Itu pemikiran dan pertanyaan yang konyol, Ratu."
Ratu Roseline tersenyum puas dan tak lama kemudian keduanya mengakhiri dansa mereka.
"Boleh hamba berdansa dengan Ratu, Baginda?" Tanya Duke Sullivan.
"Tentu saja Duke. Anda berhak berdansa dengan wanita tercantik di pesta ini." Jawab Raja Alec yang membuat Duke Sullivan tertawa.
Raja Alec pun memberi ruang kepada ayah dan anak itu untuk berdansa bersama, dan berjalan menuju singgasananya. Countess Sarah tidak ingin menyi-nyiakan kesempatan. Dia langsung maju dan menghampiri Raja Alec.
"Yang Mu...." Panggil Countess Sarah.
"Ibu, bersediakah Ibu berdansa denganku? Aku tidak ingin kalah dengan Ratu dan Duke Sullivan." Seru Raja Alec.
"Dengan senang hati, Putraku."
Raja Alec berdansa dengan Ibu Suri Helene dan mengabaikan Countess Sarah. Ibu Suri Helene dengan senang hati menjauhkan putranya dari Countess Sarah. Usai berdansa, Raja Alec menemui para raja dan mengorol bersama mereka sambil meneguk wine dari gelas yang ada di tangannya. Tak lama kemudian, Raja Alec memegang kepalanya. Raja Alec segera pamit dan keluar meninggalkan ruangan pesta dengan jalannya yang sedikit sempoyongan.
Marquess Filan berniat untuk mengantarkan Raja Alec kembali ke istananya, namun Raja Alec menolak dan menyuruh penjaga untuk mengantarkannya. Senyum licik terukir di wajah Countess Sarah, Baroness Yolanda dan Baron Joseph. Dan raut wajah ketiganya tak luput dari tatapan tajam Ratu Roseline sambil menarik salah satu sudut bibirnya.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰