
Nyonya Imelda, Nona Camila dan Lady Xena diantarkan ke paviliun tamu oleh pelayan istana. Mereka sangat terpukau dengan kemegahan istana di Kerajaan Cardania.
"Jadi, semua rumor itu benar. Jika Kerajaan Cardania itu sangat besar dan makmur. Dinding istananya saja dilapisi emas murni." Ujar Camila takjub.
"Kau benar, putriku. Dan ibu juga mendengar jika Raja Alec itu sangatlah tampan dan hebat." Sahut Nyonya Imelda.
"Nyonya Imelda benar. Aku pernah bertemu dengan Raja Alec saat dia berkunjung ke Kerajaan Sun. Raja Alec itu pria yang sangat tampan, gagah dan penuh pesona. Belum pernah aku bertemu pria yang melebihi dirinya." Ucap Lady Xena sambil tersenyum dengan kedua tangan menakup dagunya membayangkan pertemuannya dulu dengan Raja Alec.
"Tapi sayangnya, Raja Alec sudah beristri." Seru Nyonya Imelda yang membuyarkan lamunan Lady Xena.
Lady Xena membuang napasnya kasar.
"Hanya Ratu yang tak dianggap. Mereka menikah karena perjodohan dan Raja Alec tidak menginginkan istrinya. Sampai sekarang, Ratu Roseline belum bisa memberikan anak untuk Raja Alec. Ada yang mengatakan jika Ratu Roseline itu wanita mandul. Begitulah rumor yang beredar." Ucap Lady Xena dengan lirih.
Ratu Cetta sangat senang mengetahui ibu dan adiknya datang ke kerajaan Cardania. Dia segera menyambut kedatangan mereka.
"Ibu! Camila." Panggil Ratu Cetta.
Nyonya Imelda dan Camila langsung menoleh ke arah Ratu Cetta dan Raja Abraham. Keduanya terlihay terkejut saat melihat perubahan wajah dan tubuh Ratu Cetta yang lebih segar dan tak lagi pucat.
"Yang Mulia." Nyonya Imelda dan Camila memberikan hormat kepada Raja Abraham.
"Nyonya Imelda, Camila." Sapa Raja Abraham.
"Kakak!" Panggil Lady Xena.
"Bagaimana kabarmu, Xena?" Tanya Raja Abraham setelah keduanya berpelukan.
"Sangat baik. Akhirnya aku menginjakkan kaki di Kerajaan Cardania." Jawab Lady Xena sambil tersenyum senang.
"Bagaimana kabar keluarga istana? Apakah Ibu Suri sehat?" Tanya Raja Abraham.
"Bibi terlihat kurang sehat, Kak. Mungkin karena Bibi terlalu merindukan cucu yang tak kunjung hadir." Jawab Lady Xena.
Senyum Ratu Cetta langsung menghilang.
"Jaga bicaramu, Xena. Perkataanmu itu bisa menyakiti perasaan Ratu Cetta." Tegur Raja Abraham.
"Aku kan hanya menjawab apa yang dikatakan oleh Bibi. Aku minta maaf Ratu Cetta, jika perkataanku menyakiti perasaanmu." Ucap Lady Xena dengan wajah malasnya.
"Tidak apa-apa, Lady Xena. Apa yang kau katakan memang benar, sampai sekarang aku belum bisa memberikan cucu untuk Ibu Suri." Jawab Ratu Cetta sambil memaksakan senyumannya.
"Syukurlah. Dan sudah seharusnya Baginda Raja menikah lagi dan memiliki seorang selir, supaya bisa segera mendapatkan pewaris tahta Kerajaan Sun." Ketus Lady Xena.
Ratu Cetta terdiam sambil menundukkan wajahnya. Tangannya meremas gaunnya dengan erat. Perkataan Lady Xena benar-benar menusuk hatinya. Meskipun sebelumnya Ratu Cetta pernah memberikan ijin kepada Raja Abraham untuk menikah lagi karena desakan Ibu Suri, tapi sesungguhnya dia tetaplah wanita biasa yang tidak ingij berbagi suami dengan wanita lain.
"Hentikan omong kosong ini! Beraninya kau bicara seperti itu!" Bentak Raja Abraham.
Lady Xena, Nyonya Imelda dan Camila sangat terkejut. Ratu Cetta langsung menggenggam tangan suaminya.
"Tenanglah Baginda. Sebaiknya kita masuk ke dalam dan kita bisa mengobrol sambil meminum teh." Ucap Ratu Cetta sambil menarik Raja Abraham masuk ke dalam ruang tamu, diikuti oleh Nyonya Imelda, Camila dan Lady Xena yang wajahnya sedikit cemberut.
"Bagaimana kabar Anda, Baginda Raja?" Tanya Camila.
"Aku baik. Terima kasih Nona Camila." Jawab Raja Abraham.
Camila tiada henti mengumbar senyumnya.
Ratu Cetta menyuruh Livia membuatkan teh hangat untuk Nyonya Imelda, Camila dan Lady Xena.
"Oh, putriku sayang. Ibu sangat merindukanmu." Ucap Nyonya Imelda sambil menggenngam tangan Ratu Cetta.
"Aku juga merindukanmu Ibu, juga Camila." Ujar Ratu Cetta.
"Kakak. Bagaimana kabarmu?" Tanya Camila.
"Aku baik, malah jauh lebih baik." Jawab Ratu Cetta.
"Syukurlah, hati ibu jadi tenang. Kau terlihat jauh lebih sehat sekarang. Apa kau rajin meminum obatmu?" Tanya Nyonya Imelda.
"Aku sudah tidak meminumnya ibu." Jawab Ratu Cetta sambil tersenyum.
Nyonya Imelda dan Camila terkejut.
"Mengapa? Kau kan harus meminum obat itu agar cepat sembuh." Ucap Nyonya Imelda sedikit marah.
"Itu bukan obat, tapi racun." Sahut Raja Abraham dengan wajah dinginnya.
"A-apa? Racun?" Seru Nyonya Imelda dan Camila bersamaan.
"Benar. Ternyata selama ini pelayan Mayya memberikan racun itu kepada Ratu Cetta." Ujar Raja Abraham.
"L-lalu di mana pelayan Mayya sekarang?" Tanya Camila.
"Syukurlah." Lirih Camila.
"Apa maksudmu?" Tanya Raja Abraham.
"Syukurlah kejahatan pelayan Mayya segera terbongkar, sehingga kakakku bisa terhindar dari racun itu." Jawab Camila dengan cepat.
"Semua ini berkat Ratu Roseline yang telah berhasil membuktikan bahwa obat itu beracun dan membongkar kejahatan pelayan Mayya." Jelas Raja Abraham.
Nyonya Imelda dan Camila membulatkan mata mereka.
"Ratu Roseline?" Seru keduanya.
"Benar Ibu, Camila. Ratu Roseline lah yang mengetahui terlebih dahulu jika obat yang biasa aku minum mengandung racun." Jawab Ratu Cetta.
"Kalau begitu, Ibu harus mengucapkan terima kasih kepada Ratu Roseline." Ucap Nyonya Imelda.
"Benar ibu. Aku berhutang nyawa kepada Ratu Roseline. Ratu Roseline jugalah yang membuatkan penawar untuk menghilangkan racun dalam tubuhku."
Lady terlihat tidak suka mendengar pujian yang terlontar Ratu Roseline.
"Mm... Kakak. Di mana Raja Alec sekarang? Apa Raja Alec tidak menyambut kedatangan kami?" Tanya Lady Xena lembut agar Raja Abraham tidak marah lagi padanya.
"Baginda Raja Alec sedang bersama Ratu Roseline. Apakah aku dan Ratu Cetta masih belum cukup untuk menyambut kedatangan kalian?" Jawab Raja Abraham.
"Bu-bukan seperti, Kak. Aku hanya bertanya." Wajah Lady Xena langsung cemberut lagi.
"Seharusnya Raja Alec menyambut kedatanganku, bukannya menghabiskan waktu bersama istri tidak bergunanya itu." Gerutu Lady Xena dalam hati.
"Baginda Raja Alec dan Ratu Roseline mengundang kita semua untuk makan malam bersama di ruang makan istana." Ujar Raja Abraham.
"Benarkah?" Seru Lady Xena antusias.
"Ya benar. Pelayan Baginda Raja sendiri yang menyampaikannya kepada kami." Jawab Ratu Cetta.
Wajah cemberut Lady Xena seketika berubah ceria. Ratu Cetta mengantarkan mereka bertiga ke masing-masing kamar yang akan mereka tempati. Setelah makan siang, Camila mengunjungi kamar ibunya.
"Bagaimana ini Ibu? Si bodoh Cetta sudah tidak meminum racun itu lagi. Aku benar-benar kesal. Jika Cetta sembuh, Ibu Suri Stella pasti akan membatalkan rencana menjodohanku dengan Raja Abraham." Rengek Camila.
"Tenangkan dirimu, Camila. Yang terpenting saat ini, baik Raja Abraham maupun anak sialan itu tidak tahu siapa orang yang telah menyuruh pelayan Mayya untuk meracuninya. Ibu bersyukur pelayan itu sudah membungkam mulutnya untuk selamanya." Ucap Nyonya Imelda.
"Lalu, apa rencana ibu sekarang?" Tanya Camila.
"Kita amati saja dulu dan jangan bertindak gegabah. Jika ada celah, kita akan memberinya racun lagi. Kau tidak perlu cemas, putriku sayang. Ibu pastikan kau akan bersanding dengan Raja Abraham dan menjadi Ratu di Kerajaan Sun. Bersabarlah." Ucap Nyonya Imelda sambil menggengam tangan Camila.
Camila langsung memeluk ibunya. "Terima kasih, Ibu. Aku sangat menyayangi ibu."
Camila mengurai pelukan keduanya.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat si bodoh Cetta itu menderita kalau perlu dia segera pergi dari dunia ini. Dia telah merenggut semua impianku. Dan aku tidak akan pernah bisa bahagia sebelum melihat penderitaannya." Ucap Camila dengan tatapan penuh kebencian.
Pada malam harinya, Lady Xena sengaja berdandan lebih dari biasanya untuk makan malam bersama Raja Alec. Tiada henti dia memandangi dirinya dari pantulan cermin. Tubuh Lady Xena berbalut gaun berwarna jingga yang cukup ketat dan sedikit terbuka di bagian dada sehingga menunjukkan sebagian asetnya menyumbul keluar. Selain itu Lady Xena juga menggunakan riasan yang cukup tebal dan pewarna bibir berwarna merah menyala.
"Aku yakin, Raja Alec tidak akan bisa mengalihkan pandangan matanya dariku. Aku penasaran seperti apa rupa Ratu Roseline itu. Pastinya wanita itu tidak akan bisa mengalahkan kecantikan dan pesonaku." Gumam Lady Xena dengan sombongnya.
Lady Xena keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan istana bersama Nyonya Imelda dan Camila yang juga tidak kalah hebohnya dalam berdandan. Raja Abraham dan Ratu Cetta sudah tiba lebih dulu. Keduanya terkejut melihat penampilan Nyonya Imelda, Camila dan Lady Xena yang seolah hendak menghadiri sebuah pesta.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰