I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 98



đź–¤Bab.98.


NGAMBEK


Pembagian Harta juga sudah selesai, tinggal proses balik nama, Rumah sudah atas nama Gama.


Walaupun Gama memohon supaya Aby tetap tinggal di Rumahnya, tapi Aby bersikeras keluar.


Mungkin Aby akan membeli Rumah baru untuk tempat tinggal.


Sekarang tinggal menutup hutang di Bank dan menarik jaminannya.


Setelah itu baru kembali akan di adakan rapat mengenai Villa di Canggu.


Untung ada Admesh dan Beck yang gesit mengurus semua ini.


Aby sangat salut kepada Beck yang tetap setia dan mau berkorban demi pertemanannya dengan Papanya.


Suara dari DJ Tonjelava Hawillian Tauke You Deserve to be My wife membuat Dy membuka matanya.


Dy memandang Aby yang tidak perduli, walaupun Aby sudah tahu Dy sudah bangun. Lagu ini sengaja diputar oleh Aby untuk mewakili kata hati Aby, dimana Aby sangat mengharapkan Dy menjadi istrinya.


" Yank tidak kerja?". Tanya


Dy sambil bangun dari tempat tidur.


Aby cuma menggeleng.


Sungguh Dy tidak enak hati atas perubahan sikap Aby yang dingin.


Dy tidak berusaha mengulang pertanyaannya lagi, Dy lebih memilih mandi.


Aby melanjutkan sikap dinginnya sampai Dy benar-benar tidak tahan.


Dengan cuek Dy langsung memeluk Aby dari belakang ketika Mereka berada di Dapur.


" Yank, ada apa denganmu ". Bisik Dy mempererat pelukannya.


Aby yang sedang membuat Serapan hanya diam.


Dy terpaksa melepas pelukannya ketika Aby tidak memperdulikannya.


Dengan lesu Dy duduk di Sofa sambil terus memandang Aby.


" Sarapan dulu ". Kata Aby .


" Gaaakkkkk...


Aku kenyang, Aku akan terus kenyang...". Sahut Dy merubah posisi duduknya menjadi rebahan, kedua kakinya sudah berada di pangkuan Aby.


" Aku mau minum kopi, nanti Kaki mu ketumpahan kopi panas".


" Biarin gak urusss...". Sahut Dy memejamkan matanya.


Aby menurunkan kaki Dy ketika ada suara ketukan pintu. Dy bangun menbukakan pintu, ternyata Beck.


" Pagi Om....". Kata Aby berdiri.


" Bagaimana khabar Kalian pagi ini?".


Tanya Beck langsung duduk di Sofa.


" Baik Om....". Sahut Aby.


Dy langsung ke Dapur membuatkan Beck Kopi.


Beck meletakkan Bubur Ayam, Soup jagung dan Kentang goreng dari Restoran cepat saji.


"Mari Kita sarapan ". Ajak Beck.


Mereka mulai sarapan sambil berbincang-bincang.


" Pesawat pukul berapa Om?".


" Sebentar lagi, Bording Pass sekitar jam sepuluh ". Sahut Beck.


" Dy ikut Papa ke Jakarta?". Tanya Beck tiba-tiba membuat Dy gelagapan.


Mata Dy langsung melirik Aby.


" Nanti Aku menyusul ". Sahut Dy membuat Beck tersenyum.


" Rupanya Kamu sudah jatuh Cinta dengan Bali ya ". Kata Beck penuh arti.


Dy tidak menjawab, matanya menatap Aby yang pura-pura acuh.


"Papa kapan balik ke Bali?, Aku tidak mungkin terus tinggal disini. Aku pingin pindah dari sini, disini semalam 35juta.


Bayangkan kalau sebulan, kasihan Aby".


" Sudah mulai pintar menghitung ya". Kata Beck tersenyum.


"Papa ke Bali lagi sebulan ". Sambung Beck lagi. Kemudian Beck berdiri.


" Berarti pas Ultah ku ". Sahut Dy tersenyum.


Kalian tidak usah nganterin ke Bandara, sudah ada Sopir dibawah.


Beck memeluk Dy dan mengecup keningnya.


" Kalian jangan suka berantem ". Pesan Beck membuat Aby dan Dy tersenyum.


" Hati-hati Om ". Aby mengantar Beck sampai pintu.


Dy menatap punggung Papanya dengan sedih. Tapi perasaannya tidak seperti dulu. Kalau dulu Dy ingin mengejar Papanya dan ingin ikut, tapi sekarang Dy lebih berat ke Aby.


Aku tidak tahu perasaanku, perasaan ini membelengguku dan membuat Aku sering terluka. Bhatin Dy.


*******