I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 84. Sebuah Maha Karya



"Yang Mulia Ratu! Yang Mulia Ratu!"


Marie meneriakkan junjungannya sambil lari tergopoh-gopoh.


"Yang Mulia Ratu!" Teriaknya semakin kencang saat menghampiri Ratu Roseline yang tengah menikmati teh hangatnya di taman.


"Mengapa kau berteriak kencang sekali, Marie? Dan mengapa kau berlari seperti orang ketakutan seperti itu?" Tanya Ratu Roseline.


"Hamba mohon ampun Yang Mulia Ratu. Ada berita penting yang harus Ratu ketahui." Jawab Marie dengan napas terengah-engah.


Ratu Roseline menuang teh ke sebuah cangkir, kemudian dia sodorkan kepada Marie.


"Ini minumlah dulu."


Marie segera meneguk teh itu sampai tandas.


"Sepenting apa berita itu sampai membuatmu seperti orang kesetanan?" Tanya Ratu Roseline sambil mengusap perutnya yang membesar.


Saat ini Ratu Roseline tengah mengandung buah hati ketiganya dengan Raja Alec. Pangeran Marcello dan Putri Micheline telah berusia 4 tahun. Keduanya tidak hanya tumbuh menjadi pangeran dan putri yang rupawan, tetapi juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Mereka merupakan duplikat dan percampuran yang sempurna dari Raja Alec dan Ratu Roseline. Marcello dan Micheline sama-sama mewarisi sifat dan kehebatan kedua orang mereka.


"Pangeran dan Putri dalam bahaya Ratu. Mereka sedang dalam masalah besar saat ini." Lapor Marie.


"Memangnya kehebohan apalagi yang telah mereka ciptakan, Marie?" Tanya Ratu Roseline dengan santainya.


Marie langsung melebarkan matanya melihat sikap santai Ratu Roseline yang selalu membuatnya gemas.


"Pangeran dan Putri telah membuat masalah besar di kediaman Bangsawan Druff." Jawab Marie.


Pagi tadi, Raja Alec datang ke kediaman Bangsawan Druff untuk memenuhi undangan perayaan ulang tahun Nona Gretha Druff. Mereka sengaja mengadakan pesta mulai pagi sampai malam. Dikarenakan kondisi Ratu Roseline yang tengah hamil besar dan khawatir sesuatu yang buruk akan mengintainya, Raja Alec memutuskan untuk membawa Pangeran Marcello dan Putri Micheline bersamanya sebagai pengganti Ratu.


"Selamat datang Baginda Raja, Pangeran dan Putri." Ucap Bangsawan Druff sambil memberikan hormat.


"Terima kasih atas undangannya Tuan Druff." Sahut Raja Alec.


"Sungguh kehormatan bagi hamba karena Baginda Raja datang ke kediaman kami." Ucap Nyonya Druff.


Seorang wanita cantik langsung menghampiri Tuan Druff dan istrinya.


"Selamat datang Baginda Raja, Pangeran dan Putri. Hamba ucapkan terima kasih tiada tara atas kemurahan hati Baginda Raja yang telah berkenan menghadiri pesta ulang tahun hamba yang sederhana ini." Ucap Nona Gretha dengan rona bahagia.


"Aku ucapkan selamat ulang tahun, Nona Druff." Ucap Raja Alec tanpa senyum sedikitpun.


"Marquess Filan." Seru Raja Alec.


Marquess Filan melangkah maju dan memberikan sebuah kotak berisi perhiasan kepada Nona Gretha. Nona Gretha langsung membuka kotak perhiasan itu dengan tidak sabar. Kedua matanya langsung berbinar saat melihat gelang indah yang tersimpan di dalamnya.


"Ini sungguh indah, Baginda. Hamba rasa ucapan terima kasih tidaklah cukup untuk anugerah sebesar ini. Hamba tidak menyangka Baginda akan memberikan perhiasan sebagus ini untuk hamba. Pilihan Baginda Raja sungguh luar biasa." Ucap Nona Gretha dengan senyum mengembang.


Bangsawan Druff dan istrinya juga tersenyum bahagia melihat kado pemberian Raja Alec. Mereka yakin jika Raja Alec memiliki perhatian khusus kepada putri mereka.


"Jangan berterima kasih padaku. Berterima kasihlah kepada Ratuku, karena Ratulah yang memiliki ketajaman mata yang luar biasa dalam memilih perhiasan." Ujar Raja Alec yang seketika melunturkan senyum keluarga Druff.


"Mengapa kau terdiam? Apa kau tidak suka dengan memberian Mamaku?" Tanya Putri Celine dengan wajah dinginnya kepada Nona Gretha.


"Ti-tidak seperti itu, Putri. Hamba sangat menyukai pemberian Ratu yang indah ini. Hamba nanti akan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Yang Mulia Ratu." Jawab Nona Gretha sambil memaksakan senyumnya.


"Baginda Raja, Pangeran dan Putri, mari silakan masuk dan menikmati pesta kecil kami." Ucap Tuan dengan sedikit merendah.


Di dalam ruangan pesta telah berkumpul para keluarga bangsawan kaya dan ternama di Kerajaan Cardania. Mereka semua langsung memberikan hormat saat melihat kedatangan sang penguasa nomor satu di Kerajaan Cardania.


"Cih! Pesta sebesar ini dibilang kecil. Bahkan pesta yang mereka adakan hampir menyaingi pesta yang diadakan di istana." Cibir Marquess Filan dalam hati.


"Baginda Raja, bolehkah hamba mengajak Pangeran dan Putri pergi ke taman?" Tanya Nona Gretha.


"Tanyakan saja langsung kepada Pangeran dan Putri, apakah mereka mau ikut denganmu." Jawab Raja Alec sedikit ketus.


"Pangeran dan Putri, kalian pasti menyukai kue manis. Benar bukan?" Tanya Nona Gretha.


Pangeran Cello dan Putri Celine mengangguk bersamaan.


"Mari ikut hamba ke taman. Hamba memiliki banyak kue lezat di sana." Ajak Nona Gretha.


Pangeran Cello dan Putri Celine menatap ke arah Raja Alec. Raja Alec mengangguk. Pangeran Cello dan Putri Celine pun ikut Nona Gretha ke taman. Raja Alec memerintahkan Dean untuk mengawasi kedua anak kembarnya itu.


Nona Gretha menggandeng tangan kedua calon penerus kerajaan itu dan membawa mereka menuju taman. Nona Gretha mengangkat wajahnya dengan angkuh saat berjalan di depan para putri bangsawan. Dia ingin menunjukkan kedekatannya dengan Pangeran Cello dan Putri Celine.


"Silakan duduk Pangeran dan Putri. Pelayan akan menyajikan kue terlezat di Kerajaan ini khusus untuk kalian." Ucap Nona Gretha dengan tiada berhenti tersenyum.


Dia hendak memangku Putri Celine, namun langsung mendapatkan penolakan. Putri Celine duduk di samping saudara kembarnya. Tak lama kemudian, datanglah para pelayan dengan membawa berbagai macam kue yang terlihat sangat menggiurkan. Pangeran Cello mengambil sebuah kue coklat, sedangkan Putri Celine mengambil kue stroberi yang ditaburi gula di atasnya.


"Bagaimana? Lezat bukan?" Nona Gretha tersenyum bangga.


"Kau bohong. Ini bukan kue terlezat."


Nona Gretha tersentak. "Apa maksud Pangeran? Apakah ada yang salah dengan kue-kue ini?"


"Kue-kue ini tidak sebanding dengan kue buatan Ratu." Ketus Pangeran Cello sambil meletakkan sisa kuenya di atas piring.


"Kua buatan Ratu jauh lebih lembut, lebih cantik, dan manisnya pas. Kue ini terlalu manis, dan tidak baik untuk kesehatan gigi anak sekecil kami. Apa kau sengaja ingin merusak gigi kami?" Tambah Putri Celine dengan wajah tidak suka.


"Hamba mohon maaf Pangeran dan Putri. Hamba akan meminta pelayan untuk membuatkannya kembali dengan rasa yang lebih lezat." Ucap Nona Gretha dengan wajah menyesal.


Nona Gretha segera menghampiri para pelayannya.


"Pelayan. Segera buatkan lagi kue yang lebih indah, lebih lezat dan jangan terlalu manis untuk Pangeran dan Putri." Perintahnya.


"Jika kalian sampai gagal, aku akan memberikan hukuman berat kepada kalian." Ancamnya dengan suara pelan.


Pangeran Cello dan Putri Celine hanya menghela napas panjang. Nona Gretha kembali ke tempat duduknya.


"Apa Pangeran dan Putri ingin bermain?" Tanyanya dengan lembut yang dijawab dengan gelengan kedua anak kecil di hadapannya itu.


"Nona Druff, kau memiliki rambut yang indah." Puji Putri Celine.


"Ah, Putri terlalu memuji. Memang banyak yang mengatakan seperti itu, Putri." Ucap Nona Gretha dengan wajah tersipu sambil memainkan rambut coklat panjangnya.


"Apa aku boleh menyentuhnya?" Tanya Putri Celine antusias.


"Tentu saja, Putri. Kemarilah." Jawab Nona Gretha.


Putri Celine turun dari kursinya dan berdiri di samping Nona Gretha. Kemudian Putri Celine menyentuh rambut Nona Gretha.


"Ini lembut sekali. Kau pasti selalu merawatnya." Ucap Putri Celine sambil memainkan rambut coklat itu.


"Benar, Putri. Hamba sangat menyayangi rambut indah hamba. Dan hamba selalu merawatnya dengan sangat baik." Jawab Nona Gretha.


"Kemarilah, Cello. Rambut Nona Druff benar-benar lembut." Putri Celine memanggil saudara kembarnya.


Pangeran Cello segera datang dan ikut memainkan rambut Nona Gretha. Nona Gretha merasa berbangga hati karena dirinya telah berhasil menarik perhatian Pangeran Cello dan Putri Celine melalui rambut indahnya itu. Dia yakin dengan rambutnya dia juga bisa menarik perhatian Raja Alec. Pangeran Cello dan Putri Celine terus bermain-main.


"Kau benar Celine, rambut Nona Gretha sangat indah." Ujar Pangeran Cello.


"Tapi sayang, rambut seindah ini tidak pantas untuk wanita berhati busuk sepertimu, Nona Gretha Druff." Bisik Pangeran Cello.


Nona Gretha terkejut, dia menatap ke arah Pangeran Cello dan mendapatkan sebuah seringaian. Tanpa diduga, Pangeran Cello dan Putri Celine menarik rambut Nona Gertha yang ada di genggaman tangan mereka dengan kuat. Seketika Nona Gretha berteriak kesakitan.


"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan rambutku!" Bentaknya.


Para pelayan segera berlari dan menarik tubuh Pangeran Cello dan Putri Celine menjauh. Mereka berusaha melepaskan tangan Pangeran Cello dan Putri Celine dari rambut Nona Gretha. Semakin kuat pelayan menarik tubuh keduanya, maka tarikan dan jambakan dari tangan mereka semakin kuat pula.


Para pelayan kuwalahan karena tenaga Pangeran dan Putri itu sangat kuat tidak seperti anak pada umumnya. Banyak helai rambut Nona Gretha yang tercabut, bahkan kulit kepalanya sampai terluka dan mengeluarkan darah.


Nona Gretha menangis kesakitan. Raungannya terdengar sampai ke ruangan pesta. Semua orang segera berlari ke taman begitu mendengar jeritannya.


"Oh tidak! Putriku, apa yang terjadi padamu? Mengapa kepalamu botak sampai terluka seperti itu? Dan di mana rambut indahmu?" Tanya Nyonya Druff yang terkejut melihat penampilan putrinya.


"Mereka berdua telah menarik dan merontokkan rambutku, Ibu. Mereka benar-benar jahat." Jawab Nona Gretha sambil menunjuk ke arah Pangeran Cello dan Putri Celine yang sedang membersihkan tangan mereka.


"Lancang! Beraninya kau menghina Pangeran dan Putri Kerajaan ini!" Bentak Raja Alec yang membuat semua orang tersentak, terutama keluarga Bangsawan Druff.


"Hamba mohon ampun Baginda. Putri hamba tidak bermaksud untuk mengatakan hal seperti itu." Mohon Tuan Druff.


"Namun, apa yang dilakukan oleh Pangeran dan Putri kepada putri hamba sungguh terlalu, Baginda. Lihatlah putri cantik hamba sekarang berubah menjadi putri buruk rupa karena ulah mereka." Lanjutnya.


Nona Gretha menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan ibunya. Dia sangat malu semua orang harus melihat kondisinya saat ini, terutama Raja Alec.


"Jangan pernah mengharapkan kata maaf keluar dari mulut kami berdua. Wanita busuk ini memang pantas untuk mendapatkan hukuman dari kami." Ucap Putri Celine dengan tatapan dinginnya.


Tuan Druff dan istrinya terbelalak, lalu menatap ke arah Raja Alec dengan wajah memelas.


"Jika kalian tidak terima, silakan bawa masalah ini ke Pengadilan Istana. Aku sangat mengenal baik putra dan putriku. Mereka tidak akan melakukan hal seperti ini tanpa sebab yang jelas." Tegas Raja Alec.


"Pe-pengadilan Istana." Tuan Druff ternganga.


"Baginda Raja benar, Ayah. Aku mohon bawa masalah ini ke pengadilan istana. Aku ingin mendapatkan keadilan." Rengek Nona Gretha sambil terisak.


Raja Alec segera membawa pulang Pangeran Cello dan Putri Celine kembali ke istana.


"Begitulah ceritanya Yang Mulia. Bangsawan Druff dan keluarganya saat ini telah berada di pengadilan istana untuk mengadukan tindakan yang telah Pangeran dan Putri lakukan kepada Nona Gretha. Mereka menuntut keadilan untuk putri bangsawan Druff."


Ratu Roseline terkekeh, membuat Marie kesal.


"Mengapa Yang Mulia tertawa? Seharusnya Yang Mulia mencemaskan keadaan Pangeran Cello dan Putri Celine." Ucap Marie kesal.


"Tak ku sangka, kecerdasan kedua anakku telah berkembang dengan pesat. Ini akan menjadi salah satu maha karya yang tak terlupakan, yang telah mereka ciptakan di usia yang masih 4 tahun ini. Sebaiknya aku menulisnya di buku diary dan bisa menjadi kenangan saat mereka dewasa nanti." Ucap Ratu Roseline dengan bangganya.


"Yang Mulia." Teriak Marie.


"Ada apalagi, Marie? Beraninya kau terus berteriak kepadaku?" Sahut Ratu Roseline.


Marie mengelus dadanya untuk meredakan emosinya. "Sebagai seorang ibu, apakah hati Yang Mulia tidak mencemaskan Pangeran dan Putri sama sekali?"


"Untuk apa aku mencemaskan kedua anakku yang genius itu, Marie? Apa kau sudah lupa dengan kejadian dua bulan lalu? Di mana Cello dan Celine telah berhasil mempermalukan para bangsawan angkuh di kerajaan ini dengan kecerdasan dan kehebatan mereka?" Jawab Ratu Roseline sambil menarik salah satu ujung bibirnya.


"Sudahlah. Aku ingin beristirahat sekarang. Sebaiknya kau dan Felix kembali ke rumah kalian. Putra kalian, Daryl pasti sangat merindukan kalian. Dan kalian juga bisa menghabiskan hari yang masih panjang ini untuk mencetak calon adik Daryl." Ucap Ratu Roseline yang seketika membuat Marie dan Felix yang baru saja tiba terbelalak.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰