I'M The Unstoppable Queen

I'M The Unstoppable Queen
Bab 48. Berubah Haluan



Lady Xena terus berlari tanpa arah sambil menangis. Tiba-tiba langkahnya berhenti saat jalan yang dilaluinya itu buntu.


"Aku ada di mana sekarang?" Gumam Lady Xena sambil terisak.


Lady Xena mengedarkan pandangannya yang semuanya terlihat seperti tembok yang ditumbuhi tanaman yang tinggi.


"I-ini sebuah labirin." Tebak Lady Xena.


Lady Xena tadi berlari ke arah taman dan tanpa sengaja masuk ke dalam labirin yang ada di taman istana. Tangis Lady Xena semakin menjadi karena takut, terutama pencahayaan di labirin itu sangatnya sedikit.


"Tolong! Tolong! Keluarkan aku dari sini!" Lady Xena berteriak minta tolong.


Lady Xena berjalan ke arah yang berlawanan dan berharap dia akan menemukan jalan untuk keluar dari labirin. Setelah lama berjalan, Lady Xena pun merasa kelelahan. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas tanah dan bersandar pada dinding labirin sambil memeluk tubuhnya karena udara malam yang semakin dingin. Dirinya berada tepat di bawah salah satu lampu yang ada di labirin.


"Kakak, tolong aku. Aku takut."


"Aku mohon siapapun tolong keluarkan aku dari sini." Isaknya.


Sedangkan di paviliun tamu, Ratu Cetta terlihat kalut karena dia tidak menemukan keberadaan Lady Xena.


"Baginda." Panggil Ratu Cetta saat Raja Abraham kembali ke kamar mereka.


"Ada apa Ratu? Mengapa kau terlihat cemas seperti itu?" Tanya Raja Abraham.


"Lady Xena tidak ada di kamarnya. Hamba juga sudah mencarinya di sekitar paviliun tamu, tapi tetap tidak bisa menemukannya. Pelayan Lady Xena mengatakan jika Lady Xena belum kembali ke kamar sama sekali." Jawab Ratu Cetta.


"Hah, anak itu benar-benar merepotkan. Tidak seharusnya dia datang ke istana ini. Aku harap dia tidak mencari masalah dengan Raja Alec atau Ratu Roseline." Geram Raja Abraham.


"Baginda mau ke mana?" Tanya Ratu Cetta.


"Aku akan ke istana ratu Roseline untuk menemui Raja Alec dan meminta bantuannya untuk menemukan Xena."


"Hamba ikut, Baginda."


Raja Abraham dan Ratu Cetta segera bergegas menuju istana Ratu. Raja Alec dan Ratu Roseline terkejut dengan kedatangan Raja Abraham dan Ratu Cetta.


"Ada perlu apa Raja Abraham dan Ratu Cetta datang ke sini? Jika kalian ingin membahas masalah yang terjadi di ruang makan, aku rasa tidak perlu." Tanya Raja Alec dingin.


"Kami minta maaf Raja Alec dan Ratu Roseline, jika kedatangan kami mengganggu kebersamaan kalian. Kami datang ke sini karena kami ingin meminta bantuan Raja Alec." Jawab Raja Abraham.


Raja Alec menyerngitkan dahinya. "Bantuan apa yang kau maksud?"


"Sepupuku, Xena, menghilang. Kami sudah berusaha mencari di sekitar paviliun tamu dan ruang makan istana, tapi Xena tidak ada di sana. Aku ingin meminta bantuan prajurit Baginda untuk mencarinya. Aku takut terjadi sesuatu padanya, apalagi suasana semakin gelap dan dingin. Aku memohon kebaikanmu Raja Alec." Terang Raja Abraham.


"Baiklah."


"Prajurit!" Panggil Raja Alec.


"Hormat, Baginda."


"Kumpulkan beberapa prajurit, lalu menyebarlah di sekeliling istana dan cari keberadaan Lady Xena." Perintah Raja Alec.


"Siap, Baginda!"


"Kalian berdua bisa ikut bersama prajuritku." Ucap Raja Alec.


"Baik. Terima kasih Raja Alec. Kami pergi dulu." Ujar Raja Abraham.


"Semoga Lady Xena bisa segera ditemukan." Ucap Ratu Roseline.


"Terima kasih Ratu Roseline." Sahut Ratu Cetta.


Raja Abraham dan Ratu Cetta segera pergi meninggalkan istana Ratu, mencari Lady Xena bersama prajurit istana.


"Apakah Baginda tidak ingin ikut mencari Lady Xena?" Tanya Ratu Roseline.


"Tidak." Jawab Raja Alec.


"Baiklah, kalau begitu aku saja yang membantu mereka mencari keberadaan Lady Xena. Karena bagaimanapun juga Lady Xena adalah salah satu tamu istimewa di istana ini." Ucap Rau Roseline.


Raja Alec langsung menarik tangan Ratu Roseline.


"Tunggu, Ratu. Mengapa kau harus membuat dirimu sendiri repot? Bukankah wanita itu sudah merendahkanmu dengan semua ucapannya tadi?" Protes Raja Alec.


"Tetap saja, aku akan ikut mencarinya. Dia adalah kerabat Raja Abraham dan Ratu Cetta, sahabat kita. Jika Baginda tidak ingin ikut, sebaiknya Baginda sekarang kembali ke istana Raja." Ketus Ratu Roseline.


Raja Alec menghembuskan napasnya kasar.


"Tidak. Aku akan ikut denganmu. Aku tidak ingin nantinya terjadi sesuatu padamu." Ucap Raja Alec sambil menarik tangan Ratu Roseline dan berjalan meninggalkan istana Ratu.


Ratu Roseline menyinggungkan bibirnya melihat wajah kesal Raja Alec.


"Jika Baginda berhasil menemukan keberadaan Lady Xena, aku akan mengijinkan Baginda menginap di istana Ratu malam ini." Seru Ratu Roseline.


Raja Alec menghentikan langkahnya dan menatap Ratu Roseline sambil tersenyum.


"Apa Ratu serius?" Tanyanya antusias.


"Ya. Tapi hanya sebatas tidur, tidak lebih." Tegas Ratu Roseline.


"Tidak masalah. Hanya tidur, dan pastinya Ratu akan memelukku seperti biasanya. Ahh... Aku sudah tidak sabar. Sebaiknya kita segera bergegas dan secepatnya menemukan sepupu Raja Abraham itu." Ucap Raja Alec dengan penuh semangat.


"Ish! Percaya diri sekali dia. Mana mungkin aku akan memeluknya, pasti dia yang mencuri-curi kesempatan saat aku tidur." Gumam Ratu Roseline.


Di dalam labirin, Lady Xena semakin kedinginan. Tiba-tiba dia mendengar suara ranting kayu yang terinjak membuatnya terkejut dan semakin ketakutan.


"Siapa di sana?" Teriak Lady Xena, namun tidak ada sahutan.


"Suara apa itu? Apakah itu seorang manusia? Ataukah seekor hewan? Atau jangan-jangan hantu?" Racau Lady Xena dengan badan gemetar.


Lady Xena membeku saat merasakan ada sesuatu yang berjalan mendekat ke arahnya. Kedua tangannya langsung mengepal dan siap memukul apapun yang sedang mendekat ke arahnya itu. Lady Xena melihat bayangan dari sesuatu itu, lalu berdiri dan berbalik badan.


"Aarrgghhh!! Sakit. Keras sekali ini." Rintih Lady Xena.


Dengan lancang, tangannya meraba benda yang ada di depannya itu yang berbalut baju.


"Ini seperti dada manusia. Lebih tepatnya dada seorang pria. Wah, bidang sekali." Gumamnya sambil tersenyum dan tangannya terus meraba.


"Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku!" Ucapan dingin seorang pria yang berdiri di hadapan Lady Xena.


Lady Xena langsung menengadahkan wajahnya ke atas dan menatap wajah pria itu. Bukannya ketakutan, tapi wajah Lady Xena semakin berbinar.


"Tampan sekali? Kau manusia apa malaikat?" Tanya Lady Xena yang terkagum.


"Aku iblis yang akan mencabut nyawamu." Jawab pria dingin.


"Segera cabut nyawaku dan bawa aku pergi bersamamu, wahai iblis tampan." Racau Lady Xena sambil tersenyum.


"Dasar wanita gila!" Ucap pria itu sambil mendorong tubuh Lady Xena menjauh darinya.


Tubuh Lady Xena limbung dan hampir jatuh ke tanah, namun ada sepasang tangan yang menopangnya dari belakang.


"Apa kau tidak apa-apa, Nona?" Tanya pria yang menolongnya.


"A-aku baik-baik saja, Tuan. Terima kasih." Jawab Lady Xena.


"Mengapa kau bersikap sekasar itu kepada seorang wanita, Azel?" Tanya pria yang menolong Lady Xena, yang tak lain adalah Marquess Andry.


"Karena dia telah lancang meraba-raba tubuhku." Jawab Jenderal Azel kesal.


"Bukankah Nona ini adalah saudara sepupu Raja Abraham yang baru datang dari Kerajaan Sun?" Tanya Marquess Andry.


Lady Xena hanya mengangguk.


"Kenalkan aku adalah Marquess Andry dan ini temanku Jenderal Azel, jenderal besar dari Kerajaan Cardania." Ujar Marquess Andry.


"Namaku Xena."


"Bagaimana Nona bisa masuk ke dalam labirin Sesat di malam yang gelap ini? Itu sangat berbahaya. Labirin ini mempunyai banyak jebakan yang bisa membuat orang terus terperangkap di dalamnya." Tanya Marquess Andry.


"A-aku tidak tahu. Aku tadi sedang berlari tanpa arah, dan tiba-tiba aku sudah berada di dalam labirin ini." Jawab Lady Xena.


Jenderal Azel membuang napasnya kasar.


"Sebaiknya kita segera keluar dari sini, sebelum malam semakin gelap dan udara semakin dingin."


"Mari Nona, kami akan mengantarkanmu keluar dari sini." Ucap Marquess Andry.


"Terima kasih Tuan Marquess dan Jenderal Besar." Ujar Lady Xena.


Marquess Andry hanya membalas dengan senyuman, berbeda dengan Jenderal Azel yang bersikap tak acuh. Lady Xena semakin kedinginan dan tubuhnya mulai menggigil. Jenderal Azel melepas mantel bulunya dan memberikannya kepada Marquess Andry.


"Andry, berikan ini kepada wanita itu. Aku tidak mau keluar dari sini dengan membawa manusia beku." Ketus Jenderal Azel.


Marquess Andry mengambil mentel bulu itu dan memakaikannya ke tubuh Lady Xena.


"Terima kasih, Tuan." Ucap Lady Xena.


"Sama-sama, Nona. Jangan dimasukkan ke dalam hati ucapan Jenderal Azel tadi. Dari luar dia memang terkesan dingin dan menakutkan, tapi sebenarnya dia berhati baik." Ujar Marquess Andry.


"Jangan banyak bicara. Ayo cepat jalan." Teriak Jenderal Azel.


Sepanjang penjalanan, Lady Xena terus menatap dan mengamati Jenderal Azel dari belakang. Lady Xena terus menciumi aroma harum dari mantel Jenderal Azel sambil tersenyum.


"Kau harus belajar bersikap lembut kepada seorang wanita, Azel. Jika kau bersikap dingin dan menakutkan seperti ini, tidak akan ada wanita yang mau menikah denganmu." Oceh Marquess Andry.


"Cih! Wanita itu hanya menyusahkan. Mereka itu manja dan terlalu lemah. Hanya tipe wanita seperti Ratu Roseline yang layak untuk dibanggakan. Dan Baginda Raja Alec sangat beruntung mendapatkannya." Sahut Jenderal Azel.


"Bukankah Nona Arabella mirip dengan Ratu Roseline, baik secara fisik maupun sikapnya?" Tanggap Marquess Andry.


"Ya, kau benar. Tapi aku tidak ingin bersaing dengan sahabat yang sudah seperti saudaraku sendiri, Marquess Filan." Jawab Jenderal Azel.


"Ah ya. Aku sampai lupa. Pria beku itu, meskipun sikapnya dingin dan ketus tapi terlihat sekali jika dia sedang memperhatikan Nona Arabella." Sahut Marquess Andry.


Lady Xena hanya diam dan mendengarkan perbincangan kedua pria itu.


"Jadi, Jenderal Azel yang tampan ini belum menikah dan memiliki seorang istri. Aku sekarang rela jika Raja Alec bersama Ratu Roseline, karena hatiku sudah berubah haluan. Aku tidak akan mengejar dan mengharapkan suami orang lagi, tapi aku akan mengejar cinta Jenderal hatiku." Batin Lady Xena sambil tersenyum senang.


To be continue ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰